Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STRA TEGI SOLUSI MENGHADAPI MASALAH Y2K Agus Permadi
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 23, No 4 (1998): Desember
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.154 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v23i4.146

Abstract

Masalah Y2K temyata membuat pusing manusia yang menggunakan komputer untuk memasuki milenium ketiga mendatang, pasalnya adalah adanya suatu bahaya yang mengancam seluruh sistem yang operasionalnya menggunakan teknologi informasi (komputer). Ancamanini adalah masalah pemrogaman komputer hanya 2 karakter (digit) dalam mempresentasikan tahun, dikenal dengan ancaman "millennium bug" atau masalah Y2K (problem tahun 2000). Masalah ini menyebabkan sistem komputer, bisa perangkat keras, perangkat lunaknya yang menyimpan tahun dengan format dua angka, tidak dapat membedakan tahun 2000 dengan tahun 1900 karena keduanya sama-sama direpresentasikan oleh sistem komputer menjadi angka 00.Sekarang kita lihat dulu pengertian teknologi informasi yang lebih holistikyaitu: teknologi informasi mencakup komponen teknologi yang dibutuhkan untuk mengolah, menyimpan, dan menyampaikan informasi.
STANDARDISASI BIDANG DOKUMENTASI DAN INFORMASI Agus Permadi; Eko Priyocahyono
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 28, No 1 (2004): Juni
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.663 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v28i1.49

Abstract

Disampaikan pada Pertemuan Pembahasan Perumusan SNI dan Pemberdayaan Panitia Teknik Bidang Perpustakaan Dokumentasi dan Informasi. Jakarta, 4 November 2002. 
KATALOG DARING DI INDONESIA: PENILAIAN BERDASARKAN KRITERIA KATALOG DARING GENERASI KETIGA Agus Permadi
BACA: JURNAL DOKUMENTASI DAN INFORMASI Vol 35, No 1 (2014): Juni
Publisher : Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.159 KB) | DOI: 10.14203/j.baca.v35i1.182

Abstract

This study aims to determine whether online public access catalogs (OPAC) developed by Indonesian vendors andprogrammers can be classified as the third generation catalog. OPACs in nine prominent higher learning institutionsand the Indonesian National Library were examined against Marshall Breeding’s ten criteria for third generationOPACs, e.g. Single point of entry to all library resources, State-of-the-art Web interface, Enriched content, Facetednavigation, Simple keyword search box, Relevancy, Did you mean ...?, Recommendations and related materials, Usercontribution—ratings, reviews, comments, and tagging, and RSS feed. Result of the examination showed that onlyone OPAC met four criteria, two OPACs met three criteria, two OPACs met two criteria, four OPACs met only onecriteria, and one OPAC did not meet any criteria. As a whole the ten OPACs met only six relatively easy criteria, e.g.Single point of entry to all library resources, State-of-the-art Web interface, Simple keyword search box, Enrichedcontent, User contribution¯ratings, reviews, comments, and RSS feed. It is concluded that the ten OPACs did nothave a sufficient number of the required features of the third generation catalog, and with only one OPAC met foureasy criteria there were still many things to accomplish to be able to reach the status of third generation catalog.
Preferensi Penanaman Modal Terhadap Faktor Lokasi Industri Agus Permadi
Journal of Regional and City Planning Vol. 2 No. 1 (1991)
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

.