Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS TEMA, TOKOH DAN PENOKOHAN, DAN LATAR NOVEL PUTROE NENG: TATKALA MALAM PERTAMA MENJADI MALAM TERAKHIR BAGI 99 LELAKI KARYA AYI JUFRIDAR Iba Harliyana
Jurnal Metamorfosa Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.951 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mendeskripsikan tema, tokoh dan penokohan, dan latar novel PN karya Ayi Jufridar. Sumber data penelitian ini adalah novel PN karya Ayi Jufridar. Novel PN karya Ayi Jufridar terbit tahun 2011, diterbitkan oleh Grasindo Jakarta, jumlah halaman 383. Adapun data dalam penelitian ini berupa kata, kalimat, dan alinea yang mengandung tema, tokoh dan penokohan, dan latar novel tersebut. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif analitik. Pendekatan yang sesuai digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan struktural. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kepustakaan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tema pokok novel adalah perjuangan menegakkan kebenaran, dan subtema pembenaran poligami dan pengkhianatan. Tokoh dan penokohan novel PN, yaitu Meurah Johan, Laksamana Nian Nio, Syekh Abdullah Kana’an, Indra Sakti, Putri Indra Kesuma, Barata Yudha, Yap Gowan, Kun Khie, Yupie Tan, Lilian Chen, Bitra, dan Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Syah. Teknik pelukisan tokoh menggunakan teknik analitik dan teknik dramatik. Latar novel PN adalah pantai lamuri Kerajaan Indra Purba, Taman Istana Panton Bie, kolam Istana Lamuri, Bandar Lamuri, Istana lamuri, Balai Sri Swara, Pelabuhan Lamuri, Gle Weueng, Bandar Indra Jaya, Istana Kerajaan Indra Jaya, Istana kerajaan lingga, Istana Kerajaan Seudu, Pantai Panton Bie, Panton Bie, Bandar Peureulak, Pelabuhan Peureulak, Istana Kerajaan Peureulak, Peureulak, Istana Kerajaan Indra Puri, Istana Kerajaan Indra Patra, Benteng Kuala Naga, Bandar Ladong, Kuta Lingke, Kuta Podiamat, Benteng Indra Kesumba, Teluk Krueng Raya, dan ruang tahanan. Latar waktu masa pemerintahan Raja Indra Sakti, masa pemerintahan Raja Patria Jaya, masa pemerintahan Laksamana Liang khie, masa latihan militer, masa pemerintahan Raja Adi Geunali, masa perang, dan masa pemerintahan Sultan Alaiddin Johan Syah. Terakhir, Latar sosial novel, dalam lingkungan masyarakat Islam yang menjunjung nilai toleransi, lingkungan masyarakat yang menjunjung nilai adat-istiadat, lingkungan masyarakat yang menjunjung nilai patriotisme, dan lingkungan masyarakat percaya paham animisme. Abstract This study aims to describe the themes, characters and characterizations, and the background of the novel PN by AyiJufridar. The data source of this study is the PNnovel by AyiJufridar. The PNNovel by AyiJufridar published in 2011, published by Grasindo Jakarta, with 383 pages. The data in this study are in the form of words, sentences, and paragraphs containing theme, characters and characterizations, and the backgrounds of the novel. The method of this study is descriptive analytical method. The appropriate approach used in this study is a structural approach. The technique ofcollecting data used in this study is library. The results of this study can be concluded that the main theme of the novel is the struggle to uphold the truth, and the sub theme of justifying polygamy and betrayal. Characters and characterizations of the PNnovel, namely Meurah Johan, Admiral NianNio, Syekh Abdullah Kana'an, IndraSakti, PutriIndraKesuma, BarataYudha, Yap Gowan, Kun Khie, Yupie Tan, Lilian Chen, Bitra, and Sultan MakhdumAlaiddin Malik Muhammad Syah. The technique of portraying the characters used analytical and dramatic techniques. The backgrounds of the PN novel areLamuri Beach of IndraPurbaKingdom, Panton Bie Palace Park, Lamuri Palace Pool, Lamuri Port, Lamuri Palace, Sri Swara Hall, Lamuri Harbor, GleWeueng, Indra Jaya Port, Indra Jaya Royal Palace, LinggaRoyal Palace,SeuduRoyal Palace,Panton Bie Beach,Panton Bie, Peureulak Port, Peureulak Harbor, PeureulakRoyal Palace, Peureulak, IndraPuriRoyal Palace, IndraPatra Royal Palace, Kuala Naga Fort, Ladong Port, KutaLingke, KutaPodiamat, IndraKesumba Fort, KruengRaya Bay, and prison. The background of the reign of King IndraSakti, the reign of King Patria Jaya, the reign of Admiral Liang Khie, military training, the reign of King AdiGeunali, the war, and the reign of Sultan Alaiddin Johan Syah. Finally, the social setting of the novel, in the Islamic society that uphold the value of tolerance, the society that uphold the values ​​of customs, the society that uphold the values ​​of patriotism, and the society that believe in animism. Keywords: Analysis, Intrinsic Element, Novel
PELATIHAN PENULISAN SURAT DINAS DAN APLIKASI FUNGSI MAIL MERGE UNTUK APARATUR DESA ULEE REULEUNG KECAMATAN DEWANTARA-ACEH UTARA DALAM MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN MASYARAKAT Emilda Emilda; Iba Harliyana; Maulidawati Maulidawati; Sayni Nasrah
Jurnal Vokasi Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Vokasi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v6i1.2445

Abstract

Surat dinas adalah surat yang berisi masalah kedinasan atau bisnis tertentu yang bersifat resmi. Pembuatan surat dinas harus memperhatikan kaidah penulisan surat resmi, seperti kaidah tata bahasa dan ejaan yang benar. Oleh karena itu, sebelum menulis surat penulis harus mempertimbangkan dengan baik susunan kalimat, pilihan kata atau diksi, dan ejaan serta pemakaian tanda baca yang dapat memperjelas maksud surat. Permasalahan yang terjadi berdasarkan hasil survey ke lapangan adalah masih ditemukannya kesalahan dalam surat resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah desa. Seperti banyaknya kalimat yang tidak efektif, penggunaan tanda baca atau simbol yang tidak tepat, bahkan tata aturan dalam membuat surat masih kurang dipahami oleh aparat desa. Kemudian pembuatan surat untuk keperluan masyarakat seperti Surat Keterangan Miskin, Surat Keterangan Beasiswa dan Surat Keterangan Usaha masih menggunakan Microsoft Word manual dengan mengetik setiap lembar sesuai dengan jumlah permintaan masyarakat sehingga mengakibatkan proses pembuatan surat tersebut menjadi lama dan membuat masyarakat tidak puas sehingga mutu pelayanan kepada masyarakat menjadi tidak baik. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan penulisan surat dinas menggunakan fungsi mail marge yang disediakan oleh Microsoft Word pada aparatur Pemerintah Desa Ulee Reuleung Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Metode yang digunakan dalam pengabdiaan ini berbentuk pelatihan. Materi yang diberikan berupa pengenalan contoh surat yang benar dengan berbagai jenis surat yang sesuai dengan keperluan. Kemudian surat dinas tersebut dibuat secara massal menggunakan fungsi mail merge. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari yang diikuti oleh 10 orang aparatur desa sesuai dengan perencanaan awal, tingkat kehadiran peserta adalah 100%. Pada tahap akhir dilakukan evaluasi pelatihan untuk mengukur tingkat keberhasilan pelatihan. Target luaran adalah aparatur desa sudah mampu membuat surat dinas dengan benar sesuai jenis surat yang diperlukan dengan mengaplikasikan fungsi mail merge yang disediakan oleh Microsoft Word. Setiap peserta memperoleh sertifikat setelah mengikuti pelatihan. Artikel pengabdian telah dipublikasikan pada jurnal ilmiah nasional berbasis OJS dan juga pada media online Juang News.
TEKNIK PELUKISAN TOKOH DALAM NOVEL BULAN KERTAS KARYA ARAFAT NUR Iba Harliyana; Ayu Shella
Jurnal Metamorfosa Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.339 KB) | DOI: 10.46244/metamorfosa.v8i1.336

Abstract

The technique of character drawing is divided into two parts, namely the technique of painting a character directly and the technique of painting a character indirectly. This research aims to describe the character painting techniques used by Arafat Nur in his novel BulanKertas. The study was conducted using an objective approach and included in the descriptive analysis research. The collection technique used in this study is the reading collection technique. The results of the research found that Arafat Nur's novel contained the main characters namely Rafa and Naya and additional figures namely Kanafi, Afdal, Askan, Rafa's parents and Naya's parents, and Arafat Nur combines the techniques of direct character painting and indirect painting techniques. in his novel, in the indirect painting technique Arafat Nur uses eight techniques from nine indirect character painting techniques that have been explained by Nurgiyantoro, and each character in this novel has his own character painting technique, there are characters who are depicted using one technique but there are several figures who are depicted by combining several techniques in his painting. One data obtained can be analyzed by several techniques. The conclusion of this research is BulanKertas novel written by Arafat Nur using direct painting techniques and indirect painting techniques in making the self of a character. Abstrak Teknik pelukisan tokoh terbagi menjadi dua bagian, yaitu teknik pelukisan tokoh secara langsung dan teknik pelukisan tokoh secara tidak langsung. penetian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik pelukisan tokoh yang digunakan Arafat Nur dalam novelnya BulanKertas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan objektif dan termasuk ke dalam penelitian analisis deskriptif. Teknik pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik pengumpulan baca catat. Hasil dari penelitian yang ditemukan yaitu novel Arafat Nur terdapat tokoh utama yaitu Rafa dan Naya dan Tokoh tambahan yaitu Kanafi, Afdal, Askan, orang tua Rafa dan orang tua Naya, dan Arafat Nur menggabungkan antara teknik pelukisan tokoh secara langsung dan teknik pelukisan secara tidak langsung dalam novelnya, dalam teknik pelukisan secara tidak langsung Arafat Nur menggunakan delapan teknik dari sembilan teknik pelukisan tokoh secara tidak langsung yang telah dijelaskan oleh Nurgiyantoro, serta setiap tokoh dalam novel ini memiliki teknik pelukisan tokohnya masing­­­­­­-­masing, ada tokoh yang dilukiskan menggunakan satu teknik tetapi ada beberapa tokoh yang dilukiskan dengan menggabungkan beberapa teknik dalam pelukisannya. Satu data yang didapatkan dapat dianalisi beberapa teknik. Simpulan dari penelitian ini ialah novel Bulan Kertas yang dikarang oleh Arafat Nur menggunakan teknik pelukisan langsung dan teknik pelukisan tidak langsung dalam membuat kedirian dari seorang tokoh. Kata Kunci: Teknik Pelukisan Tokoh, Tokoh
KEMAMPUAN SISWA KELAS XII SMAN 3 BANDA ACEH MENYIMPULKAN PESAN-PESAN DALAM GURINDAM DUA BELAS KARYA ALI HAJI Iba Harliyana
Jurnal Metamorfosa Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.042 KB)

Abstract

Penelitian ini berkenaan dengan kemampuan siswa kelas XII SMA Negeri 3 Banda Aceh dalam menyimpulkan pesan-pesan dalam Gurindam Dua Belas karya Ali Haji. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan siswa kelas XII dalam menyimpulkan pesan-pesan dalam Gurindam Dua Belas. Sumber data penelitian ini adalah hasil jawaban siswa yang dinilai dari segi ketepatan menyimpulkan pesan-pesan dalam gurindam dua belas berdasarkan isi teks gurindam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantatif dengan teknik tes. Populasi penelitian adalah siswa kelas XII yang berjumlah 160 siswa. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 siswa yang diambil secara acak atau disebut juga random sampling pada kelas XII IA 2 dan XII IA 3 SMA Negeri 3 Banda Aceh dalam menyimpulkan pesan-pesan dalam Gurindam Dua Belas Karya Ali Haji adalah 88 berada dalam kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, siswa yang memperoleh nilai pada kategori sedang sebanyak 2 orang atau 6,25%, pada kategori baik sebanyak 11orang atau 34,37%, kategori sangat baik 15 orang atau 46,87%, dan sisinya 4 orang atau 12,5% berada pada kategori istimewa. Dengan demikian, kemampuan Siswa Kelas XII SMA Negeri 3 Banda Aceh menyimpulkan pesan-pesan dalam Gurindam Dua Belas karya Ali Haji tergolong dalam kategori sangat baik. Abstract This research deals with the ability of the students of class XII SMA Negeri 3 Banda Aceh in SMS concludes in Gurindam Dua Belas works Ali Haji. This study aims to describe the ability of the students of class XII in SMS concludes in Gurindam Dua Belas. Data source this study is the result of a student's answer was assessed in terms of the precision of the SMS concludes in gurindam dua belas based on text content couplets. The methods used in this research is descriptive method kuantatif with engineering test. The population of the research was to grade XII which amounted to 160 students. The number of samples in the study amounted to 32 students were taken randomly or also called random sampling in class XII IA 2 and XII IA 3 SMA Negeri 3 Banda Aceh in SMS concludes in Gurindam Dua Belas Works Ali Haji was 88 are in the category is very good. Based on the results of the study, students gain value in the category were as much as 2 people or 6.25%, in both categories as much as 11orang or 34.37% excellent 15 categories, or 46.87%, and sides 4 people or 12.5% are on category Special. Thus, the ability of the Students of class XII SMA Negeri 3 Banda Aceh SMS concludes in Gurindam Dua Belas works Ali Haji belongs to the category of very good. Keywords: Students' Ability, Couplets, Messages in Couplets
ANALISIS PERSAMAAN DAN PERBEDAAN PELAFALAN DALAM BAHASA ACEH ANTARA DIALEK ACEH SELATAN DAN DIALEK ACEH UTARA Rami Nurpita; Iba Harliyana; Safriandi Safriandi
Jurnal Dedikasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research is entitled “Analysis of the Similarities and Differences in Pronunciations of Acehnese in South Aceh and North Aceh Dialect”. This study aims to describe the similarities and differences in the pronunciation of North Aceh dialect and South Aceh dialect. The approach used in this study is aqualitative approach. The data was collected using the observation method with tapping technique followed by listening  proficiently, observing, taking notes, and recording. The data of this research are oral data in the form of words and sentences of Acehnese in the South Aceh dialect and the Nourth Aceh dialect. The data sourtces of this study were native speakers of Acehnese in South Aceh dialect and North Aceh dialect. The researchers selected two sub-districts in each district, namely North Kluet and Kota Bahagia sub district in South Aceh. Meanwhile, the two sub-districts in North Aceh were Muara Batu and Bandar Baro sub-district. The results of the data analysis found that there were pronunciation similaritien, but the meanings were differences in pronunciation similarities, but the meanings were different and there were differences in pronunciation, but the meaning was the same in the South Aceh dialect and the Nourth Aceh dialect.  Abstrak: Penelitian ini berjudul “Analisis Persamaan dan Perbedaan Pelafalan dalam Bahasa Aceh Dialek Aceh Selatan dan Dialek Aceh Utara”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan pelafalan bahasa Aceh dialek Aceh Selatan dan dialek Aceh Utara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik sadap yang diikuti teknik simak libat cakap, simak bebas libat cakap, catat, dan rekam. Data penelitian ini adalah data lisan berupa kata dan kalimat dialek bahasa Aceh Selatan dan dialek bahasa Aceh Utara. Sumber data penelitian ini adalah penutur asli bahasa Aceh dialek Aceh Selatan dan dialek Aceh Utara, peneliti memilih dua kecamatan di masing-masing kabupaten, yaitu Kecamatan Kluet Utara dan Kecamatan Kota Bahagia di Aceh Selatan; Kecamatan Muara Batu dan Kecamatan  Banda Baro di Aceh Utara. Hasil analisis data menemukan bahwa terdapat persamaan pelafalan, tetapi maknanya berbeda dan terdapat perbedaan pelafalan, tetapi maknanya sama pada dialek bahasa Aceh Selatan dan dialek bahasa Aceh Utara.
TINDAK TUTUR LOKUSI, ILOKUSI, DAN PERLOKUSI PADA GURU MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 1 NISAM Sari Amfusina; Ririn Rahayu; Iba Harliyana
Jurnal Metamorfosa Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/metamorfosa.v8i2.1114

Abstract

Research entitled "Locus, Illocution, and Perlocution Speech Acts in Indonesian Language Teachers in SMA Negeri 1 Nisam". This study aims to describe the locus, illocution, and percocutionary acts of speech in Indonesian language teachers in SMA Negeri 1 Nisam. This research approach is a qualitative approach. The method used is a descriptive qualitative method. The data of this study were in the form of speeches by Indonesian language teachers which took place at SMA Negeri 1 Nisam. The data sources of this study were Indonesian language teachers who taught in class X IPS 1, X IPS 2, X IPA I, XI IPS 1, XI IPS 2, XII IPA 1, and XII IPS 3 in SMA Negeri 1 Nisam. Data collection is done through the technique of recording, listening, and note taking. The data analysis technique of this study used descriptive notes. The results of this study indicate that Indonesian Language teachers at SMA Negeri 1 Nisam actively use several types of speech acts in the process of teaching and learning activities. The speech acts used by Indonesian language teachers at SMA Negeri 1 Nisam consist of three types, namely locution, illocution, and perlocution. First, the speech acts used by Teacher A contain locus and illocutionary speech acts. Second, the speech acts used by teacher B contain locus and illocutionary speech acts. Third, the speech acts used by teacher C contain acts of locution, illocution, and perlocution. Abstrak Penelitian yang berjudul “Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Nisam”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi pada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Nisam. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif.Data penelitian ini berupa tuturan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang berlangsung di SMA Negeri 1 Nisam. Sumber data penelitian ini adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang mengajar di kelas X IPS 1, X IPS 2, X IPA I, XI IPS 1, XI IPS 2, XII IPA 1, dan XII IPS 3 di SMA Negeri 1 Nisam. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik rekam, simak, dan catat. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan catatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Nisam secara aktif menggunakan beberapa jenis tindak tutur dalam proses kegiatan belajar-mengajar. Tindak tutur yang digunakan guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Nisam terdiri atas tiga jenis yaitu lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Pertama, tindak tutur yang digunakan oleh guru A mengandung tindak tutur lokusi dan ilokusi. Kedua, tindak tutur yang digunakan guru B mengandung tindak tutur lokusi dan ilokusi. Ketiga, tindak tutur yang digunakan guru C mengandung tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Kata Kunci: Tindak Tutur, Lokusi, Ilokusi, Perlokusi
Analisis Nilai Edukatif dalam Novel Dear, Imamku Karya Mellyana Dhian Suci Ulandari; Iba Harliyana; Maulidawati Maulidawati
Jurnal Dedikasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/dedikasi.v7i1.3235

Abstract

This research is entitled "Analysis of Educational Values in the Novel Dear, Imamku by Mellyana Dhian". The formulation of the problem in this research is how the educational values are contained in the novel Dear, Imamku by Mellyana Dhian and what the meanings of the educational valuescontained in the novel Dear, Imamku by Mellyana Dhian. This research method uses a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques used in this study were reading and note-taking techniques. The data analysis technique in this study uses flow analysis techniques which include three components, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The data in this study are excerpts from sentences, dialogues, and discourses that contain the educational value in the novel Dear, Imamku by Mellyana Dhian. While the data source is the novel Dear, Imamku by Mellyana Dhian, totaling 302 pages published by Andalusia, the first printing in July 2018. Based on the results of research and discussions that have been carried out on the educational value contained in the novel Dear, Imamku by Mellyana Dhian, it can be concluded that there are educational values in the novel Dear, Imamku by Mellyana Dhian, including 28 religious values, 2 cultural values, 18 social values, and 14 moral values.