Baharinawati Wilhan Hastanti
BPPTPDAS Solo

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai

ANALISIS MODAL SOSIAL DALAM PENGELOLAAN MATA AIR DI DUSUN NGARAM-ARAM, DESA CREWEK, KECAMATAN KRADENAN, KABUPATEN GROBOGAN (Analysis of social capital in springs management at Ngaram-aram Hamlet, Crewek Village, Kradenan District, Grobogan Regency) Baharinawati Wilhan Hastanti; Purwanto Purwanto
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Managem
Publisher : Center for Implementation of Standards for Environmental and Forestry Instruments Solo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.898 KB) | DOI: 10.20886/jppdas.2019.3.2.89-110

Abstract

ABSTRACTSGrobogan Regency is one of the areas in Central Java that experiences drought almost every year. However, Ngaram-aram Hamlet in Crewek Village in the Grobogan Regency almost has not affected by drought in the dry season due to some springs located in this area. Increasing the community participation in water management could be obtained by strengthening the social capital. The objective of this study is to determine the social capital variables in the management of springs by identifying: 1) trust and community solidarity in spring’s management, 2) social Norms in spring’s management, and 3) social networks in spring’s management. The results of the research show that spring’s management was carried out both physically and spiritually. Trust and solidarity in spring’s management could be seen in regulating and distributing water to houses, and in contributing to the finance of spring’s management. The existing social norm is in the form of command sand prohibitions in spring’s management that contain social values, rewards and punishments. The social network in spring’s management at Ngaram-aram appears in a special set of relationships among groups of people who utilize the springs with characteristics of relationships that could be used to interpret social behavior motives from the people involved in them. This network has economic function to obtain water for household and agricultural purposes, social function in security and socialization, and communication flow of information. Indicators of the social network existence could be seen from 1) individual centrality 2) individual closeness, and 3) togetherness between individuals.Keywords: social capital; springs; management ABSTRAKKabupaten Grobogan adalah salah satu wilayah di Jawa Tengah yang hampir setiap tahun mengalami kekeringan. Namun demikian, Dusun Ngaram-aram di Desa Crewek yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Grobogan hampir tidak terdampak kekeringan di musim kemarau karena adanya mata air yang bersumber di kawasan tersebut. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan air dapat diperoleh melalui penguatan modal sosial. Penelitian ini bertujuan mengetahui variabel-variabel modal sosial dalam pengelolaan mata air dengan mengidentifikasi: 1) kepercayaan dan solidaritas masyarakat dalam pengelolaan mata air, 2) norma sosial dalam pengelolaan mata air, dan 3) jaringan sosial dalam pengelolaan mata air. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan mata air dilakukan secara fisik dan spiritual. Bentuk-bentuk kepercayaan dan solidaritas dalam pengelolaan mata air berupa kepercayaan dan solidaritas dalam mengatur distribusi air ke rumah-rumah, urunan dalam pembiayaan yang terkait dengan pengelolaan mata air. Norma sosial yang ada berupa perintah dan larangan dalam pengelolaan mata air yang mengandung nilai-nilai sosial, penghargaan, dan hukuman. Jaringan sosial dalam pengelolaan mata air di Ngaramaram tampak pada seperangkat hubungan khusus di antara sekelompok warga yang memanfaatkan mata air, dengan karakteristik hubungan yang dapat digunakan untuk menginterpretasikan motif perilaku sosial dari orang-orang yang terlibat di dalamnya. Jaringan tersebut berfungsi ekonomi dalam memperoleh air untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian, jaminan sosial dan sosialisasi, dan komunikasi. Indikator-indikator keberadaan jaringan sosial dilihat dari 1) sentralitas individu, 2) kedekatan individu, dan 3) kebersamaan antar individu.Kata kunci: modal sosial; pengelolaan; mata air
KARAKTERISTIK DAN PERSEPSI PETANI TERHADAP INOVASI TEKNIK SOIL BIOENGINEERING UNTUK MITIGASI LONGSOR DI KABUPATEN BANJARNEGARA JAWA TENGAH (Characteristics and farmers’perception to Soil Bioengineering technique for mitigation of landslide at Banjarnegara Regency, Central Java ) Baharinawati Wilhan Hastanti; Pranatasari Dyah Susanti
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Managem
Publisher : Center for Implementation of Standards for Environmental and Forestry Instruments Solo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.356 KB) | DOI: 10.20886/jppdas.2019.3.1.45-58

Abstract

ABSTRACTSoil Bioengineering technique is a soil and water conservation technology innovation for landslide mitigation. The success of technological innovation is influenced by the perception and characteristic of the user community. This study aimed to determine the characteristics of farmers as potential users and their perceptions that were measured based on an assessment of characteristics of technology innovation. This study used a qualitative approach combined with the support of qualitative data quantification. Data collected consist of primary data and secondary data. Primary data include the characteristics of respondents and their perceptions of Soil Bioengineering innovation in the form of assessment variables consisting of certain indicators which are then measured using a Likert scale. The characteristics of farmers prospective users of Soil Bioengineering techniques are: 1) productive age, 2) lack of education (junior high school), 3) narrow land ownership (0.1 to 0.3 hectares), 4) the commodity planted is salak, 5) experience as farming (16 - 20 years) and, 6) medium/ middle income levels (3- 4.9 million rupiah per month). Farmer's perceptions are generally positive to Soil Bioengineering. Positive perception techniques if it was measured based on: 1) relative advantage, 2) compatibility, 3) simplicity, 4) trialability and 5) observability.Keywords: perception; community; innovation; technique; soil bioengineering; mitigation;landslide ABSTRAKTeknik Soil Bioengineering merupakan inovasi teknologi konservasi tanah dan air untuk mitigasi longsor. Keberhasilan inovasi teknologi ini dipengaruhi oleh persepsi dan karakteristik masyarakat pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani sebagai calon pengguna dan persepsinya yang diukur berdasarkan penilaian terhadap karakteristik inovasi teknik Soil bioengineering. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dipadukan dukungan kuantifikasi data kualitatif. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer meliputi karakteristik responden dan persepsinya terhadap inovasi Soil Bioengineering yang berupa variabel-variabel penilaian yang terdiri dari indikator-indikator tertentu yang kemudian diukur dengan menggunakan skala Likert. Karakteristik petani calon pengguna Teknik Soil Bioengineering adalah: 1) berusia produktif, 2) berpendidikan rendah (SMP), 3) luas kepemilikan lahan yang sempit (0,1 sampai 0,29 hektar), 4) komoditi yang ditanam adalah salak, 5) Berpengalaman sebagai bertani (16 – 20 tahun) dan, 6) tingkat pendapatan yang sedang/ menengah (3- 4,9 juta rupiah per bulan). Persepsi petani umumnya positif terhadap teknik Soil Bioengineering. Mempunyai persepsi positif bila diukur berdasarkan: 1) keuntungan relatif, 2) kesesuaian, 3) kesederhanaan, 4) ketercobaan/ dapat dicoba dan 5) keteramatan/ dapat diamati.Kata kunci: persepsi; masyarakat; inovasi; teknik; soil bioengineering; mitigasi; longsor