Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PERBEDAAN INTENSI MENONTON PORNOGRAFI PADA SISWA SMA NEGERI 6 SEMARANG YANG MENJADI ANGGOTA ROHIS DENGAN YANG BUKAN ANGGOTA ROHIS Haryanto, Tri; Abidin, Zaenal
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.422 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7554

Abstract

The aim of this study was to examine differences in the intentions of watching pornography on SMA Negeri 6 Semarang students between students who become members of Rohis with the non-member of Rohis. Intension of watching pornography is defined as the tendency of individuals to take action for seeing any form of image, video, or other forms of messages through various forms of communication media and/or performing in public, which contains obscenity or sexual exploitation. The population of this study was students of SMA 6 Semarang. Subjects in the study sample was divided into two groups, namely the group of students who are members of Rohis totaled 33 students and students who are not members of Rohis many as 57 students. The data was collected using the intention scale watching pornography (37 item). The intention scale watching pornography composed by aspects of the intentions of watching pornography. The aspects of the intention to watch pornography have been prepared on four aspects intentions which proposed by Ajzen (2005, p. 102) that is action, targets, context, and time coupled with the definition viewing behavior and the definition of pornography . The results show the value of t = 2.313 with p = 0.023 (p < 0.05) . These results indicate that there are significant differences in the intentions of watching pornography on SMA Negeri 6 Semarang students between students who become members of Rohis with the non-member of Rohis. Intension of watching pornography of SMA 6 Semarang students who are a member of Rohis lower than SMA 6 Semarang students who are not members Rohis .
Metode Keteladanan dan Etika Mulia dalam Model Pembelajaran STAD (Student Team Achievement Divisions) Sebagai Suatu Pola Interaksi Edukatif pada Pembelajaran Akuntansi dan Matematika Rosita, Rosita; Haryanto, Tri; Sulistorini, Eni Jufriyah
Graduasi: Jurnal Bisnis & Ekonomi Vol 27 (2012): Maret
Publisher : STIE Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education is a power and deliberate effort to create an atmosphere of studying in the learning process, so that learners are active developing their potential. Modeling method and ethics is a very important method and factual is ever happen by the Prophet Muhammad during in the process of education and learning. The history of education had proven that the Prophet Muhammad is a figure of educator and learner who succeed in forming an educated generation and strong personality through modeling method and ethic noble morality.            When further, based on the results of previous studies on model of excellence STAD and indisputable historical facts about the success of Prophet Muhammad SAW builds human’s character’s into a generation educated and ethic noble morality, modeling method and ethics are reflected in the model STAD and learning are inextricably linked to cultivate students’ personality that ethic noble. In the process of development in the world of education, it is urgent if fostered noble ideals and ethics within which learners can be integrated in the learning model employed by teachers and lecturer.            Modeling idealsand ethics that need to be developed and nurtured in the learning process through STAD models so that learners used to develop a positive attitude to form the personality of an independent, strong, caring and moral in turn achieved success and the learner’s successful achieve performance. In the last of the formation of character education as a result of the modeling ideals and ethics in learners’ selves.
APLIKASI FUZZY-SERVQUAL UNTUK IDENTIFIKASI PREFERENSI KEPUASAN KONSUMEN Nandiroh, Siti; Haryanto, Tri
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 4, No. 3, April 2006
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimasi pelayanan kepada konsumen atau pembeli harus diutamakan oleh pihak pengelola dealer, karena hal ini merupakan salah satu tuntutan yang diharapkan konsumen, dan merupakan salah satu kunci untuk dapat memenangkan persaingan dengan dealer-dealer yang lain terutama dealer-dealer penyedia kendaraan bekas. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan penjualan. Metode servqual merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui kriteria-kriteria kualitas yang harus ditingkatkan kualitas pelayanannya berdasarkan gap yang terjadi antara persepsi dan harapan konsumen. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ada lima kriteria yang harus diperhatikan dan perlu untuk ditingkatkan pelayanannya oleh pihak pengelola UD. Citra Santosa Motor yaitu: pelayanan kepada pembeli (customer service) dengan nilai –0,054, kondisi kendaraan bekas yang ditawarkan dengan nilai –0,044, harga kendaraan yang ditawarkan dengan nilai -0,027, kelengkapan fasilitas dan lokasi dealer yang strategis dengan nilai 0,057, serta jaminan garansi yang diberikan dengan nilai 0,071.
PENGARUH LIKUIDITAS DAN PERPUTARAN MODAL KERJA TERHADAP PROFITABILITAS PADA PT. PARIWARA KOMUNIKASI INDONESIA DI TANGERANG Haryanto, Tri
Jurnal SEKURITAS (Saham, Ekonomi, Keuangan dan Investasi) Vol 2, No 2 (2019): Jurnal SEKURITAS
Publisher : Prodi Manajemen Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.177 KB) | DOI: 10.32493/skt.v2i2.2494

Abstract

ABSTRACT Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Current Ratio dan Working Capital Turnover Terhadap Return on Asset pada PT. Pariwara Komunikasi Indonesia. Metode yang digunakan adalah mix method dengan sampling berupa laporan keuangan dan diolah menggunakan analisis deskriptif dan verifikatif serta analisis statistik. Hasil penelitian Current Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return on Asset dengan kontribusi pengaruh sebesar 32,6%. Uji hipotesis diperoleh probability signifikansi 0,000 < 0,05. Working Capital Turnover berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return on Asset dengan kontribusi pengaruh sebesar 29,6%. Uji hipotesis diperoleh probability signifikansi 0,000 < 0,05. Current Ratio dan Working Capital Turnover secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return on Asset. Hasil ini dapat dilihat dari nilai probability signifikansi 0,000 < 0,05. Keyword : Likuiditas, Perputaran Modal Kerja dan Profitabilitas 
Eksistensi Kesenian Rebana Gending Desa Langko Dalam Masa Pandemik Covid-19 Di Lombok Yudarta, I Gede; Haryanto, Tri
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol. 36 No. 2 (2021): Mei
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v36i2.1460

Abstract

Tulisan bertujuan untuk mengungkap eksistensi kesenian Rebana Gending yang merupakan salah satu bentuk musik tradisional Sasak, Lombok. Merebaknya pandemic Corona Virus Disease (Covid) 19 pada tahun 2019 dan mengalami perkembangan di Indonesia pada awal tahun 2020, sangat berdampak dalam berbagai aspek kehidupan termasuk salah satunya di bidang budaya. Kesenian sebagai salah satu aspek kebudayaan mengalami stagnasi dimana banyak aktivitas berkesenian dibekukan sehingga berdampak secara negatif terhadap eksistensi berbagai bentuk kesenian yang terdapat di masyarakat. Fenomena ini juga terjadi pada eksistensi kesenian Rebana Gending yang terdapat di Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Rabana Gending merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional yang hidup dan berkembang di dalam masyarakat Sasak. Kesenian ini memiliki berbagai keunikan dalam bentuk, fungsi dan musikalitas sehingga berbeda dengan kesenian rebana yang secara umum berkembang di berbagai wilayah di Indonesia. Berkenaan dengan berbagai keunikan tersebut, topik yang dikaji secara khusus akan membahas bentuk dan fungsi kesenian Rebana Gending di dalam kehidupan masyarakat di Lombok. Adapun metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan organologi dan ethnomusikologi. Dari pembahasan topik ini selanjutkan akan diketahui dan dipahami bentuk dan fungsi kesenian Rebana Gending di dalam kehidupan masyarakat Sasak.
PERANCANGAN VIDEO COMPANY PROFILE SEBAGAI MEDIA PROMOSI PERUSAHAAN PADA PT. PROPAN RAYA ICC SEMARANG Haryanto, Tri; Nugroho, Sarwo
JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.413 KB)

Abstract

Media informasi berupa media cetak mempunyai kelemahan, dilihat dari sisi effisiensi penyampaian informasidan distribusi, namun bila menggunakan media informasi berupa Video Company Profile, informasi lebih efektif daneffisien, karena pengemasannya lebih menarik, dimana berupa file video yang menggabungkan beberapa format file,yaitu video, animasi dan suara, serta pengemasannya menggunakan media keping DVD sehingga lebih murah.Perancangan Video Company Profile Sebagai Media Pemasaran Produk (Studi Kasus Di PT. Propan Raya ICCSemarang) merupakan sebuah media informasi yang mengangkat tema media pemasaran produk, dimana perlunyasebuah media informasi yang efektif dan efisien untuk mendukung upaya promosi yang berisi informasi lengkap tentangPT. Propan Raya ICC Semarang.Kata kunci : Video, Company Profile
APLIKASI FUZZY-SERVQUAL UNTUK IDENTIFIKASI PREFERENSI KEPUASAN KONSUMEN Nandiroh, Siti; Haryanto, Tri
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 4, No. 3, April 2006
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v4i3.1561

Abstract

Optimasi pelayanan kepada konsumen atau pembeli harus diutamakan oleh pihak pengelola dealer, karena hal ini merupakan salah satu tuntutan yang diharapkan konsumen, dan merupakan salah satu kunci untuk dapat memenangkan persaingan dengan dealer-dealer yang lain terutama dealer-dealer penyedia kendaraan bekas. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan penjualan. Metode servqual merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui kriteria-kriteria kualitas yang harus ditingkatkan kualitas pelayanannya berdasarkan gap yang terjadi antara persepsi dan harapan konsumen. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ada lima kriteria yang harus diperhatikan dan perlu untuk ditingkatkan pelayanannya oleh pihak pengelola UD. Citra Santosa Motor yaitu: pelayanan kepada pembeli (customer service) dengan nilai ?0,054, kondisi kendaraan bekas yang ditawarkan dengan nilai ?0,044, harga kendaraan yang ditawarkan dengan nilai -0,027, kelengkapan fasilitas dan lokasi dealer yang strategis dengan nilai 0,057, serta jaminan garansi yang diberikan dengan nilai 0,071.
Greng Sebuah Estetika Dalam Kerampakan Antara Gamelan dan Vokal Saptono, Saptono; Haryanto, Tri; Hendro, Dru
Kalangwan : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5 No 1 (2019): Juni
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.167 KB) | DOI: 10.31091/kalangwan.v5i1.728

Abstract

ISI Denpasar sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berkiprah dalam berbagai cabang seni tentunya memiliki tanggung jawab didalam meningkatkan mutu pelestarian, pengembangan, dan penciptaan seni budaya yang unggul yang berakar dari kearifan lokal nilai-nilai budaya nusantara, termasuk salah satunya seni karawitan. Hal tersebut tercermin pula dalam visi dan misi ISI Denpasar yang telah terpampang dan bisa dilihat diberbagai sudut kampus. Melalui seni, lembaga ISI Denpasar ikut andil dalam menjaga keseimbangan hidup di dalam memperkokoh jati diri bangsa dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan demikian mendorong peneliti dalam penciptaan karya seni karawitan Greng, yaitu garap gamelan ageng untuk memberikan keseimbangan nilai-nilai kearifan lokal budaya nusantara di ISI Denpasar dengan mengacu pada sajian garap tradisi karawitan Jawa. Konsep garap yang ditawarkan adalan penataan dalam karawitan mandiri. Penataan yaitu menyusun gending-gending yang telah ada dari berbagai ragam bentuk, laras, dan pathet. Kebaruan dalam penataan adalah pengolahan garap transisi dari berbagai ragam dan karakter gending yang telah ada, diolah dengan teknik yang mengedepankan tapsir (interpretasi) garap balungan dan garap vokal yang dalam sajiannya menjadi satu garapan yang utuh. Wujud atau bentuk pada dasrnya merupakan pemicu untuk menggugah perhatian terhadap isi yang dikandungnya, yang pada gilirannya telah menyatu ke dalam struktur. Jadi wujud atau bentuk garapan merupakan sarana untuk menuangkan isi sebagai bentuk ungkap pengalaman jiwa yang wigati. Djelantik menjelaskan bentuk (wujud) yang dimaksud kenyataan yang nampak secara konkrit di depan kita (dapat dipresepsi dengan mata dan telinga), dan juga kenyataan yang tidak nampak secara konkrit di depan kita, tetapi secara abstrak wujud dapat dibayangkan. Humardani menyebutkan bahwa bentuk di dalam sajian karya seni adalah wadah yang dapat diamati sebagai sarana untuk menuangkan isi mengenai nilai-nilai atau pengalaman jiwa yang wigati.
Waluku Sebagai Acuan Dalam Garapan Karawitan Bali Aguswin Pradnyantika, I Gede; Sudiana, I Nyoman; Haryanto, Tri
Kalangwan : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5 No 1 (2019): Juni
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.019 KB) | DOI: 10.31091/kalangwan.v5i1.732

Abstract

Rasi bintang atau konstelasi adalah sekelompok bintang yang tampak berhubungan membentuk suatu konfigurasi khusus dalam ruang tiga dimensi, kebanyakan bintang yang terlihat tidak memiliki hubungan satu dengan lainnya, tetapi dapat terlihat seperti berkelompok pada langit malam. Di dalam ilmu Astronomi, telah ditetapkan 88 buah rasi bintang yang dipisahkan sesuai wilayah dari tiap-tiap rasi bintang tersebut di langit. Dari tahun ke tahun, rasi bintang tidak pernah bergeser dari posisinya di langit. Bahkan hingga waktu berabad-abad tahun rasi bintang tetap berada pada posisinya di langit. Hanya saja akibat rotasi dan revolusi bumi terhadap matahari lah yang menyebabkan rasi bintang terlihat bergeser dari waktu ke waktu. Rasi bintang yang dinamai Waluku/Orion, yang artinya adalah pemburu, rasi bintang ini didedikasikan bagi Orion, putera Neptune, seorang pemburu terbaik di dunia. Orion ini mudah dikenali dengan adanya 3 bintang kembar yang berjajar membentuk sabuk Orion (Orion Belt). Satu lagi yang menarik, dari rasi orion, yaitu adanya bintang Bellatrix dan Betelgeuse pada konstelasinya. Waluku ini penata pakai sebagai judul karya yang menggunakan medium gamelan Semar Pagulingan. Karya seni karawitan Waluku merupakan komposisi musik inovatif yang merupakan aktualisasi dari ide penata tentang rasa keindahan dan imajinasi terhadap bentuk dan pola dari rasi Waluku. Karya ini merupakan pengembangan dari unsur-unsur musikal seperti melodi, tempo, ritme, dinamika, dan harmoni sebagai cerminan dari rasa indah pada pola rasi bintang Waluku. Rasi Bintang memiliki keteraturan system, dimana Rasi Bintang tidak pernah bergeser dari posisinya di langit. Rasi bintang waluku ini adalah terbentuk dari tiga bintang kembar, yang membentuk pola-pola sehingga mudah dibedakan dan dibayangkan dengan rasi bintang lainnya. Rasi bintang waluku ini menginspirasi penata untuk mewujudkannya kedalam sebuah karya musik inovatif, penata berimajinasi merangkai Rasi bintang waluku itu dalam tiga bagian karya musik inovatif.
Penciptaan Karya Seni Garap Pekeliran Padat Sang Guru Sejati Hendro, Dru; Saptono, Saptono; Haryanto, Tri
Kalangwan : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5 No 2 (2019): Desember
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.7 KB)

Abstract

Konsep garap pakeliran padat dengan judul Sang Guru Sejati ini diambil dari sebuah lakon Dewa Ruci yang merupakan lakon carangan wayang Jawa sudah populer, yakni ketika Bima berguru kepada Begawan Drona tentang ilmu Kesempurnaan diri Manunggalinng Kawula Gusti. Sang Guru Sejati merupakan sebutan kepada Guru Drona dan juga karena Bima telah menemukan jati dirinya ketika bertemu dengan Dewa Ruci. Sedangkan tema yang diangkat dalam garapan ini adalah “Kepatuhan Seorang Murid Kepada Seorang Guru”. Hal ini akan terungkap bagaimana Bima selalu patuh dengan segala ucapan dan tugas dari guru pembimbingnya dan dengan tekad yang tulus dan kuat kemudian mengambil resiko dalam tugas tersebut dan dapat mencapai tataran penghayatan Ketuhanan yang tinggi (makrifat) dengan bertemunya Bima dengan Sang Dewa Ruci. Kerangka garis besar dari perwujudan lakon yang terkait dengan tema di atas digambarkan dalam beberapa tahapan, yaitu tahap menggambarkan Bima memutuskan untuk berguru kepada Drona, sampai pada tahapan terakhir berhasil menemukan Tirta Pawitra yaitu Bima bertemu dengan Dewa Ruci. Metode penggarapan karya menggunakan lima tahapan, yaitu tahap persiapan atau pra perancangan, eksplorasi ide gagasan, penggalian referensi. Tahap perancangan, hasil analisis fenomena dituangkan dalam ide. Tahap perwujudan karya wujud karya dan evaluasi wujud yang ada. Tahap penyempuranaan, dan Tahap penyajian, pementasan karya yang sudah jadi pada penonton. Dari garapan ini pula memacu untuk membangun imajinasi dan kreativitas penggarap dalam pengembangan berkarya. Disamping itu penggarap lebih leluasa dalam mengembangan ide kreatifnya tanpa ada sebuah lkatan yang membelenggu. Rasa dramatik dan ide tetatrikal dapat membangun suasana yang diinginkan sesuai dengan lakon yang diangkat.