Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

An Isoflovonoid, Warangalone from the Stem Bark of Dadap Ayam (Erythrina variegata) Herlina, Tati; Nasrudin, Nasrudin; Supratman, Unang; Subarnas, Anas; Sutardjo, Supriyatna; Hayashi, Hideo
Jurnal ILMU DASAR Vol 9 No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.012 KB)

Abstract

In the course of our continuing search for novel paralytic compound from Indonesian plants, the methanol extract of the stem bark of Erythrina variegata (Leguminosae) showed significant paralytic activity against the third instar larvae of silkworm (Bombyx mori). The purposes of this research were isolation and structural elucidation of paralytic compound from the stem bark of E. variegata. Using the paralytic activity following the separation, the methanol extract was separated by combination of column chromatography to yield prenylisoflavone, warangalone. The chemical structure of warangalone was identified based on spectroscopic evidence and comparison with the previous reported. The paralytic activity of warangalone showed weak activity against the third instar larvae of silkworm (B. mori).
In Vitro Anti-Cancer Alkaloid and Flavonoid Extracted from the Erythrina variegata (Leguminoseae) Plant Herlina, Tati; Supratman, Unang; Subarnas, Anas; Sutardjo, Supriyatna; Amien, Suseno; Hayashi, Hideo
Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Vol 2, No 3 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4.399 KB)

Abstract

Erythrina plants, locally known as “dadap ayam”, are higher plant species and have been used as a folk medicine for treatment of cancer. To prove the effectiveness of the leaves and stem bark of E. variegata as an anti-cancer agent, the assay in this research was focused on in vitro  test  towards  breast  cancer  cell  T47D.  In  the course  of  our  continuing  search  for novel anti-cancer agent from Erythrina plants, the methanol extract of the leaves and stem bark of  E. variegata  showed  significant  anti-cancer  activity  against  breast  cancer  cell  T47D  in  vitro  using the Sulphorhodamine B (SRB) assay. By using the anti-cancer activity to follow the separations, the methanol extract was separated by combination of column chromatography. The chemical structure  of  an  anti-cancer  compounds  were  determined  on  the  basis  of  spectroscopic evidence  and  comparison  with  the  previously  reported  and  identified  as  an  erythrina  alkaloid (1)  and  isoflavonoid  (2).  Compounds  (1-2)  showed  anti-cancer  activity  against  breast  cancer cell  T47D  used  with  IC50  of    1.0  and  3.3  µg/mL,  respectively.  This  results  strongly  suggested that E. variegata is promising sources for anti-cancer agents.Keywords: Anti-cancer, Erythrina variegata, Leguminoseae
Aktivitas Antimalaria Daun Erythrina variegata Herlina, Tati; Supratman, Unang; Subarnas, Anas; Sutardjo, Supriyatna; Abdullah, Noor Rain
Jurnal Natur Indonesia Vol 10, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jnat.10.1.36-41

Abstract

The leaves of Erythrina variegata (Leguminosae) used tradisional plant of an antimalarial. In the course of our continuing search for novel an antimalarial compound from Erythrina plants, the methanol extract of the leaves ofE. variegata showed significant antimalarial activity in vitro toward Plasmodium falciparum in vitro using the lactate dehydrogenase (LDH) method. The methanol extract of the leaves of E. variegata showed against bothstrains of parasite with IC50of 6.8 ?g/ml against K1 and > 60 ?g/ml against 3D7, respectively. The methanol extract of the leaves of E. variegata was separated by using bioassay-guide fractionation. The n-buthanol fraction yieldedthe most activity, exhibiting equipotency against both strains of parasite with IC50of 5.1 ?g/ml against K1 and 13.5 ?g/ml against 3D7, respectively. Furthermore, by using the antimalarial activity to follow separation, the n-buthanol fraction was separated by combination of column chromatography to yield an active compound. The active compound showed antimalarial activity against both strains of parasite used with IC50 of 4.3 ?g/ml against K1 and 23.5 ?g/ml against 3D7, respectively. Its inhibition of the resistant strain (K1) was also much better compared to its inhibition of the sensitive strain (3D7), indicated that the leaves of E. variegata to be potential as antimalarial agents, but its lower potency compared to artemisinin and chloroquin.
Kuersetin dari Daun Erythrina poeppigiana (leguminosae) Herlina, Tati; Supratman, Unang
Jurnal Natur Indonesia Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.854 KB) | DOI: 10.31258/jnat.17.1.1-4

Abstract

Erythrina plants known plants “dadap” is a higher plant that grows in tropical and subtropical regions. E. poeppigiana plants was a source of secondary metabolites, which contain flavonoids. This study aims to isolate the flavonoid compounds from the leaves of  E. poeppigiana through the stages of extraction, fraction, separation and purification. E. poeppigiana leaves powder (2.5 kg) was extracted with methanol and partitioned with n-hexane and ethyl acetate. Furthermore, the separation of ethyl acetate of E. poeppigiana leaves fraction using a combination of column chromatographic was obtained pure compound (5 mg) in the form of a yellow amorphous  solid. The chemical structure of pure compound was based on the data spectroscopy (MS, UV, IR, 1H-NMR and 13C-NMR) and identified as the compound 3,3 ‘, 4’, 5,7-pentahidroksiflavon or known as quercetin.
SENYAWA AKTIF ANTIKANKER PAYUDARA DAN ANTIMALARIA DARI TUMBUHAN DADAP AYAM (ERHYTHRINA VALERIEGATA) SECARA IN VITRO Herlina, Tati; Syafruddin, Syafruddin; Udin, Zalinar
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 19, No 1 (2012)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Tumbuhan Erythrina variegata (Leguminosae) secara tradisional dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai obat antikanker dan antimalaria. Bagian tumbuhan ini yang biasa digunakan sebagai bahan pengobatan adalah daun dan kulit batang, tapi kandungan senyawa kimia aktif biologisnya belum banyak dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan senyawa aktif antikanker dan antimalaria secara in vitro yang terdapat di dalam daun dan kulit batang E. variegata. Penelitian dilakukan dengan cara ekstraksi metanol dan fraksionasi dari daun dan kulit batang E. variegata yang dipandu dengan uji antikanker secara in vitro terhadap sel kanker payudara T47D menggunakan metode Sulforodamin B (SRB) dan uji antimalaria secara in vitro terhadap Plasmodium falciparum 3D7 (sensitif klorokuin) dan K1 (resisten klorokuin) menggunakan metode laktatdehidrogenase (LDH). Selanjutnya dilakukan pemisahan fraksi etil asetat daun dan kulit batang E. variegata yang dipantau dengan uji antikanker dan antimalaria secara in vitro menggunakan kombinasi kolom kromatografi diperoleh tiga senyawa aktif (1, 2, dan 3). Struktur kimia senyawa aktif (1, 2, dan 3) ditetapkan berdasarkan data-data spektroskopi dan diidentifikasikan sebagai turunan triterpenoid pentasiklik glikosida(1); flavonoid, eristagallin A (2); dan steroid, (22E)-5α,8α-epidioksiergosta-6,22-dien-3β-ol (3). Senyawa (1) menunjukkan aktivitas antimalaria secara in vitro terhadap P. falciparum strain 3D7 (sensitif klorokuin) dengan IC50 1,8 µg/mL dan terhadap strain K1 (resisten klorokuin) dengan IC50 3,3 µg/mL. Senyawa (2) dan (3) menunjukkan aktivitas antikanker secara in vitro terhadap sel kanker payurada T47D dengan IC50 masing-masing 3,0 dan 3,2 µg/mL. Tumbuhan E. variegata mempunyai potensi sebagai bahan dasar obat herbal antikanker payudara dan antimalaria.
Senyawa Antikanker dari Dadap Ayam (Erythrina variegata) Herlina, Tati
Indonesian Journal of Cancer Vol 3, No 4 (2009): Oct - Dec 2009
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.633 KB)

Abstract

Dadap ayam (Erythrina variegata) secara tradisional dikenal oleh masyarakat lokal sebagai obat antikanker. Bagian tumbuhan ini yang biasa digunakan sebagai pengobatan adalah daun, tetapi kandungan senyawa kimia aktif biologisnya belum banyak dilaporkan. Pencarian komponen aktif yang terdapat di dalam tumbuhan E. variegata sangat penting sebagai nilai tambah untuk bahan obat herbal antikanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa yang beraktivitas antikanker dari bagian daun dan kulit batang E. variegata secara in vitro terhadap sel kanker payudara T47D. Penelitian dilakukan dengan cara ekstraksi metanol dan fraksionasi dari daun serta kulit batang E. variegata yang dipandu dengan uji antikanker secara in vitro menggunakan metode Sulforhodamin B (SRB). Selanjutnya, fraksi aktif dipisahkan komponen-komponennya dengan kombinasi kolom kromatografi yang dipandu dengan uji antikanker secara in vitro, diperoleh tiga senyawa aktif (1-3). Struktur kimia senyawa aktif (1-3) ditetapkan berdasarkan data spektroskopi dan perbandingan data dari senyawa yang berhubungan dari penelitian sebelumnya, dan diidentifikasikan sebagai turunan steroid (1-3). Senyawa (1-3) memperlihatkan aktivitas antikanker secara in vitro terhadap kanker payudara T47D dengan IC50 masing-masing 6,5; 5,3; dan 3,2 ?g/ml. Daun dan kulit batang E. variegata menunjukkan sumber bahan antikanker payudara.Kata kunci: antikanker, Erythrina variegata, sel kanker payudara T47D
SENYAWA HASIL ISOLASI DARI TUMBUHAN KI ENCOK (Plumbago Zeylanica) YANG BERAKTIVITAS ANTIBAKTERI PENYAKIT MULUT DAN GIGI Julaeha, Euis; Herlina, Tati; Mayanti, Tri; Wibisono, Aditya Seiza; Yulisar, Riza; Diantini, Ajeng
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.711 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n2.9158

Abstract

Plumbago zeylanica (Ki Encok) merupakan salah satu tumbuhan obat multifungsi yang banyak ditemukan di Indonesia. Daun dan akarnya berkhasiat sebagai obat pada berbagai penyakit termasuk anti jamur dan anti bakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui senyawa bioaktif antibakteri yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit gigi dan mulut. Dari hasil pemisahan dan pemurnann fraksi aktif, tiga senyawa telah berhasil diisolasi dari ekstrak n-heksana dan etilasetat daun Ki Encok (Plumbago zeylamica), yaitu 3β-galaktosasitosterol (1), epi-isoshinanolon (2), dan metil 2,4-dihidroksibenzoat (3). Ketiga senyawa tersebut telah diuji aktivitasnya terhadap bakteri untuk penyakit mulut dan gigi yaitu Streptococcus mutan dan Streptococcus sanguinis. Hasilnya, diameter zona hambat dari senyawa 1, 2, dan 3 terhadap bakteri S. Sanguinis berturut-turut sebesar 12,0; 10,3; dan 12,0 mm, sedangkan terhadap bakteri S. Mutans berturut-turut sebesar 13,3; 11,7; dan 13,5 mm.
UJI AKTIVITAS ANTIMALARIA EKSTRAK ETANOL DAUN COCOR BEBEK (Kalanchoe blossfeldiana Poelln.) pada Plasmodium falciparum 3D7 Hermanto, Faizal; Yun, Yenny Febriani; Aisyah, Lilis Siti; Saputra, Tri Reksa; Hakim, Arif Rahman; Ningsih, Ade Kania; Herlina, Tati; Julaeha, Euis; Zainuddin, Achmad; Supratman, Unang
Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.62 KB) | DOI: 10.26874/kjif.v2i2.18

Abstract

Malaria merupakan salah satu masalah serius yang dialami oleh beberapa negara tropis karena meningkatnya parasit malaria (Plasmodium) yang resisten terhadap obat-obat antimalaria. Oleh sebab itu perlu dicari obat antimalari baru, salah satunya tanaman cocor bebek (Kalanchoe blossfeldiana Poelln.) digunakan secara luas oleh masyarakat indonesia sebagai tanaman obat dan tanaman hias. Penelitian ini diawali dengan proses pembuatan ekstrak etanol daun cocor bebek menggunakan alat maserator dan etanol 96% sebagai pelarut. Plasmodium falciparum 3D7 yang akan digunakan dalam uji, terlebih dahulu dilakukan kultur sinambung sesuai metoda Trager and Jansen. P. falciparum  ditempatkan ke dalam lempeng sumur 24 masing-masing berisi 1 mL dengan tingkat  parasitemia ± 1% dalam medium RPHS. Diseluruh sumur, medium RPHS diganti dengan medium RPHS yang mengandung ekstrak etanol daun cocor bebek berbagai konsentrasi (1 sampai1x10-7 µg/mL).  Kultur diinkubasi selama 48 jam, setelah inkubasi parasit dipanen dan dibuat sediaan apusan darah tipis yang diberi pewarnaan Giemsa. Uji aktivitas antimalaria ditentukan dengan parasitemia, persen pertumbuhan dan hambatan parasit. Data dianalisis secara statistika menggunakan metode analisis probit untuk menghitung hambatan parasit sebesar 50% (IC50). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun cocor bebek memiliki efek antimalaria dengan nilai IC50 sebesar 0,022 µg/mL.
POTENCY OF ANTIOXIDANT, ANTICHOLESTEROL AND PLATELET ANTIAGGREGATION OF BLACK TEA (Camelia sinensis ) Widowati, Wahyu; Herlina, Tati; Ratnawati, Hana; Mozef, Tjandrawati; Immanuel, Victor
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 22, No 1 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v22n1.2011.%p

Abstract

Epidemiological studies have shown an in-verse correlation betweendiets rich in po-lyphenols, flavonoids and reduced risk of cardiovasculardisease. These associationswere mainly ascribed to the antioxidant, antiaggregation and anticholesterol capa-city of polyphenols. This association has been explained that atherogenesis is ini-tiated by hypercholesterol, lipid peroxida-tion and hyper aggregation platelet. The research was carried out to evaluate anti-oxidant, anticholesterol and antiaggrega-tion activities of methanol extract and frac-tions of black tea (Camelia sinensis). To evaluate antioxidant activity of methanol extract and fractions were compared  with (-)-Epigallocatechine 3-gallate (EGCG), an-ticholesterol activity were compared with simvastatin and antiaggregation activity were compared with aspirin. Antioxidant activity using the 1,1-diphenyl-2-picryl-hy-drazyl (DPPH) free radical scavenging acti-vity at two concentrations 100 µg/mL, 50 µg/mL and anticholesterol was cholesterol oxidase activity at two concentrations 0.005 µg/mL, 0.0025 µg/mL, the antiag-gregation  activity  used epinephrine (EPN)agonist at two concentrations 300 μM, 75 μM and one concentration 37.1 µg/mL of methanol extract and fractions of black tea. To know the difference of treatment, the data were analysed using Analysis of Variance (ANOVA) and be continued Dun-can’s new multiple range test. The results showed that DPPH scavenging activity were high (88.59-93.556%), the anticho-lesterol showed high activity (93.663-97.434%) and the antiaggregation sho-wed low up to high activity (79.967-4.31%). Using Duncan’s new multiple ra-nge test showed that anti-oxidant activity were not different among extract and fractions of black tea,the highest anti-cholesterol activity was black tea extract 0.005 µg/mL (97.434%) and the highest antiaggregation activity was ethyl acetate fraction on 75 μM EPN agonist (4.310 %), water fraction 37.1 µg/mL with 300 μM EPN agonist (21.833%).
ISOLASI DAN MOLECULAR DOCKING SENYAWA 6,7-DIHIDRO-17-HIDROKSIERISOTRIN DARI DAUN DADAP BELENDUNG (Erythrina poeppigiana) TERHADAP AKTIVITAS SITOTOKSIK ANTIKANKER PAYUDARA MCF-7 Mardianingrum, Richa; Herlina, Tati; Supratman, Unang
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.399 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n3.9213

Abstract

Erythrina (Leguminose) memiliki jumlah alkaloid paling banyak jika dibandingkan dengan senyawa metabolit sekunder lainnya, sehingga tumbuhan Erythrina dikenal dengan sebutan alkaloid eritrina. Erythrina yang paling banyak tumbuh di Indonesia adalah E. poeppigiana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan senyawa aktif antikanker payudara MCF-7 secara in silico yang terdapat di dalam daun E. poeppigiana. Alkaloid dipisahkan dan dimurnikan melalui tahapan ekstraksi, fraksinasi, pemisahanan dan pemurnian yang dipandu dengan uji Dragendorff, senyawa alkaloid yang diperoleh diuji antikanker secara in silico terhadap reseptor EGFR2 yang bekerja pada sel kanker payudara MCF-7 menggunakan program ArgusLab dengan pembanding canertinib dan parameter yang diukur adalah energi bebas Gibbs ikatan (ΔG) dan konstanta inhibisi (Ki). Hasil dari penelitian ini diperoleh senyawa alkaloid golongan isokuinolin yakni 6,7-dihidro-17-hidroksierisotrin. Senyawa 6,7-dihidro-17-hidroksierisotrin diprediksi mempunyai aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara MCF-7 dengan nilai ΔG (Kcal/mol) dan Ki (nM) masing-masing sebesar -8,11457 dan 1,12.10-6. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tumbuhan E. poeppigiana mempunyai potensi sebagai bahan dasar obat herbal antikanker payudara.