Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN SISTEM GANDA PADA PROGRAM KEAHLIAN MULTIMEDIA Indarwati, Indarwati; Yulianti, Dwi; Risyak, Baharuddin
Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan
Publisher : Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is an evaluation of a dual system of education in vocational high school. The research aim is to give information and judgement the evaluation of Context, Input, Process and Product dual system of education.Research using CIPP model approach includes context evaluation, input evaluation, process evaluation, and product evaluation. The data is collected by observation and documentary study of the 47 students of multimedia skills program. Analysis is done by comparing with the evaluation criteria.The finding of the research showed that: 1) component of context that includes vision and mission which is used to dual system of education curriculum and support from headmaster become good support in the implementation of dual system education. 2) component of input related with infrastructure, human resources and student characteristics are not good.3) component of process that includes lesson planning, implementation of dual system of education has good criteria. 4) component of product showed by assessment results of students doing dual system of education get 28% of students passed with quite good result, 68% of students passed with goodresult and 4% of student passed with very good result.Key note : evaluation, dual system educational program
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN ANTENATAL OLEH BIDAN Andriyani, Annisa; Indarwati, Indarwati; Yuniarti, Tri
Avicenna : Journal of Health Research Vol 3, No 1 (2020): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.131 KB) | DOI: 10.36419/avicenna.v3i1.343

Abstract

Latar Belakang : Kualitas pelayanan ibu di Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2012 ditunjukkan dengan data K1 sebesar 101,4 %, K4 sebesar 95,9 %, FE1 sebesar 100,59 % dan cakupan TT2 di Kabupaten Sukoharjo sangat bagus 208,07 % serta bumil resti yang ditangani sebesar 85,56 %. Namun demikian AK1 dikabupaten ini sebesar 9 selama tahun 2012. Tujuan : Mendiskripsikan karakteristik bidan diwilayah kerja Puskesmas Kartasura Kabupaten Sukoharjo menganalisa kompetensi teknik bidan di wilayah Puskesmas Kartasura kabupaten Sukoharjo dan menganalisa sarana dan prasarana dalam pelayanan ANC di wilayah kerja Puskesmas Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Metode penelitian : Diskriptif dengan pendekatan kualitatif dan observasi langsung tentang teknis pelayanan ANC dengan system acak kepada bidan di wilayah Kartasura tanpa diketahui oleh subyek penelitian. Hasil penelitian : Keberadaan SOP sebenarnya sudah ada. 2) Bidan sudah tahu tujuan dan manfaat SOP pelayanan antenatal care. 3) bidan belum melakukan langkah-langkah pelayanan antenatal dengan benar sesuai standart yang telah ada. 4) Kendala dalam pelayanan antenatal seperti sarana prasarana, pengetahuan, managemen waktu. 5) Belum patuh terhadap standar yang ditetapkan. Hasil observasi teknik pelayanan antenatal care 100% yang tidak dilaksanakan yaitu pemeriksaan panggul, genetalia, kepala,rambut, leher, dada, LILA, Leopod I 42,9%, Leopod 3 dan 4 33,3%. Temu wicara komprhensif 9,5%. Udema kaki 23,8 %, reflekpattela 33,3% Tinggi badan 23,8 % dan pemberian Fe oleh bidan secara benar 38%. Simpulan : Pelayanan antenatal belum memenuhi standart.
Ritual Para Bissu, Para Waria Sakti di Kabupaten Bone Indarwati, Indarwati; Mariana, Lina; Rachman, Siswati
Jurnal Idiomatik Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Idiomatik
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menemukan dan menganalisis: bentuk dan makna ritual Bissu, para waria sakti di Kabupaten Bone. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan metode observasi, menggunakan teknik catat, rekam, dan wawancara. Lokasi penelitian ini, yaitu Kecamatan Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Penelitian akan dilaksanakan selama 12 bulan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa bentuk ritual yang kerap dilaksanakan oleh para Bissu, antara lain maggiri (kebal senjata tajam), massulo/sulo wara (bakar diri), sere wara (berjalan di atas api), dan mattompang arajang (mencuci benda-benda pusaka kerajaan). Setiap ritual tersebut memiliki makna yang sangat mendalam, seperti pernyataan sikap bahwa sebenarnya antara manusia dengan besi, api, dan alam adalah satu (menyatu).
PERILAKU BERBAHASA ANAK DARI KELUARGA UTUH DAN KELUARGA TIDAK UTUH DI KOTA MAKASSAR: STUDI KASUS Indarwati, Indarwati
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : University of 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.394 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v17i1.1357

Abstract

ABSTRACT. A child acquired a language in the family which is the first world for them. This research aims at explaining the language behavior of children from the intact family and the children from the broken family in Makassar. The research is a qualitative research by applying psycho-sociolinguistics approach. The data of the research were oral interviews through observation, recording, and note taking. The samples were selected by applying purposive sampling. The data were analyzed descriptively using Milles and Huberman model. The results of the research showed that the language behavior of the children from the intact family is more spoiled, outspoken and polite. Meanwhile children from broken home family show independent, quiet and introverted, less polite and sensitive behavior. Keywords: childrens language, family, language behavior
PERANAN PEKERJA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL LANJUT USIA (LANSIA) DI UNIT REHABILITASI SOSIAL PURBO YUWONO BREBES Indarwati, Indarwati; Raharjo, Tri Joko
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia terlantar merupakan salah satu permasalahan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang sangat penting untuk diatasi mengingat jumlah populasinya yang cukup besar, dan semakin meningkat. Pemerintah dalam hal ini telah mendirikan lembaga sosial yaitu Unit Rehabilitasi Sosial Purbo Yuwono Brebes, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia, dimana pekerja sosial memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan sosial lanjut usia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan pekerja sosial dalam meningkatkan kesejahteraan sosial lansia, mengetahui upaya program pelayanan dalam meningkatkan kesejahteraan sosial lansia serta mengetahui faktor pendukung maupun penghambat dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan di Unit Rehabilitasi Sosial Purbo Yuwono Brebes. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dimana pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 10 (sepuluh) orang terdiri dari 1 (satu) orang pengelola, 3 (tiga) orang pekerja sosial, dan 6 (enam) orang lanjut usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan pekerja sosial dalam meningkatkan kesejahteraan sosial lansia di Unit Rehabilitasi Sosial Purbo Yuwono Brebes, antara lain sebagai fasilitator yaitu memfasilitasi segala yang dibutuhkan penerima manfaat lanjut usia dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan; perantara yaitu menghubungkan penerima manfaat lanjut usia dengan sistem sumber; mediator yaitu menengahi konflik yang terjadi diantara penerima manfaat; pembela yaitu memutuskan kegiatan pelayanan kepada penerima manfaat; dan pelindung yaitu melindungi penerima manfaat lanjut usia dalam keadaan berdaya maupun tidak berdaya. Upaya program pelayanan dalam meningkatkan kesejahteraan sosial lanjut usia dilakukan lima kali dalam satu minggu, yaitu meliputi pelayanan bimbingan fisik, bimbingan keagamaan, bimbingan kesenian/rekreasi, dan bimbingan keterampilan, dan faktor pendukung pekerja sosial dalam pelaksanaan pelayanan meliputi fasilitas dan sarana pelayanan yang cukup memadai, sedangkan faktor penghambatnya yaitu kondisi penerima manfaat lanjut usia itu sendiri yang susah di ajak dalam kegiatan pelayanan bimbingan.Neglected elderly is one of the problems with social welfare (POM) that is very important be overcome considering the great number of population, increasingly. In this case the government has established social institutions, namely the Social Rehabilitation Unit Purbo Yowono Brebes, which aims to increase the welfare of the elderly, which the social worker has a position and very important role in increasing the social welfare of the elderly. The purpose of this research is to understand the role of social workers in increasing the social welfare of the elderly, find out the service programs attempt to increase the social welfare of elderly and know the implementation of guidance services in  the Social Rehabilitation Unit Purbo Yowono Brebes the supporting or inhibiting factor of the guidance services implementation. This kind of research in this study is descriptive qualitative approach, which the accumulation of data through observation and interviews. The subjects in this study is 10 (ten) consisting of one (1) manager people, three (3) social workers, and 6 (six) elderly people. The result of this research showed that the role of social workers in increasing the elderly social welfare in the Social Rehabilitation Unit Purbo Yowono Brebes, such, as a facilitator who facilitates everything that the elderly beneficiaries need in the guidance services implementation; intermediaries that connect beneficiaries with source system; mediators that mediate the conflict between the beneficiaries; defenders of deciding the service activities to the beneficiaries; and protector that protects the elderly beneficiaries in a state of helpless and powerless. Service program efforts in increasing the social welfare of elderly performed five times a week, which includes physical guidance services, religious guidance, counseling arts / recreation, and counseling skills, supporting factors of social workers in the implementation of services including facilities and adequate service facilities, while inhibiting factor is the condition of elderly beneficiaries themselves which is hard to be invited in  the guidance service activities.
KAJIAN AKTIVITAS FISIK IBU HAMIL DALAM MENJAGA KEHAMILANNYA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGTENGAH KABUPATEN WONOGIRI Indarwati, Indarwati; Kurniawati, Alivia Ayu; Wahyuni, Endah Sri; Maryatun, Maryatun
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 10, No 2 (2019): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.395 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v10i2.275

Abstract

Latar Belakang; Kehamilan merupakan sesuatu yang wajar pada wanita produktif. Kesehatan kehamilan dapat dijaga salah satunya dengan melakukan aktivitas fisik yang diperbolehkan untuk ibu hamil sesuai dengan kemampuan dan waktu yang sudah ditetapkan. Berdasarkan studi pendahuluan bahwa ibu hamil melakukan aktivitas fisik hanya dengan jalan sehat dan aktivitas rumah tangga. Ibu hamil kurang memahami waktu yang tepat serta jenis aktivitas fisik kehamilan. Tujuan; menganalisis karakteristik ibu, pengetahuan, sikap dan praktik aktivitas fisik ibu hamil dalam menjaga kesehatan kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Karangtengah Kabupaten Wonogiri. Metode; jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional tekhnik pengambilan sample menggunakan cluster random sampling serta dengan sampel sebanyak 74 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuisioner. Analisa bivariat menggunakan uji Chi Square dengan taraf signifikansi 95%. Hasil; pengetahuan baik sebesar (35.1%), sikap positif sebanyak (64.9%), sebagian ibu hamil cukup dalam praktik aktivitas fisik ibu hamil sebesar (68.9%). Analisa bivariat pengetahuan dengan sikap memiliki nilai ? = 0.65, pengetahuan dengan paktik aktivitas fisik memiliki nilai ? = 0.96 dan sikap dengan praktik aktivitas fisik ibu hamil yaitu dengan nilai ? = 0.000. Simpulan; tidak ada keterkaitan antara pengetahuan dengan sikap, tidak ada keterkaitan antara pengetahuan dengan praktik dan ada keterkaitan antara sikap dengan praktik aktivitas fisik ibu hamil.
Barrier to Reproductive Health Services in Adolescents in Sukoharjo, Central Java Maryatun, Maryatun; Indarwati, Indarwati; Wahyuni, Endang Sri; Hermawati, Hermawati
Journal of Health Policy and Management Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.368 KB)

Abstract

Background: Adolescent reproductive health in­for­mation and services (KRR) are right, teen­agers are helped to recognize themselves and m­at­ters relating to reproductive health. By having co­rrect information, adolescents can equip them­selves with behaviors and skills that can protect themselves from various reproductive health risks. This study aimed to analyze the factors that in­­fluence barriers to adolescent reproductive health services in schools.Subjects and Method: This was a cross sec­ti­onal study was conducted at high schools in Su­ko­­harjo, Central Java, from April to May 2018. The sample was 281 students selected by purpo­sive sampling. The dependent variable is barriers to adolescent reproductive health services. The in­dependent variables are attitude, information, dis­tance of service, ability of service personnel, and utilization of health service facilities. Data were analyzed using Chi square.Results: The use of reproductive health services increased with knowledge of reproductive health (OR= 4.06; 95% CI= 1.8 to 9.2; p <0.001), posi­tive attitude towards reproductive health (OR= 2.43; 95% CI= 1.2 to 5.1; p= 0.016), get in­for­mation on KRR services (OR= 2.15; 95% CI= 1.05 to 4.4; p= 0.034), easy access to KRR services (OR= 2.2; 95% CI= 1.5 to 4.6; p= 0.033), the abi­li­ty of officers in provide services (OR= 2.47; 95% CI= 1.2 to 5.2; p= 0.014), and utilization of health ser­­vice facilities (OR= 1.5; 95% CI= 0.78 to 3.1; p= 0.21).Conclusion: Low service barriers are influenced by knowledge of reproductive health, positive at­ti­tudes towards reproductive health, obtaining in­formation on KRR services, easy access to KRR services, the ability of officers to provide services, and utilization of health service facilities.Keywords: service barriers, adolescent repro­duc­tive healthCorrespondence: Maryatun. Study Program of Nursing, School of Health Sciences Aisyiyah, Surakarta. Email: tun­mar­yatun76@gmail.com.Journal of Health Policy and Management (2020), 5(1): 85-88https://doi.org/10.26911/thejhpm.2020.05.01.08
Penyuluhan tentang Pendidikan Karakter Anak melalui Bahasa Positif terhadap Ibu-ibu PKK dan Posyandu di Desa Mandalle Indarwati, Indarwati; Mariana, Lina; Rachman, Siswati; Yuliani, Nur Fadny; Firdaus, Ahmad; Siswanto, Adi
Window of Community Dedication Journal Vol.01 No.02 (Desember, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wocd.vi.346

Abstract

Character building is a long journey in educating children, the results may only be seen after months or even years. There is never one effective "recipe" that can answer all the problems in instilling a positive character in children. This service is carried out in the form of counseling which aims to increase awareness of using positive language by parents in communicating with their children. Thus, after participating in this counseling, parents in Mandalle Village, especially mothers, can be more assertive in educating and caring for their children. In addition, it is hoped that after the counseling activities take place, the parenting style for their children will get better so that children's character can be shaped properly and appropriately.
APLIKASI DIGITALIS SEDERHANA DALAM UPAYA PENINGKATAN PEREKONOMIAN PADA KADER KESEHATAN DI DESA JETIS KABUPATEN SUKOHARJO maryatun, Maryatun; Widodo, Sri; Suparmi, Suparmi; Indarwati, Indarwati
ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2020): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v4i2.3942

Abstract

Latar Belakang : Kader kesehatan adalah seseorang yang dekat dengan masyarakat dan mebantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kelurahan Jetis terdapat 75% kader adalah rumah tangga yang memiliki pekerjaa tidak tetap, sedangkan sebagai petugas kader kesehatan tidak mendapatkan upah dan hanya diberikan reward untuk periksa kesehatan gratis ke puskesmas sehingga kondisi ini memprihatinkan bagi kesejahteraan kader. Kader kesehatan kelurahan Jetis selama ini hanya membantu mengelola jajanan tradisional dan tidak menjadi penjual jajanan tersebut, tetapi ada kader yang sudah memiliki usaha sendiri tetapi belum memanfaatkan internet atau online. Tujuan : melakukan pembinanaan kader dalam peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam bidang kesehatan pelayanan sederhana perlunya melakukann pembinanaan dalam bidang perekonomian sebagai upaya membantu berdirinya usaha yang dikelola oleh kader bersama-sama secara mandiri. Metode : Pelaksanaan kegiatan meliputi 4 tahap yaitu (1). Pelatihan kader dalam bidang perkenomian, (2). Melatih kader dalam menggunakan aplikasi dalam pemasaran online bisnis, (3). Memberikan tantangan untuk kader dalam pembuatan jajanan sehat yang dapat dikembangkan sehingga meningkatkan pendapatan, (4). Memotivasi dan melakukan pendampingan untuk meningkatkan pendapatan melalui usaha mereka sendiri. Hasil : 55% kader kesehatan dapat menggunakan aplikasi yang dapat membantu mengelola data posyandu tetapi dapat dijadikan tempat untuk memasarkan dari usaha mandiri kader sehingga dapat meningkatkan perekonomian kader. Kesimpulan : Kegiatan PPDM dengan 4 (empat) tahap dalam meningkatkan Kesejahteraan kader kesehatan Kelurahan Jetis dapat ditingkatkan melalui usaha mandiri dengan strategi marketing yang baik yaitu melalui internet atau online.Kata Kunci : Kader Kesehatan, reward, ekonomi, aplikasi, online.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENUTUPAN TAMBANG RAKYAT GUNUNG BOTAK KABUPATEN BURU TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT Indarwati, Indarwati
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 3, No 3 (2020): July - December
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v3i3.765

Abstract

Penelitian ini dilakukan di kantor Bupati Kabupaten Buru, Kantor Dinas Pertambangan Kabupaten Buru, Kantor Camat Waelata, Kepala-kepala Desa Kecamatan Waelata, dan masyarakat disekitar tambang. Dengan menggunakan informan kunci, informan utama, dan informan tambahan sebagai narasumber menggunakan tiga konteks implementasi yaitu: (1) Kekuasaan, kepentingan, dan strategi actor yang terlibat (2) Karakteristik lembaga yang berkuasa (3) Kepatuhan dan daya tanggap terkait dengan tiga Instruksi Gubernur tentang Penutupan Tambang Gunung Botak di kabupaten Buru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Dari ketiga Instruksi Gubernur yang dikeluarkan dan ditujukan oleh Bupati sebagai aparat pemerintah ditingkat kabupaten, instruksi tersebut langsug dilaksanakan. Ketiga Instruksi Gubernur untuk menutup tambang Gunung Botak jika ditelisik dari pendekatan kebijakan maka kebijakan Gubernur tersebut ternyata tidak berpihak kepada masyarakat. Ditutupnya tambang Gunung Botak kedalam Instruksi Gubernur sama sekali tidak mengatur tentang nasib rakyat. Maka instruksi yang sifatnya instruktif tidak dapat langsung diimplementasikan tetapi harus ditransformasikan oleh Bupati sebagai penerima kebijakan. Akibat tidak ditransformasikan Instruksi Gubernur tersebut menimbulkan masalah-masalah atau persoalan-persoalan dari penutupan tambang. Sebagai hasil dari penutupan tambang Dampak yang dirasakan hanya pada lingkungan tidak ada dampak untuk kesejahteraan masyarakat. Kebijakan publik yang berorientasi untuk kepentingan publik maka kebijakan publik yang sifatnya intruktif, implementor harus mentransformasikan implementasi kebijakan dalam bentuk pedoman atau petunjuk pelaksana. Kata Kunci: Imlementasi Kebijakan, Tambang Gunung Botak, Instruksi Gubernur, Transformasi Kebijakan.