Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Respons Pertumbuhan Dua Bahan Tanam Setek Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Terhadap Pemberian NAA (Napthalene Acetic Acid) Viki Rikatari; Yaya Hasanah; Jonatan Ginting
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.932 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan respons pertumbuhan dua bahan tanam setek nilam (Pogostemon cablin Benth.) terhadap pemberian NAA (Napthalene Acetic Acid). Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dari  bulan Agustus sampai dengan Oktober 2015, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor perlakuan yaitu  bahan tanam setek (setek pucuk dan setek batang) dan  konsentrasi NAA (0; 100; 200; dan 300 ppm). Peubah yang diamati yaitu persentase setek hidup, jumlah tunas, berat basah tajuk, dan berat kering tajuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan tanam setek terbaik adalah setek batang pada persentase setek hidup, bobot basah tajuk dan bobot kering tajuk. Konsentrasi NAA terbaik adalah 200 ppm pada persentase setek hidup. Interaksi antara bahan tanam setek dan konsentrasi NAA terbaik pada kombinasi setek batang dengan konsentrasi NAA 200 ppm pada persentase setek hidup.
Respons Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max (L.) Merril.) Terhadap Aplikasi Pupuk Hayati dan Tepung Cangkang Telur sri dora saragih; Yaya Hasanah; Eva Sartini Bayu
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.903 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13406

Abstract

Penelitian ini dilakukan di lahan percobaan  Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara yang berada ± 25 m dpl mulai Mei sampai Agustus 2015. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan pupuk hayati dan tepung cangkang telur dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah pemberian pupuk hayati yaitu 0 ; 5 dan 10 g/kg benih dan faktor kedua tepung cangkang telur yaitu 0 ; 25 ;  50 dan  75 g/polibeg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati meningkatkan jumlah dan berat bintil akar efektif dan bobot biji kering per tanaman. Sedangkan perlakuan tepung cangkang telur nyata dalam meningkatkan jumlah dan bobot bintil akar efektif. Sedangkan interaksi antara pupuk hayati dan  tepung cangkang telur cenderung meningkatkan jumlah dan berat bintil akar efektif dan bobot biji kering per tanaman
Respons Pertumbuhan Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Pemberian Kompos Sampah Kota dan Pupuk K Sando Franciskus Sinaga; Toga Simanungkalit; Yaya Hasanah
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.215 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i3.13410

Abstract

ABSTRACT Shallot is an essential vegetable commodity in Indonesia. In north of Sumatera, shallot yield has decreased each year. Low production of shallot Indonesia one of them due to the application of cultivation technology. One way to increase the production of shallot is the improvement of cultivation techniques and organic fertilizer.The objective of the research was to determine the response of the growth and production of shallot on the application of municipal waste compost and K fertilizer. Research conducted at the Research Field of Faculty of Agriculture, University of Sumatera Utara, Medan on June to August 2015, using a randomized block design factorial with two factors: Municipal Solid Waste Compost (0, 7.5, 15, 22.5 t / ha) and K fertilizers (0, 75, 150 KCl / ha). Variables observed was the length of the plant , number of leaves and diameter of bulbs dry. The results showed that the urban waste compost  not significantly effect on all variables observation, whereas the K fertilizer significantly effect of  3-5 MST plant length and diameter of bulbs dry. Interaction between urban  waste compost 7,5 ton/ha and K  fertilizer 75 kg KCl/ha is the best treatment to increase the growth and production of shallot. Keywords: K fertilizer, shallot, urban waste compost  ABSTRAK Bawang merah merupakan komoditas sayuran penting Indonesia. Produksi bawang merah di sumatera utara mengalami penurunan setiap tahunnya. Rendahnya produksi bawang merah Indonesia salah satunya dikarenakan penerapan teknologi budidaya. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi bawang merah adalah perbaikan teknik budidaya dan pemberian pupuk organik. Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui respons pertumbuhan dan produksi bawang merah terhadap  pemberian kompos sampah kota dan pupuk K. Penelitian dilaksanakan di Lahan Penelitian Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan pada Juni - Agustus 2015, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor yaitu Kompos Sampah Kota (0, 7,5, 15, 22,5 ton/ha) dan Pupuk K (0, 75, 150 kg KCl/ha). Peubah yang diamati adalah panjang tanaman, jumlah daun per rumpun dan diameter umbi kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos sampah kota tidak berpengaruh nyata terhadap semua peubah amatan. Sedangkan pupuk K  berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 3-5 MST dan diameter umbi kering. Kombinasi perlakuan kompos sampah kota dan pupuk K terbaik adalah kompos sampah kota sebanyak 7,5 ton/ha dan pupuk K sebanyak 75 kg KCl/ha  meningkatkan pertumbuhan produksi bawang merah. Kata kunci : bawang merah, kompos sampah kota, pupuk K
Respons Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max (L.) Merill) Terhadap Berbagai Sumber Hara K atiqah ash ashadiqah; Jonis Ginting; Yaya Hasanah
Jurnal Agroekoteknologi Vol 6, No 1, Januari (2018)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.387 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v6i1, Januari.17235

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditi pangan yang penting di Indonesia karena dapat  digunakan sebagai pangan, pakan, maupun bahan baku industri pengolahan namun angka produksinya masih tergolong sangat rendah yaitu sebesar 1.57 ton/ha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respons pertumbuhan dan produksi beberapa varietas kedelai terhadap pemberian berbagai sumber hara K. Penelitian ini dilaksanakan di Tanjung Sari, kecamatan Medan Selayang, Medan mulai bulan Juni sampai dengan September 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah varietas yang terdiri dari 3 varietas yaitu varietas Dering-1, Anjasmoro, dan Grobogan. Perlakuan kedua adalah pemberian berbagai sumber hara K yang terdiri dari             4 taraf perlakuan yaitu tanpa hara K (kontrol), KCl 75 kg/ha, abu janjang kelapa sawit         150 kg/ha, dan abu sabut kelapa 180 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas nyata meningkatkan tinggi tanaman pada umur 2-6 MST, luas daun, bobot kering biji/ plot, dan bobot kering 100 biji. Pemberian sumber hara K dan Interaksi antara varietas dengan pemberian sumber hara K berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh peubah amatan yang diamati. Kata Kunci : kalium, kedelai, varietas
Respons Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max (L.) Merril) Terhadap Perlakuan Cekaman Kekeringan dan Pemberian Antioksidan Asam Salisilat dan Asam Askorbat Laily Asyura AG; Yaya Hasanah; Teuku Irmansyah
Jurnal Agroekoteknologi Vol 6, No 1, Januari (2018)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.885 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v6i1, Januari.17248

Abstract

Produksi kedelai yang semakin menurun tidak dapat memenuhi kebutuhan kedelai di Indonesia, salah satu penyebab utamanya yaitu semakin sempitnya lahan pertanian. Untuk meningkatkan produksi kedelai di Indonesia dapat ditempuh dengan cara perluasan areal tanam, yaitu dengan memanfaatkan tanah yang berpotensi. Penelitian ini dilaksanakan di rumah plastik Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat +32 meter di atas permukaan laut dari bulan Agustus 2016 sampai November 2016, menggunakan rancangan acak kelompok dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah  cekaman kekeringan dengan 3 taraf yaitu KL 80% ; KL 60% ; KL 40% dan faktor kedua adalah pemberian antioksidan dengan 3macam yaitu tanpa antioksidan asam salisilat (500ppm) dan asam askorbat (500ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan cekaman kekeringan berpengaruh nyata terhadap total luas daun, polong berisi pertanaman, bobot kering biji pertanaman, dan bobot kering 100 biji. Perlakuan pemberian antioksidan berpengaruh nyata terhadap parameter klorofil a, klorofil b, jumlah polong berisi per tanaman, bobot kering biji per tanaman, dan bobot kering 100 biji. Interaksi perlakuan cekaman kekeringan dan antioksidan berpengaruh nyata terhadap parameter bobot kering biji per tanaman dan bobot kering biji per tanaman.   Kata kunci : antioksidan, cekaman kekeringan, kedelai
Respons Pertumbuhan Bibit Talas (Colocasia Esculenta L.) terhadap Berbagai Komposisi Media Tanam dan Dosis Pupuk NPK Sendry Putri Andani; Jonatan Ginting; Yaya Hasanah
Jurnal Agroekoteknologi Vol 6, No 4,Okt (2018)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.918 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v6i4,Okt.19114

Abstract

ABSTRACT   Taro tuber is one of the few commodities tubers that can be used as an alternative source of food other besides rice that is both healthy and safety. Cultivating of taro and increase production to do some of them use the alternative media composition suitable cropping and NPK fertilizer. This research was conducted in Jalan Klambir Lima Kecamatan Sunggal, Medan, with altitude ± 25 meters above sea surface began  from April to Juli 2016. This research used factorial randomized block design with two factors. The first factor was growing media composition (top soil (control)); top soil : sand (1:1)); top soil : sand : empty bunches of palm oil compost (1 : 1: 1)); top soil : sand : empty bunches of palm oil compost (2: 1 : 1)); top soil : sand : empty bunches of palm oil compost (3: 1: 1)) and the second factor is doses of NPK fertilizer (0; 2; 4; 6 g/polibag). Parameter observed was plant height, total leaf area, plant fresh weight, shoot dry weight, and  root dry weight. The result of this research showed that growing media composition were significantly effect to plant height parameter 2 week after planting, total leaf area, plant fresh weight, shoot dry weight, root dry weight, and ratio of shoot and root. doses of NPK fertilizer composition were significantly effect to total leaf area parameter, plant fresh weight, and shoot dry weight. Interaction of growing media composition and dose of NPK fertilizer were significantly effect to plant height 2-9 week after planting and plant fresh weight. Keywords : growing media, NPK fertilizer, taro
Peran Berbagai Sumber N Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tiga Varietas Kedelai (Glycine Max (L.) Merril) di Lahan Kering Adjie Putra Susetyo; Yaya Hasanah; Ferry Ezra Sitepu
Jurnal Agroekoteknologi Vol 7, No 1,Jan (2019)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.86 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v7i1,Jan.19318

Abstract

Soybeans are a long-cultivated food commodity in Indonesia, which is currently not only positioned as a raw material for the food industry, but also a raw material for non-food industries. This study aims to determine the role of various sources of N on the growth and production of three varieties of soybean in dry land. This research was conducted at community land of Tanjung Anom Village Pancur Batu Subdistrict, Sumatera Utara which is at + 25 meters above sea level, on August to November 2016 using a Factorial Randomized Block Design with 2 factors. The first factor is the source of N consisted without nitrogen, N – Inorganic source (Urea), N – Biological source (Illetrisoy), and N – Organic Source (Biochar rice straw. The second factor is varieties with 3 types of varieties Cikurai, Grobogan, and Dering – 1. The observed variables were plant height, shoot dry weight, number of filed pods, seed dry weight per plant, , seed dry weight per plot and weight of 100 seeds. The result showed that varieties had significant effect on plant height at 2, 3, 5, and 6 week after plant (WAP), weight of 100 seeds and seed weight per plot and N source had significant effect on dry weight of canopy and number of pods. The interaction of varieties and N sources has no significant effect on all observed variables. Keywords: dry land, soybean, source N, varieties
Soybean production under drought stress with application of Bradyrhizobium japonicum induced by genistein Yaya Hasanah; Nini Rahmawat
Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 2, No 1 (2012): Life Sciences
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.434 KB)

Abstract

A research about production of soybean under drought stress with the application of Bradyrhizobium japonicum induced by genistein  was conducted in green house, Faculty of Agriculture, University of Sumatera Utara. The aim of the research was to study the role of       B. japonicum induced by genistein on soybean production. The experiment  used Randomized Complete Block Design Factorial with three factors. The first factor was genistein treatments consisted of without and with genistein. The second factor  was B. japonicum consisted of  without B. japonicum, B. japonicum isolate 1, B. japonicum isolate 2 and B. japonicum isolate 3.  The third factor  was soil water content condition namely 40%, 60% and 80% of field capacity.  The parameters observed were plant growth rate, relative growth rate, nett assimilation rate, dry weight/plant and dry weight of 100 seeds.  The result research showed that the treatment of interaction between B. japonicum induced  genistein under 80% of field capacity gave the higher plant growth rate, plant growth rate, relative growth rate, nett assimilation rate and dry weight of 100 seeds.
Respons Pertumbuhan Bahan Bud Set Tebu (Saccharum officinarumL.) terhadap Konsentrasi Naphthalene Acetic Acid (NAA) + Naphthalene Acetamide (NAAm) Goster Renson Manik; Meiriani Sembiring; Yaya Hasanah
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.801 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16392

Abstract

Penggunaan mata tunas tunggal (bud set) merupakan salah satu alternatif di dalam menghadapi permasalahan penyediaan bibit pada perkebunan tebu. Oleh karena itu dilaksanakan penelitian yang bertujuan  untuk mengetahui respons bahan bud set tebu terhadap konsentrasi naphthalene acetic acid (NAA) + naphthalene acetamide (NAAm) yang dilaksanakan di lahan percobaan kebun Tanjung Jati Binjai PTPN II (+ 50 m dpl) pada Mei-Juli 2016, menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor yaitu bahan bud set yang berasal dari bagian atas batang dan bagian bawah batang serta pemberian konsentrasi NAA dan NAAm (0+0 ppm, 100+25 ppm, 200+50 ppm, 300+75 ppm dan 400+100 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bibit bud set tebu (persentase perkecambahan bibit, panjang bibit, total luas daun bibit) nyata lebih baik pada penggunaan bagian atas batang, sedangkan jumlah anakan bibit nyata lebih baik pada bagian bawah batang. Pemberian NAA + NAAm berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah amatan begitu juga dengan interaksi antara kedua faktor.Pembibitan bud set tebu lebih baik menggunakan bagian atas batang tebu tanpa pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) tambahan.
Respons Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap Pemberian Abu Vulkanik Gunung Sinabung dan Arang Sekam Padi Esther Tarigan; Yaya Hasanah; Mariati Mariati
Jurnal Agroekoteknologi Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.231 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v3i3.10940

Abstract

Abu vulkanik yang mengandung hara penyubur tanah untuk pertanian sebenarnya baru bisa dimanfaatkan sekitar 10 tahun setelah peristiwa meletusnya gunung, namun teknologi percepatan pelapukan abu vulkanik dapat dilakukan dengan mencampur bahan organik. Salah satu bahan organik yang mampu untuk melepaskan hara yang terikat dari abu vulkanik yaitu arang sekam padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi respons pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) terhadap pemberian abu vulkanik Gunung Sinabung dan arang sekam padi. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian USU mulai bulan Mei ˗ Agustus 2014, menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor yaitu pemberian abu vulkanik (0, 5, 10, 15 ton/ha) dan arang sekam padi (0, 10, 20 ton/ha). Peubah yang diamati adalah jumlah anakan, bobot basah per sampel, bobot basah per plot, bobot kering per sampel, dan bobot kering per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian arang sekam padi belum kelihatan mempercepat pelapukan abu vulkanik. Pemberian abu vulkanik dan arang sekam padi berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah amatan, tetapi interaksi keduanya berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan pada 3 MST. Kombinasi perlakuan tanpa abu vulkanik dan arang sekam padi 10 ton/ha menghasilkan jumlah anakan per rumpun terbanyak.Kata kunci : abu vulkanik, arang sekam padi, bawang merah