RATIH DEWI HASTUTI
Balai Penelitian Tanah, Jl. Ir. H. Djuanda No. 98, Bogor 16123

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Endofit Pelarut Fosfat dan Penghasil Hidrogen Cyanide (HCN) dari Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L). Wandita, Ryan Hilda; Pujiyanto, Sri; Suprihadi, Agung; Hastuti, Ratih Dewi
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 20, No. 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.607 KB) | DOI: 10.14710/bioma.20.1.9-16

Abstract

Onions (Allium cepa L.) is one of the leading horticultural commodities in Indonesia and is often used as seasoning and traditional medicine. Onion has a high economic value and fluctuating prices so that domestic onion production needs to be improved, one of them with a presence of endophytic bacteria that act as plant growth promoting agent or Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB). Endophytic bacteria isolated from the root, leaves, and bulbs. In this research has been tested endophytic bacteria of onion plants from Garut regency which has PGPB factors such as able to dissolve phosphate, and produce HCN. The results obtained 251 isolates of endophytic bacteria. Based on the characterization results, the superior isolates capable of dissolving phosphate with an average diameter of 0.45 cm is isolate II.B.1D.3, and 11 isolates capable of producing high HCN. These isolates can be used as PGPB agents so that they can be useful in increasing plant growth and onion production and biocontrol in suppressing pathogens. Keywords: PGPB, endophyte, onion, phosphate, HCN
TUMPANGSARI SORGUM DAN KEDELAI UNTUK MENDUKUNG PRODUKTIVITAS LAHAN TBM KARET (HEVEA BRASILIENSIS MUELL ARG) Tistama, Radite; Dalimunthe, Cici Indriani; Sembiring, YanRiska Venata; Fauzi, Iif Rahmat; Hastuti, Ratih Dewi; Suharsono, Suharsono
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 34, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v34i1.222

Abstract

Penanaman sorgum (Sorghum bicolor) dan kedelai (Glycine max) sebagai tanaman tumpangsari merupakan pilihan yang tepat untuk mendukung upaya pengembangan pertanian berkelanjutan dan peningkatan produksi pangan Indonesia.  Lahan karet belum menghasilkan cukup luas untuk dimanfaatkan untuk upaya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pola tanam tumpangsari yang tepat dan melihat interaksinya terhadap tanaman karet baik dalam hal penyebaran penyakit jamur akar putih dan kesuburan tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan dengan tiga ulangan. Faktor perlakuan yang digunakan yaitu jarak tanaman tumpangsari 0,5 m, 1 m dan 1,5 m terhadap tanaman karet, dan jenis tanaman tumpangsari yaitu sorgum dan kedelai. Penelitian dilakukan di gawangan tanaman karet umur 1 tahun (TBM 1) dan umur 3 tahun (TBM 3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh jarak tanaman tumpangsari pada setiap perlakuan tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan tanaman karet. Tanaman tumpangsari sorgum dan kedelai meningkatkan pH, fosfor, nitrogen, dan kapasitas tukar kation (KTK) di dalam tanah, serta dapat menekan penyebaran penyakit Jamur Akar Putih (JAP). Produksi tumpangsari menunjukkan pola tanam kedelai dan sorgum terbaik pada jarak tanam 0,5 m dari tanaman karet dan tumpangsari sorgum dan kedelai (tunggal) pada TBM 1 dapat memberikan keuntungan serta nilai tambah bagi usahatani karet. Diterima : 6 Januari 2016 / Direvisi : 20 Juli 2016 / Disetujui : 30 Juli 2016 How to Cite : Tistama, R., Dalimunthe, C., Sembiring, Y., Fauzi, I., Hastuti, R., & Suharsono, S. (2016). Tumpangsari sorgum dan kedelai untuk mendukung produktivitas lahan TBM Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg). Jurnal Penelitian Karet, 0, 61-76. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/222