This Author published in this journals
All Journal AGRISE
Rosihan Asmara
Department of Agricultural Socio-Economics, Agriculture Faculty, Brawijaya University

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Integrasi Pasar Dalam Sistem Pemasaran Bawang Merah Rosihan Asmara; Ruri Ardhiani
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 10, No 3 (2010)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.594 KB)

Abstract

Analisis integrasi pasar merupakan salah satu indikator untuk mengetahui efisiensi pasar. Pasar efisien merupakan faktor penting untuk pembangunan pertanian. Pengetahuan tentang integrasi pasar akan dapat bermanfaat untuk mengetahui kecepatan respon pelaku pasar terhadap perubahan harga sehingga dapat dilakukan pengambilan keputusan secara tepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat integrasi pasar bawang merah baik secara vertikal maupun horisontal dan juga didukung dengan analisis terhadap struktur pasar bawang merah sehingga didapatkan gambaran efisiensi sistem pemasaran bawang merah. Pendekatan Error Correction Model digunakan untuk dapat menangkap dinamika proses penyesuaian harga baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek. Hasil analisis menunjukkan bahwa pasar bawang merah terintegrasi lemah baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek. Hal tersebut menunjukkan bahwa alur informasi harga berjalan lambat. Hasil analisis tersebut juga didukung dengan hasil analisis struktur pasar yang menunjukkan bahwa struktur pasar bawang merah tidak sempurna (oligopsoni), adanya keterikatan petani dengan pedagang (kontrak), serta tingkat pengetahuan pasar yang terbatas pada informasi di sekitarnya saja. Hal ini menyebabkan alur informasi pasar tidak berjalan dengan sempurna.   Kata Kunci: integrasi pasar, bawang merah
Analisis Pendapatan Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Tebu Dalam Keanggotaan Suatu Koperasi Rosihan Asmara; Rhomsia Nurholifah
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.149 KB)

Abstract

Tujuan yang ingin di capai penelitian ini adalah menganalisis pendapatan petani tebu pada dua koperasi yang berbeda yaitu Saribumi dan Koperasi Jaya Usaha dan untuk menganalisis Faktor-faktor produksi yang mempengaruhi pendapatan petani tebu dalam keanggotaan suatu koperasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendapatan petani antar koperasi dalam suatu daerah (Desa Gading) tidak jauh berbeda antara keduanya. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani adalah variabel bibit, variabel pupuk ponska serta variabel produksi. Saran yang dapat diberikan adalah petani perlu berpartisispasi aktif sebagai anggota koperasi sehingga mengetahui segala kebutuhan usahataninya karena selama ini petani kurang aktif dalam keanggotaannya di koperasi dan hanya menyerahkan kepada ketua kelompok sehingga kebijakan koperasi kurang diketahui. Kedua, Petani perlu terus meningkatkan produksi tebu dan tingkat rendemen guna meningkatkan pendapatan karena tingginya permintaan akan gula yang mengakibatkan meningkatnya harga gula sehingga memiliki peluang ekonomi yang menguntungkan. Ketiga, Koperasi sebagai salah satu lembaga ekonomi yang memiliki tujuan mensejahterakan anggotanya perlu melakukan kebijakan yang tidak memberatkan anggotanya baik berupa penarikan iuran maupun simpanan pokok dan wajib bagi anggota   Kata kunci : anggota koperasi, gula
Pengaruh Faktor Ekonomi Dan Non Ekonomi Terhadap Diversifikasi Pangan Berdasarkan Pola Pangan Harapan (Studi Kasus Di Dusun Klagen, Desa Kepuh Kembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang) Rosihan Asmara; Nuhfil Hanani; Ika Ayu Purwaningsih
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.045 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui bagaimana kondisi diversifikasi pangan dan (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi diversifikasi pangan di daerah tahan pangan, di Dusun Klagen, Desa Kepuh Kembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Analisis diversifikasi pangan menggunakan perhitungan Pola Pangan Harapan dan regresi dengan metode OLS. Hasil analisis melalui perhitungan Pola Pangan Harapan menunjukkan bahwa skor PPH di daerah penelitian sebesar 52,83, dengan nilai AKE sebesar 1911,6 kkal/kap/hr. Hasil ini masih cukup jauh jika dibandingkan dengan skor PPH normatif (100) dan AKE normatif (2200). Hasil Analisis regresi menunjukkan bahwa dari 6 variabel independen yang terdapat dalam model, hanya 2 variabel yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap diversifikasi pangan yaitu pendidikan ibu rumah tangga dan jumlah anggota rumah tangga. Untuk pendidikan ibu rumah tangga berpengaruh positif terhadap skor PPH, dengan koefisien regresi sebesar 4,529. Sedangkan untuk jumlah anggota rumah tangga berpengaruh negatif dengan koefisien regresi sebesar -2,765. Saran dari penelitian adalah: (1) Perlu diadakannya sosialisasi dan penyuluhan mengenai Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) agar masyarakat setempat lebih paham mengenai konsumsi pangan yang bergizi, beragam dan seimbang. (2) Saran untuk penelitian selanjutnya adalah menambah alat analisis diversifikasi pangan dengan AKP dan AKL agar pengukuran kuantitas dan kualitas konsumsi pangan menjadi lebih baik.   Kata kunci: Diversifikasi pangan, Pola Pangan Harapan, skor PPH
Analisis Nilai Tambah Dan Efisiensi Usaha Agroindustri Minyak Cengkeh Rosihan Asmara; Winni Nurlita Putri
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.931 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis nilai tambah dari agroindustri minyak cengkeh skala kecil di Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, (2) Menganalisis kelayakan usaha dari agroindustri minyak cengkeh skala kecil di Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, dan (3) Menganalisis efisiensi usaha dari agroindustri minyak cengkeh di Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Penelitian dilakukan pada sentra agroindustri minyak cengkeh di Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk yakni sebanyak 21 agroindustri. Hasil perhitungan dari penelitian ini menujukkan bahwa rata-rata nilai tambah agroindustri minyak cengkeh dalam satu kali proses produksi yaitu selama 24 jam adalah sebesar Rp 904,76,- per kilogram bahan baku daun cengkeh kering atau 39,86% dari nilai produksi. Nilai R/C lebih dari 1 yakni sebesar 1,23. Namun nilai NPMx/Px alokasi bahan baku daun cengkeh kering dan tenaga kerja kurang dari 1 yakni sebesar 0,691 dan 0,943. Hal ini berarti agroindustri minyak cengkeh layak untuk dikembangkan namun penggunaan faktor produksi bahan baku dan tenaga kerja belum efisien dan keuntungan yang diperoleh belum optimal   Kata kunci : nilai tambah, efisiensi usaha, agroindustri minyak cengkeh
Analisis Efisiensi Alokatif Agroindustri Chips Ubi Kayu Sebagai Bahan Baku Mocaf (Modified Cassava Flour) Di Kabupaten Trenggalek Rosihan Asmara; Abid Eka Pradana
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 11, No 3 (2011)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.531 KB)

Abstract

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah (1) Menganalisis besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dan kelayakan usaha kelompok agroindustri pengolahan chips ubi kayu. (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi chips ubi kayu. (3) Menganalisis efisiensi alokatif penggunaan faktor produksi chips ubi kayu di daerah penelitian. Hasil penelitian antara lain adalah agroindustri chips ubi kayu secara rata – rata telah mengalami keuntungan dalam usahanya dan berarti agroindustri chips ubi kayu layak untuk di usahakan. Berdasarkan nilai r/c rasio didapatkan nilai 1,089 yang berarti lebih dari 1. Dalam hal ini setiap Rp. 1,00 yang diinvestasikan akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 1,089. Faktor produksi yang berpengaruh secara nyata terhadap produksi chips adalah ubi kayu. Dari hasil analisis diketahui bahwa nilai NPMx/Px alokasi ubi kayu sebesar 1,28 dimana angka tersebut lebih besar dari satu, sehingga alokasi bahan baku ubi kayu di daerah penelitian belum efisien. Dengan demikian penambahan alokasi penggunaan bahan baku ubi kayu dapat dilakukan jika kelompok agroindustri pengolahan chips ubi kayu di daerah penelitian masih menginginkan keuntungan yang lebih besar lagi. Kata kunci :  Efisiensi Alokatif, Agroindrustri, Chips Ubi Kayu, Mocaf
PENERAPAN LOGIKA FUZZY PADA PENILAIAN KUALITAS AKHIR TEH HITAM CTC (CRUSHING, TEARING, AND CURLING) DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA XII (PERSERO) WONOSARI KABUPATEN MALANG Rosihan Asmara
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan dalam pengolahan teh hitam adalah ketidaksesuaian penilaian kualitas teh hitam oleh tester dengan karakteristik teh yang dihasilkan, hal tersebut disebabkan oleh metode penilaian kualitas akhir teh atau cuptest yang dilakukan oleh tester bersifat subyektif. Logika fuzzy merupakan metode untuk memetakan input-output didasari oleh konsep himpunan fuzzy (himpunan kabur), sehingga dapat membantu dalam menjelaskan ketidakpastian batas antara satu kriteria dengan kriteria lainnya yang disebabkan oleh persepsi manusia. Dengan menggunakan logika fuzzy akan memberikan hasil yang lebih objektif pada penilaian kualitas akhir teh dengan cara mendokumentasikan hasil penilaian tester pada proses cuptes. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis penilaian kualitas teh hitam CTC oleh tester 1 dan 2 di PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) Wonosari dan (2) menganalisis perbandingan hasil penilaian kualitas akhir teh hitam CTC antara tester 1 dan 2 dengan logika fuzzy. Hasil penelitian ini adalah hasil cuptest  yang dilakukan oleh tester 1 dan 2 memiliki penilaian yang tidak berbeda atau sama, namun uji cuptest  masih bersifat subyektif meskipun sudah terdapat standard kuantifikasi kualitas teh hitam. Berdasarkan hasil Fuzzy Inferensia System dapat diketahui bahwa terjadi perbedaan penilaian kualitas antara tester 1 dengan fuzzy 1 dan fuzzy 2, selain itu juga terjadi perbedaan antara tester 2 dengan fuzzy 1 dan fuzzy 2, perbedaan ini terjadi pada grade BP1 dan Dust 1. Kata kunci: logika fuzzy, teh hitam CTC, kualitas
Analisis Ketahanan Pangan Di Kota Batu Rosihan Asmara; Nuhfil Hanani; Rini Mutisari
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 12, No 3 (2012)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.395 KB)

Abstract

Ketahanan pangan merupakan kondisi dimana manusia bisa mencukupi kebutuhan pangannya. Berdasarkan hasil SUSENAS bahwa IMR di Kota Batu tergolong tinggi yaitu sebesar 31.91 per 1000 kelahiran hidup. Selain itu 29% penduduk di Kota Batu masih hidup di bawah garis kemiskinan. Kondisi ini menunjukkan bahwa Kota Batu masih menghadapi ancaman kerawanan pangan berdasarkan aspek penyerapan pangan dan akses pangan. Oleh sebab itu, sebagai langkah awal untuk mengatasi masalah kerawanan pangan tersebut, diperlukan upaya identifikasi kondisi ketahanan pangan di Kota Batu. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) mengetahui indikator-indikator apa saja yang berpengaruh terhadap kondisi ketahanan pangan di Kota Batu; dan 2) mengetahui kondisi ketahanan pangan di Kota Batu berdasarkan indikator ketahanan pangan yang terbentuk. Dari hasil analisis faktor dengan pendekatan Principal Component Analysis diketahui bahwa aspek-aspek yang berpengaruh terhadap kondisi ketahanan pangan di Kota Batu adalah aspek kemiskinan, aspek kesehatan dan mata pencaharian serta aspek kerentanan pangan. Berdasarkan analisis ketahanan pangan dengan menggunakan indikator komposit dapat diketahui bahwa Kota Batu mempunyai 3 desa (12.5%) yang masuk dalam kategori tahan pangan, 10 desa (41.67%) yang masuk dalam kategori cukup tahan pangan, 8 desa (33.33%) yang masuk dalam kategori agak rawan pangan, 2 desa (8.33%) yang masuk dalam kategori rawan pangan dan 1desa (4.17%) yang masuk dalam kategori sangat rawan pangan   Kata kunci: pangan, ketahanan pangan, kerawanan pangan, indikator, analisis faktor dan indikator komposit.
Analisis Pemahaman Gizi Ibu Rumahtangga Dalam Diversifikasi Pangan Rosihan Asmara; Bita Noor Rahmah
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.71 KB)

Abstract

Pengetahuan gizi yang dimiliki ibu rumahtangga merupakan bagian dari proses pembelajaran dalam proses pengambilan keputusan (Mangkunegara, 2002). Pengetahuan gizi yang berbeda dapat menimbulkan perbedaan pemahaman gizi yang berdampak pada keputusan yang diambil oleh ibu rumahtangga khususnya dalam melakukan konsumsi makanan beragam. Tujuan penelitian adalah  menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman gizi ibu rumahtangga di daerah tahan pangan dan daerah agak rawan pangan serta menganalisis hubungan antara tingkat pemahaman gizi ibu rumahtangga dengan tingkat kecukupan energi dan tingkat kecukupan protein. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi tingkat pemahaman gizi ibu rumahtangga secara signifikan adalah umur dan pendidikan ibu rumahtangga, sumber informasi serta klasifikasi daerah responden. Pada penelitian ini juga menunjukkan bahwa tingkat kecukupan energi dan tingkat kecukupan protein tidak memiliki hubungan dengan tingkat pemahaman gizi ibu rumahtangga   Kata kunci : gizi , ibu rumah tangga, ketahanan pangan
Pengambilan Keputusan Dalam Pembelian Bunga Sedap Malam (Aspek Sikap Dan Tindakan Konsumen Individu Dan Hotel Di Kabupaten Denpasar, Propinsi Bali) Rini Dwiastuti; Rosihan Asmara; Putu Laksmi Pramita
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.942 KB)

Abstract

Dalam pengambilan keputusan pembelian, mempelajari dan memahami konsumen adalah hal yang penting karena pengetahuan mengenai sikap konsumen dapat dijadikan dasar dalam menciptakan strategi yang tepat guna meningkatkan volume penjualan suatu produk. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sikap terhadap atribut yang dipertimbangkan konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian bunga sedap malam berdasarkan Model Multiciri Fishbean. Menganalisis keinginan berperilaku konsumen yang dipengaruhi oleh kepercayaan terhadap kelompok referensi dan motivasi untuk mengikuti pendapat dari kelompok referensi serta sikap konsumen berdasarkan Model Keinginan Berperilaku (Theory of Reasoned Action). Hasil dari analisis Cochran Q Test didapatkan bahwa terdapat 4 atribut intrinsik yang dipertimbangkan konsumen individu dan 9 atribut dipertimbangkan konsumen hotel. Terdapat 2 atribut ekstrinsik yang dipertimbangkan  konsumen individu maupun hotel. Bagi konsumen individu hasil analisis sikap menunjukkan bahwa secara keseluruhan memiliki sikap netral cenderung positif terhadap bunga sedap malam. Sedangkan dari hasil analisis keinginan berperilaku dapat diketahui bahwa konsumen individu memiliki keinginan cenderung tidak membeli bunga sedap malam. Kondisi ini terjadi karena pendapat dari kelompok referensi yaitu keluarga, teman, penjual dan tetangga dipercaya oleh konsumen sehingga konsumen termotivasi untuk mengikuti pendapat dari kelompok referensi tersebut. Bagi konsumen hotel hasil analisis sikap menunjukkan bahwa secara keseluruhan memiliki sikap sangat positif terhadap bunga sedap malam. Hal ini sejalan dengan hasil analisis keinginan berperilakunya yaitu pasti membeli bunga sedap malam. Konsumen percaya terhadap pendapat dari kelompok referensi yaitu rekan kerja, atasan, penjual dan hotel lain serta termotivasi untuk mengikuti pendapat kelompok referensi. Namun, sikap lebih dominan mempengaruhi daripada kelompok referensi   Kata kunci : atribut, model keinginan bertindak
Analisis Usahatani Manggis Dan Faktor-Faktor Sosial Ekonomi Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Memasarkan Hasil Usahatani Manggis Dengan Sistem Ijon Rosihan Asmara; Risma Suryaningtyas
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.379 KB)

Abstract

Manggis (Garcinia mangostana L.) adalah salah satu komoditas buah segar dari daerah tropis yang sangat digemari oleh masyarakat, baik masyarakat domestik maupun mancanegara karena memilki rasa yang khas yakni manis, asam, dan sepah yang tidak miliki buah lain serta perpaduan warna yang unik yaitu ungu kemerahan. Selain mempunyai kandungan gizi yang tinggi, potensi buah manggis dalam pasar ekspor sangat tinggi. Laju perkembangan ekspor dari tahun 2001 hingga tahun 2007 mencapai 35,6% per tahun. potensi pasar yang tinggi dengan nilai export tinggi, namun masih banyak ditemukan praktek ijon. Dimana pemasaran hasil usahatani ditransaksikan beberapa bulan sebelum masa panen ketika buah dalam keadaan mengkal (setengah matang) bahkan dalam keadaan berbunga, sehingga pendapatan yang diterima petani rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah (1). Menganalisis pendapatan petani manggis yang memasarkan buah manggis dengan pemasaran sistem ijon dan pemasaran sistem langsung di Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi. (2). Mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi petani manggis dalam pengambilan keputusan memasarkan hasil usahataninya dengan sistem ijon. Terdapat perbedaan antara pendapatan usahatani dengan pemasaran sistem langsung dengan pemasaran sistem ijon. Pendapatan rata-rata usahatani dengan pemasaran sistem langsung sebesar Rp 54.312.124,-/ha, sedangkan rata-rata pendapatan petani dengan pemasaran sistem ijon sebesar Rp 23.599.210,25/ha. Jadi rata-rata pendapatan usahatani dengan pemasaran sistem langsung lebih besar daripada pemasaran sistem ijon. Faktor-faktor sosial ekonomi yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan petani memilih sistem ijon antara lain usia, pendidikan, jumlah anggota keluarga dan pelayanan LKM formal. Sedangkan faktor jumlah pohon yang dimiliki dan pendapatan tidak mempengaruhi pengambilan keputusan petani manggis memilih sistem ijon dalam memasarkan hasil usahatani manggis. Kata kunci: pemasaran, sistem pemasaran ijon, sistem pemasaran langsung