Sizillia Noranda Mayangsari
Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Wisnuwardhana Malang, 65199, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SCAFFOLDING PADA PENYELESAIAN SOAL NON RUTIN TELESCOPIC Sizillia Noranda Mayangsari; Liza Tridiana Mahardhika
EDUTIC Vol 4, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/edutic.v4i2.3952

Abstract

AbstrakPenelitian inimerupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses scaffolding yang diberikan untuk menyelesaikan soal non rutin materi telescopic. Materi telescopicadalah salah satu bentuk pengembangan dari materi barisan dan deret yangsering ada disoal Olimpiade Sains Nasional. Berdasarkan hasil penelitian,peserta didik dapat memahami masalah dan dapat merekonstruksi bentuk deret menjadibentuktelescopic. Scaffolding yang diberikan adalah pada level 2 yaituexplaining (menjelaskan), reviewing (meninjau ulang), dan restucturing (membangun ulang pemahaman). Pemberian scaffolding pada level tertentu didasarkan pada hasil selesaian soal non rutin yang sudah dikerjakan oleh subyek penelitianberguna untuk membantu peserta didik dalam mengurangi kesalahan rekontruksi yang dibuat.Scaffolding juga diharapkan membantu peserta didik mengelaborasi pengetahuan yang dimilikinya agar semakin berkembang.Kata Kunci: OSN,scaffolding, soal non rutin, telescopic.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM PEMAHAMAN KONSEP OPERASI HITUNG PADA PECAHAN nia wahyu damayanti; Sizillia Noranda Mayangsari
EDUTIC Vol 4, No 1 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/edutic.v4i1.3389

Abstract

AbstrakPemahaman matematika sangat diperlukan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Siswa dituntut untuk memahami konsep matematika agar dapat menyelesaikan masalah matematika dengan benar. Namun, pemahaman konsep yang dimiliki antar siswa berbeda-beda. Perbedaan ini muncul disebabkan adanya kesalahan siswa dalam memahami konsep matematika. Selain itu, kesalahan siswa terjadi karena adanya skema yang belum dimunculkan dalam menyelesaikan soal  matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa terhadap pemahaman konsep operasi hitung pada pecahan. Penelitian termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ini, kesalahan yang dilakukan siswa yaitu berupa kesalahan pemahaman konsep operasi hitung pecahan. Oleh karena itu peran guru dalam memfasilitasi siswa dalam memahami konsep matematika mutlak diperlukan.Kata Kunci: analisis kesalahan, operasi hitung, pecahan.
APAKAH SISWA SEKOLAH DASAR PAHAM NILAI-NILAI KEWIRAUSAHAAN ? Sizillia Noranda Mayangsari
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 1 (2018): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v5i1a6.2018

Abstract

Abstrak Kecakapan hidup yang harus dipelajari anak sejak usia dini salah satunya adalah kewirausahaan. Siswa sekolah dasar adalah siswa dengan usia paling awal untuk mengkontruksi pengetahuannya dalam memahami apa itu kewirausahaan yang nantinya menjadi kecakapan hidup yang diharapkan menjadi pekerjaan di era milenia yang paling diharapkan oleh orang dewasa. Oleh sebab itu, perlu ditekankan dalam penelitian ini adalah pemahaman nilai-nilai kewirausahaan pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan mendeskripsikan nilai-nilai kewirausahaan yang dipahami oleh siswa sekolah dasar. Penelitian ini mengacu pada data yang berupa hasil wawancara dan observasi pada sekolah yang dijadikan subyek penelitian. Hasil penelitian berupa gambaran deskriptif bagaimana siswa sekolah dasar sudah mengenal nilai-nilai kewirausahaan antara lain percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, berani mengambil resiko, bertanggungjawab, jujur, kerja keras, dapat menjadi pemimpin yang baik, berorientasi ke masa depan, dan keorisinilan. Aplikasi dari nilai-nilai kewirausahaan ini pun sudah terlihat pada aktifitas sehari-hari yang dilakukan di sekolah yang menjadi subyek penelitian ini.Abstract Life skills that the children should be learn from an early age are entrepreneuship. Elementary school students is a students with the earliest age to construct their knowledge to understand what is entrepreneuship which later became the most expected live skills as the work  by adults. Therefore, it should be emphasized in this research is understood the values of entrepreneuship in elementary school students. This research is qualitative desccriptive research with purpose to descrptive values entrepreneuship which understood by elementary school students. This research refers to the data from interviews and observations at school as the subject of research. The result of the research is description how is the elementary school students already recognize values of entrepreneuship as confidence, oriented task n result, dare to the risks, responsible, honest, work hard, good leader, oriented the future and originality. Practice from the values entrepreneuship visible at daily activities on this school as subject of research.
ANALISIS KESALAHAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Luluk Ilmiyah; Sujoko Purnama; Sizillia Noranda Mayangsari
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 1 (2018): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v5i1a9.2018

Abstract

AbstrakTujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan-kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV. Identifikasi  latar  belakang  masalah  dari  penelitian  ini  adalah  masih  banyak  peserta didik  yang  mengalami kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita tentang  Sistem Persamaan Linier Dua Variabel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif  dengan  pendekatan  kualitatif.  Subjek  dalam  penelitian  ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 PAKIS, Kabupaten Malang yang berjumlah 31 peserta didik. Analisis dilakukan dengan menggunakan tahapan Newman. pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik masih melakukan  kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV. Dalam penelitian ini, ditemukan jumlah peserta didik yang malakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan tipe kesalahan tahapan Newman, yaitu 1). 4 peserta didik salah pada tahap Reading (membaca), 2). 6 peserta didik salah pada tahap Comprehension (memahami), 3). 6 peserta didik salah pada tahap transformation (transformasi), 4). 7 peserta didik salah pada tahap Process Skill (keterampilan proses), 5). 4 peserta didik salah pada tahap Encoding (pengkodean)AbstractThe purpose of this paper is to describe the errors of students in solving the problem of SPLDV story Identify the background of the problem of this research is still a lot of students who have errors in solving the story of the System of Two Variable Linear Equations. This research is a descriptive research with qualitative approach. Subjects in this study were students of class VIII SMP Negeri 1 PAKIS, Malang regency which amounted to 31 students. The analysis is done by using the Newman stages. data collection was conducted using test and non test instruments. The results show that most students still make mistakes in solving the SPLDV story problem. In this study, found the number of students who make mistakes in solving the story problem based on the type of error Newman stages, namely 1). 4 students are wrong at the Reading stage (reading), 2). 6 students are wrong at the Comprehension stage (understand), 3). 6 students are wrong at the transformation stage, 4). 7 students are wrong at Process Skill stage (process skill), 5). 4 students are wrong on the Encoding (encoding) stage.