Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

The Implementation of Make A Match Type Cooperative Learning Model to Improve the Mathematical Connection Ability Maulidawati, Maulidawati; Muhammad, Iryana; Rohantizani, Rohantizani; Mursalin, Mursalin
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol 2, No 11 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v2i11.3319

Abstract

Mathematics is a discipline that is taught at every level of education in Indonesia. Mathematics are interrelated with each other, and cannot be separated from other disciplines and problems in everyday life. Process standards that students use in learning mathematics include problem solving, reasoning and proof, connection, communication, and representation. This study aims to determine the mathematical connection ability of students who are taught through the make a match cooperative learning model better than the students' mathematical connection ability through the scientific learning model on the line and row material in class XI SMAN 1 Pintu Rime Gayo. This research is a quasi-experimental study using the pretest-posttest group design. The samples taken were class XI MIA 2 as the experimental class and XI MIA 1 as the control class. Retrieval of data in research using tests. The data collected from the test results were analyzed using SPSS version 18 to find normality using the Shapiro-Wilk test and to test the hypothesis using the Mann-Whitney-Test. Based on the results of data analysis, it shows that the N-gain average score of students who apply the make a match cooperative learning model is 0.71 (high category), higher than students who use scientific learning of 0.36 (moderate category). From the results of the Mann-Whitney-Test above, the Asymp value is obtained. Sig (1-tailed) is 0.0005 <α 0.05. This shows that the increase in students' mathematical connection ability through cooperative learning type make a match is significantly better than students who get scientific learning.
The Implementation of Make A Match Type Cooperative Learning Model to Improve the Mathematical Connection Ability Maulidawati Maulidawati; Iryana Muhammad; Rohantizani Rohantizani; Mursalin Mursalin
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol 2, No 11 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v2i11.3319

Abstract

Mathematics is a discipline that is taught at every level of education in Indonesia. Mathematics are interrelated with each other, and cannot be separated from other disciplines and problems in everyday life. Process standards that students use in learning mathematics include problem solving, reasoning and proof, connection, communication, and representation. This study aims to determine the mathematical connection ability of students who are taught through the make a match cooperative learning model better than the students' mathematical connection ability through the scientific learning model on the line and row material in class XI SMAN 1 Pintu Rime Gayo. This research is a quasi-experimental study using the pretest-posttest group design. The samples taken were class XI MIA 2 as the experimental class and XI MIA 1 as the control class. Retrieval of data in research using tests. The data collected from the test results were analyzed using SPSS version 18 to find normality using the Shapiro-Wilk test and to test the hypothesis using the Mann-Whitney-Test. Based on the results of data analysis, it shows that the N-gain average score of students who apply the make a match cooperative learning model is 0.71 (high category), higher than students who use scientific learning of 0.36 (moderate category). From the results of the Mann-Whitney-Test above, the Asymp value is obtained. Sig (1-tailed) is 0.0005 <α 0.05. This shows that the increase in students' mathematical connection ability through cooperative learning type make a match is significantly better than students who get scientific learning.
KARAKTERISTIK DAN FUNGSI BAHASA DALAM JUAL BELI ONLINE PADA MEDIA WHATSAPP Maulidawati
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 3 No 3 (2021): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.067 KB) | DOI: 10.33752/disastri.v3i3.2093

Abstract

E-commerce has several different processes compare to offline stores. For example, the use of language as the most notable differences. This study examines the characteristics and functions of language in e-commerce on WhatsApp media. This study uses descriptive qualitative method. It is considered descriptive because it aims to describe linguistic phenomena which occur in certain community groups. Data collection in this study was carried out for one month starting from October 1 until October 31, 2021. The procedure of data collection is started with the listening method, then continued to the note-taking. The results of the study indicate that the use of language in e-commerce on WhatsApp has special characteristics and certain functions. The language features found in this study are code mixing, abbreviations, familiar greetings, and special terms. The language functions found in this study are personal functions, regulatory functions, interactional functions, heuristic functions, imaginative functions, instrumental functions, and representation functions.
PELATIHAN PENULISAN SURAT DINAS DAN APLIKASI FUNGSI MAIL MERGE UNTUK APARATUR DESA ULEE REULEUNG KECAMATAN DEWANTARA-ACEH UTARA DALAM MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN MASYARAKAT Emilda Emilda; Iba Harliyana; Maulidawati Maulidawati; Sayni Nasrah
Jurnal Vokasi Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Vokasi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v6i1.2445

Abstract

Surat dinas adalah surat yang berisi masalah kedinasan atau bisnis tertentu yang bersifat resmi. Pembuatan surat dinas harus memperhatikan kaidah penulisan surat resmi, seperti kaidah tata bahasa dan ejaan yang benar. Oleh karena itu, sebelum menulis surat penulis harus mempertimbangkan dengan baik susunan kalimat, pilihan kata atau diksi, dan ejaan serta pemakaian tanda baca yang dapat memperjelas maksud surat. Permasalahan yang terjadi berdasarkan hasil survey ke lapangan adalah masih ditemukannya kesalahan dalam surat resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah desa. Seperti banyaknya kalimat yang tidak efektif, penggunaan tanda baca atau simbol yang tidak tepat, bahkan tata aturan dalam membuat surat masih kurang dipahami oleh aparat desa. Kemudian pembuatan surat untuk keperluan masyarakat seperti Surat Keterangan Miskin, Surat Keterangan Beasiswa dan Surat Keterangan Usaha masih menggunakan Microsoft Word manual dengan mengetik setiap lembar sesuai dengan jumlah permintaan masyarakat sehingga mengakibatkan proses pembuatan surat tersebut menjadi lama dan membuat masyarakat tidak puas sehingga mutu pelayanan kepada masyarakat menjadi tidak baik. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan penulisan surat dinas menggunakan fungsi mail marge yang disediakan oleh Microsoft Word pada aparatur Pemerintah Desa Ulee Reuleung Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Metode yang digunakan dalam pengabdiaan ini berbentuk pelatihan. Materi yang diberikan berupa pengenalan contoh surat yang benar dengan berbagai jenis surat yang sesuai dengan keperluan. Kemudian surat dinas tersebut dibuat secara massal menggunakan fungsi mail merge. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari yang diikuti oleh 10 orang aparatur desa sesuai dengan perencanaan awal, tingkat kehadiran peserta adalah 100%. Pada tahap akhir dilakukan evaluasi pelatihan untuk mengukur tingkat keberhasilan pelatihan. Target luaran adalah aparatur desa sudah mampu membuat surat dinas dengan benar sesuai jenis surat yang diperlukan dengan mengaplikasikan fungsi mail merge yang disediakan oleh Microsoft Word. Setiap peserta memperoleh sertifikat setelah mengikuti pelatihan. Artikel pengabdian telah dipublikasikan pada jurnal ilmiah nasional berbasis OJS dan juga pada media online Juang News.
Sistem Pengambilan Keputusan Pemberian Kredit Modal Kerja Menggunakan Metode Naïve Bayesian Classification Berbasis WEB Sayed Fachrurrazi; Defry Hamdhana; Maulidawati maulidawati
TECHSI - Jurnal Teknik Informatika Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Teknik Informatika Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/techsi.v11i1.1401

Abstract

Sebagai lembaga keuangan Bank Aceh Syariah Cabang Samudera Lhokseumawe yang menerima simpanan nasabah dalam bentuk tabungan, giro dan deposito serta melayani pinjaman berupa kredit oleh pihak lain yang akan dikembalikan pada waktu tertentu dengan jumlah bunga yang telah ditetapkan. Permasalahan terkait dengan pemberian kredit modal kerja, seperti pengajuan apakah nasabah tersebut layak atau tidak layak mendapatkan kredit modal kerja. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat diselesaikan dengan metode Naïve Bayesian Classification. Dalam penentuan pemberian kredit modal kerja kepada calon debitur terdapat beberapa kriteria yang menjadi penilaian seperti karakter nasabah, umur, jaminan, penghasilan, jumlah pinjaman, lama usaha, modal, dan pekerjaan. Sistem pengambilan keputusan pemberian kredit modal kerja berbasis web ini dibangun dengan menggunakan pemodelan DFD (Data Flow Diagram) dan bahasa pemograman PHP dan database MySQL. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode Naïve Bayesian Classification, maka dapat membantu pihak bank dalam memutuskan sebuah pengajuan pemberian kredit modal kerja serta dapat dilakukan dengan mudah. Hasil pengujian dari 45 data nasabah, maka 88,89% dinyatakan layak menerima kredit modal kerja dan 11,11% dinyatakan tidak layak menerima kredit modal kerja.
KESANTUNAN BERBAHASA SOPIR DAN KONDEKTUR DI LINGKUNGAN TERMINAL LHOKSEUMAWE Irda Irda; Emilda Emilda; Maulidawati Maulidawati
KANDE Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2021): KANDE: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jk.v2i2.5465

Abstract

ABSTRAK Manusia dituntut menyampaikan pikiran atau gagasan dengan memperhatikan tata cara berkomunikasi atau norma yang berlaku di suatu lingkungan dalam melangsungkan interaksi. Salah satu aturan yang dipegang oleh setiap masyarakat tutur adalah kesantunan berbahasa. Dalam beberapa kasus, sering terdapat pelanggaran kesantunan berbahasa. Pelanggaran tersebut terjadi karena penutur atau mitra tutur melanggar prinsip kesantunan berbahasa, sehingga bahasa yang dihasilkan dianggap tidak santun. Kesantunan berbahasa dapat ditemukan di berbagai tempat yang di dalamnya terdapat masyarakat tutur. Salah satu di antaranya adalah terminal bus di Lhokseumawe. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud kesantunan berbahasa dan penyimpangan kesantunan berbahasa yang dilakukan oleh sopir dan kondektur di lingkungan terminal Lhokseumawe. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah wujud kesantunan berbahasa dan tuturan yang melanggar maksim kesantunan berbahasa. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan yang disampaikan oleh sopir dan kondektur di lingkungan terminal Lhokseumawe. Hasil penelitian yang diperoleh adalah 1) wujud kesantunan berbahasa sebanyak 188 data, 31 diantaranya tidak memenuhi wujud kesantunan berbahasa, dan 152 lainnya memenuhi wujud kesantunan berbahasa; dan 2) penyimpangan kesantunan berbahasa sebanyak 29 data terdiri dari 2 data penyimpangan maksim kearifan atau kebijaksanaan, 4 data penyimpangan maksim kedermawanan, 15 data penyimpangan maksim pujian, 2 data penyimpangan maksim kerendahan hati, 4 data penyimpangan maksim kesepakatan, dan 2 data penyimpangan maksim kesimpatian. Kata kunci: bahasa, kesantunan bahasa, maksim, terminal, sopir, kondektur
ANALISIS UNSUR RELIGIUS DALAM NOVEL TEMPAT PALING SUNYI KARYA ARAFAT NUR Zuhriati Zuhriati; Emilda Emilda; Maulidawati Maulidawati
KANDE Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2021): KANDE: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jk.v2i2.5470

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur religius dalam novel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik baca-catat. Adapun teknik analisis data menggunakan content analysis (analisis isi). Data yang diambil dalam penelitian ini adalah berupa potongan kalimat yang terindikasi mengandung unsur religius yang terdapat dalam novel Tempat Paling Sunyi Karya Arafat Nur. Sumber data penelitian ini adalah novel Tempat Paling Sunyi Karya Arafat Nur yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, tahun 2015 di Jakarta, yang berjumlah 328 halaman. Hasil penelitian menunjukkan novel Tempat Paling Sunyi mengandung tiga unsur religius berupa akidah, ibadah dan akhlak yang berjumlah 49 data. Unsur akidah berjumlah 19 data, unsur ibadah berjumlah 12 data dan unsur religius akhlak berjumlah 18 data. Kata Kunci: Unsur, Religius, Novel
ANALISIS KODE PADA MOP-MOP (KAJIAN SEMIOTIK) Putri Wahyuni; Maulidawati Maulidawati; Syahriandi Syahriandi
KANDE Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2020): KANDE:Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jk.v1i1.3412

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kode-kode yang terdapat dalam naskah Mop-mop di antaranya kode teka-teki, kode konotatif, kode simbolik, dan kode tindakan, (2) mendeskripsikan makna yang terdapat dalam naskah Mop-mop. Data penelitian ini berupa kode-kode semiotik Roland Barthes yang terdapat dalam naskah Mop-mop. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik baca dan teknik catat. Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) kode-kode yang terdapat dalam naskah Mop-mo, yaitu kode teka-teki (2), kode konotatif(11), kode simbolik (11), dan kode tindakan sebanyak (6), (2) makna yang terdapat dalam naskah Mop-mop di antaranya, makna dialog Meureuhui, makna salam pembuka, dan makna pantun nipah. Kode teka-teki yang terdapat dalam naskah Mop-mop sudah menunjukkan pertanyaan dan teka-teki. Kode konotatif yang terdapat dalam naskah Mop-mop merupakan kilasan-kilasan makna atau kata-kata yang mempunyai makna tersirat. Kode simbolik yang terdapat dalam naskah Mop-mop merupakan perlambangan bahasa yang sering disebut dalam kehidupan sehari-hari orang Aceh. Selanjutnya, kode tindakan yang terdapat dalam naskah Mop-mop memerlihatkan tindakan-tindakan yang disebutkan pada teks. Dalam penelitian ini, peneliti tidak menemukan adanya kode budaya dalam naskah Mop-mop. Kata Kunci: Semiotik, Kode, Mop-Mop
ANALISIS GAYA BAHASA DAN DIKSI DALAM ACARA HUMOR STAND UP COMEDY SEASON 7 DI KOMPAS TV Lia Junita; Emilda Emilda; Maulidawati Maulidawati
KANDE Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2022): KANDE: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jk.v3i1.7237

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa dan diksi yang terdapat dalam acara humor Stand Up Comedy Season 7 di Kompas TV. Jenis penelitian ini adalah deksriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kutipan-kutipan kalimat humor yang diucapkan oleh komika dalam acara Stand Up Comedy Season 7. Sumber data dalam penelitian ini adalah berupa 15 video yang diambil dari youtube dalam acara  Stand Up Comedy Season 7 di Kompas TV yang berdurasi 5-10 menit. Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah penggunaan gaya bahasa sebanyak 137 data dan penggunaan diksi sebanyak 37 data yang terdiri dari, 1) Gaya bahasa perbandingan yaitu hiperbola sebanyak 15 data, metafora sebanyak 4 data, personifikasi 5 data, simile 2 data, asosiasi 5 data, 2) Gaya bahasa sindiran yaitu sarkasme sebanyak 6 data dan ironi sebanyak 39 data, 3) Gaya bahasa pertentangan yaitu paradoks sebanyak 24 data, 4) Gaya bahasa perulangan yaitu klimaks sebanyak 7 data, antiklimaks sebanyak 10 data, repetisi sebanyak 19 data, 5) Diksi terdiri dari homonim sebanyak 5 data, homofon sebanyak 3 data, sinonim 1 data, antonim 4 data, polisemi 1 data, dan slang sebanyak 20 data. Kata kunci: diksi, gaya bahasa, humor, kualitatif, Stand Up Comedy
TINDAK TUTUR KOMISIF PADA PEDAGANG DI PASAR UMUM KRUENG GEUKUH KECAMATAN DEWANTARA KABUPATEN ACEH UTARA (KAJIAN PRAGMATIK) Anita Wahyuni; Syahriandi Syahriandi; Maulidawati Maulidawati
KANDE Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2021): KANDE: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jk.v2i2.5468

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Tindak Tutur Komisif pada Pedagang di Pasar Umum Krueng Geukuh Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara (Kajian Pragmatik)”. Hal yang mendasari penelitian ini adalah banyaknya fenomena bahasa yang terjadi selama proses transaksi jual beli untuk mencapai kesepakatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan bentuk tindak tutur komisif pada pedagang di pasar umum Krueng Geukuh. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah penggalan tuturan antara penjual dan pembeli yang mengandung tindak tutur komisif, yaitu tindak tutur menjanjikan, menawarkan dan berkaul. Sumber data pada penelitian ini adalah pedagang dan pembeli yang sedang bertransaksi di pasar. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat 70 data tindak tutur komisif. Hasil penelitian ini menjawab dua rumusan masalah, yaitu 1) fungsi tindak tutur komisif pada pedagang di pasar umum Krueng Geukuh terbagi menjadi 3 fungsi, yaitu tindak tutur komisif yang berfungsi menjanjikan ditemukan sebanyak 16 data; tindak tutur komisif yang berfungsi menawarkan ditemukan sebanyak 45 data; dan tindak tutur komisif yang berfungsi bernazar (berkaul) ditemukan sebanyak 9 data; dan 2) bentuk tindak tutur komisif pada pedagang di pasar umum Krueng Geukuh ditemukan sebanyak 70 data.   Kata Kunci: tindak tutur komisif, pedagang, pembeli