Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD. PROF. DR. W. Z, JOHANNES KUPANG Albert Lusi; I Made Artawan; Woro Indri Padmosiwi
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 7 No 1 (2019): Maret (Terbitan 16 tahun 2019)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.882 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i1.1499

Abstract

Kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan hal yang penting karena merupakan salah satu indikator untuk mengukur status kesehatan anak, dan sampai saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang umumnya dihadapi oleh negara berkembang, termasuk Indonesia. Salah satu faktor resiko BBLR adalah kadar hemoglobin (Hb). Hemoglobin merupakan parameter yang digunakan secara luas untuk menetapkan prevalensi anemia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan kadar hemoglobin ibu hamil dengan kejadian bayi berat lahir rendah. Metode penelitian ini menggunakan desain case control dengan jumlah sampel 50 orang yang terdiri dari 25 orang kelompok kasus dan 25 orang kelompok kontrol yang diambil dengan metode consecutive sampling setelah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Data diperoleh melalui rekam medik pasien. Analisis data menggunakan uji Chi square. Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi square didapatkan nilai p = 0,005 dan nilai OR = 5,464. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara kadar Hemoglobin (Hb) ibu hamil dengan kejadian BBLR di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, dimana ibu dengan kadar Hb <11g/dL mempunyai risiko 5,464 kali lebih tinggi untuk BBLR
EFEK PEMBERIAN MINUMAN SOPI DIBANDINGKAN ALKOHOL JENIS LAINNYA TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI PANKREAS TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR Sprague dawley Jefryson Udju Edo; I Made Artawan; I Nyoman Sasputra
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 8 No 1 (2020): Januari (Terbitan 18 tahun 2020)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.069 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2658

Abstract

Sopi merupakan minuman alkohol hasil fermentasi dari nira atau (sadapan lontar). Alkohol adalah salah satu faktor penyebab pankreatitis kronik, yang sering ditemukan pada laki-laki usia dewasa muda (30-40 tahun). Penelitianmenunjukan jika setelah serangan pankreatitis pertama, pasien mengonsumsi alkohol dengan dosis sama seperti sebelumnya, memiliki resiko 41% menjadi kronis, jika konsumsi alkohol diturunkan resiko menjadi 23%. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan dan menganalisis gambaran mikroskopis pankreas antara Sopi dibandingkan dengan Vodka dan Bir. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorikpost-test controlled group design menggunakan 28 tikus dibagi menjadi 4 kelompok. K merupakan kelompok kontrol diberi aquades. P1,P2 dan P3 merupakan kelompok eksperimental yang diberi Bir (4,7%), Vodka (40%) dan Sopi (53%) dengan dosis 8 ml/kgBB selama 10 hari. Perubahan diamati secara mikroskopis menggunakan kriteria Schmidt dibagi menjadi 4 kriteria : edema, infiltrat leukosit, nekrosis sel asinar, perdarahan. Data hasil penelitian diuji menggunakan uji statistik yaitu ANOVA dan Post Hoc LSD. Hasil kelompok P1 didapatkan edema dan perdarahan,kelompok P2 dan P3selain edema dan perdarahan didapatkan infiltrat leukosit dan nekrosis sel asinar. Hasiluji ANOVA didapatkan perbedaan bermakna (p=0,000). Hasiluji LSD didapatkan perbedaan bermakna antara K-P1(p=0,001) K-P2(p=0,000) K-P3(p=0,000) P1-P2(p=0,000) P1-P3(p=0,000). Kesimpulan perubahan histopatologi paling buruk terjadi pada pemberian sopi dan vodka, antara sopi dan vodka tidak ada perbedaan perubahan histologi yang bermakna, sedangkan pada pemberian sopi dan bir terdapat perbedaan bermakna
HUBUNGAN ANEMIA DENGAN MEMORI JANGKA PENDEK PADA SISWA SD INPRES NOELBAKI KABUPATEN KUPANG Reynardo Kurnia Hadiyanto Purba; I Made Artawan; Idawati Trisno
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 8 No 2 (2020): April ( Terbitan 19 tahun 2020)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.829 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i2.3330

Abstract

Anemia adalah kondisi dimana konsentrasi hemoglobin yang berfungsi sebagai transport oksigen lebih rendah daripada yang dibutuhkan tubuh. Kondisi ini mengakibatkan kadar oksigen darah ke otak yang menurun sehingga dapat mengakibatkan penurunan kemampuan kognitif dan belajar anak. Menurunnya kemampuan kognitif ini akan terlihat dari menurunnya kemampuan memori jangka pendek anak. Tujuan penelitan ini untuk mencari korelasi antara anemia dengan memori jangka pendek pada siswa SD Inpres Noelbaki Kabupaten Kupang. Metode pada penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional komparatif. Pengumpulan data anemia menggunakan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat Easy Touch GCHb dimana hasilnya dibandingkan dengan angka standar oleh WHO. Pengumpulan data kemampuan memori jangka pendek anak menggunakan kuesioner Wechsler Intellegence Scale for Children sub-scale digit span forward and backward yang disediakan. Analisis data menggunakan uji Chi square dengan uji alternatif Fischer’s exact test. Hasil analisis bivariat yang dilakukan pada variabel menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara anemia dan kemampuan memori jangka pendek pada siswa SD Inpres Noelbaki (p=0,770). Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan yang bermakna antara anemia terhadap kemampuan memori jangka pendek (p>0,05) pada siswa SD Inpres Noelbaki Kabupaten Kupang
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE-OPERASI DI RSUD PROF DR. W. Z. JOHANNES KUPANG Fretrien Jiliamarch Supardi; I Made Artawan; Prisca Deviani Pakan
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 8 No 2 (2020): April ( Terbitan 19 tahun 2020)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.878 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i2.3355

Abstract

Kecemasan adalah suatu karakteristik emosi yang ditandai dengan perasaan tertekan, khawatir dan terjadi perubahan fisik seperti tekanan darah.Seseorang berpotensi mengalami kecemasan dengan keadaan atau tindakan yang membahayakan kesehatan atau mengancam nyawanya salah satunya adalah tindakan operasi yang dapat mempengaruhi kondisi fisik individu.Tatalaksana kecemasan terbagi dalam tatalaksana farmakologi dan nonfarmakologi.Terapi farmakologi meliputi obat-obatan dan terapi non-farmakologi meliputi relaksasi, distraksi, dan salah satunya terapi musik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh terapi musikklasik terhadap tingkat kecemasan pasien pre-operasi di RSUD Prof. Dr. W Z Johannes Kupang. Metode penelitian ini merupakan penelitian Quasi-eksperimental dengan rancangan pre-test and post-test with control group design. Teknik pengambilan Responden menggunakan analitik komparatif dua kelompok dengan jumlah total responden 30 orang.Pada kelompok perlakuan diberikan terapi musik selama 20 menit menggunakan headphone. Hasil pada pengukuran kecemasan sebelum dan sesudah didapatkan pada kelompok kontrol sebanyak 15 orang mengalami kecemasan ringan dan mengalami perubahan kecemasan menjadi kecemasan ringan sebanyak 12 orang dan kecemasan sedang 3 orang. Sedangkan, kelompok perlakuan didapatkan sebanyak 13 orang dengan kecemasan ringan, 1 orang kecemasan dengan sedang, dan 1 orang dengan kecemasan berat dan mengalami perubahan kecemasan menjadi kecemasan ringan sebanyak 15 orang setelah mendengarkan musik. Perbandingan kelompok kontrol dan perlakuan terdapat perbedaan yang signifikan pada kedua kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat pengaruh pemberian terapi musik klasik terhadap tingkat kecemasan pasien pre-operasi (p = 0,000)
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PASIEN WANITA DI RSUD PROF. DR. W.Z JOHANNES KUPANG Florya Jocenly Lomu Nifu; I Made Artawan; Desi Indria Rini; Sidarta Sagita
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 8 No 3 (2020): Agustus (Terbitan 20 Tahun 2020)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.932 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i3.3484

Abstract

Obesitas saat ini disebut sebagai salah satu ‘’New World Syndrome’’ atau sindrom dunia baru karena angka kejadiannya terus meningkat dan telah menimbulkan beban sosial-ekonomi serta masalah kesehatan masyarakat. salah satu gangguan muskuloskeletal akibat dampak dari obesitas adalah Nyeri Punggung Bawah (NPB). NPB merupakan keluhan nyeri yang menjadi penyebab utama disabilitas (kelumpuhan), penurunan kualitas hidup, dan keluhan utama bagi para pekerja yang datang ke pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan kejadian nyeri punggung bawah pada pasien wanita di RSUD Prof. Dr. W.Z Johannes Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah desain penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan case control study. Besar sampel yang digunakan sebanyak 80 sampel yang terbagi atas kelompok kasus dan kelompok kontrol dengan teknik consecutive sampling. Data diperoleh dari rekam medis kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil pada penelitian ini diperoleh hasil p=0,004 (p<0,05) dan nilai OR = 3,889. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara obesitas dengan kejadian nyeri punggung bawah pada pasien wanita di RSUD Prof. Dr. W.Z Johannes Kupang
The relationship between emotional intelligence and self-directed learning readiness among students in the faculty of medicine Eko Novanto Nurismail; Dyah Gita Rambu Kareri; Derri Riskiyanti Tallo Manafe; I Made Artawan
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling: Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling Volume 7 Number 1 June 2021
Publisher : Program Studi bimbingan Konseling PPs UNM Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jppk.v7i1.19050

Abstract

This study is aimed to investigate the relationship between emotional intelligence and self-directed learning readiness (SDLR) among students in Faculty of Medicine, University of Nusa Cendana. This analytical observational research implemented cross sectional design with stratified random sampling technique on preclinical medical students at the Faculty of Medicine, University of Nusa Cendana, in the academic years of 2017, 2018, and 2019. A total of 156 respondents which fulfilled the inclusion criteria were recruited in this study by filling questionnaires of Schutte emotional intelegence scale (SEIS) and self-directed learning readiness scale (SDLRS) analyzed using Somer’s d test. The results of the study showed that: (1) there is a significant relationship between emotional intelligence and SDLR of the students at the Faculty of Medicine, University of Nusa Dua (p<0.05) with strong correlation coefficient (r: 0.534); (2) there were 127 preclinical medical students (81.41%) with a high level of emotional intelligence and 29 preclinical medical students (18.59%) had a moderate level of emotional intelligence, but none of them had a low level of emotional intelligence; and (3) there were 84 preclinical medical students (53.84) who had high level of SDLR and 72 (46.16%) with a moderate level of SDLR, but none of them had a low SDLR level.
Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Motivasi Perilaku dan Metode Online Bagi Mahasiswa FK Undana Sidarta Sagita; Maria Agnes E. Dedy; I Made Artawan
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 5 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/cerdika.v2i5.367

Abstract

Knowledge and attitudes about COVID-19 prevention behavior are very important, especially for health workers themselves, because currently there are health workers who have been confirmed positive for COVID-19. This causes several negative impacts that cause a lot of losses not only for the health workers but for families and students. Research on the effect of the COVID-19 pandemic on behavioral motivation and online methods for students has never been done, especially in East Nusa Tenggara (NTT), especially at Undana Medical Faculty. FK Undana is a public lecturer faculty in NTT. Therefore, researchers are interested in conducting research on "The Effect of the COVID-19 Pandemic on Behavioral Motivation and Online Methods for UNDANA Medical Faculty Students". To increase knowledge about research in general (theoretical) and increase knowledge about COVID-19 in relation to looking at the effect of the COVID-19 pandemic on behavioral motivation and online methods for students. The type of research conducted is quantitative and qualitative research using analytical research design and cross sectional design. This research design is used to examine qualitatively in the interview results. The implementation of the online learning system is still not optimal, with the absence of a learning system study report, a learning system feedback report. The supporting factor in the online learning system is that all lecturers and students understand technology and are accustomed to using the internet. An internet service system that already supports teaching and learning activities. The obstacle factor in the online learning system is that the work of lecturers becomes an obstacle to the teaching and learning process considering that their busyness has increased due to the COVID-19 pandemic, especially prioritizing the service of COVID-19 patients. Students are not ready for a sudden change from an offline learning system to an online learning system.
PERBEDAAN USIA DAN JENIS KELAMIN TERHADAP KETUNTASAN PENGOBATAN TB PARU DI PUSKESMAS DI KOTA KUPANG Ni Putu Widaria Atik Lestari; Maria Agnes Etty Dedy; I Made Artawan; Ika Febianti Buntoro
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 10 No 1 (2022): April (Number Issue 23, Year 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6802

Abstract

Tuberkolosis adalah suatu penyakit yang disebabkan langsung oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis). Walaupun telah ditemukan obat-obat dalam mengatasi penyakit TB, namun jumlah kasus TB di Indonesia khususnya Kota Kupang masih banyak. Penyebab terjadinya kegagalan pengobatan TB dapat dipengaruhi oleh faktor obat, penyakit dan penderitanya sendiri. Berdasarkan faktor penderita sendiri, yaitu usia dan jenis kelamin. Semakin bertambahnya usia seseorang dapat mempengaruhi sistem imun seseorang untuk melawan infeksi. Berdasarkan jenis kelamin dapat mempengaruhi ketuntasan pengobatan dilihat dari gaya hidup laki-laki tidak sehat dibandingkan perempuan yang dapat mempengaruhi daya tahan tubuh sehingga mempengaruhi ketuntasan pengobatan TB. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan usia dan jenis kelamin terhadap ketuntasan pengobatan Tuberkulosis Paru di Puskesmas Kota Kupang. Metode penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan uji beda nonparemetik. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik Cluster Sampling, dimana untuk sampel diambil berdasarkan jumlah kasus TB terbanyak di Puskesmas Kota Kupang yaitu pada Puskesmas Oesapa, Puskesmas Sikumana, Puskesmas Oebobo dan Puskesmas Bakunase dengan jumlah kasus TB paru sebanyak 225 kasus. Dari jumlah kasus yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi yaitu sebanyak 174 orang. Pengumpulan data menggunakan rekam medic dan dianalisis menggunakan uji Mann-whitney. Hasil berdasarkan penelitian ini dari 174 sampel, berdasarkan usia didapatkan 156 responden tuntas dalam pengobatan. Berdasarkan Jenis kelamin di dapatkan 78 responden perempuan tuntas dalam pengobatan, sedangkan untuk jenis kelamin laki-laki sebanyak 96 tuntas dalam pengobatan. Hasil Uji analisis bivariat diperoleh hasilp=0,251 (p>0,05) pada usia dan p=0,594 (p>0,005) pada jenis kelamin. Kesimpulan penelitian berdasarkan ketuntasan pengobatan Tb paru tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara usia dan jenis kelamin terhadap ketuntasan pengobatan.
SENAM MATA MENURUNKAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) PADA MAHASISWA UNIVERSITAS NUSA CENDANA Stevania Vincenisia Nau; Sidarta Sagita; I Made Buddy Setiawan; I Made Artawan
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 10 No 1 (2022): April (Number Issue 23, Year 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6807

Abstract

Seseorang yang menggunakan komputer selama dua jam atau lebih dikatakan dapat menyebabkan terjadinya Computer Vision Syndrome (CVS). Sejak diterapkan pembelajaran jarak jauh, penggunaan laptop atau komputer semakin meningkat khususnya dikalangan mahasiswa dikarenakan pembelajaran dapat berlangsung dari pagi hingga sore hari, sehingga dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan, khususnya kesehatan mata seperti terjadinya CVS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam mata dalam menurunkan Computer Vision Syndrome pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan rancangan non equivalent control group design lalu dilakukan pengelompokan menjadi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang dilakukan secara acak pada mahasiswa Universitas Nusa Cendana. Pengambilan besar sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan data dianalisa menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil dari penelitian ini uji wilcoxon masing-masing kelompok mengalami penurunan gejala CVS. Pada kelompok intervensi nilai p = 0,000 (p<0,05) dan kelompok kontrol nilai p = 0,002 (p<0,000). Dan uji Mann Whitney tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol, dengan nilai p = 0,095 (p>0,05). Dari penelitian ini Kesimpulan yang diambil adalah senam mata tidak mempunyai pengaruh terhadap penurunan gejala CVS yang dirasakan responden.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN SINDROMA DISPEPSIA PADA MAHASISWA PRE KLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA Clarensius Giovani Boni Kefi; I Made Artawan; Maria Agnes Etty Dedy; Christina Olly Lada
Cendana Medical Journal (CMJ) Vol 10 No 1 (2022): April (Number Issue 23, Year 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6818

Abstract

Seseorang dengan pola makan yang tidak teratur akan mempengaruhi proses kerja lambung. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman misalnya makanan pedas atau asam, minum teh atau kopi dan minuman berkarbonasi lainnya dapat meningkatkan resiko munculnya sindroma dispepsia. Pemberian terapi yang kurang efektif untuk mengontrol gejala dispepsia dapat mengganggu aktifitas sehari-hari dan meningkatan biaya pengobatan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya hubungan pola makan dengan sindrom dispepsia pada mahasiswa pre klinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Kupang. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional dengan menggunakan tiga kuisioner yaitu kuisioner perilaku makan, kuisioner sindroma dispepsia dan kuisioner FFQ yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitas kuisioner. Pengambilan sampel menggunakan cara simple random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 116 sampel. Variabel pada penelitian ini adalah pola makan (perilaku makan, pola konsumsi makanan dan minuman iritatif) dan sindroma dispepsia. Analisis data secara univariat untuk mengetahui distiribusi dari pola makan dan sindroma dispepsia dan analisis bivariate menggunakan uji regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan antara variabel pola makan dengan sindroma dispepsia. Hasil data penelitian dari 116 responden menunjukan bahwa sebanyak 38,8% mengalami sindroma dispepsia ringan, 19,8% mengalami sindroma dispepsia sedang dan 2,6% mengalami sindroma dispepsia berat. Sebanyak 99 responden (85,3%) mahasiswa FK Undana mempunyai perilaku pola makan yang baik. Sebanyak 99 responden (85,3%) jarang mengonsumsi minuman iritatif dan sebanyak 67 responden (57,8%.) jarang mengonsumsi makanan iritatif. Dari hasil uji bivariat pada penelitian ini, menggunakan uji regresi linear berganda didapatkan hasil nilai p=0,01 dan nilai r=0,330. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan pola makan dengan sindrom dispepsia pada mahasiswa pre klinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Kupang.