Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Usulan Konsep Design Ergoclass Menggunakan Evaluasi Cognitive Failure Questionnare dan DirecRT (Studi Kasus: Jurusan Matematika UIN SUSKA RIAU) Nofirza Nofirza; Mela Defi
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 19, No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v19i1.15012

Abstract

The classroom is one of the important factors in supporting lecturing activities. There are several facilities in the class which support the success of student learning processes namely chairs, tables, and blackboards as display aid in the lecturing. Mathematics UIN SUSKA Riau’s classroom does not currently consider cognitive ergonomics. This can be seen from complaints experienced by students while using facilities in the class. The purpose of this study is to improve the classroom considering cognitive ergonomics. This study used the CFQ method to determine the level of cognitive failure of students. Students are provideed with a test using the PEBL software to determine the reaction time speed in short-term memory and long-term memory. Based on this method, the student's cognitive failure rate is at moderate and high levels. As many as 65.5% of students are at moderate cognitive failure rates and 32.2% of students are at a high level of cognitive failure. The suggested design of the classroom is in the form of facilities design and an addition of a stage in front of the class, also a board with size based on the level of cognitive failure, complaints and anthropometry of students. The results of the study are expected to improve cognitive and student body posture, so the lecturing process can support the need of the students.Keyword: Antropomentric, classroom facilities, Cognitive Ergonomics
Pengembangan Usulan Perancangan Sistem Informasi Tugas Akhir di Jurusan Teknik Industri Nofirza Nofirza; Faulina Audinda; Harpito Harpito; Anwadi Anwardi
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 6, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.491 KB) | DOI: 10.24014/jti.v6i1.6511

Abstract

Prosedur pengurusan tugas akhir saat ini sudah mulai menggunakan sistem informasi berbasis web, akan tetapi beberapa fasilitas masih menggunakan proses manual. Tujuan penelitian yaitu mengevaluasi dan mengembangkan usulan perancangan sistem informasi tugas akhir yang ergonomi berdasarkan kebutuhan mahasiswa, koordinator dan dosen. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara ke mahasiswa, koordinator dan dosen. Evaluasi kebutuhan mahasiswa menjadi dasara dalam merancang aplikasi user interface dengan aturan display, pengaturan warna, perhitungan huruf dan pengujian sistem terhadap 3 dosen dan 23 mahasiswa. Hasil penelitian ini adalah sistem informasi tugas akhir  yang terintegrasi dan bisa diakses secara online yang diharapkan dapat membantu mahasiswa, koordinator dan dosen dalam pengelolaan di dalam program studi.
Perancangan Alat Bantu Memanen Karet Ergonomis Guna Mengurangi Resiko Musculoskeletal Disorder Menggunakan Metode RULA dan EFD Anwardi Anwardi; Nofirza Nofirza; Harpito Jasri
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 5, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v5i2.9000

Abstract

Proses pemanenan karet di Pulau Punjung masih dilakukan secara manual dengan dimulai dari aktivitas penyadapan hingga poses pemanenan, dapat diketahui proses pemanenan  dapat berpotensi menyebabkan keluhan dan cedera pada peresendian (MsDs). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan alat bantu pemanenan karet yang dapat mengurangi keluhan dan cedera pada pekerja saat melakukan proses pengambilan lateks dari mangkok. Metode yang digunakan adalah Ergonomic Function Deployment (EFD) untuk mengetahui kriteria dan dimensi alat yang sesuai denga kebutuhan pekerja dan diuji dengan mengunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Hasil penelitian menunjukan bahwa alat hasil rancangan dapat menurunkan keluhan pada aktivitas menjangkau karet dari level action level-3 menjadi action level-2, sedangkan untuk aktivitas pencongkelan karet dari level action-4 menjadi level action level-2. Hal ini terjadi karena alat hasil rancangan memeiliki dimensi panjang 36 cm dan lebar 16 cm yang dapat memperbaiki cara posisi kerja lebih ergonomi.  Kata kunci: Memanen Karet, RULA, EFD
Perfomansi Keberlanjutan Manufaktur Pabrik Kelapa Sawit di Riau Melfa Yola; Nofirza Nofirza
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 5, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.363 KB) | DOI: 10.24014/jti.v5i2.9005

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu sumber devisa terbesar di bidang perkebunan negara Indonesia. Banyaknya kelapa sawit di Indonesia menyebabkan terjadinya peningkatan perusahaan pabrik kelapa sawit untuk memproduksi minyak kelapa sawit. Namun banyaknya pabrik kelapa sawit mengakibatkan adanya permasalahan mengenai isu keberlanjutan perusahaan seperti terjadinya pencemaran air, tanah, sengketa kepemilikn lahan dan lain-lain. Oleh sebab itu, masing masing perusahaan dituntut untuk meningkatkan kinerja keberlanjutan berdasarkan aspek lingkungan, aspek ekonomi dan aspek sosial. Penenlitian ini menggunakan metode Analytical Hierarcy Process (AHP) yang berrguna untuk menentukan prioritas dari kriteria dan subkriteria. Hasil dari pembobotan di gunakan untuk menghitung kinerja keberlanjutan dari masing masing perusahaan yang ada di provinsi Riau sehingga diperoleh perusahaan yang memiliki kinerja yang terbaik. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa aspek ekonomi merupakan kriteria yang memiliki  persentase paling tinggi dibandingkan aspek lingkungan dan aspek sosial yaitu sebesar 38,53%, aspek lingkungan sebesar 29,62% dan aspek sosial sebesar 31,85%. hasil persentase perusahaan yang memiliki kinerja yang terbaik untuk aspek lingkungan sebesar 28,53%, aspek ekonomi 36,79% dan aspek sosial sebesar 30,04%.