Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

POPULASI WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius F) DAN TINGKAT PARASITASI TELURNYA PADA BEBERAPA VARIETAS PADI DI LAHAN TADAH HUJAN ANDI, ANDI; RAMADHAN, TRIS HARIS; HENDARTI, INDRI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.413 KB)

Abstract

POPULASI WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius F) DAN TINGKAT PARASITASI TELURNYA PADA BEBERAPA VARIETAS PADI DI LAHAN TADAH HUJANAndi(1), Tris Haris Ramadhan(2), Indri Hendarti(2)(1) Mahasiswa dan (2) Staf PengajarProgram Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas TanjungpuraABSTRAKWalang sangit (Leptocorisa Oratorius F) merupakan hama utama yang menyerang tanaman padi. Kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan walang sangit mengakibatkan penurunan hasil dan gabah menjadi hampa. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari serangan walang sangit pada beberapa varietas padi serta jenis dan potensi parasitoid yang menyerang telur walang sangit. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan BPP Tekarang dengan tahapan pembibitan, penanaman dengan jarak 20 cm X 10 cm sistem jarwo, pemeliharaan tanaman meliputi penyiangan gulma dan penyulaman, pengambilan sampel, dan panen. Pengambilan sampel dimulai setelah tanaman padi berumur satu bulan setelah tanam kemudian diamati setiap seminggu sekali, setiap telur yang didapat dimasukkan ke dalam kantong plastik. Selain pengamatan telur dilakukan juga perhitungan populasi walang sangit pada tiap-tiap petak contoh, sampai padi mendekati panen. Telur yang telah diambil dari lapangan kemudian dipelihara di Petridish, Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Populasi walang sangit mulai muncul pada saat masa primordia dan populasi tertingggi pada varietas Situ Bagendit serta pada varietas Inpara 2 mengalami lonjakan populasi pada minggu terakhir. Jumlah telur walang sangit tertinggi pada varietas Inpara 2 dan pada varietas Situ Bagendit tidak ditemukan telur walang sangit. Persentase rerata bulir hampa tertinggi pada varietas Situ Bagendit dan terendah varietas Inpago 8. Rerata Berat 1000 biji tertinggi pada varietas Inpago 8 dan terendah varietas Situ Bagendit. Hasil panen tertinggi pada varietas Inpara 2 dan terendah pada varietas Situ Bagendit.Kata kunci : Lahan Tadah Hujan, padi, Parasitoid Telur, Walang Sangit.
FLUKTUASI POPULASI KUTU DAUN Toxoptera citricidus (Kirkaldy) PADA TANAMAN JERUK SIAM -, Sudarwadi; Hendarti, Indri; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian hama terpadu (PHT) adalah salah satu pengendalian hama yang lebih baik dan aman. Keberhasilan dalam PHT sangat tergantung pada pemahaman ekologi hama yang akan dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fluktuasi populasi kutu daun T.citricidus pada tanaman jeruk siam.. Penelitian dilakukan selama dua bulan dimulai bulan September- Oktober 2012. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan cara mengamati langsung di pertanaman jeruk di Desa Pangkalan Kongsi. Tanaman sampel yang diamati 10 % dari keseluruhan jumlah tanaman pada kebun milik petani. Pengamatan dilakukan terhadap ketersediaan sumber makanan yang ada yaitu tunas dan daun muda dan faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban dan curah hujan serta predatornya yaitu family Coccinellidae dan Syrphidae. Berdasarkan data pengamatan yang diperoleh, dapat diketahui bahwa rerata jumlah tunas, daun muda, predator, suhu, kelembaban dan curah hujan dapat mempengaruhi kelimpahan populasi kutu daun T.citricidus. Populasi T.citricidus 637.1 ekor didapatkan pada kondisi rerata jumlah tunas 28.1, predator 28 ekor, suhu 310 C, kelembaban 75 % serta rata-rata curah hujan 253 mm/bulan. Kata Kunci : Perkembangan Populasi, T.citricidus, Faktor Lingkungan
UJI PREFERENSI BEBERAPA JENIS BAHAN UNTUK DIJADIKAN UMPAN TIKUS SAWAH ( Rattus argentiventer ) Dedi, Dedi; Sarbino, Sarbino; Hendarti, Indri
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tikus sawah (Rattus argentiventer Rob & Kloss) merupakan hama utama padi di Indonesia. Pemilihan jenis umpan yang tepat merupakan salah satu keefektifan dalam pengendalian tikus secara kimiawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi tikus sawah terhadap jenis-jenis bahan untuk pembuatan umpan tikus sawah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cendrawasih Kecamatan Kakap Kabupaten Kubu Raya, mulai tanggal 4 September 2012 sampai 4 Desember 2012. Penelitian ini menggunakan metode survey, yaitu dengan pemasangan umpan-umpan pada lahan sawah yang terserang tikus. Umpan dipasang sebanyak 15 unit, setiap unit terdiri atas 9 macam umpan yaitu : ikan teri, ubi kayu,mie instant, kelapa sangrai, kelapa bakar, beras, gabah, rebon dan jagung pipil, jarak antar unit umpan 50 m. Preferensi ditentukan berdasarkan nilai SDR dari masing-masing bahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan teri merukan jenis umpan yang paling disukai dengan nilai SDR 19,54 yang kemudian disusul mie instan 13,69 %, kelapa sangrai 12,38 %, jagung 11,73 %, rebon 11,08 %, kelapa bakar 9,12 %, ubi kayu dan gabah 7,82 % serta beras 6,84 %. Kata kunci : Preferensi, Tikus sawah, Umpan.
PENGARUH JUMLAH INFESTASI KEPIK LABU (Leptoglossus australis F) TERHADAP KERUSAKAN BUAH LABU AIR (Lagenaria siceraria) SARNIATI, SARNIATI; HENDARTI, INDRI; RAMADHAN, TRIS HARIS
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH JUMLAH INFESTASI KEPIK LABU (Leptoglossus australis F) TERHADAP KERUSAKAN BUAH LABU AIR (Lagenaria siceraria)  Sarniati (1), Indri Hendarti (2), Tris Haris Ramadhan (2)(1) Mahasiswi Fakultas Pertanian dan (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianake-mail : sarniati.agro@gmail.com ABSTRAKKepik labu (L.australis F) merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman labu air. Hama kepik labu menghisap buah tanaman labu air dan menyebabkan kualitas buahnya menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh populasi kepik labu (L. australis F.) terhadap gejala dan penurunan hasil buah labu air (L. siceraria). Penelitian dilaksanakan di laboratorium Hama Tanaman dan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama kurang lebih 4 bulan. Kepik labu diperoleh dari lapangan, kemudian diperbanyak di laboraturium hingga mendapatkan serangga instar 3 yang digunakan sebagai perlakuan. Tanaman labu air yang ditanam kurang lebih sebanyak 82 tanaman dengan penanaman secara bertahap hingga mendapatkan jumlah buah yang diinginkan yaitu sebanyak 72 buah labu air. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 taraf perlakuan, 6 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 3 sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu T0 (kontrol), T1 (2 ekor kepik), T2 (4 ekor kepik), dan T3 (6 ekor kepik). Variabel yang diamati meliputi gejala serangan, diameter buah, jumlah tusukan, panjang buah, berat bauh, dan perilaku serangga selama diinfestasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan hasil terbesar yaitu pada perlakuan infestasi 6 ekor kepik labu sebesar 32,94 %, jumlah infestasi kepik labu yang sudah bisa menurunkan hasil yaitu infestasi sebanyak 2 ekor  yang sudah mampu menurunkan hasil buah labu air sebesar  17,74%.Kata kunci: Infestasi, Kehilangan hasil, L. australis (F), Labu air (L. siceraria).
Uji Patogenisitas Metarhizium anisopliae terhadap Larva Kumbang Janur Kelapa (Brontispa longissima Gestro.) Adawiyah, Annisa Atul; Hendarti, Indri; Suswanto, Iman
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Metarhizium anisopliae merupakan cendawan entomopatogen yang dapatmenginfeksi banyak  jenis serangga hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui patogenisitas M.anisopliae dalam mengendalikan larva hama kumbang janur kelapa (Brontispa longissima Gestro.) Hama kumbang janur kelapa merupakan salah satu hama penting pada tanaman kelapa. Penelitian berlangsung selama tiga bulan di Laboratorium Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Pontianak. Kegiatan meliputi uji pendahuluan menggunakan 6 perlakuan konsentrasi konidia dengan 3 ulangan dan didapatkan LC50 kemudian dilakukan uji lanjut dengan menggunakan kisaran di antara LC50 dengan nilai 6,1 x 104Metode aplikasi yang digunakan adalah metode semprot langsung pada 10 larva uji yang sudah ada di lipatan janur dalam cawan petri. Variabel pengamatan meliputi persentase mortalitas larva, viabilitas spora, persentase pupa yang dihasilkan, dan persentase imago yang dihasilkan. Data yang didapatkan terlebih dahulu dikoreksi dengan menggunakan rumusAbbott’s kemudian dianalisis menggunakan Statistical Analysis System (SAS).Pada konsentrasi 6,1 x 106 konidia/ml dapat menyebabkan kematian 95% sedangkan pada konsentrasi 6,1 x 102 konidia/ml menyebabkan kematian 45%. Semakin tinggi konsentrasi konidia M.anisopliae makapersentase pupa dan imago yang terbentuk semakin rendah sedangkan viabilitas dari konidia yang digunakan termasuk kategori  baikdengan nilai 66.32%.
UJI PATOGENISITAS NEMATODA PATOGEN SERANGGA steinernema siamkayai ISOLAT TANAH PODSOLIK MERAH KUNING TERHADAP spodoptera litura fabricius nuaristi, della; hendarti, indri; rianto, fajar
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nematoda patogen serangga (NPS) S. siamkayai merupakan salah satu musuh alami yang berpotensi sebagai agen pengendali hama tanaman. Penelitian dilaksanakan untuk menguji patogenesitas S. siamkayai isolat tanah podsolik merah kuning terhadap S. litura F. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan (150 Ji/ml, 300 Ji/ml, 600 Ji/ml dan 1200 Ji/ml) dengan 7 kali ulangan. Pengujian patogenesitas dilakukan terhadap larva S. litura F instar 3. Patogenesitas nematoda diukur berdasarkan mortalitas, periode letal dan virulensi. Gejala larva S. litura F yang terserang nematoda S. siamkayai menunjukkan gejala perubahan aktivitas larva yang menurun serta ukuran tubuh yang lebih kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi nematoda, menyebabkan peningkatan mortalitas S. litura F, dan tidak terdapat perbedaan antara tingkat konsentrasi. Setelah 15 hari perlakuan konsentrasi 300 Ji/ml menghasilkan jumlah Ji tertinggi yakni 8915. Periode letal mencapai 11,192 hari dan virulensi 0.089. Kata kunci : mortalitas, NPS, periode letal, virulensi,
POPULASI WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius F) DAN TINGKAT PARASITASI TELURNYA PADA BEBERAPA VARIETAS PADI DI LAHAN TADAH HUJAN Andi, Andi; Ramadhan, Tris Haris; Hendarti, Indri
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.413 KB)

Abstract

Walang sangit (Leptocorisa Oratorius F) merupakan hama utama yang menyerang tanaman padi. Kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan walang sangit mengakibatkan penurunan hasil dan gabah menjadi hampa. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari serangan walang sangit pada beberapa varietas padi serta jenis dan potensi parasitoid yang menyerang telur walang sangit. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan BPP Tekarang dengan tahapan pembibitan, penanaman dengan jarak 20 cm X 10 cm sistem jarwo, pemeliharaan tanaman meliputi penyiangan gulma dan penyulaman, pengambilan sampel, dan panen. Pengambilan sampel dimulai setelah tanaman padi berumur satu bulan setelah tanam kemudian diamati setiap seminggu sekali, setiap telur yang didapat dimasukkan ke dalam kantong plastik. Selain pengamatan telur dilakukan juga perhitungan populasi walang sangit pada tiap-tiap petak contoh, sampai padi mendekati panen. Telur yang telah diambil dari lapangan kemudian dipelihara di Petridish, Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Populasi walang sangit mulai muncul pada saat masa primordia dan populasi tertingggi pada varietas Situ Bagendit serta pada varietas Inpara 2 mengalami lonjakan populasi pada minggu terakhir. Jumlah telur walang sangit tertinggi pada varietas Inpara 2 dan pada varietas Situ Bagendit tidak ditemukan telur walang sangit. Persentase rerata bulir hampa tertinggi pada varietas Situ Bagendit dan terendah varietas Inpago 8. Rerata Berat 1000 biji tertinggi pada varietas Inpago 8 dan terendah varietas Situ Bagendit. Hasil panen tertinggi pada varietas Inpara 2 dan terendah pada varietas Situ Bagendit.Kata kunci : Lahan Tadah Hujan, padi, Parasitoid Telur, Walang Sangit.
UJI PATOGENISITAS NEMATODA PATOGEN SERANGGA (NPS) Steinernema carpocapsae ISOLAT TANAH GAMBUT TERHADAP MORTALITAS Plutella xylostella L. LILI, LILI; HENDARTI, INDRI; RAMADHAN, TRIS HARIS
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UJI PATOGENISITAS NEMATODA PATOGEN SERANGGA (NPS) Steinernema carpocapsae ISOLAT TANAH GAMBUT TERHADAP MORTALITAS Plutella xylostella L.Lili(1), Indri Hendarti(2), dan Tris Haris Ramadhan(2)ABSTRAKNematoda patogen serangga (NPS) merupakan salah satu agens hayati yang berpotensi dalam mengendalikan hama tanaman, contohnya seperti P. xylostella. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh patogenisitas NPS isolat tanah gambut terhadap mortalitas P. xylostella . Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hama Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan ( 0 Ji/ml (kontrol), 50 Ji/ml, 100 Ji/ml, 200 Ji/ml, 400 Ji/ml dan 800 Ji/ml) dengan 5 kali ulangan. Pengujian dilakukan menggunakan larva P. xylostella instar III. Efektivitas suspensi NPS diukur berdasarkan mortalitas, periode letal dan virulensi, jumlah NPS yang keluar, jumlah pupa dan jumlah imago yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan konsentrasi NPS maka semakin tinggi mortalitas P. xylostella. Konsentrasi 800 Ji/ml memiliki nilai mortalitas tertinggi yaitu 94 % sedangkan konsentrasi 50 JI/ml memiliki nilai mortalitas terendah yaitu 40 %. Periode letal yang dihasilkan NPS dalam membunuh serangga uji rata - rata 3 hari setelah infeksi. Rerata jumlah NPS yang keluar menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi NPS yang diberikan maka jumlah NPS yang keluar semakin banyak. Rerata NPS keluar per ekor pada konsentrasi 800 Ji/ml 1170,60 ekor dan konsentrasi 50 Ji/ ml 422,00 ekor. Suspensi NPS sangat mempengaruhi perkembangan P. xylostella sehingga pupa dan imago yang dihasilkan tidak sempurna.Kata Kunci : Mortalitas, NPS isolat tanah gambut, Periode letal, P. xylostella, Virulensi
UJI EFEKTIVITAS NEMATODA PATOGEN SERANGGA (Steinernema carpocapcae) DARI TANAH GAMBUT TERHADAP Spodoptera litura Fabricius PADA TANAMAN SAWI MINGGU, AHMAD; HENDARTI, INDRI; SARBINO, SARBINO
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nematoda Patogen Serangga (NPS) merupakan pengendali hama yang ramah lingkungan dan dapat menjadi alternatif bagi insektisida kimia. Penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas isolat Steinernema carpocapsae yang berasal dari tanah gambut. Percobaan dilakukan di rumah kaca tanaman sayuran, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, dari bulan April sampai dengan Juni 2017. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Kepadatan populasi nematoda yang diuji terhadap larva S. litura F. adalah 150, 300, 600, 1200 dan 2400 JI/ml serta kontrol tanpa pemberian S.  carpocapsae maupun S. litura F. Hasil percobaan menunjukkan bahwa Semakin tinggi tingkat kepadatan Nematoda S. carpocapsae yang diinvestasikan menyebabkan peningkatan mortalitas S. litura F, perlakuan 2400 Ji/ml memiliki waktu kematian tercepat dalam jangka waktu 2 hari dan perlakuaan tersebut menunjukan jumlah nematoda tertinggi dan S. carpocapsae pada tingkat kepadatan populasi S. carpocapsae 600 JI/ml efektif terhadap larva S. litura F. dengan mortalitas larva 56%. Kata kunci : Rumah kaca, Sawi, S. carpocapsae, dan S. litura F. 
UJI PATOGENISITAS NEMATODA PATOGEN SERANGGA (Steinernema carpocapsae) DARI TANAH GAMBUT TERHADAP RAYAP TANAH (Coptotermes curvignathus) Paster, Ari; Hendarti, Indri; Ramadhan, Tris Haris
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 8, No 2 (2018): Perkebunan dan Lahan Tropika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.25 KB) | DOI: 10.26418/plt.v8i2.29797

Abstract

Rayap tanah (Coptotermes curvignathus) merupakan salah satu hama yang menimbulkan kerugian ekonomis yang sangat besar karena banyak menyerang tanaman pertanian sehingga menyebabkan tanaman mati dan produksi menurun. Salah satu cara pengendalian yaitu secara biologis menggunakan nematoda patogen serangga (Steinernema carpocapsae). Penelitian ini bertujuan untuk melihat daya patogenisitas S. carpocapsae dari isolat tanah gambut terhadap rayap tanah (C. curvignathus). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hama Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan yang digunakan Rancangan acak kelompok (RAK) dengan menggunakan satu perlakuan dan 6 taraf  konsentrasi S. carpocapsae (25 ji/ml, 50 ji/ml, 100 ji/ml, 200 ji/ml, 400 ji/ml, dan 800 ji/ml) dengan 5 kali pengulangan. Pengujian patogenisitas dilakukan terhadap C. curvignathus kasta pekerja. Kemampuan patogenisitas S. carpocapsae diukur berdasarkan mortalitas, jumlah S. carpocapsae yang keluar, periode letal dan virulensi. Hasil pengujian menunjukan bahwa S. carpocapsae mampu menyebabkan mortalitas sebesar 100% pada perlakuan 800 ji/ml dalam 96 jam setelah inokulasi. Priode letal yang dihasilkan sebesar 40,68 dan Virulensi sebesar 0,024. Jumlah S. carpocapsae yang dihasilkan tidak berbeda nyata antara satu perlakuan dengan perlakuan lainnya dikarenakan C. curvignathus merupakan serangga uji yang memiliki tubuh ukuran kecil antara 4,5-5,0 mm. Sehingga tiap perlakuan konsentrasi S. carpocapsae yang diinokulasikan memiliki kapasitas ruang yang  sama untuk perkembangannya.Kata kunci : Inokulasi, Mortalitas, Priode letal, Virulensi