Aziza Icksan
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Peran CT Scan dalam Penilaian Timoma Icksan, Aziza; -, Maryastuti; Syahruddiin, Elisna; Hidayat, Heriawati; Wibawanto, Agung
Indonesian Journal of Cancer Vol 2, No 2 (2008): Apr - Jun 2008
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1775.029 KB)

Abstract

Timoma merupakan neoplasma epitelial kelenjar timus yang paling sering ditemukan di mediastinum anterior, pada usia dekade keempat sampai dengan keenam dan memiliki predileksi yang hampir sama antara laki-laki dan perempuan.Lokasi, morfologi dan ada/tidaknya invasi tumor pada pencitraan radiologis dapat membantu mengarahkan diagnosis. Pemeriksaan tomografi komputer toraks dengan kontras (enhanced chest CT scan) berperan besar dalam menilai morfologi dan menentukan stage timoma.Laporan kasus ini menampilkan seorang laki-laki 59 tahun yang datang dengan keluhan utama suara serak, batuk lama dan sesak napas. Pada pemeriksaan foto toraks didapatkan gambaran massa mediastinum, dan pada pemeriksaan CT scan toraks dengan kontras ditemukan massa mediastinum anterior yang telah menginvasi perikardium dan pleura. Hasil temuan sitopatologi TTNA dengan tuntunan CT scan sesuai dengan timoma tipe campuran. Clinical stage menurut Masaoka sesuai dengan timoma stadium IVA. Pada kasus ini surgical stage sesuai dengan clinical stage. Islamun hasil histopatologi pasca bedah sedikit berbeda dengan hasil sitopatologi TTNA, yaitu karsinoma timik.Kata kunci: timoma, foto toraks, CT scan toraks dengan kontras
pTNM System in Non Small Cell Lung Carcinoma Hidajat, Heriawaty; Endarjo, Sutjahjo; Sembiring, Ruth E; Icksan, Aziza; Syahrudin, Elisna; Wibawanto, Agung
Indonesian Journal of Cancer Vol 2, No 4 (2008): Oct - Dec 2008
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.826 KB)

Abstract

Prognosis karsinoma paru berhubungan dengan berbagai macam faktor, antara lain : usia, jenis kelamin, ukuran tumor, staging, jenis sel dan derajat diferensiasi, invasi kepembuluh darah, dinding dada, efusi pleura, adanya jaringan ikat, keterlibatan KGB, reaksi radang, ploidy DNA dan ekspresi onkogen.Adanya hubungan langsung antara staging klinik dan angka ketahanan hidup sudah dibuktikan, terutama untuk karsinoma bukan sel kecil. Staging TNM merupakan parameter prognostik terpenting dan merancang terapi pada karsinoma paru, seperti pada kebanyakan tumor lainnya.Semua kasus karsinoma paru sebaiknya ditangani oleh tim kanker paru multidisiplin. Jika ditemukan perbedaan bermakna diantara temuan klinik dan radiologik, sebaiknya diagnosis sediaan patologik jaringan paru di review ulang, jika memungkinkan oleh ahli patologi kedua yang berpengalaman dalam kanker paru.Prosedur pemeriksaan imunohistokimia harus dilakukan bila diagnosis histopatologik tidak pasti.Kata Kunci: pTNM, NSCLC, kanker paru-paru
The Need of Chest Computer Tomography in The Assessment of Mediastinal Seminoma and Non Seminomatous Germ Cell Tumors Icksan, Aziza; Luhur, Reny; -, Elisna; -, Heriawati
Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 4 (2007): Oct - Dec 2007
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.03 KB)

Abstract

Germ cell tumor mediastinum merupakan salah satu dari masa mediastinum anterior yang terdiri dari teratoma, seminoma dan non seminomatous. Diferential diagnosa dari germ cell tumor pada mediastinum anterior meliputi massa thymus, massa tiroid dan lymphoma. Dalam membuat diagnosa, disamping gejala klinis dan usia pasien, pemeriksaan seromarker serta temuan foto toraks dan CT toraks sangat membantu. Diagnosa pasti ditegakkan berdasarkan pemeriksaan sitologi dan histopatologi dari spesimen yang berperan penting sebagai baku emas.Penentuan lokasi tumor yang tepat sangatlah penting dalam penanganan pasien. Foto toraks merupakan pemeriksaan imaging awal yang dilakukan pada pasien yang sudah diketahui atau dicurigai menderita germ cell tumor mediastinum. Pemeriksaan Chest CT dengan kontras merupakan prosedur rutin dalam penanganan germ cell tumor mediastinum.Kasus non seminomatous dan seminoma germ cell tumor pada mediastinum anterior dilaporkan pada laki laki berusia 17 dan 15 tahun. Pada kedua pasien ini telah dilakukan pemeriksaan foto toraks dan CT toraks dengan menggunakan kontras media.Kata kunci : germ cell tumor mediastinum, seminoma, non seminomatous, foto toraks, CT toraks. ABSTRACTV»**Mediastinal germ cell tumor is one of the anterior mediastinal mass which consists of teratoma, seminoma and non seminomatous. The differential diagnosis of the anterior mediastinal germ cell tumor such as thymic mass, thyroid mass and lymphoma. The diagnosis depends on some criteria such as, clinical finding, the age of the patient, sero markers, location of the mass and findings on the chest radiograph and chest CT. Cytology and histopathology finding from the specimens are paramount important as a gold standard.Accurate assessment of the location is very important to manage the patient. Chest radiograph is usually the first imaging study obtained in a patient with known or suspected of mediastinal germ cell tumor, and for further evaluation enhanced Chest CT nowadays has become the routine procedure in assessing mediastinal germ cell tumor.Cases of the mediastinal non seminomatous and seminoma germ cell tumors were reported in a 17 and 15 year old males. Chest radiograph and enhanced chest CT were used to diagnosing and assessing of the patients.Key word : mediastinal germ cell tumor, seminoma, non seminomatous, chest radiograph , Enhanced chest CT.
Kriteria Diagnosis Kanker Paru Primer Berdasarkan Gambaran Morfologi pada CT Scan Toraks Dibandingkan dengan Sitologi Icksan, Aziza; -, Faisal; -, Elisna; Astowo, Pudjo; Hidayat, Heriawaty; Prihartono, Joedo
Indonesian Journal of Cancer Vol 2, No 1 (2008): Jan - Mar 2008
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2106.769 KB)

Abstract

Menetapkan komponen gambaran morfologi kanker paru primer pada CT scan toraks yang dapat dipakai sebagai kriteria diagnosis. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Dalam kurun waktu Desember 2006 - Mei 2007 di RS. Persahabatan Jakarta dilakukan pemeriksaan CT scan toraks terhadap 28 pasien dengan gambaran klinis diduga kanker paru primer. DinilailO gambaran morfologi kanker paru pada CT scan toraks, setiap gambaran morfologi kanker dibandingkan dengan hasil sitologi CT guided TTNA sebagai baku emas. Terdapat 7 komponen morfologi kanker paru primer pada CT scan toraks yang mempunyai sensitivitas yang tinggi dalam diagnosis yaitu: ukuran tumor > 3 cm sensitivitas 95,7%, penyangatan s24 HU sensitivitas 82,6%, tepi irregular-spiculated sensitivitas 78,3%, lobulated sensitivitas 73,9%, air bronchograms sensitivitas 69,6%, ground glass opacity sensitivitas 65,2 % dan densitas heterogen sensitivitas 65,2%.Komponen morfologi ukuran tumor > 3 cm, penyangatan ¿24 HU, tepi irregular spiculated, lobulated, air bronchograms, ground glass opacity dan densitas heterogen mempunyai sensitivitas yang tinggi serta dapat dipakai sebagai kriteria diagnosis kanker paru primer pada CT scan toraks.Kata kunci: morfologi, kanker paru primer, CT scan toraks
Kasus Teratoma Mediastinal Imatur dengan Komponen Khoriokarsinoma Disertai Sindrom Vena Kava Superior Icksan, Aziza; Atmaja, Dian; Syahrudin, Elisna; -, Frans; -, Ruth E.S.
Indonesian Journal of Cancer Vol 3, No 1 (2009): Jan - Mar 2009
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.719 KB)

Abstract

Tumor sel germinal (TSG) merupakan suatu kelompok neoplasma jinak dan ganas yang berasal dari sel germinal primitif pada awal embriogenesis. TSG sering terjadi di gonad, namun dapat juga di ekstragonad (5-10%). TSG ekstragonad tersering adalah di mediastinum anterosuperior. Salah satu jenis tumor sel germinal teratoma mediastinal imatur primer jarang ditemukan, hanya 1% dari semua teratoma mediastinal. Dilaporkan kasus seorang anak laki-laki yang menderita teratoma mediastinal imatur dengan komponen choriocarcinoma disertai sindrom vena kava superior. Data epidemiologi pasien, pemeriksaan CT scan toraks, dan tumor marker serum menunjukkan tumor mediastinum nonseminoma. Hasil pemeriksaan sitologi dari transthoracal needle aspiration biopsy dengan tuntunan CT scan menunjukkan bahwa tumor sel germinal campuran cenderung seminoma. Kemudian dilakukan radiasi untuk mengatasi sindrom vena kava superior. Namun, pasien makin sesak. Dari pemeriksaan foto toraks pascaradiasi, tampak konsolidasi di hemitoraks bertambah luas. Kemudian dilakukan operasi reseksi dan sekitar 90% massa tumor diangkat. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan teratoma imatur dengan unsur ganas dan unsur choriocarcinoma. Terapi pada pasien ini dilanjutkan dengan kemoterapi kombinasi sisplatin, etoposid, dan bleomisin. CT scan merupakan modalitas radiologi utama dalam menentukan diagnosis dan evaluasi terapi TSG mediastinal. Terapi yang dianjurkan pada TSG mediastinal maligna adalah terapi multimodaliti, yakni kemoterapi, radiasi, dan operasi, mengingat variasi sel tumor yang memiliki kepekaan yang berbeda terhadap berbagai macam terapi. 
Gejala Klinis Neurologis dan Gambaran CT Scan Otak Pasien Kanker Paru Karsinoma Bukan Sel Kecil Metastasis ke Otak di Rumah Sakit Persahabatan YULIANTI, DIAN; SYAHRUDDIN, ELISNA; HUDOYO, AHMAD; ICKSAN, AZIZA
Indonesian Journal of Cancer Vol 4, No 1 (2010): Jan - Mar 2010
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brain is one of the common sites of distant metastasis in patients of lung cancer, and incidens of brain metastasis in lung cancer is considered high. In Non-small Cell lung cancer guide line, brain CT done if the neurological symptom occured. Therefore analysis of diagnostic approach related to brain metastases is needed. Prospective analysis of 35 patients newly diagnosed cases of brain metastases in NSCLC. Cross sectional study with additional analysis to find relationship of clinical symptom to result of CT brain over periode July 2008-August 2009 in Persahabatan Hospital. Data were analysed as regards to the presence/absence of neurogical symtomps. Prognostic approach was applied to analyze survival rate.We found that 85,7% patients brain metastases with neurological symptomatic and 14,3% asymptomatic. Five (14,3%) patients with more than one neurologycal symptoms. Depend on stage and cell type of which 27 (77,1%) with adenocarcinoma, 21 (62,9%) with T4, 17 (48,6%) N0 and patients with soliter nodule 8 (22,9%). There’s no correlation between neurologycal symptom and brain metastases. Median survival time of lung cancer patients with brain metastases are 11 month. The majority lung cancer patients with brain metastasis have neurological symptoms. The most brain metatases found in patient with adenocarcinoma, T4 and N0. Median survival was increased in treated patients Keywords: Lung cancer, NSCLC, Brain metastases, Neurological symptoms
The accuracy of Aziza’s scoring system in limited slice non-enhanced thoracic CT for the diagnosis of adult pulmonary tuberculosis Icksan, Aziza; Faisal, Arif; Syahruddin, Elisna
Medical Journal of Indonesia Vol 26, No 1 (2017): March
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.852 KB) | DOI: 10.13181/mji.v26i1.1432

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is still a major cause of morbidity and mortality in Indonesia. Thus, a fast and accurate method in diagnosing pulmonary TB (PTB) is needed, especially in adult smear-negative-TB cases. The purpose of this study was to determine the accuracy of a novel scoring system (Aziza’s score) using clinical data and characteristic abnormalities that are found in the limited slice non-enhanced thoracic CT.Methods: This was a prospective cross-sectional study. A limited slice non-enhanced thoracic CT was performed to establish a diagnosis of PTB in patients with suspected PTB and to assess the diagnostic value of the scoring system. A reference standard used in this study was the clinical expertise of two pulmonologists. The scoring system was analyzed using bivariate and multivariate Cox regression analysis.Results: 84 of 130 suspected PTB patients were diagnosed as PTB. They were diagnosed based on pulmonary characteristic abnormalities that were found in the limited slice non-enhanced thoracic CT. The scoring system was analyzed using bivariate and multivariate Cox regression analysis. The total scores which were equal to or more than 29 could diagnose PTB with the accuracy of 96.1% (95% CIs=91.3–98.3), sensitivity of 96.5% (95% CIs=90.1–98.8), and specificity of 95.6% (95% CIs=90.1–98.8), This novel scoring method was name as an Aziza’s scoring system.Conclusion: Aziza’s scoring system performed in the limited slice non-enhanced thoracic CT has a higher accuracy compared to the reference standard for the diagnosis of adult PTB.