Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Efek Pemberian Ekstrak Katekin Gambir (Uncaria gambir R.) Terhadap Reepitelisasi Dalam Penyembuhan Luka Bakar Derajat II Tikus (Rattus novergicus) Pada Fase Proliferasi Ilham, Nur Muhammad; Irrahmah, Miftah; Endrinaldi, Endrinaldi
Archives Pharmacia Vol 3, No 2 (2021): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar adalah sebuah masalah serius di bidang kesehatan, baik di negara berkembang maupun negara maju. Cepat lambatnya proses penyembuhan luka, selain dari faktor internal, juga dipengaruhi oleh zat-zat anti inflamasi yang terkandung di dalam obat yang diberikan selama perawatan luka bakar. Tanaman tradisional telah diteliti memiliki potensi untuk menyembuhkan luka, salah satunya Gambir (Uncaria gambir Roxb). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya efek pemberian ekstrak katekin gambir (Uncaria gambir Roxb.) terhadap penyembuhan luka bakar tikus (Rattus novergicus). Jenis penelitian ini adalah true experimental dengan rancangan post-test only control group design yang menggunakan hewan coba tikus sebagai objek penelitian. Terdapat 18 ekor tikus sebagai subjek penelitian yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok kontrol (K) menggunakan vaselin flavum, kelompok perlakuan 1 (P1) menggunakan ekstrak katekin gambir konsentrasi 45%, dan kelompok perlakuan 2 (P2) menggunakan ekstrak katekin gambir 35%. Masing-masing kelompok terdiri dari enam (6) ekor tikus. Plat logam (1,5 cm x 1,5 cm) yang dipanaskan digunakan untuk membuat luka bakar pada bagian dorsal tikus. Besar persentase pengerutan diameter luka diukur setiap hari dari hari pertama hingga hari ke dua puluh satu. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan signifikan dengan p < 0,05. Uji LSD menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada minggu ke tiga perlakuan antara kelompok perlakuan dan kelompok control. Pemberian ekstrak katekin gambir memberikan efek yang signifikan terhadap pengerutan diameter luka pada penyembuhan luka bakar tikus percobaan.
PERUBAHAN KADAR KIO3, GARAM BERIODIUM OLEH BUMBU MASAKAN Endrinaldi Endrinaldi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4, No 2 (2010): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v4i2.76

Abstract

Telah dilakukan penelitian kadar KI03 (iodium) garam yang bertujuan untuk membuktikan bahwa pemanasan serta berbagai bumbu masakan dapat merusak (mereduksi) KI03 (iodium) garam. Dalampenelitian ini dilakukan penentuan KI03 (iodium) berbagai garam yang beredar di Kota Padang dan penentuan kadar KI03 (iodium) garam yang dicampur dengan berbagai bumbu masakan, menggunakanmetoda iodometri. Hasil penelitian dari enam sampel garam beriodium yang beredar di Kota Padang menunjukan bahwa tiga sampel mempunyai kadar KI03 di atas 40 ppm sedangkan tiga sampel lainnya mempunyai kadar KI03 di bawah40 ppm. Penurunan kadar KIOs garam teijadi secara tidak bermakna (p>0,0 1 ) dalam air yang sudah dipanaskan. Tetapi penurunan kadar KI03 terjadi secara bermakna (p<0,01) pada campuran garam beriodium dengan kuah bumbu cabe, bawang merah, asam jawa, asam galuh dan kunyit yang belum dan telah dipanaskan dan campuran antara garam beriodium dengan kuah bumbu langkuas dan jahe yang telah dipanaskan. Danpenurunan kadar iodium yang paling cepat terjadi pada campuran garam beriodium dengan kuah bumbu cabe, dimana kadar KI03 garam menjadi nol ppm setelah campuran dididihkan selama 5 menit. Penggunaan garam beriodium yaitu dengan cara menambahkan garam beriodium pada makanan sebelum di konsumsi.
LOGAM-LOGAM BERAT PENCEMAR LINGKUNGAN DAN EFEK TERHADAP MANUSIA Endrinaldi Endrinaldi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 4, No 1 (2009): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v4i1.42

Abstract

Heavy metals are the hazardous substance that produced by industrial waste, included arsenic (As), lead (Pb), mercury (Hg) and cadmium (Cd). That heavy metal could cause acute and chronic body intoxication. Health effects of heavy metal intoxication such as nervous system, kidney, liver, bone, respiratory system, reproductive system, hematopoietic system, cardiovascular, gastrointestinal tract disorders. The manifestation of the toxic effect in tissue and organ is caused by interaction between heavy metal and important cell molecules thus destruct the structure and the function of the cell at the target organ.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Unmet Need KB Pasca-Salin IUD post-placenta di Kamar Rawat Pasca-bersalin RSUP DR. M. Djamil periode Januari-Maret 2013 Sari Handayani Utami; Desmiwati Desmiwati2; Endrinaldi Endrinaldi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v2i3.158

Abstract

AbstrakWanita pada periode post-partum memiliki angka unmet need terhadap kontrasepsi, padahal ini waktu yang tepat untuk mulai memakai kontrasepsi. Salah satu kontrasepsi pasca-salin terkini yang mulai disosialisasikan adalah IUD post-placenta. Namun demikian, masih belum banyak wanita pasangan usia subur yang menggunakan alat kontrasepsi ini bahkan mengetahuinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan unmet need KB pasca-salin IUD post-placenta. Jenis penelitian survey dengan desain cross sectional study. Waktu pengambilan data dari 12 Januari sampai dengan 12 Maret 2013. Sampel adalah wanita pasangan usia subur yang melahirkan pervaginam dan dipilih secara accidental sampling. Penelitian dilakukan pada 88 orang responden dengan 50 orang bukan akseptor KB IUD post-placenta dan 38 orang akseptor KB IUD Post-placenta. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner melalui wawancara terpimpin. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan unmet need IUD post-placenta adalah faktor pengetahuan (p value = 0,001), sedangkan faktor lain yang tidak memiliki hubungan signifikan adalah faktor pendidikan (p value = 0,222), faktor status ekonomi (p value = 1,000), dan faktor konseling KB (p value = 0,583).Kata kunci: faktor yang berhubungan, unmet need, KB pasca-salin, IUD post-placentaAbstractThe women in post-partum period have unmet need rate to contraception, whereas it’s approriate time to start using contraception. One of recent post-partum contraception method is IUD post-placenta. But, only a few women of fertile age couple use this contraception even has known it. The purpose of this study was to determine the factors associated to unmet need of post-partum contraception IUD post-placenta. This survey study with cross sectional design study. The data was collected from January 12 until March 12 2013. The subject were women of fertile age couple who give birth per vaginam and selected by accidental sampling. This study had 88 respondents consists of 50 as not IUD Post-placenta acceptors and 38 respondents as IUD post-placenta acceptors. The data collected by using questionnaire through guided interview and analyzed through univariate and bivariate.The result of analysis showed that the factor had significant relation to unmet need of IUD post-placenta is knowledge (p value = 0,001), while another factors did not have significant relation are education level (p value = 0,222), economic level (p value=1,000), and family planning counselling (p value=0,583).Keywords:the relating factors, unmet need, post-partum contraception, IUDpost-placenta
Slide Malaria Positif pada Murid SDN 45 Pulau Karam Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Fitria Ramanda; Nurhayati Nurhayati; Endrinaldi Endrinaldi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i3.377

Abstract

Abstrak Penyakit malaria hingga saat ini masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Secara epidemiologi Indonesia merupakan daerah endemis mayor malaria di Asia tenggara. Kabupaten Pesisir Selatan adalah salah satu daerah endemis malaria di Sumatera Barat.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi parasit malaria berdasarkan umur, kenis kelamin dan angka hitung parasitnya (Parasite Count). Telah dilakukan penelitian pada murid SD 45 Pulau Karam dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh dengan pemeriksaan mikroskopis sediaan darah tebal dan tipis yang dipulas dengan pewarnaan Giemsa. Hasil penelitian terhadap 97 murid SDN 45 Pulau Karam didapatkan angka parasit sebanyak 28% dan spesies Plasmodium yang ditemukan seluruhnya merupakan Plasmodium falsiparum. Bedasarkan golongan umur, distribusi frekuensi parasit malaria tertinggi ditemukan pada umur < 10 tahun yaitu 59% dan berdasarkan jenis kelamin, di dapatkan persentase terbesar pada anak laki -laki yaitu sebesar 78%. Parasite Count pada slide darah yang positif parasit malaria yang tertinggi persenan adalah yang < 250/mm³ yaitu sebanyak 96%.Kata kunci: slide darah tebal dan tipis, Parasite Rate, Plasmodium falsiparum, Parasite Count.Abstract Malaria is still a health problem in Indonesia. Indonesia is a major malaria endemic areas in Southeast Asia. District Pesisir Selatan is one of the endemic areas in West Sumatera. The objective of this study was to find the frequency of malaria parasite based on species of malaria parasite, age, gendre and Parasite Count, a study was done on elementary student in SDN 45 Pulau Karam. This research was descriptive. Data obtained by microscopic examination of thick and thin blood preparations were daubed with Giemsa staining. The study of 97 students of SDN 45 Pulau Karam in getting the numbers as much as 28% and the Plasmodium species is found throughout Plasmodium falciparum. Based on the age group, the highest frequency distribution of the malaria parasite was found at age <10 years is 59% and base on gendre, in getting the largest percentage of boys is equal to 78%. Parasite Count on positive blood preparations of the highest malaria parasite gratuities are <250/mm³ as many as 96%.Keywords: thick and thin blood preparations, Parasite Rate, Plasmodium falciparum, Parasite Count.
Pengaruh Pemberian Tempe Terhadap Kadar Malondialdehid Hati Mencit Jantan Putih yang di Induksi Timbal Asetat Nurul Fadila; Fadil Oenzil; Endrinaldi Endrinaldi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i1.784

Abstract

Tempe adalah makanan berasal dari fermentasi kedelai dengan kandungan antioksidan yang dapat menghambat radikal bebas, seperti timbal. Malondialdehid (MDA) adalah indikator adanya radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh tempe terhadap kadar MDA Hati Mencit Jantan Putih yang dipapar Pbasetat. Penelitian telah dilakukan di laboratorium Farmasi dan Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Andalas pada bulan April 2015 hingga Mei 2015. Perlakuan diberikan selama 4 minggu dengan menggunakan 25 ekor mencit jantan putih yang dibagi kedalam 5 kelompok yang terdiri dari: K1 kelompok kontrol negatif; K2 kelompok kontrol positif yang diberikan Pb-asetat 40mg/kgBB/hari; P1 kelompok perlakuan dengan pemberian tempe sebanyak 5 g/kgBB/hari dan induksi Pb-asetat; P2 kelompok perlakuan dengan pemberian tempe sebanyak 10 g/kgBB/hari dan induksi Pb-asetat; dan P3 kelompok perlakuan dengan pemberian tempe sebanyak 20 g/kgBB/hari dan induksi Pb-asetat. Hasil penelitian menunjukkan kadar MDA hati kelompok K1 sebesar 4,95 nmol/ml, K2 sebesar 7,08 nmol/ml, P1 sebesar 6,73 nmol/ml, P2 sebesar 5,32 nmol/ml, dan P3 sebesar 6,26nmol/ml. Analisis uji Anova menunjukkan hasil yang signifikan (p=0,000). Disimpulkan bahwa pemberian tempe dapat menurunkan kadar MDA hati mencit yang dipapar Pb-asetat, dengan dosis tempe 10g/kgBB/hari yang mampu menurunkan kadar MDA hati bermakna secara statistik.
Analisis Kandungan Timbal pada Lipstik yang Terdaftar dan Tidak Terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan yang Dijual di Pasar Raya Kota Padang Feby Febriatama; Endrinaldi Endrinaldi; Zelly Dia Rofinda
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 4 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i4.904

Abstract

Lipstik merupakan kosmetik bibir yang digunakan oleh sebagian besar wanita. Lipstik tidak boleh mengandung bahan berbahaya seperti logam berat timbal karena dapat tertelan bersama makanan yang dikonsumsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan timbal pada lipstik yang terdaftar dan tidak terdaftar yang di jual di Pasar Raya Kota Padang. Pemeriksaan kandungan timbal dilakukan di Laboratorium Teknik Lingkungan Universitas Andalas dari Oktober 2017 sampai Maret 2018. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan sampel lipstik berwarna merah muda sebanyak 20 lipstik yang terdaftar di BPOM dan 13 lipstik yang tidak terdaftar di BPOM. Instrumen penelitian ini adalah spektrofotometer serapan atom. Hasil studi menunjukkan 20 lipstik yang terdaftar dan 13 lipstik yang tidak terdaftar di BPOM mengandung timbal, namun masih memenuhi syarat yang telah ditentukan BPOM 2011. Pada penelitian ini didapatkan kandungan timbal pada lipstik yang terdaftar di BPOM berada pada 0,74 ppm - 2,33 ppm dengan kandungan rerata 1,2555 ppm, sedangkan kandungan timbal pada lipstik yang tidak terdaftar di BPOM berada pada 2,03 ppm - 3,28 ppm dengan kandungan rerata 2,4300 ppm. Simpulan penelitian ini ialah seluruh sampel positif mengandung timbal namun masih memenuhi syarat yang telah ditentukan BPOM 2011 yaitu < 20 ppm dan terdapat perbedaan kandungan timbal pada lipstik yang terdaftar dan tidak terdaftar di BPOM.
Identifikasi Bakteri Escherichia Coli pada Air Minum Isi Ulang yang Diproduksi Depot Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Padang Selatan Fathoni Afif; Erly Erly; Endrinaldi Endrinaldi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i2.257

Abstract

AbstrakMenurut Permenkes No. 492 tahun 2010, air minum berkualitas dinilai dari parameter mikrobiologi adalah tidak ditemukannya bakteri total coliform dan Escherichia coli dalam 100 ml sampel. Menurut beberapa penelitian sebelumnya, banyak depot air minum isi ulang yang memproduksi air tidak sesuai dengan persyaratan secara mikrobiologi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kehadiran bakteri Escherichia coli pada air minum yang diproduksi depot air minum isi ulang di Kecamatan Padang Selatan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas pada sampel air yang didapat dari 13 depot yang tidak melakukan uji kualitas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Data diperoleh dengan cara observasi dan wawancara langsung. Penelitian mikrobiologi air menggunakan metode Most Probable Number (MPN) yang terdiri dari presumptive test dengan menggunakan media Lactose Broth (LB) dengan metode 3 tabung, confirmative test dengan menggunakan media Brillian Green Lactose Broth (BGLB), complete test dengan menggunakan media endo agar, dan tes identifikasi dengan menggunakan media uji biokimia. Hasil penelitian didapatkan bahwa 10 dari 13 sampel tercemar oleh bakteri coliform dan 2 sampel memenuhi syarat untuk penelitian selanjutnya secara kualitatif. Pada penelitian lanjutan, tidak ditemukan bakteri Escherichia coli namun ditemukan bakteri Pseudomonas aeruginosa.Kata kunci: escherichia coli, depot air minum isi ulang, MPN AbstractAccording to the Minister Regulation. 492 in 2010, assessed quality of drinking water in microbiological parameters is by the discovery of total coliform bacteria and Escherichia coli in a 100ml sample. According to some previous studies, many drinking water that produced by the depot does not conform to the microbiological requirements The objective of this study was to identify the presence of the Escherichia coli in drinking water produced by refill drinking water depot in the District of South Padang. Research had been carried out in the Laboratory of Microbiology, Faculty of Medicine, University of Andalas in water samples obtained from 13 depots that don’t test the quality. This research was a descriptive. Data obtained by direct observation and interviews. This research used Most Probable Number (MPN) test for the microbiological of the water that consist of presumptive test using Lactose Broth (LB), confirmative test using Brilliant Green Lactose Broth (BGLB), complete test using endo jelly media, and identification test using biochemistry test. The results showed that 10 of 13 samples contaminated by coliform bacteria and 2 samples eligible for further research that show there is a Pseudomonas aeruginosa.Keywords: escherichia coli, refill water depot, MPN
Identifikasi Bakteri Coliform pada Air Kobokan di Rumah Makan Kelurahan Andalas Kecamatan Padang Timur Ervan Arditya Kusuma; Roslaili Rasyid; Endrinaldi Endrinaldi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i3.374

Abstract

Abstrak Air kobokan merupakan media untuk cuci tangan yang banyak digunakan di rumah makan di  Kota Padang. Diare adalah penyakit yang ditularkan melalui air yang terkontaminasi oleh bakteri. Angka perkiraan kasus diare di Padang Timur merupakan yang tertinggi di Kota Padang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas mikrobiologi air kobokan di rumah makan di Kelurahan Andalas Kecamatan Padang Timur. Sebanyak 21 sampel yang diambil dan dibagi sesuai dengan sumber airnya yaitu 12 sumber air PDAM dan 9 sumber air sumur bor. Penelitian ini dibagi dalam dua tahap, tahap pertama:  pengambilan sampel dan observasi faktor yang mempengaruhi kontaminasi. Kedua: uji bakteriologi dengan metode Most Propable Number (MPN) yang meliputi uji penduga, uji konfirmasi dan uji lengkap.Seluruh sampel air kobokan mengandung bakteri coliform. Sebagian besar sampel tidak memenuhi syaratmikrobiologis sesuai dengan PERMENKES no 46 tahun 1990 dan hanya satu sampel yang berasal dari air PDAM memenuhi syarat mikrobiologis. Sampel yang berasal dari PDAM didapatkan 4 yang mengandung E.coli dan dari sumber sumur bor didapatkan 3 sampel mengandung E.coli dan lainnya mengandung bakteri lain seperti Klebsiella, Enterobacter dan Pseudomonas. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kebersihan wadah, lokasi rumah makan dan lokasi sumur bor.Kata kunci: air kobokan, most propable number (MPN). Abstract Water is the common use for hand washing in restaurant in Padang city. The research was conducted at restaurant in Andalas, East Padang. Diarrhea is a disease transmitted through water contaminated by bacteria.Morbidity of diarrhea in East Padang is the highest in Padang. The objective of this study was to identify microbiological quality of water for cleaning hand at Restaurant in Andalas sub-district, East Padang district. Total 21 sampels were taken and divided according to the water source is 12 by PDAM and 9 from dug well. This research implemented in two steps: taking the water for cleaning hand sample and also observing factor affecting contamination of the water for cleaning hand, then bacteriologi inspection using Most Propable Number (MPN) methods to presumptive test, confirmation test and complementary test. All of them sampel containing coliform bacteria. Almost of the sample unqualified according PERMENKES no 46 tahun 1990 and just only one sample from PDAM sourcequalified with microbiological requirement. Four sample from PDAM source contain E.coli bacteria and three sample from dug well contain E.coli bacteria too and the others contain another bacteria like Klebsiella, Enterobacter and Pseudomonas. It can be cause many factor like hygiene of container, restaurant location and dug well location.Keywords: water for cleaning hand, most propable number (MPN)
Pengaruh Timbal (Pb) Terhadap Kadar MDA Serum Tikus Putih Jantan Endrinaldi Endrinaldi; Asterina Asterina
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i3.197

Abstract

AbstrakTimbal (Pb) merupakan logam berat bersifat toksik yang konsentrasinya di lingkungan saat ini dipandang sebagai zat berbahaya. Pb dalam bentuk senyawa berasal dari pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor, emisi industry dan dari penggunaan cat bangunan yang mengandung Pb. Toksisitas Pb menghambat enzim yang berperan sebagai antioksidan dan merusak sel hati.Tujuan studi ini adalah untuk melihat pengaruh timbal (Pb) terhadap kadar malondialdehid (MDA) tikus putih jantan. Desain penelitian ini adalah eksperimental menggunakan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok kontrol, dan kelompok perlakuan dengan pemberian Pb asetat dengan dosis konsentrasi 5, 10, 20 dan 40 mg/kg BB selama 26 hari.Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan rerata kadar MDA serum secara bermakna (p < 0,05), setelah pemberian Pb asetat selama 26 hari. Peningkatan kadar MDA secara bermakna terjadi antara kelompok kontrol dibandingkan dengan kelompok tikus yang diberi dosis 5, 10, 20 dan 40 mg/kg BB.Kesimpulan yang dapat diambil dari studi ini adalah bahwa pemberian Pb asetat meningkatkan kadar MDA serum tikus.Kata kunci: Pb asetat, MDAAbstractLead (Pb) is atoxi cheavy metal concentrationsin the environment are now seenas a dangerous substance. Pb in the form of compounds derived from burningmotor vehicle fuel. Pb toxicityinhibitsan enzyme that acts as an antioxidant and liver cell damage.The purpose of this study was to observe the effect of lead (Pb) on levels of malondialdehyde (MDA) male whiterats. Experimental research design was used 25 white male rats were divided into five groups, namely the control group and the group treated with the administration of Pb acetate at a dose concentration of 5, 10, 20, and 40 mg / kg body weight for 26 days.The results showed an average increase in level of MDA, after administration of Pb acetate for 26 days were significantly (p <0.05). Increase in level of MDA of serum were significantly (p <0.05) occurred between the control group compared with the group of mice given a dose of 5, 10, 20 and 40 mg / kg bw.The conclusion from this study is that the administration of Pb acetate can increase the level of MDA serum mice.Keywords: Pb acetate, MDA