Muhammad Amrullah Pagala
Halu Oleo University

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS GENETIK AYAM TOLAKI PADA MASA PERTUMBUHAN Rusli Badaruddin; La Ode Nafiu; Muh. Amrullah Pagala
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 2, No 1 (2015): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.874 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v2i1.1075

Abstract

Ayam Tolaki merupakan ayam lokal Konawe, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari  Sifat fenotip dan genetik pada pertumbuhan ayam Tolaki. Dari 5 kelompok perkawinan 5 ekor pejantan dan 15 ekor induk masing-masing kelompok 1 ekor pejantan dengan 3 ekor induk dihasilkan 144 ekor anak ayam Tolaki yang terdiri dari (78 ekor jantan dan 66 ekor betina), yang diberi pakan secara adlibitum.  Pengamatan meliputi :, Komponen variansi digunakan untuk mengistimasi nilai-nilai genetik (heritabilitas) sifat pertumbuhan ayam Tolaki. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan ayam jantan lebih cepat dibandingkan ayam betina . kemampuan sifat pertumbuhan ayam Tolaki berdasarkan komponen variansi jantan, betina dan variansi induk cukup berfluktuasi. Pewarisan sifat pertumbuhan berdasarkan komponen variansi jantan (ĥ2s) tinggi pada umur 0 sampai 12 minggu dan bernilai positifKata kunci : Genetik, Heritabilitas, Ayam Tolaki dan Pertumbuhan 
Asosiasi Gen TGF-β2 dengan Ukuran-Ukuran Tubuh pada Ayam Tolaki Yunus Yunus; Muhammad Amrullah Pagala; Muh. Rusdin
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 8, No 3 (2021): JITRO, September 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.184 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v8i3.12891

Abstract

ABSTRAKAyam tolaki merupakan ayam lokal yang berasal dari Sulawesi Tenggara yang memiliki beberapa keunggulan seperti daya tahan tubuh yang lebih tinggi terhadap virus dan bakteri serta memiliki pertumbuhan yang beragam. Sifat-sifat unggul tersebut dikontrol oleh beberapa major gen, salah satunya adalah Transforming growth factor-beta 2 (TGF-β2). Transforming growth factor-beta 2 (TGF-β2) adalah kelompok gen growth hormone (GH) yang berperan sebagai pengontrol sifat pertumbuhan ayam dan termasuk dalam kelompok sitokin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asosiasi gen TGF-β2 dengan ukuran-ukuran tubuh ayam tolaki. Sampel penelitian menggunakan 60 ekor ayam tolaki. Data tentang ukuran tubuh yang diamati meliputi: panjang punggung, panjang femur, panjang shank, panjang tibia, lingkar dada dan panjang sayap. Polimorfisme gen TGF-β2 diidentifikasi menggunakan metode PCR-RFLP. Hasil identifikasi ditemukan 2 alel, yaitu alel T dan alel C dan 3 genotipe yaitu TT, TC, dan CC. Gen TGF-β2 menunjukkan perbedaan (p<0.05) pada panjang femur 9 minggu dan lingkar dada umur 12 minggu. Genotipe CC memiliki panjang femur dan lingkar dada yang lebih tinggi dari genotipe TC dan TT.Kata Kunci: Ayam tolaki, Gen TGF-β2, PCR-RFLP, ukuran tubuh Gen Association TGF-β2 with The Size of The Body in Tolaki ChiABSTRACTTolaki chicken is a local chicken originating from southeast Sulawesi, which has several advantages such as a higher immune system to viruses and bacteria and has a variety of growth. These superior qualities were controlled by several major genes, one of which was Transforming growth factor-beta 2 (TGF-β2). Transforming Growth Factor-beta 2 (TGF-β2) is a group of growth hormone (GH) genes that serve as a controlling nature of chicken growth and belong to the cytokine group. The aim of this research was to find out the gene Association TGF-β2 with the body size of tolaki chickens. Samples of the study used 60 tolaki chicken tails. Data about the body size observed include Length of the back, length of the femur, length of the shank, length of the tibia, chest circumference, and length of the wings. TGF-β2 gene polymorphism is identified using the PCR-RFLP method. The identification results found 2 alels, namely allele T and allele C, and 3 genotypes i.e. TT, TC, and CC. Gen TGF-β2 shows the difference (p< 0.05) in the length of the femur 9 weeks and the chest circumference age 12 weeks. The CC genotyping has a higher femur length and a chest circumference than the TC and TT genotypes.Keywords: Tolaki chicken, Gen TGF-β2, PCR-RFLP, body size
DETEKSI GEN Mx AYAM TOLAKI MENGGUNAKAN TEKNIK EKSTRAKSI DNA YANG BERBEDA Muhammad Amrullah Pagala; Niken Ulupi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 1, No 1 (2014): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2427.512 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v1i1.355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari metode yang efektif dalam teknik ekstraksi DNA dari gen Mx (Myxovirus) ayam Tolaki. Gen Mx adalah gen yang bertanggungjawab terhadap kemampuan ayam untuk mertespon serangan penyakit viral seperti penyakit Flu Burung dan New Castle Disesase. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan April sampai dengan bulan Agustus 2013.  Sampel penelitan terdiri atas 25 ekor ayam Tolaki dewasa, yang diperoleh dari pemeliharaan secara ekstensif oleh masyarakat di Kabupaten Konawe. Penelitian ini menggunakan kedua metode ekstraksi DNA yakni metode ekstraksi DNA secara konvensional dan metode Kit ekstraksi DNA.  Selanjutnya hasil ekstraksi DNA diamplifikasi menggunakan mesin PCR. Produk DNA kedua metode tersebut kemudian dibandngkan dan dianalisis secara kualitatif. Secara umum kedua metode tersebut cukup efektif untuk menghasilkan kualitas DNA gen Mx yang baik. Ekstraksi DNA gen Mx dari kedua metode tersebut menghasilkan ukuran DNA dengan panjang 299 pb. Kata Kunci : Gen Mx, Ayam Tolaki, Ekstraksi DNA, PCR
PENGARUH METODE FORCE MOLTING YANG BERBEDA TERHADAP RONTOK BULU AYAM PETELUR AFKIR muhammad Nurdiana Fitroh; Muhammad Amrullah Pagala; Hamdan Has
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 3, No 2 (2016): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.96 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v3i2.1692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode force  molting  berbeda terhadap rontok bulu ayam ras petelur pada masa akhir produksi telur (afkir). Sebanyak 18 ekor ayam petelur strain Lohman Brown, daun lamtoro, ransum basal, dedak padi digunakan sebagai materi penelitian. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap 3 perlakuan dan 6 ulangan, perlakuan yang digunakan adalah P0 = Pembatasan pakan dan pemuasaan, P1 = Pemuasaan dan penambahan daun lamtoro 20%, P2 = Pemuasaan dan pemberian dedak padi. Perlakuan yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Variable yang diamati adalah  jumlah rontok bulu leher, bulu punggung, bulu sayap, bulu ekor dan bulu dada. Hasil penelitian menunjukkan: Perlakuan  force moting berbeda pada ayam petelur berpengaruh nyata (p<0.05) pada jumlah rontok bulu leher dan bulu dada tetapi tidak berpengaruh nyata (p>0.05) pada jumlah  rontok bulu punggung, bulu sayap, bulu ekor, selisih bobot badan dan lama masa berhenti bertelur. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu perlakuan force molting dengan penambahan daun lamtoro menunjukkan hasil yang lebih baik. Kata Kunci: Ayam Petelur Afkir, Rontok Bulu
PENGARUH METODE FORCE MOLTING YANG BERBEDA TERHADAP RONTOK BULU AYAM PETELUR AFKIR muhammad Nurdiana Fitroh; Muhammad Amrullah Pagala; Hamdan Has
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 3, No 2 (2016): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.96 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v3i2.1692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode force  molting  berbeda terhadap rontok bulu ayam ras petelur pada masa akhir produksi telur (afkir). Sebanyak 18 ekor ayam petelur strain Lohman Brown, daun lamtoro, ransum basal, dedak padi digunakan sebagai materi penelitian. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap 3 perlakuan dan 6 ulangan, perlakuan yang digunakan adalah P0 = Pembatasan pakan dan pemuasaan, P1 = Pemuasaan dan penambahan daun lamtoro 20%, P2 = Pemuasaan dan pemberian dedak padi. Perlakuan yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Variable yang diamati adalah  jumlah rontok bulu leher, bulu punggung, bulu sayap, bulu ekor dan bulu dada. Hasil penelitian menunjukkan: Perlakuan  force moting berbeda pada ayam petelur berpengaruh nyata (p<0.05) pada jumlah rontok bulu leher dan bulu dada tetapi tidak berpengaruh nyata (p>0.05) pada jumlah  rontok bulu punggung, bulu sayap, bulu ekor, selisih bobot badan dan lama masa berhenti bertelur. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu perlakuan force molting dengan penambahan daun lamtoro menunjukkan hasil yang lebih baik. Kata Kunci: Ayam Petelur Afkir, Rontok Bulu
ANALISIS POTENSI ENERGI TERBARUKAN LIMBAH KOTORAN DARI TERNAK SAPI DI KECAMATAN KUSAMBI KABUPATEN MUNA BARAT PROVINSI SULAWESI TENGGARA Sutrianto Sutrianto; Achmad Selamet Aku; Muhammad Amrullah Pagala
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 3, No 2 (2016): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.07 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v3i2.1689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan limbah ternak sapi, potensi energi terbarukan dari limbah ternak sapi di Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data primer, yang terdiri dari 72 responden. Selanjutnya dilakukan analisis deskriptif dan analisis konversi kotoran ternak menjadi gas methan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah ternak sapi (feses) yang ada di Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat belum termanfaatkan karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh peternak tersebut untuk pemanfaatan limbah ternak sapi sebagai pupuk kompos/pupuk organik. Potensi energi terbarukan dari limbah ternak sapi sebesar 5.080 Kg feses/hari atau setara dengan 98.640,78 m3 gas dengan kandungan methan sebesar 69.048,54 m3.Kata kunci: ternak sapi, limbah, pupuk, biogas 
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN E DAN LAMA PENYIMPANAN TELUR TERHADAP FERTILITAS DAN DAYA TETAS BURUNG PUYUH (Coturnix- Cortunix Japonica) I Made Suderka; Muhammad Amrullah Pagala; La Ode Nafiu
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 4, No 1 (2017): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.683 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v4i1.2725

Abstract

Untuk memperoleh fertilitas, daya tetas dan pertumbuhan yang baik, hal ini dapat dilakukan melalui pengaturan kandungan vitamin E pada pakan dan lama penyimpanan telur tetas, dimana vitamin E mempunyai fungsi sebagai antioksidan. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian vitamin E dan lama penyimpanan telur tetas terhadap fertilitas, dan daya tetas telur puyuh. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola factorial 3x3 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah level vitamin E (0mg, 50mg, 100mg) dan factor kedua adalah level lama penyimpanan telur tetas (L) (1-2 hari, 3-4 hari dan 5-6 hari). Burung puyuh dalam percobaan sebanyak 135 ekor terdiri dari 90 ekor betina dan 45 ekor jantan, yang ditempatkan pada 9 kandang percobaan setiap kandang berisi 10 ekor betina dan 5 ekor jantan. Parameter yang diamati adalah fertilitas, daya tetas dan pertumbuhan burung puyuh selama 4 minggu. Hasil penelitin menunjukkan bahwa interaksi antara vitamin E dan lama penyimpanan tidak perngaruh nyata terhadap fertilitas dan daya tetas  burung puyuh. Pengaruh mendiri vitamin E berngaruh nyata terhadap fertilitas telur, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur puyuh. Pengaruh mandiri lama penyimpanan tidak berngaruh nyata terhadap fertilitas dan  daya tetas telur puyuh. Kata kunci : Puyuh , Vitamin E , Lama Penyimpanan Telur Tetas 
PRODUKSI KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL AYAM BROILER STRAIN COBB DAN STRAIN LOHMANN YANG DIBERI PAKAN BERBEDA Melly Pratiwi; Muhammad Amrullah Pagala; Achmad Selamet Aku
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 3, No 1 (2016): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.173 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v3i1.986

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana produksi karkas,  dan lemak abdominal ayam broiler strain Cobb dan Strain Lohmann yang diberi pakan berbeda. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 90 ekor ayam broiler yang dipelihara selama lima minggu. Ayam penelitian dibagi dalam 18 petak kandang yang masing-masing petak diisi dengan 5 ekor ayam percobaan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial  2x3 dengan dan 3 ulangan. Faktor A adalah strain ayam broiler (Cobb dan Lohman) dan faktor B pakan ayam broiler (pakan formulasi sendiri, pakan komersil BP 11-Bravo, dan pakan komersil BR-1). Parameter yang diamati adalah presentase karkas dan lemak abdominal. Data yang diperoleh disusun dan dianalisis berdasarkan analisis ragam. Jika perlakuan berbeda nyata dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tidak terjadi interaksi antara strain dan pakan (P>0,05) terhadap produksi karkas dan lemak abdominal ayam broiler. Strain berbeda tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap produksi karkas dan lemak abdominal ayam broiler, namun pemberian pakan berbeda  berpengaruh (P<0,01) terhadap produksi karkas dan lemak abdominal ayam broiler. Kata kunci: Ayam Broiler, Strain, pakan, karkas, lemak abdominal
KARAKTERISTIK TELUR TETAS PARENT STOCK AYAM BROILER YANG DIFUMIGASI DAN TANPA FUMIGASI Fifi Hariani; Muhammad Amrullah Pagala; Rahim Aka
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 4, No 1 (2017): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.086 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v4i1.2713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik telur tetas parent stock ayam broiler yang difumigasi dan tanpa fumigasi. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Mega Satwa Perkasa, Desa Todopulia, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada bulan September 2016. Secara umum penelitian dilaksanakan dua tahap yaitu tahap persiapan fumigasi dan tahap pengumpulan data. Telur tetas dibagi dalam dua perlakuan, yaitu telur tetas yang difumigasi dan telur tetas tanpa fumigasi. Setiap perlakuan diulang sepuluh kali, sehingga terdapat 20 unit percobaan dan setiap unit menggunakan 10 butir telur sehingga telur tetas yang digunakan berjumlah 200 butir. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu  fertilitas, daya tetas dan hasil tetas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa telur tetas yang difumigasi dan tanpa fumigasi tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap fertilitas, daya tetas dan hasil tetas.  Kata kunci : Telur tetas, Parent stock ayam broiler, Fumigasi
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DAN DESINFEKSI MENGGUNAKAN DAUN SIRIH (piper betle linn) TERHADAP DAYA TETAS TELUR BURUNG PUYUH (coturnix-coturnix japonica) Adi Saputra; Amrullah pagala; Hamdan Has
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 5, No 1 (2018): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.529 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v5i1.4229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan dan desinfektan menggunakan daun sirih (piper betle linn) terhadap fertilitas, daya hidup embrio dan daya tetas telur burung puyuh (coturnix-coturnix japonica). Materi penelitian yang digunakan yaitu telur tetas burung puyuh berjumlah 200 butir. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2x2 dengan 5 ulangan, faktor A (lama penyimpanan telur) 5 hari (A1) dan 7 hari (A2) dan faktor B (penggunaan desinfektan daun sirih) dengan penggunaan desinfektan daun sirih (B1) dan tanpa penggunaan desinfektan daun sirih (B2). Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat interaksi antara faktor lama penyimpanan telur dengan faktor penggunaan desinfektan daun sirih pada fertilitas, Sedangkan perlakuan dengan menggunakan desinfektan daun sirih memberikan pengaruh yang sangat nyata (P>0,01) pada daya tetas telur burung puyuh. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu desinfeksi daun sirih dapat meningkatkan daya tetas telur burung puyuh.Kata kunci : Burung puyuh, telur, daun sirih