Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Indikator Kependudukan Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia dengan Pendekatan Regresi Panel Elika Tantri; Vita Ratnasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.268 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17132

Abstract

Kependudukan merupakan tantangan besar bagi pembangunan Indonesia. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan bahwa jumlah penduduk yang besar akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan, diantaranya masalah kebutuhan pangan, kemiskinan hingga lapangan kerja. Kondisi pengangguran di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2015 sebesar 6,18 persen meningkat dibanding sebelumnya (5,94 persen). TPT per Agustus 2015 mencapai 7,56 juta orang. Terlebih, jika melihat Indonesia yang dihadapkan dengan pemberlakuan kerja sama dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia memasuki pasar bebas tenaga kerja dalam kondisi yang kurang ideal. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dilakukan penelitian terkait Pengaruh Indikator Kependudukan Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia dengan Pendekatan Regresi Panel, sebagai solusi dalam mengurangi angka pengangguran. Adanya efek individu pada model panel mengakibatkan pendekatan model yang sesuai adalah Fixed Effect Model yang menghasilkan nilai R2 sebesar 86 persen. Berdasarkan analisis, diperoleh tiga variabel yang signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka antara lain Laju Pertumbuhan Penduduk, Angka Melek Huruf dan Angka Partisipasi Kasar SMA/Sederajat.
Analisis Indikator Tingkat Kemiskinan di Jawa Timur Menggunakan Regresi Panel Almira Qattrunnada Qurratu'ain; Vita Ratnasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.816 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16582

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk mengakibatkan dampak buruk bagi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat, salah satunya adalah kemiskinan. Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak kedua setelah Jawa Barat. Berdasarkan hal tersebut, penelitian mengenai variabel yang berpengaruh terhadap kemiskinan di Jawa Timur penting dilakukan sebagai bahan referensi pemerintah dalam upaya menekan angka kemiskinan. Meningkatnya angka kemiskinan dari tahun ke tahun mengindikasikan bahwa waktu berpengaruh terhadap kemiskinan sehingga waktu (tahun) dimasukkan ke dalam analisis. Oleh karena itu, analisis indikator yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Jawa Timur dilakukan menggunakan analisis regresi panel. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh hasil bahwa untuk mengestimasi model digunakan fixed effect model (FEM) dengan efek individu dan waktu. Pemodelan tingkat kemiskinan dengan FEM individu an waktu menghasilkan nilai R2 sebesar 96,08 persen dengan variabel yang signifikan adalah Angka Partisipasi Sekolah SMA (X2) dan Persentase Penduduk dengan Akses Air Bersih (X6). Dari pengelompokkan berdasarkan variabel yang signifikan didapatkan hasil bahwa pada tahun 2005 hingga 2008, kabupaten/kota di Jawa Timur dominan berada pada kelompok dengan persentase penduduk miskin tinggi. Namun sejak tahun 2009, sebagian besar kabupaten/kota berpindah cluster menjadi kelompok dengan persentase penduduk miskin rendah.
STUDI PENGARUH PEMAHAMAN PRODUK PADA PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGGUNAKAN TELKOM FLEXI (Studi Kasus: PT TELKOM Kandatel Surabaya Barat) Winarni Kurniasari; Haryono Haryono; Vita Ratnasari
Jurnal Teknobisnis Vol 1, No 2 (2005): Jurnal TEKNOBISNIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat- Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.072 KB) | DOI: 10.12962/j24609463.v1i2.2822

Abstract

In order to choose the right TELKOM Flexi product, prospecting customers need a guide for a better understanding of the products. Therefore, it is important for the company to measure how far the understanding level of the prospecting customers relates to the decision making in product selection. The decision level may give significant influence to marketing strategy of TELKOM Flexi. In analysis of confirmatory, indicators which were used to form unobserved variables comprised: Product Category Knowledge (PCK), Perceived Ease ofUse (PEU), Perceived Usefulness (PU) and Decision Confidence (DC). These indicators were significant, as shown by probability value of statistic smaller than 10%. Each indicator can be assumed to form unidimensionalities to each unobserved variables. Result of examination pursuant to criterion Goodness of Fit Indices of by using Structural Equation Modelling. Results of questioner's data processing showed that PCK had a direct influence of significance to PEU, PEU have influence of significant to PU, and PU had an influence of significance to DC. As a conclusion, the customers decided to buy Flexi because of the Perceived Ease of Use and Perceived Usefulness. Therefore, PT TELKOM Kandatel of West Surabaya should base the marketing strateu on these two factors. 
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN PROYEK P2MPD DI KABUPATEN TUBAN Farid Achmadi; R Sutjipto; Vita Ratnasari
Jurnal Teknobisnis Vol 1, No 1 (2005): Jurnal TEKNOBISNIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat- Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2268.117 KB) | DOI: 10.12962/j24609463.v1i1.2414

Abstract

Multi-dimensional crisis at the end 1997 has brought a very strong impact to social and economic aspects of community, resulting in fast increase in the number of unemployment and poor people as well as social structure damage that hamper development pace of the Republic of Indonesia. The aforesaid condition has made us aware of the importance of having economy which is based on community as the power. The community empowerment program is required as the follow-up action against the above mentioned impact.Implementation of a program called “P2MPD” (Regional Government Administration and Community Empowerment Project) in Regency of Tuban has indicated critical points due to the differences of interest, so as to decrease the level of participation of the community. It is for this reason that this research was carried out with the intention to find out variables and factors affecting level of community’s participation as well as the factors that need to be improved in implementing the P2MPD program in Regency of TubanFrom the output analysis, it was found that the most dominant factor influencing level of participation of community in executing the P2MPD project in Regency of Tuban are democracy, transparency, security and the conducive social condition of community and the factors that require high improvement efforts are the competitors and facility factors
Pemodelan Ketahanan Pangan di Indonesia dengan Pendekatan Regresi Probit Ordinal Deby Lolita Permatasari; Vita Ratnasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.199 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16530

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi setiap saat termasuk di Indonesia. Kebijakan tentang pangan di Indonesia diatur dalam Undang-Undang No.18 Tahun 2012. Berdasarkan FSVA tahun 2015 yang merupakan salah satu program pemerintah yang dilaksanakan dalam rangka mewujudkan kedaulatan dan kemandirian pangan, diketahui sebesar 8% wilayah di Indonesia mengalami penurunan tingkat ketahanan pangan. Provinsi tersebut diantaranya adalah Provinsi Papua, diikuti dengan NTT, Maluku, dan Papua Barat. Papua menjadi provinsi dengan persentase tertinggi di beberapa variabel seperti persentase penduduk hidup dibawah garis kemiskinan yaitu sebesar 31,52%, persentase keluarga yang tinggal di desa dengan akses terbatas ke fasilitas kesehatan (>5 km) sebesar 40,65%, dan variabel persentase perempuan buta huruf sebesar 39,84%. Dikarenakan pola data prioritas ketahanan pangan yang digunakan bersifat kategori bertingkat, maka pemodelan dilakukan menggunakan regresi probit ordinal. Hasil yang didapatkan dengan menggunakan metode backward dalam pemilihan model terbaik adalah digunakannya lima variabel prediktor yang signifikan terhadap model, dan nilai koefisien determinasi sebesar 57,5%.
Analisis Faktor yang Berpengaruh Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Provinsi Jawa Timur Menggunakan Regresi Data Panel Wahyu Indri Astuti; Vita Ratnasari; Wahyu Wibowo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.33 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22977

Abstract

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah salah satu indikator di bidang ketenagakerjaan untuk melihat dinamika perubahan pengangguran dalam suatu daerah. Periode waktu 11 tahun dari 2005 hingga 2015 TPT Provinsi Jawa Timur cenderung mengalami penurunan, namun tahun 2015 mengalami kenaikan hingga 4,47 persen dibanding tahun sebelumnya hanya sekitar 4,19 persen. Kenaikan TPT yang cukup signifikan diduga adanya pengaruh AEC (ASEAN Economic Comunity) diawal tahun 2015. Pemodelan Tingkat Pengangguran Terbuka Jawa Timur menggunakan regresi data panel merupakan metode dengan melibatkan data cross section dan time series, sehingga mampu menang-kap karakteristik masing-masing kabupaten/kota pada periode waktu tertentu. Pada penelitian ini menghasilkan model estimasi terbaik untuk menganalisis TPT Jawa Timur adalah Fixed Effect Model (FEM) cross section weighted dengan R2 sebesar 79,54 persen. Berdasarkan analisis tersebut didapatkan variabel yang berpengaruh signifikan terhadap TPT Jawa Timur adalah TPAK, laju pertumbuhan penduduk, rasio ketergantungan, usia diatas 15 tahun tamat SMA/SLTA dan UMK.
Pemodelan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat Provinsi Jawa Timur Menggunakan Pendekatan Regresi Semiparametrik Spline Made Ayu Dwi Octavanny; I Nyoman Budiantara; Vita Ratnasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.85 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22491

Abstract

Aspek kesehatan yang dilihat dari umur harapan hidup saat kelahiran belum dapat menjabarkan indeks kesehatan dengan baik sehingga diperlukan indikator yang dapat mengukur aspek kesehatan, yaitu Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM). IPKM dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pembangunan kesehatan masyarakat suatu wilayah. Hampir semua kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur mengalami penurunan peringkat berdasarkan pengembangan IPKM 2013. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi pemerintah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi IPKM di Provinsi Jawa Timur sehingga pemerintah dapat melakukan usaha perbaikan kualitas kesehatan masyarakat. Pada penelitian ini, IPKM dan faktor-faktor yang memengaruhinya sebagian membentuk pola tertentu dan sebagian lagi tidak membentuk pola tertentu, sehingga digunakan metode regresi semiparametrik spline. Model terbaik didapatkan dari titik knot optimum berdasarkan nilai Generalized Cross Validation (GCV) minimum. Model regresi semiparametrik spline terbaik adalah dengan menggunakan tiga titik knot. Terdapat empat variabel yang signifikan, yaitu Angka Kematian Bayi, kepadatan penduduk, persentase rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat, dan persentase rumah sehat. Nilai koefisien determinasi yang dihasilkan dari model ini adalah sebesar 92,99%.
Pemodelan Regresi Nonparametrik Spline Truncated pada Data Longitudinal Andrea Tri Rian Dani; Ludia Ni’matuzzahroh; Vita Ratnasari; I Nyoman Budiantara
Inferensi Vol 4, No 1 (2021): Inferensi
Publisher : Department of Statistics ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j27213862.v4i1.8737

Abstract

Saat ini pendekatan regresi nonparametrik banyak mendapat perhatian dari para peneliti, dikarenakan memiliki fleksibilitas yang tinggi dan tidak tergantung pada asumsi bentuk kurva regresi. Spline truncated adalah salah satu model dalam regresi nonparametrik yang sering digunakan, karena mampu menangani data yang perilakunya berubah-ubah pada sub-sub interval tertentu. Pada analisis regresi, data yang seringkali digunakan adalah data cross-section, namun yang sebenarnya adalah analisis regresi juga dapat diterapkan pada data longitudinal, khususnya dengan menggunakan pendekatan regresi nonparametrik. Data longitudinal merupakan gabungan antara data cross-section dan time series. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan data persentase penduduk miskin di Provinsi Papua Tahun 2016 hingga Tahun 2019 menggunakan model regresi nonparametrik spline truncated. Metode estimasi parameter yang digunakan adalah Weighted Least Squares (WLS). Banyaknya titik knot yang dicobakan adalah 1 hingga 3 titik knot. Berdasarkan hasil analisis, model regresi nonparametrik spline truncated terbaik adalah model yang menggunakan 1 titik knot, dengan nilai GCV yang paling minimum yaitu sebesar 8,05 dan Koefisien Determinasi (R2) sebesar 99,98%.
Analisis Kepuasan dan Loyalitas Pengunjung Terhadap Pelayanan di Kawasan Wisata Goa Selomangleng Kota Kediri dengan Pendekatan Structural Equation Modeling Yollafie Asmara; Vita Ratnasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.976 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16536

Abstract

Kawasan Wisata Goa Selomangleng merupakan salah satu obyek wisata di Kota Kediri. Jumlah pengunjung pada tahun 2014 mencapai 105.262 pengunjung, sedangkan tahun 2015 jumahnya menurun drastis sebesar 75.765 pengunjung. Berdasarkan hal tersebut diperlukan sebuah penelitian untuk menganalisis tingkat kepuasan dan loyalitas pengunjung Kawasan Wisata Goa Selomangleng. Data yang digunakan merupakan data primeryang dianalisis menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA),Structural Equation Modeling (SEM), dan Net Promoter Score (NPS). Terdapat 33 indikator yang terdiri dari 25 indikator variabel kualitas pelayanan, 3 indikator variabel kepuasan, dan 5 indikator variabel loyalitas. Hasil IPA menyatakan, indikator yang perlu diperbaiki adalah kinerja petugas dalam memberikan rasa nyaman dan pelayanan yang baik, kebersihan fasilitas umum serta kebersihan lingkungan. Sedangkan analisis SEM menghasilkan bahwa terdapat pengaruh langsung antara variabel kualitas pelayanan terhadap kepuasan pengunjung, kualitas pelayanan terhadap loyalitas pengunjung dan variabel kepuasan dengan loyalitas pengunjung. Selain itu, terdapat pengaruh tak langsung antara kualitas pelayanan terhadap loyalitas dan hubungan kualitas pelayanan terhadap loyalitas melalui variabel kepuasan. Tingkat loyalitas pengunjung tergolong sangat rendah yaitu sebesar -13%. Artinya, besar kemungkinan pengunjung akan berpindah ke tempat wisata lain.
Pengaruh Indikator Kependudukan Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia dengan Pendekatan Regresi Panel Elika Tantri; Vita Ratnasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.533 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16557

Abstract

Kependudukan merupakan tantangan besar bagi pembangunan Indonesia. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan bahwa jumlah penduduk yang besar akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan, diantaranya masalah kebutuhan pangan, kemiskinan hingga lapangan kerja. Kondisi pengangguran di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2015 sebesar 6,18 persen meningkat dibanding sebelumnya (5,94 persen). TPT per Agustus 2015 mencapai 7,56 juta orang. Terlebih, jika melihat Indonesia yang dihadapkan dengan pemberlakuan kerja sama dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia memasuki pasar bebas tenaga kerja dalam kondisi yang kurang ideal. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dilakukan penelitian terkait Pengaruh Indikator Kependudukan Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia dengan Pendekatan Regresi Panel, sebagai solusi dalam mengurangi angka pengangguran. Adanya efek individu pada model panel mengakibatkan pendekatan model yang sesuai adalah Fixed EffectModelyang menghasilkan nilai R2 sebesar 86 persen. Berdasarkan analisis, diperoleh tiga variabel yang signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka antara lain Laju Pertumbuhan Penduduk, Angka Melek Huruf dan Angka Partisipasi Kasar SMA/Sederajat.