Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGENALAN PUPUKORGANIK CAIR LIMBAH PASAR TRADISIONAL SEBAGAI MEDIA TUMBUH RUMPUT SETARIA (Setaria sphacelata) DI KELURAHAN MERSI, PURWOKERTO UTARA Hesti Nurlaeli
Dharmakarya Vol 8, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.603 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i1.20506

Abstract

Pengabdian masyarakat merupakan salah satu drai Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan oleh seorang dosen. Saat ini jenis pupuk kimia dan penggunaannya sudah banyak digunakan tanpa melihat resiko yang akan dihadapi kelak. Adapun solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan. Salah satu jenis pupuk yang dapat digunakan adalah pupuk organik cair limbah pasar tradisional yang telah di produksi di Pengelolaan Sampah Organik, Kelurahan Merci, Purwokerto Utara. Metodologi dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan melakukan penanaman rumput Setaria sp., dengan menggunakan pupuk organik cair limbah pasar tradisional. Penanaman dilakukan sampai ± 50 hari untuk dipanen. Selama proses tanam sampai panen, dilakukan pengamatan pertumbuhan rumput Setaria sp., dengan melihat tinggi, kanopi, jumlah anakan dan jumlah daun. Setelah melakukan penanaman sampai pemanenan, diukur tumbuh kembang Setaria sp., mengalami pertumbuhan dan perkembangan dengan baik. Seperti padi, rumput setaria tumbuh tinggi ke atas, jumlah kanopi yang melengkung, jumlah anakan dan jumlah daun yang banyak. Hal ini menunjukkan bahwa pupuk organik cair mampu menjadi media tumbuh Setaria sp., yang baik dan pupuk organik cair ini bisa dikenalkan lagi untuk menjadi media tumbuh jenis rumput lain yang berfungsi sebagai pakan ternak ruminansia. Meskipun hasil pertumbuhan ini tidak menunjukkan signifikan yang berarti. Dapat disimpulkan bahwa: 1) pupuk organik cair limbah pasar tradisional mampu menjadi media yang cukup baik dengan rumput Setaria sp., walaupun dalam hasil pertumbuhan rumput Setaria belum menunjukkan perubahan yang signifikan. 2) pupuk organik cair limbah pasar tradisional mempunyai kelebihan yang sama sebagai pupuk organik yang baik digunakan daripa penggunaan pupuk kimia yang dapat mencemari lingkungan
PENGARAHAN PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE DEMONTRASI DI SD NEGERI CIPOROS 03 KARANGPUCUNG, KABUPATEN CILACAP Hesti Nurlaeli
Dharmakarya Vol 10, No 2 (2021): Juni, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i1.21305

Abstract

Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi beirkutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan didukung dengan namanya kurikulum, pada kurikulum 2013, mata pelajaran tidak lagi terpisah-pisah, namun sudah terintegrasi menjadi satu, materi pelajaran dijadikan tema-tema, dan dari tema itu menjaid subtema. Dalam pelajaran IPA di SD, mulai dipelajari di kelas atas (kelas 4-6), pendidik diharapkan lebih inovasi dan kreatif dalam mengajar, apalagi dalam pelajaran IPA dimana, IPA itu pelajaran alam yang kalau hanya diberikan secara ceramah, pemberian tugas dan latihan saja maka akan kurang bermakna dan kurang membuat peserta didik memahami pelajaran IPA tersebut. Namun banyak juga pendidik yang masih banyak menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas karena banyaknya administrasi, hal-hal yang harus diisi dalam kurikulum 2013. Seperti di sekolah SD Negeri Ciporos 03 ini, pendidik merasa kesulitan dan beban saat kurikulum 2013, karena banyak sekali yang harus dikerjakan dan banyaknya metode pengajaran di kelas, maka akhirnya masih menggunakan cara-cara atau metode yang lama atau konvensional. Dengan demikian diperlukan pengarahan metode pembelajaran IPA yang menyenangkan, salah satunya adalah metode Demontrasi. Beberapa kelebihan dari metode demontrasi ini adalah dapat menghemat waktu, menghindari verbalisme, pembelajaran menjadi lebih menarik.
PENGETAHUAN DAN PSIKOLOGI ANAK SD KELAS ATAS SAAT MENGHADAPI MENSTRUASI PERTAMA KALI Hesti Nurlaeli; Maman Herman; Heri Indarto
Inspiratif Pendidikan Vol 10 No 1 (2021): JURNAL INSPIRATIF PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ip.v10i1.16654

Abstract

Mentruasi adalah salah satu bentuk perkembangan yang muncul pada anak perempuan, selain tumbuhnya payudara, panggul mulai membesar. Anak usia SD kelas atas umumnya usia 10-12 tahun jika saat kelas satu masuk usia 7 tahun. Menstruasi terjadi karena adanya pengaruh hormone reproduksi wanita yaitu estrogen dan progesterone. Menstruasi umumnya terjadi selama 7 hari. Menstruasi merupakan salah stau proses terjadinya kematangan seksual, menandakan anak sudah mengalami pubertas. Anak usia SD kelas atas termasuk dalam kateogi praremaja dan remaja awal, yang banyak mengalami perubahan selain tadi perubahan hormonal (salah satunya terjadi menstruasi), juga terjadi perubahan sosial emosi. Menstruasi sudah dialami pada anak usia 9-12 tahun atau usia 10-12 tahun di Sekolah Dasar, namun belum diketahui pengetahuan dan psikologi sosial anak dalam menghadapi menstruasi pertama kali. Dengan dmeikian tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan dan psikologi anak SD kelas atas (kelas IV-VI) saat menghadapi menstruasi untuk pertama kalinya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam dengan peserta didik. Penelitian dilakukan di SD N Tayem 01 dengan jumlah subjek yaitu 28 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Teknik analisis data yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat bahwa ada 14,3% kelas IV yang mengalami menstruasi; sebanyak 9,1% kelas V yang mengalami menstruasi dan sebanyak 60% kelas VI yang mengalami menstruasi. Kemudian secara keseluruhan jumlah sampel ada 71,4% yang telah mengalami menstruasi dan 28,6% yang belum mengalami menstruasi. Selanjutnya yang belum mengalami psikologi sosial emosi yaitu 25% dan yang mengalami psikologi sosial emosi adalah 75%. Anak kelas atas (kelas IV-VI) SD N Tayem 01 telah mempunyai cukup pengetahuan tentang menstruasi dan telah siap menghadapi datangnya menstruasi sehingga telah mengalami psikologi sosial emosi yang baik.
Analysis of Female Implicates in the Video “Cara Kodein Cowok Biar Cepet Merid” by Last Day Production Hesti Nurlaeli
Journal Corner of Education, Linguistics, and Literature Vol. 1 No. 1: August 2021
Publisher : CV. Tripe Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54012/jcell.v1i1.7

Abstract

A speech can also lead to a description of the principles of conversation. This also happened in Las Day Production's video “Cara Kodein Cowok Biar Cepet Merid”. This research aims to find out and describe the female characters’ utterances or the implicit forms of the in the video "Cara Kodein Cowok Biar Cepet Merid" by Last Day Production. The approach in this research uses pragmatic and qualitative descriptive. The data collection technique in this study was using the note-taking technique. The data analysis techniques used in this study were data triangulation, theory triangulation, and source triangulation. Triangulation of data was generated by recording the speech of a female character in the video "Cara Kodein Cowok Biar Cepet Merid" by Last Day Production. The theory triangulation refers to pragmatic theory, while the source triangulation is the video "Cara Kodein Cowok Biar Cepet Merid" by Last Day Production, which is downloaded on YouTube. The research results in the video "Cara Kodein Cowok Biar Cepet Merid” have 8 stories of female characters that contain implicatures.
Stunting pada Anak Usia 0-59 Bulan Di Posyadu Lestari, Desa Ciporos, Karangpucung, Cilacap Hesti Nurlaeli
Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.888 KB) | DOI: 10.24090/yinyang.v14i1.2858

Abstract

This study aims to determine whether there is stunting that occurs in children under five (0-59 months) at the Posyandu Lestari and what efforts can be made to prevent the occurrence of the stunting. This research was conducted at Posyandu Lestari, Ciporos Village, Karangpucung District, Cilacap Regency. This study uses a qualitative approach, the type of which is a case study, followed by data on the calculation of the nutritional status of children in May 2019. Data analysis techniques are the data analysis techniques of Miles and Huberman models. The results showed that 60% of toddlers 0-59 months in Posyandu Lestari had stunting and 40% of children under five were normal. of 60% stunting toddlers consist of 50% stunting in male toddlers and 50% stunting in female toddlers. It can be concluded that the percentage of stunting in Ciporos village, Posyandu Lestari is quite high and sufficient to be considered properly so that prevention is quickly carried out. One of them is the counseling from village midwives and the health office related so that parents better understand the balanced fulfillment of child nutrition.