Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kepuasan Kerja Guru Secara Optimal Dalam Proses Belajar Mengajar di Sekolah Dasar Marwan; ibrahim; Mohd. Isya Awang; Sufriadi
JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Hurriah
Publisher : Yayasan Hurriah, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English: It is appropriate for a teacher to have positive enthusiasm and motivation in carrying out daily tasks so that a sense of pleasure arises in carrying out the profession as an educator or teacher. The criteria for teachers who have high motivation to teach have good competence and are happy with the work they do in a school or campus environment. Good and quality school management can support the performance of teachers in carrying out their activities and have the aim of improving the quality and achievement of student learning. Support from school principals, school committees, students and parents is very much needed in optimizing teacher performance for teaching and learning activities. There are about 76% of students who strongly support teacher activities and 83% of school principals support so that teachers are able to personally improve the quality of teaching in schools. Bahasa: Selayaknya bagi seorang guru memiliki semangat dan motivasi positif dalam melakukan tugas sehari-hari agar muncul  rasa senang dalam menjalankan profesi sebagai pendidik atau pengajar. Kriteria guru yang memiliki motivasi tinggi untuk mengajar mempunyai kompetensi yang baik dan senang dengan pekerjaan yang dia lakukan dalam lingkungan sekolah  atau kampus. Manajemen sekolah yang baik dan berkualitas dapat mendukung kinerja guru dalam melakukan aktivitasnya serta punya tujuan meningkatkan kualitas serta prestasi belajar siswa. Dukungan dari kepala sekolah, komite sekolah, siswa dan orang tua wali sangat diperlukan dalam mengoptimalkan kinerja guru untuk kegiatan belajar mengajar. Terdapat sekitar 76% siswa sangat mendukung aktivitas guru  dan 83% dukungan kepala sekolah agar guru mampu meningkatkan kualitas secara personal dalam mengajar di sekolah. 
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT: MEMBERI PENGUATAN KEPADA GURU MENGENAI INTERNALISASI NILAI-NILAI KEISLAMAN, KEBANGSAAN, DAN KEACEHAN DALAM KEGIATAN BELAJAR DAN MENGAJAR DI SMA NEGERI 1 BIREUEN Marwan Marwan; Siraj Siraj; Sri Milfayetty
Jurnal Vokasi Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Vokasi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.533 KB) | DOI: 10.30811/vokasi.v3i2.1274

Abstract

Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan mengamanatkan bahwa penyelenggaraan pendidikan di Aceh mengandung nilai-nilai keislaman, kebangsaan dan keacehan yang terpadu dalam semua kegiatan sekolah. Namun dalam praktiknya guru-guru di sekolah mitra belum secara maksimal menerapkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan dan keacehan  dalam kegiatan belajar dan mengajar. Hal ini disebabkan karena ketidakpahaman guru dan guru merasa sulit untuk bisa memadukan nilai-nilai tersebut dalam kegiatan belajar dan mengajar. Solusi-solusi yang telah diberikan dalam menyelesaikan permasalahan mitra adalah: 1) memberikan pelatihan berupa workshop mengenai sistem penyelenggaraan pendidikan di Aceh, serta internalisasi nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keacehan dalam kegiatan belajar dan mengajar; 2) memberikan pelatihan dan pendampingan merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan handout; 3) memberikan pelatihan bagi guru bimbingan konseling dalam mengentaskan masalah karakter siswa melalui layanan konseling Qur’ani, serta membangun manajemen networking konseling SMA; 4) memberikan pendampingan dalam implementasi nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keacehan dalam kegiatan belajar mengajar; dan 5) menumbuh kembangkan motivasi dan ketrampilan mengajar yang bervariasi kepada guru di sekolah mitra. Pelaksanaan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bireuen, dengan sasaran guru-guru bidang studi dan guru-guru bimbingan konseling. Kegiatan tersebut dilakukan melalui: pelatihan dalam bentuk workshop, In House Training, serta pendampingan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan produktivitas guru dalam menginternalisasikan nilai-nilai keislaman, kebangsaan dan keacehan dalam kegiatan belajar dan mengajar. Hasil yang telah diperoleh adalah  meningkatnya pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan produktivitas guru dalam menginternalisasikan nilai-nilai keislaman, kebangsaan dan keacehan dalam kegiatan belajar dan mengajar.
Character Education Orientation In Learning Reading Skills Alfi Syahrin; Marwan Hamid; Usman M; Amru Bin As; Muhammad H
INOPENDAS: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 4, No 1 (2021): Inopendas : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Februari 2021)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jino.v4i1.5964

Abstract

The problems surrounding character or morals that occur today are much more numerous and more complex than the character problems that occurred in previous times. The problem of character is a matter of thought as well as a common concern because this country can be considered a character crisis. Almost all the time, the media is filled with news of increasing promiscuity, rampant rates of violence against children and adolescents, drugs, theft, and deprivation have become social problems that have not been resolved completely. Therefore, the main purpose of this paper is to reveal and explain the orientation of character education in learning reading skills with the philosophy of religion and Pancasila. In this discussion, the problems, relationships, and proper strategies for implementing character in education will be revealed.
Pengaruh motivasi, budaya organisasi, lingkungan, dan kepuasan kerja terhadap kinerja guru SMA Kota Juang Zainuddin Iba; Saifuddin Saifuddin; Marwan Marwan; Win Konadi
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2021): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jamp.v9i1.36970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (a) pengaruh motivasi terhadap kinerja guru, (b) pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja guru, (c) pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja guru, dan pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja guru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan survei yang dilakukan terhadap 63 guru. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Metode analisis data ialah statistik dengan pendekatan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh faktor motivasi kerja guru terhadap kinerja guru, yakni sebesar 14,54 %. (2) Terdapat pengaruh faktor budaya organisasi, yakni budaya sekolah terhadap kinerja guru, sebesar 24,68 persen. (3) Terdapat pengaruh faktor lingkungan kerja terhadap kinerja guru. (4) Terdapat pengaruh faktor kepuasan kerja terhadap kinerja, yakni sebesar 13,88 persen. Hasil analisis dari nilai koefisien determinasi menjelaskan bahwa kontribusi faktor motivasi guru, budaya organisasi dan lingkungan kerja, dan kepuasan kerja terhadap kinerja guru, sebesar 70,4 %, sementara sisanya (nilai residu) dari peran variabel yang tidak diteliti sebesar 29,6%. Nilai residu tersebut menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi variabel kinerja guru, seperti iklim organisasi, fasilitas kerja, pendidikan dan pelatihan.AbstractThis study aims to determine (a) the influence of motivation on teacher performance, (b) the influence of organizational culture on teacher performance, (c) the effect of work environment on teacher performance, and the effect of job satisfaction on teacher performance. This research is quantitative research with a survey conducted on 63 teachers. Data were collected through a questionnaire. The method of data analysis used is statistics with a path analysis approach. The results showed that (1) there is an influence of teacher work motivation factors on teacher performance, which is equal to 14.54%. (2) There is an influence of organizational culture factors, namely school culture on teacher performance, amounting to 24.68 percent. (3) There is an influence of work environment factors on teacher performance. (4) There is an influence of job satisfaction factors on performance, which is equal to 13.88 percent. The results of the analysis of the coefficient of determination explain that the contribution of teacher motivation factors, organizational culture and work environment, and job satisfaction to teacher performance is 70.4%, while the rest (residual value) from the role of the variables not studied was 29.6%. The residual value indicates that there are other factors that can influence teacher performance variables, such as organizational climate, work facilities, education, and training.
PELAKSANAAN PENDEKATAN INTEGRATIF DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPA-BIOLOGI PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ACEH INDONESIA Ibrahim Ibrahim; Almukarramah Almukarramah; Gunawan Gunawan; Mohd Isha Awang; Marwan Marwan
Jurnal Visipena Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.305 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v11i1.1087

Abstract

The authority of the Aceh government in giving birth to a Madani Islamic community based on the Islamic Sharia in the Serambi Mecca through the primary and secondary education channels, it is necessary to integrate Islamic values ​​in all subjects in schools, including the Natural Sciences (IPA) Biology. The problem in conventional teaching and learning approaches for science subjects (Biology) has nothing to do with knowledge of the Quran and Hadith which is the capital for integrating science and technology. This research aims to study the implementation of teaching and learning (Biology) which integrates Islamic values ​​in Middle School (SMP). Specific aspects that are studied are comparing conventional approaches with Islamic group approaches in Natural Sciences (Biology) in the classroom using experimental designs, with the structure of biology tests. The research sample consisted of 123 middle school students and the data were analyzed using statistical tests to determine the average value of the two classes. The results of data analysis show that learning outcomes in natural science (Biology) education are enhanced through an integrative approach to Islam. Multi-way interaction patterns include the ability to ask and answer questions of teachers and peers. Therefore, the integrative approach to Islam in the Natural Sciences (Biology) curriculum needs to be improved and fully applied in general high schools in Aceh. The Aceh Education Office must take this reference for implementing an integrative approach to Islam in all subjects in secondary schools to build a civil society that is obedient to God in the area of ​​Islamic law. Abstrak Otoritas pemerintah Aceh dalam melahirkan komunitas Islam Madani berdasarkan Syariah Islam di Serambi Mekah melalui saluran pendidikan dasar dan menengah, perlu untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam semua mata pelajaran di sekolah, termasuk Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ) Biologi. Masalah dalam pendekatan pengajaran dan pembelajaran konvensional untuk mata pelajaran sains (Biologi) tidak ada hubungannya dengan pengetahuan tentang Quran dan Hadits yang merupakan modal untuk mengintegrasikan sains dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari implementasi pengajaran dan pembelajaran (Biologi) yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam di Sekolah Menengah (SMP). Aspek khusus yang dipelajari adalah membandingkan pendekatan konvensional dengan pendekatan kelompok Islam dalam Ilmu Pengetahuan Alam (Biologi) di kelas menggunakan desain eksperimental, dengan struktur tes biologi. Sampel penelitian terdiri dari 123 siswa sekolah menengah dan data dianalisis menggunakan tes statistik untuk menentukan nilai rata-rata kedua kelas. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hasil belajar dalam pendidikan ilmu alam (Biologi) ditingkatkan melalui pendekatan integratif ke Islam. Pola interaksi multi-arah meliputi kemampuan untuk bertanya dan menjawab pertanyaan dari guru dan teman sebaya. Karena itu, pendekatan integratif terhadap Islam dalam kurikulum Ilmu Pengetahuan Alam (Biologi) perlu ditingkatkan dan diterapkan sepenuhnya di sekolah menengah umum di Aceh. Kantor Pendidikan Aceh harus mengambil referensi ini untuk menerapkan pendekatan integratif terhadap Islam di semua mata pelajaran di sekolah menengah untuk membangun masyarakat sipil yang taat kepada Tuhan di bidang hukum Islam. Kata Kunci: pendekatan integratif, nilai-nilai islam, pengajaran, materi ilmu biologi