Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Teacher's Specialized Content Knowledge on the Concept of Square: A Vignette Approach Mega Teguh Budiarto; Yusuf Fuad; Latief Sahidin
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jpm.15.1.11653.1-22

Abstract

In learning geometry, the discussion about the definition of quadrilateral is a material that is difficult and not easily taught by the teacher. This study aims to explore the teacher's specialized content knowledge about square. This is a descriptive-qualitative research. The process of selecting subjects begins with searching prospective subject data according to the level of the teacher through a portfolio of 82 teachers in South East of Sulawesi: (33 First Teachers, 33 Young Teachers, and 16 Intermediate Teachers). The research subjects consisted of three teachers, namely: First Teacher, Young Teacher dan Intermediate Teacher with score > 50. Data were taken using vignette. The results show that there is a difference when the teacher is asked to define a square with when given a definition of a square. First Teacher is accurate when given a square definition with the symmetry and diagonal axis attributes; the side attribute is not accurate in giving arguments to the square definition. Young Teacher is inaccurate when given the definition of a square with side and angle attributes; accurate with symmetry and diagonal axis attributes; but it is not accurate when given a square definition. Regarding attributes of side; Intermediate Teacher revealed that the side and angle attributes are inaccurate but accurate with the symmetry and diagonal axis attributes but do not appear / are not used when asked to define a square. Specialized content knowledge First Teacher is better because it has been able to reconstruct concepts from a square, but Young Teacher and Intermediate Teacher are still influenced by concept images and figural concepts.
Etnomatematika Usaha Kerajinan Anyaman Rotan Masyarakat Gresik dalam Perspektif Literasi Matematis Winda Putri Ayu Kusuma Wurdani; Mega Teguh Budiarto
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v12i1.15255

Abstract

Budaya sekitar dapat dijadikan sebagai bahan ajar dalam matematika. Pembelajaran matematika berbasis budaya disebut dengan etnomatematika. Salah satu bentuk budaya yang ada yaitu budaya masyarakat Gresik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan etnomatematika apa saja yang terdapat pada sistem mata pencaharian usaha kerajinan anyaman rotan, serta mendeskripsikan bentuk literasi matematis pada usaha kerajinan anyaman rotan masyarakat Gresik. Subjek penelitian ini yaitu 4 orang pengrajin anyaman rotan masyarakat Gresik. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Berdasarkan pengumpulan data ditemukan adanya konsep matematika pada usaha kerajinan anyaman rotan yaitu  terdapat aktivitas mengukur berupa konsep pengukuran dalam pembuatan kerajinan anyaman rotan serta terdapat konsep geometri pada bentuk kerajinan tersebut diantaranya yaitu  konsep lingkaran, bangun ruang sisi datar berupa balok, bangun ruang sisi lengkung berupa tabung tanpa tutup, dan transformasi (refleksi dan translasi). Dengan konsep matematika yang ditemukan tersebut dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika sehingga akan membantu siswa memahami konsep matematika serta memiliki kemampuan literasi matematis. Siswa harus memiliki kemampuan literasi matematis agar dapat menggunakan matematika secara kontekstual.
GEOMETRI DAN PERMASALAHAN DALAM PEMBELAJARANNYA (SUATU PENELITIAN META ANALISIS) Mega Teguh Budiarto; Rudianto Artiono
JUMADIKA Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Magister Pendidikan Matematika (JUMADIKA)
Publisher : Prodi Magister Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Pattimura Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.902 KB) | DOI: 10.30598/jumadikavol1iss1year2019page9-18

Abstract

Geometry teaches us not only about how to give appreciation for something, but also how to find connections that occur between geometry material and other lecture material. In addition, geometry also trains communication through exploration, discussion, conjecture and investigation. The problems that exist in basic geometry skills in a row are problems related to logic skills, drawing skills, visual skills, verbal skills, and applied skills. Based on geometric learning using analytical presentation, the problem of using axiomatic deductive is at the top, then the problem of perception. Misconceptions about visual processes and activities, and finally problems with the use of procedures, concepts, and principles
KONFLIK KOGNITIF MAHASISWA DALAM MEMAHAMI KONSEP GEOMETRI HIPERBOLIK DAN ELLIPTIK Mega Teguh Budiarto; Rini Setyaningsih
Jurnal Pendidikan Matematika (JUPITEK) Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Matematika (JUPITEK)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.62 KB) | DOI: 10.30598/jupitekvol2iss2pp69-76

Abstract

Using schemes of Euclid's geometrical concepts in long-term memory to understand hyperbolic geometry and elliptic geometry concepts with assimilation and accommodation allows for cognitive conflict. This study aims to reduce the occurrence of cognitive conflict by understanding the mathematical content of the three of Euclidean geometries, hyperbolic and elliptic. The research was conduct used descriptive exploratory. The results indicate that Euclid's geometry representation is still used in representing hyperbolic and elliptic geometry so that cognitive conflict occurs. Cognitive conflicts that occur are related to the position of two lines, parallels, two triangles with the same that correspond angles, intersects one of two parallel lines, the number of angles in a triangle, and Sacherri's valid hypothesis. The efforts that can be made to reduce the occurrence of cognitive conflict are to change existing schemes or create new schemes so that the information obtained can be combined into existing schemes in a deductive axiomatic approach to material content through the accommodation process
KEMAMPUAN METAKOGNITIF PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Anis Fauziana; Mega Teguh Budiarto; Wiryanto .
Jurnal Education and Development Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan metakognitif peserta didik SDN Klakahrejo I/578 dalam pembelajaran matematika Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Adapun teknik Pengumpulan data meliputi observasi dan tes. Sebelum soal tes diujikan akan dilakukan validitas isi selanjutnya dilakukan pembuktian reliabilitas soal tes. Instrumen tes digunakan untuk mengukur kemampuan metakognitif menggunakan tes kemampuan metakognitif (TKM) yang diadaptasi dari Schraw dan Dennison (1994). Hasil validitas TKM adalah 0,84 sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh butir pernyataan dalam tes ini memiliki validitas tinggi dan hasil output aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai Cronbach’s Alpha pada instrumen tes ini sebesar 0,844 dengan demikian r11 > 0,6 sehingga instrumen dalam penelitian ini dapat dikatakan reliabel. hasil tes kemampuan metakognitif peserta didik yang memiliki kemampuan metakognisi yang tinggi hanya 14,81% dari 27 peserta didik. Jumlahnya jauh lebih sedikit dari peserta didik yang memiliki kemampuan metakognisi sedang. Masih banyak peserta didik yang memiliki kemampuan metakognisi kategori sedang dengan persentase 11,11 % sedangkan peserta didik yang memiliki kemampuan metakognisi dengan kategori rendah sebanyak 74,07 %. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa kemampuan metakognitif peserta didik SDN Klakahrejo I/578 masih rendah. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai analisis kebutuhan untuk penelitian selanjutnya untuk melatihkan kemampuan metakognitif pada peserta didik Sekolah Dasar, khususnya SDN Klakahrejo I/578 dalam pembelajaran matematika
Conception of spherical triangle in terms of learning styles Ari Sriantini; Mega Teguh Budiarto; Yusuf Fuad
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v6i1.779

Abstract

This study aims to describe the conception of students in the material of spherical triangle in terms of learning styles. The conception of the students described based on the identification of students to spherical triangle and implementation spherical triangle to determine the distance of the ship and the course. Student representations of spherical triangles focused on calculating the parts of spherical triangles, the use of spherical rules for calculating distance and course of ships on a voyage. This research is an exploratory study with a qualitative approach. The subjects of this study were first semester students of the Nautica Program who have visual, auditory, and kinesthetic learning styles. The results showed that there were differences in conceptions between students who had visual, auditory, and kinesthetic learning styles. Lecturers are expected to have the right strategy in delivering lecture material, so that the material can be easily understood by students who have different learning styles.
LITERASI SPASIAL SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRI DITINJAU DARI PERBEDAAN GAYA BELAJAR Indah Prasetya Ningsih; Mega Teguh Budiarto; Siti Khabibah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.947 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3650

Abstract

Abstrak Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil literasi spasial siswa dalam menyelesaikan soal-soal geometri berdasarkan tinjauan perbedaan gaya belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah tiga siswa kelas VIII yang berkemampuan matematika tinggi dengan masing-masing gaya belajar visual, gaya belajar auditori, dan gaya belajar kinestetik. Instrumen pendukung pada penelitian ini adalah 1) angket gaya belajar; 2) tes kemampuan matematika; 3) tugas geometri; dan 4) pedoman wawancara. Hasil Penelitian ini adalah subjek dengan gaya belajar visual tergolong baik dalam domain visualisasi spasial dan penalaran spasial, tetapi lemah dalam komunikasi spasial. Subjek dengan gaya belajar auditori tergolong baik dalam visualisasi dan komunikasi spasial tetapi lemah pada penalaran spasial. Serta subjek gaya belajar kinestetik tergolong baik dalam komunikasi spasial tetapi lemah pada penalaran spasial. Kata kunci: gaya belajar; literasi spasial; geometri. Abstract The purpose of this study is to describe the profile of students spatial literacy in solving geometry problems based on a review of differences in learning styles. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. The subjects of this study were three grade VIII students who had high mathematical abilities with their respective visual learning styles, auditory learning styles, and kinesthetic learning styles. The supporting instruments in this study were 1) a learning style questionnaire; 2) math ability test; 3) geometry task; and 4) interview guide. The results of this study are subjects with visual learning styles classified as good in the domain of spatial visualization and spatial reasoning, but weak in spatial communication. Subjects with auditory learning style are good in visualization and spatial communication but weak in spatial reasoning. And the subject of kinesthetic learning styles is good in spatial communication but weak in spatial reasoning. Keywords: learning style; spatial literacy; geometry
KONSEP DAN AKTIVITAS MATEMATIKA DALAM PERMAINAN PATHENG DUDU Rachmaniah Mirza Hariastuti; Mega Teguh Budiarto; Manuharawati Manuharawati; Novita Purnamasari Supahmi
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 4, No 1 (2022): ALGORITMA Journal Of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v4i1.25058

Abstract

Patheng dudu adalah salah satu permainan tradisional dari Banyuwangi yang memuat konsep dan aktivitas matematika. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi permainan patheng dudu dan mengidentifikasi konsep-konsep serta aktivitas matematika yang termuat dalam permainan tersebut. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi partisipatif. Informan penelitian adalah tiga orang yang memahami aturan dan dapat memainkan patheng dudu. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya konsep polihedron, poligon, membilang, perbandingan, pengukuran dengan satuan baku dan tidak baku, sudut dan jenisnya, hubungan antar garis, statistika, himpunan, jarak, waktu, serta fungsi dalam permainan patheng dudu. Sedangkan aktivitas matematika yang terdapat dalam permainan patheng dudu adalah perhitungan (counting), penempatan (locating), pengukuran (measuring), perancangan (designing), permainan (playing), dan penjelasan (explaining).
Kemampuan Translasi Representasi Matematis Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Soal Kontekstual roby zulianto; Mega Teguh Budiarto
JKPM (Jurnal Kajian Pendidikan Matematika) Vol 5, No 2 (2020): JKPM (Jurnal Kajian Pendidikan Matematika)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jkpm.v5i2.6442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan translasi representasi matematika siswa SMP dalam menyelesaikan soal kontekstual. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan translasi representasi matematis siswa pada tahap unpacking the source, yaitu siswa dapat menyebutkan informasi yang diketahui pada persoalan kontekstual. Tahap preliminary coordination, yaitu salah satu siswa kesulitan untuk menentukan langkah yang akan dikerjakan dalam pembentukan representasi target, karena melakukan kesalahan pada translasi representasi simbolik ke visual. Tahap constructing the target, yaitu salah satu siswa tidak dapat menyelesaikan soal kontekstual pada translasi representasi simbolik ke visual karena kesalahan pada tahap preliminary coordination. Tahap determining equivalence, yaitu kedua siswa dapat mencapai tahap determining equivalence pada setiap translasi representasi, terkecuali translasi representasi simbolik ke visual yang tidak dapat diselesaikan oleh siswa lain karena kesalahan pada tahap preliminary coordination.
EFIKASI DIRI SISWA LAKI-LAKI SMP ETNIK BUGIS DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA Syamsu Alam; Mega Teguh Budiarto; Tatag Yuli Eko Siswono
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2022): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.985 KB) | DOI: 10.30605/pedagogy.v7i1.1796

Abstract

Self efficacy merupakan keyakinan seseorang mengenai kemampuannya untuk berhasil mencapai harapan tertentu dalam penyelesaian tugas dan tujuan. Siswa yang memiliki efikasi diri tinggi akan mampu mencapai tujuan tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi efikasi diri siswa laki-laki etnik Bugis dalam menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini menggunakan masalah aljabar yang berbentuk kontekstual dari budaya etnik bugis. Data diperoleh dari 25 siswa kelas VII SMP Negeri 1 Mare, Kabupaten Bone, Sulawesi-Selatan, Indonesia, dipilih 1 siswa untuk diwawancarai berdasarkan etnik dan jenis kelamin. Kredibilitas data diperiksa melalui triagulasi waktu, pengecekan teman sejawat, dan kecukupan referensial. Selanjutnya, analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi data. Efikasi diri siswa laki-laki yaitu memiliki keyakinan terhadap kemampuanya dapat menyelesaikan tugas matematika yang sulit; memiliki kekuatan keyakinan yang kuat, karena memiliki kesiapan, pengalaman yang mendukung disertai dengan komitmen untuk menyelesaikan tugas pemecahan masalah; dan memiliki keyakinan terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas pemecahan masalah matematika dengan konteks serupa ataupun berbeda. Selain itu, efikasi diri pada siswa laki-laki relevan dengan aspek budaya etnik bugis yaitu manyameng kininnawa, mappasitinaja, malempu, magetteng, macca, dan warani.