Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

TURKEY’S ENGAGEMENT IN THE CONFLICT OF NAGORNO-KARABAKH Muhammad Rois Adzkia; Sugeng Riyanto
Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan Vol 13, No 2 (2021): Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan
Publisher : Jurusan Ilmu Hubungan Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jsdk.v14i2.4833

Abstract

The background of the Nagorno-Karabakh conflict is the struggle for the territory between Azerbaijan and Armenia. Because internationally the territory is recognized as belonging to Azerbaijan, the majority of its population is the Armenian diaspora. This issue is considered important because the region is quite strategic internationally and involves many actors. This research was conducted to find out why Turkey was involved in this conflict. Where the results concluded that Turkey has an interest in securing energy supplies, selling weapons, reducing Russia's influence, and strengthening its influence in the international world besides helping Azerbaijan crush the separatist groups in Nagorno-Karabakh who want to escape from Azerbaijan.
Islam dalam Politik Luar Negeri Singapura Sugeng Riyanto; Bambang Cipto; Tulus Warsito; Surwandono Surwandono
Jurnal Hubungan Internasional Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/hi.72138

Abstract

The Malay Moslem community is actually a minority group in Singapore, which consist 14.3%, while Chinese ethnic is a majority with 76%. The previous studies on minority in Southeast Asia such as Thailand, Philippines and Myanmar showed that mostly the Muslim minority was treated as marginal community and political pressure. This study is to seek whether the Malay Muslim in Singapore has been treated as well as it in neighbor or contrary Malay Moslem has a different position and role in Singaporean politics. Furthermore, in term of foreign policy, this study is going to find the influence of Moslem existance, whereas Singapore is well-known as a secular state. In Singaporean leader’s perspectives, Islam is a threat, as it has been shown in several communal riots during the early history of Singapore, pressure from Malaysia and Indonesia. This is a vulnerable situation for Singapore. Therefore, Singapore addressed moderate policies toward Moslem through accommodation of Islam with several Islamic friendly policies in the country, and accommodation of Malaysian and Indonesian interests. In the other hand, Singapore also anticipates the threat from neighbors through close relations with United States and its allies.
PENGUATAN KAPASITAS ORGANISASI ECOSISTA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK Sugito Sugito; Sugeng Riyanto
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.756 KB)

Abstract

Bagi masyarakat di Timor Leste, permasalahan terbesar dalam hal sampah plastik adalah rendahnya kapasitas negara dalam mengelola sampah, rendahnya kesadaran masyarakat akan bahaya sampah, dan juga kurangnya keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah. “Ecosista” sebagai LSM yang bergerak dalam edukasi kepada masyarakat tentang sampah dan pengolahan sampah menjadi barang yang benilai ekonomi telah memberikan kontribusi penting bagi gerakan masyarakat sipil dalam pengelolaan sampah di Timor Leste. Namun demikian, ECOSISTA memiliki hambatan berupa rendahnya kemampuan pemanfaatan media digital untuk kampanye, minimnya kreativitas pengelolaan sampah, dan peralatan yang kurang mendukung kreativitas. Pengabdian masyarakat ini berkolaborasi dengan “Ecosista” untuk meningkatkan kapasitas organisasinya agar dapat lebih optimal dalam kampanye dan pengelolaan sampah plastik di Becora, Dili, Timor Leste. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan adalah pelatihan pemanfaatan sosial media, pembuatan sosial media, pelatihan pengelolaan sampah plastik, dan workshop strategi mendapatkan pendaan dari lembaga donor. Selain itu, dalam program ini juga diberikan peralatan pengolahan sampah plastik untuk meningkatkan kualitas dan jenis barang dari olahan sampah plastik. Program ini dapat diterima dengan baik oleh mitra dan berhasil meningkatkan media kampanye dan jenis-jenis produk untuk dapat dijual.
Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Inovasi Dakwah Muhammadiyah di Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tempel, Sleman, Yogyakarta Sugeng Riyanto; Zein Munfarih Muktaf
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.56.919

Abstract

Era industri 4.0, ditandai dengan digitalisasi dalam berbagai bidang, termasuk dalam komunikasi dan penyiaran Islam (dakwah). Berbagai lembaga dakwah dalam naungan organisasi massa yang besar maupun para da’i yang populer, lebih banyak memilih jalur dakwah digital dibandingkan dengan model analog ataupun pertemuan yang bersifat luring. Dakwah digital dapat disebarkan melalui berbagai media sosial seperti Instagram, Facebook, Youtube, maupun Whatsapp. Dakwah digital mempunyai keunggulan yakni biaya yang lebih murah, jangkauan yang lebih luas serta lebih dapat terencana dengan baik, terutama untuk menghindari kesalahan spontan. Pengabdian ini bertujuan untuk melatih Angkatan Muda Muhammadiyah di PCM Tempel, untuk melakukan dakwah melalui media digital. Metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah diskusi dan pelatihan untuk membuat konten dalam melaksanakan dakwah digital aik melalui poster, podcast maupun video. Kegiatan ini diikuti oleh 15 Anggota AMM Tempel yang akan bertanggung jawab untuk melakukan dakwah digital di lingkungan PCM Tempel. Narasumber dari materi konten dapat diambil dari para ustadz atau ustadzah, pimpinan cabang, atau tokoh Muhammadiyah.
Rintisan Usaha pada UMKM Sekarwangi Bangunsari melalui Pelatihan Inovasi Produk Olahan Lele Sugeng Riyanto; Wahyuni Kartikasari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.936

Abstract

Dusun Bangunsari, Bangunkerto, Turi, Sleman, semula dikenal sebagai salah satu dusun sentra penghasil Salak Pondoh. Seiring dengan laju pengembangan pertanian di Indonesia, harga Salak Pondoh kian merosot dan tidak lagi dapat diandalkan sebagai penghasil utama penduduk. Di samping memerlukan diversifikasi dalam pengolahan hasil produksi Salah Pondoh, perlu juga dikembangkan potensi produk lain dalam upaya pengembangan kewirausahaan. Dusun Bangunsari mempunyai kekayaan air yang melimpah dan banyak dimanfaatkan sebagai sumberdaya peternakan ikan, dalam hal ini adalah ikan Lele. Banyaknya produksi ikan Lele menjadi pendorong untuk melakukan diversifikasi olahan Lele agar mempu menaikkan nilai jual ikan Lele. Pengabdian ini bertujuan melakukan inovasi pengolahan produk ikan Lele dalam bentuk Abon Lele dengan peserta anggota UMKM Sekarwangi yang ada di dusun tersebut. Metode pengabdian dilakukan melalui tiga tahap. Pertama adalah sosialisasi inovasi kewirausahaan, kedua dengan melakukan praktik. Dalam praktik ini didatangkan seorang pelatih pembuat Abon Lele yang diikuti oleh anggota UMKM Sekarwangi. Ketiga adalah dengan melakukan pendampingan marketing yang dilakukan oleh mahasiswa KKN. Pengabdian ini telah berhasil melatih anggota UMKM Sekarwangi hingga mampu membuat olahan abon Lele secara mandiri dan sekaligus packing serta praktik cara-cara pemasaran.
Pelatihan Inovasi Promosi Desa Wisata Kelor Pemanfaatan Media Digital Sugeng Riyanto; Wahyuni Kartikasari; Zain Munfarih Muktaf
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.948

Abstract

Desa Wisata Kelor merupakan salah satu usaha dari masyarakat di Padukuhan Kelor Kalurahan Bangunkerto, Turi, Sleman, yang telah dirintis sejak 2007. Situs yang ditawarkan oleh desa wisata ini adalah kampung salak, kampung sejarah, aneka tempat outbound dan penginapan. Dalam perkembangannya muncul berbagai kompetitor desa wisata sejenis di Kecamatan Turi seperti, Gadung, Pulesari, Pancoh, Kaliaji dll. Desa wisata sempat mengalami kemandegan oleh sebab pandemi covid-19. Setelah destinasi pariwisata diizinkan kembali beroperasi, desa wisata kelor masih sepi dari pengunjung. Abdimas ini bertujuan untuk memberikan pelatihan promosi wisata menggunakan media sosial agar pengunjung menjadi ramai. Abdimas ini dilakukan dengan metode diskusi problematika desa wisata dan pelatihan tentang media digital sebagai media promosi melalui pengembangan website, youtube dan tiktok. Pengabdian ini berhasil mendiskusikan akar permasalahan desa wisata kelor serta solusi promosi berupa pemanfaatan media digital. Media digital menjadi alternatif promosi wisata yang efektif untuk menarik wisatawan yang mengunjungi desa wisata kelor.
Pengenalan dan Pemanfaatan Media Digital Sebagai Sarana Branding Marketing Produk Inovasi Karangtaruna Kepuh Wetan Wirokerten Banguntapan Sugeng Riyanto; Ratih Herningtyas
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.966

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak buruk terhadap perekonomian masyarakat, terutama sekali ketika diberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat oleh pemerintah. Sentra sentra kegiatan ekonomi masyarakat seperti pasar, mall, restaurant, warung banyak yang harus kehilangan pendapatan akibat dari kebijakan tersebut. Salah satu yang terkena dampaknya adalah masyarakat di Dusun Kepuh Banguntapan Bantul. Potensi pengembangan UMKM di masyarakat ini cukup tinggi mengingat kampung ini mempunyai potensi khususnya pada generasi muda. Disinilah muncul permasalahan tentang bagaimana melakukan kegiatan ekonomi di era pandemi khususnya dalam hal marketing atau pemasaran. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencari variasi baru tentang marketing di era pandemi. Metode yang dilakukan adalah melalukan pengenalan dan pelatihan mengenai potensi marketing melalui media digital. Belajar dari berbagai aplikasi digital marketing seperti Shoppie, Blibli, Gofood, Gosend dan lain lain, generasi muda Kepuh mempunyai peluang yang sama untuk memanfaatkan media digital tersebut. Hasilnya, pengenalan dan pelatihan yang diberikan oleh akademisi dan praktisi mampu menggugah dan melatih minat generasi muda Kepuh untuk mencoba memanfaatkan media digital sebagai media promosi atau media iklan
UPAYA MILITER AZERBAIJAN DALAM MEMPERTAHANKAN PROVINSI NAGORNO KARABKH 2020 Rahmatul Linsani; Sugeng Riyanto
Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional Fajar Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Juni
Publisher : Prodi Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Fajar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47354/jiihif.v1i2.522

Abstract

This paper refers to the phenomenon of conflict that occurred in 2020 in the Caucasus region. Where this conflict occurred between two countries, namely Azerbaijan and Armenia, which fought over a territory of Nagorno-Karabakh province. The war, which lasted for 40 days or approximately six weeks, was a concern for many parties. Every effort has been made to resolve this conflict both negotiation and mediation. This research uses qualitative methods that will make literature studies in helping to provide maximum results in this research. This research focuses more on Azerbaijan's reasons why it prefers to take on the policy of confrontation in the resolution of the 2020 conflict. Using John Lovel's strategy, the policy adopted by Azerbaijan is the right strategy taking into account its capabilities and the strategy of the opposing country. This research is expected to help international relations studies in providing references and becoming reference material in research in the same region.