Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PRIORITAS PEMILIHAN LOKASI PENGEMBANGAN PELABUHAN PERIKANAN DI KABUPATEN REMBANG Iin Solihin; Muhammad Syamsu Rokhman
Buletin PSP Vol. 18 No. 3 (2009): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The background of this research is needed location selection priority to the  fishing port development in one region.  Defining this priority is important because 1) there is restricted allocation fund to the fishing port development and 2) the fishing port has been existence that can be influenced to other fishing port development.  This objective research is defining the  fishing port development priority at Rembang Regency and using Analytical Hierarchy Process Method  to achievethis objective.  Research result indicates that Tasik Agung coastal fishing port is main priority  to develop, and the further priorities are Sarang Medur fish landing place, Karang Anyar fish landing place, Tanjungsari fish landing place and Pandangan fish landing place.  The program to develop Tasik Agung coastal fishing port are investment development, and fisheries business.  Key words:  development, fishing port, priority
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KERJA PERIKANAN TINGKAT MENENGAH UNTUK MEMENUHI INDUSTRI PERIKANAN TANGKAP DI INDONESIA Sugeng Hari Wisudo; Lilly Aprilya Pregiwati; Iin Solihin
Buletin PSP Vol. 16 No. 3 (2007): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Condition of fisheries manpower makes important role on supporting policies for the Ministry of Marine Affairs and Fisheries. Especially in fishery sector, the manpower competency is proved by issuing deck and engine certification of competency. The certificate is one of the fishing vessel personnel standard certificate which implemented the international mandate of IMO, FAO and ILO. The recent problem is how far demand of the manpower meets the supply, due to rapid development of vocational high school chiefly on producing middle level of fisheries manpower. The hypothesis is that demand and supply of middle fisheries manpower be inline and appropriate. The study is conducted to indicate middle fisheries manpower and fishing vessel at existing condition, to predict the need of manpower and to recommend strategic formulation for the manpower development. Existing condition of manpower and fishing vessel are conducted on the frame of survey. Projection of the manpower need was done by regression approach, and the recommendation for the manpower development is based on management strategic stages. Result of study covered time series of supply of manpower and fishing vessel quantity. Demand projection for manpower seemed unbalance of the supply and recommendation has been proposed. The study pointed out that the fisheries manpower supply just meet a demand about 10% of the necessity of sertified fisheries manpower. Projection of fisheries manpower for 2010 as 39,270 peoples. Main recommendation from the study is appropriate infrastructure and facilities as standardize to be provided.
TINGKAT EFISIEN PEMASARAN IKAN LAUT SEGAR DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) BRONDONG Miftachul Huda; Iin Solihin; Ernani Lubi
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 6 No 1 (2015): MEI 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3623.991 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.6.91-104

Abstract

Pemasaran merupakan kunci dari keberlanjutan aktivitas perekonomian tidak terkecuali ikan hasil tangkapan yang berasal dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong. Ikan yang didaratkan di PPN Brondong beragam. Ikan swangi (Priacanthus tayenus) dan ikan kuniran (Upeneus sulphureus) merupakan ikan hasil tangkapan dominan serta ikan tongkol (Euthynnus affinis) dan ikan kakap merah (Lutjanus malabaricus) merupakan ikan ekonomis tinggi yang di daratkan di PPN Brondong. Nelayan PPN Brondong perhari rata-rata melakukan penangkapan ikan 159 ton ikan. Potensi besarnya hasil tangkapan yang didaratkan di PPN Brondong harus dapat diimbangi dengan pemasaran yang baik. Aktivitas pemasaran harus dapat dilakukan se efisien mungkin sehingga dari sisi bisnis dapat memberikan keuntungan yang besar dari hasil kegiatan pemasaran ini. Aktivitas distribusi pemasaran ikan yang berasal dari PPN Brondong saat ini masih belum efisien dikarenakan aktivitas pemasaran masih menggunakan alat-alat yang tradisional. Melihat kondisi itu penting untuk mengetahui tingkat efisien dari aktivitas pemasaran ikan yang berasal dari PPN Brondong. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung tingkat efisiensi pemasaran ikan yang ada di PPN Brondong, Lamongan, Jawa Timur. Penelitian akan dilaksanakan dengan metode kasus terhadap strategi peningkatan efisiensi pemasaran dalam pendistribusian ikan dari Pelabuhan Perikanan Pantai (PPN) Brondong. Analisis yang dipergunakan yaitu dengan rumus efisiensi pemasaran. Berdasarkan analisis yang dilakukan didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa aktivitas pemasaran yang ada di PPN Brondong tidak efisien. Terbukti berdasarkan analisis didapatkan ikan swangi memiliki tingkat Eps 45,44%, ikan kuniran 38,98%, ikan tongkol 57,94% dan ikan kakap merah 25,65% dengan dinyatakan dimana pemasaran dikatakan efisien jika memiliki Eps <5%.
KINERJA KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUB) NELAYAN GILLNET DI BARSELA ACEH Muhammad Rizal; Budy Wiryawan; Sugeng Hari Wisudo; Iin Solihin; John Haluan
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 8 No. 1 (2017): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.809 KB) | DOI: 10.29244/jmf.8.1.73-86

Abstract

ABSTRACTNowadays, the development of fisheries strategic issues is related to poverty and welfare of fishermen. In 2010 - 2014, Ministry of Marine and Fisheries implemented Business Development Program of Rural Area by creating a Joint Business Group (JBG) to help traditional and small scale fishermen who categorized as poor. This study aimed to determine the performance of JBG of gillnet fishermen and to identify the attributes of performance (aspects of institutional, socio-cultural, economic, environmental and policy) in Barsela Aceh. Data was collected by purposive sampling method from 13 JBG of gillnet fishermen. IPA analysis and gap analysis were performed to measure each attribute and attribute's performance. The results showed that the value of the gap in the aspect of the institution of 1.87, and socio-cultural aspect of 1.91, which are categorized as good enough. Furthermore, the value of the economic aspect (2,12), environmental aspect (2,43) and policy aspect (2.21) are categorized as less good. The attributes which categorized as a top priority (in quadrant A) are the aspect of institution, namely; human resources quality of JBG, the level of utilization of information technology and marketing, participation in training event, frequency of training held by related agencies and traditional institutions and the effectiveness of PPTK. Socio-cultural aspects are the desire to be independent culture, work ethic culture, group cohesiveness, and JBG assets are jointly managed. In economic aspect are active savings and loan activities, the level of turnover development of JBG and the level of market opportunities for JBG fishermen's business. Environmental aspects are the effectiveness of target fish species catch, high economic value of fish and environment-friendly technologies. Policy aspects are sanctioned policies for fictitious JBG, policies about who can become a member of JBG, policy management in preparing a joint business plan and sanctions for members who violate the rules.Keywords: Barsela Aceh, JBG, gillnet fishermenABSTRAKPerkembangan isu strategis perikanan saat ini adalah kemiskinan dan kesejahteraan nelayan. Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2010-2014 melaksanakan Program Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) dengan membuat Kelompok Usaha Bersama (KUB) untuk membantu nelayan tradisional dan kecil yang masih tergolong miskin. Penelitian ini bertujuan yaitu mengetahui kinerja KUB nelayan gillnet dan mengidentifikasi atribut kinerjanya (aspek lembaga, sosial budaya, ekonomi, lingkungan dan kebijakan) di Barsela Aceh. Metode pengambilan data purposive sampling, dimana data diambil secara sengaja pada 13 KUB nelayan gillnet. Analisis data yang digunakan yaitu analisis IPA untuk menilai setiap atribut dan analisis kesenjangan (gap) untuk menilai kinerja setiap atribut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kesenjangan pada aspek lembaga (1,87) dan aspek sosial budaya (1,91) yaitu katagori cukup baik. Selanjutnya nilai pada aspek ekonomi (2,12), aspek lingkungan (2,43) dan aspek kebijakan (2,21) yaitu katagori kurang baik. Serta atribut yang prioritas yaitu posisi atribut kuadran A (diprioritaskan) pada aspek lembaga adalah kualitas SDM KUB, tingkat pemanfaatan akses informasi teknologi dan pemasaran, keikutsertaan kegiatan pelatihan, intensitas pembinaan dari instansi terkait dan lembaga adat dan keefektifan PPTK. Aspek sosial budaya adalah budaya ingin mandiri, budaya etos kerja, kekompakan kelompok, dan aset KUB dikelola secara bersama. Aspek ekonomi adalah aktifnya kegiatan simpan pinjam, tingkat perkembangan omset KUB dan tingkat peluang pasar untuk usaha KUB nelayan. Aspek lingkungan adalah efektivitas jenis ikan target yang tertangkap, ikan ekonomis tinggi dan teknologi ramah lingkungan. Aspek kebijakan adalah aturan sanksi bagi KUB fiktif, kebijakan tentang yang bisa menjadi anggota KUB, kebijakan manajemen dalam menyusun rencana usaha bersama dan aturan sanksi bagi anggota yang melanggar.Kata kunci:  Barsela Aceh, KUB, nelayan gillnet
TINGKAT KETERGANTUNGAN DAN PERSEPSI NELAYAN PANCING ULUR TERHADAP SUMBERDAYA IKAN DI PRIGI TRENGGALEK JAWA TIMUR (Dependency and Perception of Handline Fishermen towards Fish Resources at Prigi Trenggalek East Java) Nora Akbarsyah; Eko Sri Wiyono; Iin Solihin
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 8 No. 2 (2017): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.584 KB) | DOI: 10.29244/jmf.8.2.199-210

Abstract

ABSTRACTThis  study  aimed  to  describe  dependence  and  perception  of  fisheries  resources  of handline fishers  at  Prigi  Trenggalek.  This  research  was  conducted  at Prigi,  Watulimo, Trenggalek District in Oktober until December 2014. The analysis used Multy Criteria Analysis and descriptive method. Respondents to the survey are 10% from all the handline fishermen. Each respondent  represents  each household.  Results showed that  group C have an highest  dependence  toward  fisheries  resource.  The  group  think  that  Prigi  still  has  much resources and the total catch not change in ten years later. Keywords: dependency, fisher, hand line, fisheries resources, perception ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat ketergantungan dan persepsi nelayan pancing ulur di Prigi Trenggalek terhadap sumberdaya ikan yang ada disana. Pengambilan data lapangan bertempat di Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek Jawa Timur pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2014. Sampel dalam penelitian ini yaitu 10% dari jumlah total nelayan pancing ulur. Satu responden mewakili satu rumah tangga nelayan. Metode analisis menggunakan Multi Criteria Analysis dan metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok nelayan yang mempunyai jumlah alat tangkap lebih banyak mempunyai ketergantungan yang paling tinggi diantara seluruh kelompok. Kelompok nelayan yang mempunyai ketergantungan tinggi berpendapat bahwa jumlah sumberdaya ikan di Prigi masih banyak.Kata kunci: ketergantungan, nelayan, pancing ulur, sumberdaya Ikan, persepsi
POTENSI IKAN UNGGULAN SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI PENGOLAHAN DI PPN KARANGANTU (Superior fish potential as Raw Materials of Processing Industry in Karangantu Archipelagic Fishing Port) Asep Hamzah; Anwar Bey Pane; Ernani Lubis; Iin Solihin
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 6 No. 1 (2015): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.913 KB) | DOI: 10.29244/jmf.6.1.45-58

Abstract

ABSTRACTKarangantu Archipelagic Fishing Port (Karangantu AFP/PPN Karangantu) has been appointed as regional fisheries industry (formerly minapolitan), sub-sector of catch fisheries since 2010. Today, the development of the fisheries industry one of them is processing industry still undeveloped as the result of lack of area / specific industrial land in PPN Karangantu. In addition, there is no information about the superior fish landed in PPN Karangantu as raw material. This study aims to: (1) Determine the potential of fish catches landed in PPN Karangantu as raw material processing industry; (2) Obtain production alternatives for raw material surrounding fishing port that supports processing industry in PPN Karangantu. The results of this research indicated that there were 7 types of fish that had a positive value of LQ growth with a score is 3 there are squid, mackerel, kuniran, kurisi, sardine, tuna and sea-catfish. LQ score of 3 indicates that the types of fish are concentrated relatively in PPN Karangantu and can be developed in the future become a raw material for processing industry at PPN Karangantu. Alternative production of raw material can be obtained from PPI Kepuh PPI Wadas, PPI Terale, and PPI Lontarby the type of fish that are depend to the needs of processors in PPN Karangantu and brought by the sea or via land transportation.Keywords: Karangantu archipelagic fishing port, processing fish, raw materials, superior potential,--------ABSTRAKPelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu telah ditunjuk sebagai kawasan industri perikanan (sebelumnya minapolitan) subsektor perikanan tangkap sejak 2010. Namun, perkembangan industri perikanan salah satunya pengolahan ikan masih belum optimal sebagai akibat belum adanya kawasan/lahan khusus industri di PPN Karangantu. Selain itu, belum ada informasi mengenai ikan unggulan yang didaratkan di PPN Karangantu sebagai bahan baku olahan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui potensi ikan-ikan hasil tangkapan unggulan yang didaratkan di PPN Karangantu sebagai bahan baku industri pengolahan; (2) mendapatkan alternatif produksi hasil tangkapan dari pelabuhan perikanan sekitarnya yang mendukung industri pengolahan ikan di PPN Karangantu. Metode penelitian adalah studi kasus terhadap potensi unggulan industri pengolahan ikan di PPN Karangantu. Jumlah responden ditentukan secara purposive sampling, terdiri dari nelayan, pedagang, pengolah ikan, pengelola Dinas Perikanan Kota Serang dan pengelola PPN Karangantu. Analisis data menggunakan Location Quotient (LQ) untuk mencari ikan hasil tangkapan unggulan di PPN Karangantu dan analisis kekuatan hasil tangkapan untuk mengetahui karakteristik ikan bahan baku industri pengolahan ikan di PPN Karangantu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 jenis ikan yang memiliki nilai pertumbuhan LQ positif dengan skor 3 yaitu cumi-cumi, kembung, kuniran, kurisi, lemuru, tongkol dan manyung. Skor LQ 3 mengindikasikan bahwa jenis-jenis ikan tersebut terkonsentrasi pendaratannya secara relatif di PPN Karangantu dan dapat terus dikembangkan menjadi bahan baku industri pengolahan ikan di PPN Karangantu.Kata kunci: PPN Karangantu, pengolahan ikan, bahan baku, potensi unggulan
KEPUASAN NELAYAN TERHADAP PELAYANAN PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) KEJAWANAN CIREBON (Fishermen Satisfaction Service in Kejawanan Cirebon Fishing Port) Auliya Al Bayyinah; Iin Solihin; Sugeng H. Wisudo
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 7 No. 1 (2016): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.149 KB) | DOI: 10.29244/jmf.7.1.33-43

Abstract

ABSTRACTOne of the services with an important role in the fisheries is the availability of services in the fishing port. Provision of services will affect to the level of satisfaction fishermen. Satisfaction fishermen are something important in supporting performance and the development of a fishing port. This study aims to determine what service attributes that already meet the satisfaction of the fishermen, knowing service attributes that need to be prioritized according to the repair or improvement of fishermen, and assess the level of satisfaction with the services of Kejawanan Fishing port’s fishermen overall. The study was conducted at the Fishery Port Nusantara (PPN) Kejawanan in Cirebon, West Java. The study was conducted in August and October 2015 for 14 days. Collecting data using interviews with 17 respondents. Analysis of data using Importance and Performance Analysis (IPA) and Customer satisfaction Index (CSI) using 15 attributes assessment. The results showed that there are eight service attributes were considered to have met the fishermen satisfactory that the physical condition of the facility; the availability of the number of officers; their service procedures are clear; officers provide services as promised; speed of officers in handling services; alacrity officers in serving the fishermen; friendliness, attention and attitude of officers; and delivery of information. There are two attributes of service that still needs to be improved, namely the handling of complaints of fishermen; and the officer knows, understanding the needs and desires of fishermen. Overall fishermen have felt very satisfied with the services provided by the port.Keywords: fishermen satisfaction, Kejawanan fishing port, service-------ABSTRAKSalah satu bentuk pelayanan yang mempunyai peranan penting dalam dunia perikanan yaitu tersedianya pelayanan jasa di pelabuhan perikanan. Pemberian pelayanan akan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan nelayan. Kepuasan nelayan penting dalam menunjang kinerja dan pengembangan suatu pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut pelayanan apa saja yang sudah memenuhi kepuasan nelayan, mengetahui atribut pelayanan yang perlu mendapatkan prioritas perbaikan atau peningkatan menurut nelayan PPN Kejawanan, dan menilai tingkat kepuasan nelayan terhadap pelayanan PPN Kejawanan secara keseluruhan. Penelitian dilakukan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Cirebon Jawa Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus dan Oktober 2015 selama 14 hari. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara kepada 17 responden. Analisis data menggunakan Importance and Performance Analysis (IPA) dan Customer Statisfaction Index (CSI) menggunakan 15 atribut penilaian. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 8 atribut pelayanan yang dianggap telah memenuhi kepuasan nelayan yaitu kondisi fisik fasilitas; ketersediaan jumlah petugas; adanya prosedur pelayanan yang jelas; petugas memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan; kecepatan petugas dalam menangani pelayanan; kesigapan petugas dalam melayani nelayan; keramahan, perhatian dan sikap petugas; dan penyampaian informasi. Terdapat 2 atribut pelayanan yang masih perlu di tingkatkan yaitu penanganan keluhan nelayan; dan petugas mengetahui, mamahami kebutuhan dan keinginan nelayan. Secara keseluruhan nelayan sudah merasa sangat puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak pelabuhan.Kata kunci: tingkat kepuasan nelayan, PPN Kejawanan, pelayanan
POLA INTERAKSI ANTAR PELABUHAN PERIKANAN DI KABUPATEN SUKABUMI Tiffani Eka Putri; Iin Solihin
Buletin PSP Vol. 20 No. 3 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola interaksi antar pelabuhan perikanan dan pola distribusi hasil tangkapan di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPN Palabuhanratu merupakan pelabuhan pemasok perbekalan melaut berupa BBM dan es bagi sebagian besar pelabuhan perikanan yang ada di Kab. Sukabumi. Sedangkan kebutuhan air sebagian besar dipenuhi oleh pelabuhan perikanan masing-masing.  Faktor-faktor yang mempengaruhi adanya interaksi tersebut adalah tingkat kebutuhan bahan perbekalan melaut, ketersediaan dan kemudahan untuk memperolehnya dan jarak antarpelabuhan perikanan tersebut. Pola interaksi pelabuhan perikanan dalam pendistribusian hasil tangkapan adalah adalah (i) pelabuhan perikanan yang berperan sebagai daerah pasar dan daerah transit bagi pelabuhan lainnya (ii) pelabuhan perikanan yang berperan sebagai daerah pemasok sekaligus daerah pasar bagi pelabuhan perikanan lainnya dan (iii) pelabuhan perikanan yang hanya berperan sebagai pemasok bagi pelabuhan perikanan lainnya. Hasil tangkapan ikan segar sebagian besar didistribusikan ke wilayah Jakarta melalui PPN Palabuhanratu dan perusahaan pengolahan, sedangkan ikan olahan didistribusikan ke wilayah Jakarta, beberapa kota di Jawa Barat, Banten dan Jawa Tengah.Kata kunci: distribusi, Kabupaten Sukabumi, pelabuhan perikanan, pola interaksi
Financial Review of Gillnet Fishermen's Joint Business Group (KUB) in Beach South West (BARSELA) Aceh M Rizal; budi wiryawan; sugeng h wisudo; iin solihin
ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine Journal) Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ecsofim.2017.005.01.03

Abstract

Production of marine fisheries in Barsela over the last five years, based on capture fisheries statistical data of Aceh province, has increased to 285,926.6 tonnes in 2010-2014. Therefore, the total production will affect fishing effort and the fishermen (DKP 2010-2014). The increasing factors of the number of fishing fleet in every year followed by the increasing of fish production still cannot increase the income and welfare of fishermen, particularly the joint business group (KUB) of gillnet fishermen whom are categorized as small-scale fishermen. This study aims to analyse the feasibility of gillnet fishermen's KUB in the area of Barsela Aceh. The result showed that KUB of gillnet fishermen is feasible to continue an average profit of Rp 58.878621. The value of R/C is > 1 with an average value of 1.50. The value of average PP is 1,49 (18 months) to restore the stock. The feasibility of business investment of gillnet fishermen's KUB obtained NPV value > 1, with the average value of 51.951.818, the value of Net B/C is > 1 with an average value of 1.73 and IRR values with an average value of 54%, higher than interest rate level (14%) so that it can be concluded that the JBG of gillnet fishermen is feasible to continue. 
PENDEKATAN VALUE FOR MONEY UNTUK PENILAIAN KINERJA TEMPAT PELELANGAN IKAN MUARA ANGKE (Value for money Approach For The Fish Auction Performance Assessment In Muara Angke) Retno Mulinggar; Iin Solihin; Fifi Dwi Resti
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 3 No. 1 (2012): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.694 KB) | DOI: 10.29244/jmf.3.1.15-21

Abstract

ABSTRACTFish Auction Place known as Tempat Pelelangan Ikan (TPI) is one of the public facilities where its functions have to serve the community on fish marketing in the fishing port. The daily auction activities in TPI Muara Angke include weighing, recording and auctioning. It is necessary to measure the performance of TPI Muara Angke to determine TPI Muara Angke perform with its functions and roles. The objectives of this research were measuring the performance level of TPI activity in terms of economy, efficiency and effectiveness of TPI Muara Angke with the Value for money (VFM) approach. The results showed that the performance in TPI Muara Angke PPI is sufficient economical (87.61%), inefficient (121.83%) and ineffective (81.69%).Keywords: performance, fish auction place, value for money------ABSTRAKTempat Pelelangan Ikan (TPI) merupakan salah satu fasilitas publik yang berfungsi melayani masyarakat dalam pemasaran hasil tangkapan di pelabuhan perikanan. Aktivitas pelelangan di TPI Muara Angke dilakukan setiap hari meliputi