Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Rekayasa Mobile Sprayer Machine untuk Pemeliharaan Tanaman Tebu Lahan Kering Gatot Pramuhadi; Mohammad Yanuar Jarwadi Purwanto; Agus Sutejo
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 19 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1090.382 KB)

Abstract

In order to raise sugarcane productivity and milling yield, it must be applied a mobile sprayer machine in asugarcane dry land to apply nutrition droplets on plants rows that it can follows vegetative and generative plantsgrowths until nearly harvesting time. The objective of the research was to design a mobile sprayer machine. Resultof the design was a prototype A (mobile sprayer machine based on a motorcycle). Test result of the prototype Ashowed that spraying flow rate increased from 3.79 6.71 l/minute by increasing liquid pressure from 2 7 kgf/cm2,so that operating time of the machine with 50 l capacity were 7.46 13.20 minutes. Test result in the PG Subangsugarcane area showed that the prototype A was difficult to control, but it still could accelerate on between plantsrows with average forward speed of 0.32 0.76 m/second. It were operated on liquid load of 100 and 50 kg. Theprototype A was changed by a prototype B (mobile sprayer machine based on tri-cycle motorbike). Test result inthe PG Subang sugarcane area showed that the prototype B could accelerate smoothly with forward speed of 2.15m/second on a flat area, but it just had capability to accelerate with average forward speed of 0.24 m/second when itwas applied on three-months ratoon plants rows area.
KAJIAN KARAKTERISTIK SPEKTRUM TANDAN BUAH SEGAR (TBS) KELAPA SAWIT BERDASARKAN TINGKAT KEMATANGAN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV – VIS Ahmad Thoriq; Sam Herodian; Agus Sutejo
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 10, No 1 (2016): TEKNOTAN, Agustus 2016
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1602.463 KB)

Abstract

Pemanenan TBS kelapa sawit yang masih mengandalkan tenaga manusia menyebabkan kualitas panen dipengaruhi pengalaman, keahlian, dan pengetahuan.  Alternatif lain yang perlu dikembangkan adalah penggunaan sensor dalam mendeteksi tingkat kematangan TBS. Untuk menentukan sensor yang tepat maka diperlukan kajian karakteristik optik dari TBS kelapa sawit menggunakan spektrofotometer UV – Vis.  Citra TBS ditangkap oleh digital spotting scope dan reflektan TBS akan dibaca oleh spektrometer ocean optics USB 650 (fiber optic solids) pada panjang gelombang 200-850 nm. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kematangan untuk klon marihat, dampy dan selapan jaya dapat dibedakan pada kisaran panjang gelombang 630 – 690 nm. Pada panjang gelombang ini mengindikasikan terjadinya perbedaan warna antara buah yang belum matang dan buah matang.  Setiap klon mempunyai karakteristik yang berbeda selama proses pematangan pada klon marihat kadar minyak optimal terjadi pada fraksi 2, sedangkan pada klon dumpy dan selapan jaya kadar minyak optimal terjadi pada fraksi 1. Hubungan kurang baik antara data reflektan dan kadar minyak TBS dengan R2 untuk klon Marihat, Dumpy dan Selapan Jaya secara berurutan masing – masing sebesar  0,288 ; 0,614 dan 0,516.
Desain dan Uji Kinerja Mesin Pemarut Sagu Tipe TPB 01 Ahmad Thoriq; Agus Sutejo
agriTECH Vol 37, No 4 (2017)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5160.16 KB) | DOI: 10.22146/agritech.12789

Abstract

Sago processing conducted by the people of Papua have used grater, but it lacks of attention on food safety because one of iron part (corrosion) having contact to the sago. However, it may affect the quality of sago starch. This study aimed to design and to test the performance of machine grater use stainless steel grade eyes. The method used was through the engineering design approach consists of problem identification, formulation and refinement of the design concept, design analysis and work drawing, machinery manufacturing, functional testing and performance testing. The results showed that the designed sago grater machines has a capacity of 649.38 kg/h at a speed of 1400 rpm rotary cylinder grate, and the sago pith loss rate of 6.71%. ABSTRAKPengolahan sagu yang dilakukan kelompok masyarakat di Pulau Papua hanya menggunakan mesin pemarut. Namun mesin pemarut yang digunakan kurang memperhatikan faktor keamanan pangan karena ada bagian alat yang kontak dengan empulur sagu yang terbuat dari besi yang mudah berkarat. Hal ini tentunya akan mempengaruhi mutu dan kualitas pati sagu yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan desain dan uji kinerja mesin pemarut sagu dengan mata parut stainless steel. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu melalui pendekatan rancangan teknik yang terdiri atas indentifikasi masalah, perumusan dan penyempurnaan konsep desain, analisis desain dan gambar teknik, pembuatan mesin, uji fungsional, dan uji kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin pemarut sagu hasil rancangan memiliki kapasitas 649,38 kg/jam pada kecepatan putar silinder parut 1400 rpm, dan tingkat kehilangan empulur sagu sebesar 6,71%.
Desain dan Kinerja Unit Perlakuan Uap Panas (VHT) Untuk Disinfestasi Lalat Buah pada Penanganan Pascapanen Mangga Rokhani Hasbullah; Agus Sutejo; Astu Unadi; Suparlan .
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 23 No. 1 (2009): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.023.1.%p

Abstract

Formerly, chemical fumigation was used for disinfestation treatment, but now had been replaced bychemical-free disinfestations treatment such as vapor heat treatment (VHT). The objectives of this researchwere (1) to design the VHT Unit and testing its performances, and (2) to study the effect of the VHT methodand waxing on the fruit quality during storage of mango. The designs of VHT unit consist of water tank, filter,heater, water pump, differential pressure fan, atomizer, control panel and treatment chamber. Performanceof the unit showed that the temperature of the VHT chamber increased from ambient temperature of 30OCto setting point of 47OC in 70 minutes. Relative humidity of the VHT chamber was very high (more than90%) indicating the VHT unit was successful in being used for fruitfly disinfestations of fruit product. Usingsetting point of 46.5OC, the mango fruit core temperature reached temperature of 45.5-46.3OC in 130minutes. Mango ‘Gedong gincu’ were treated at 46.5OC for 10, 20, 30 minutes and control and then followedby waxing. The results showed that VHT of 10-30 minutes were not significantly affect the fruit quality.There were no significant changes in the fruit weight losses, hardness, color, soluble solid content, watercontent and vitamin C. VHT at 46.5OC for 20-30 minutes was effective to kill the fruitfly infested inside themangos and VHT followed by waxing was able to maintain mango quality during storage.Keywords : mango, fruit fly, heat quarantine treatment, vapor heat treatment (VHT)Diterima: 15 Januari 2008; Disetujui: 27 Agustus 2008
Rancang Bangun Alat Pengupas Kulit Ari Kacang Tanah (Arachis hypogaea) Tipe Engkol Agus Sutejo; Adithya Rakhmat Prayoga
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 26 No. 2 (2012): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.886 KB) | DOI: 10.19028/jtep.026.2.%p

Abstract

Abstrac One cause of reduced productivity of peanut husk is peeled peeling process is still done manually, using the power of man. To overcome this, a system designed to cuticle peeling peanuts which facilitates mechanical stripping process peanut husk. Peeling epidermis is mechanically done by using two rubber-covered rollers are designed to be able to peel the peanut husk easily. Having conducted research, produced peeler bean husk, which consists of, Hopper, stringer system, the framework, dirt thrower fan / epidermis, and hoppers expenses. From the test results from test 10 times, each repetition is about 100 grams paring the results obtained about 70% whole shelled peanuts. Or can be calculated with engine capacity of about 35 kg / hr with a percentage split of about 35%, it is because the rubber on the roll is less balanced / less flashlight, so the workmanship is required with appropriate accuracy by using a lathe. Keywords: epidermis stripper mechanical peanuts, roll stripper, Fan separator Abstrak Salah satu penyebab yang menghambat produktivitas pengupasan kulit ari kacang tanah adalah karena proses pengupasan masih dilakukan secara manual , DENGAN menggunakan tenaga manusia. Untuk mengatasi hal tersebut, sistem ini dibuat untuk mengupas kulit ari kacang tanah dengan proses pemisahan kulit ari kacang tanah secara mekanik. Pemisahkan kulit ari dilakukakn secara mekanik dengan menggunakan dua roller yang dilapisi karet, yang didesain agar bisa mengupas kulit ari dengan mudah.  Melalui penelitian yang telah dilakukan, pembuatan pemisah kulit ari kacang tanah terdiri dari bagian hopper (mulut pemasukan), bagian sistem pengupas, rangka mesin, kipas pelempar kulit ari, dan hopper penampung. Dari hasil pengujian 10 kali ulangan, dengan jumlah 100 gr setiap pengulangan, didapatkan 70% kulit ari kacang tanah terkupas. Atau jika dihitung, dihasilkan kapasitas mesin sebesar 35 kg/jam dan persentase pemisahan 35%, itu karena karet pada roller tidak terlalu seimbang, sehingga pekerja membutuhkan akurasi yang tepat dengan mengunakan mesin pemotong. Kata kunci: kipas separator, roll stripper
Evaluasi Sistem Penggerak dan Modifikasi Mesin Penanam Jagung Bertenaga Traktor Tangan Wawan Hermawan; Tineke Mandang; Agus Sutejo; Agustami Sitorus
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.901 KB) | DOI: 10.19028/jtep.03.1.%p

Abstract

AbstractTo improve the performance of corn planter powered by hand tractor, the following efforts were carried out: a) the evaluation of minimum tillage (strip tillage) using rotary tiller, b) the evaluation of the performance of the drive system for seed metering device; and c) modifications of the planting and fertilizing units. The machine capacity to be improved by using two planting rows in one pass. The machine was driven by a hand tractor equipped with a rotary tiller unit. The experiment results show that the strip tillage using the rotary tiller could be done when the soil is plowed, in a relatively loose condition. Among the five types of drive wheel to rotate the seed metering device, lugged rubber wheel had the lowest level of sliding (21- 22%), and produced seed spacing of the closest to the target (19-21 cm). The evaluation showed that one drive wheel is not able to drive two units of seed metering device and two units of fertilizer metering device. Rotation of tractor axle can be used effectively to drive the rotor of two units of the fertilizer applicator and corn seed metering devices of two planter units, using the sprocket-chain transmission. Modifications were constructed for two planting units; two fertilizing units; and the addition of drive system for the metering devices using rotation of the tractor axle.Keywords: Planting machine, fertilizer applicator, corn, tractor wheel axle, hand tractorAbstrakUntuk meningkatkan kinerja mesin penanam dan pemupuk jagung bertenaga traktor tangan, telah dilakukan: a) evaluasi pengolahan tanah minimal (strip tillage) menggunakan unit pengolah tanah rotari, b) evaluasi kinerja sistem penggerak bagian penjatah benih; dan c) modifikasi pada unit penanam dan pemupuk jagung. Kapasitas mesin ditingkatkan dengan penanaman dua alur dalam satu lintasan. Mesinpenanamdigerakkan oleh traktor tangan yang dilengkapi unit pengolah tanah rotari. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pengolahan tanah strip dengan unit pengolah tanah rotari bisa dilakukan dengan baik bila tanah sudah dibajak, dalam kondisi yang relatif gembur. Dari lima jenis roda bantu untuk menggerakkan sistem penjatah benih, roda penggerak karet bersirip memiliki tingkat luncuran yang paling rendah (21-22%), dan menghasilkan jarak tanam benih yang paling mendekati target (19-21 cm). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebuah roda bantu tidak mampu menggerakkan dengan baik dua unit penjatah benih dan dua unit penjatah pupuk. Putaran poros roda traktor dapat digunakan secara efektif untuk menggerakkan poros rotor penjatah pupuk pada dua unit pemupuk dan poros piringan penjatah benih jagung pada dua unit penanam, menggunakan transmisi sproket-rantai. Modifikasi terlah berhasil dilakukan pada unit penanam, pemupuk dan penambahan sistem penggerak unit penjatah benih dan pupuk dari putaran poros roda traktor.Kata kunci: Mesin penanam, pemupuk, jagung, poros roda traktor, traktor tanganDiterima: 06 November 2014; Disetujui: 05 Februari 2015
KAJIAN KARAKTERISTIK FISIK, MEKANIK DAN AERODINAMIK DAUN TEH HASIL PETIKAN YANG TELAH DILAYUKAN Agus Sutejo; Mardjan Suro Sutrisno; Hermawan Wawan; Desrial Desrial
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 9, No 3 (2020): September 2020
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v9i3.171-183

Abstract

The design of the wilted tea stalk and leaf separation system aims to improve the quality of the tea produced especially by separating the tea leaves and stalks at the beginning of the process. Stages that are needed to be done include designing a chopper machine that is capable of chopping tea stems and leaves to a certain size and designing stem and leaf separation system with the pneumatic principle with suction. In this study, physical, mechanical and aerodynamic characteristics of tea leaves were measured. The result showed that force to release a leaf is in the range of values between 12.24-16.17 N smaller than the need for the cutting force of the stem and leaves and the greatest difference in force is achieved at a water content between 55 and 58% bb (leaves) and 66-68% bb (stalk). The leaf terminal velocity is <3 m s-1 while the tea terminal velocity is > 9 m s-1. Tea leaf yield value is very important as a reference in testing the performance of tea and tea leaf separator machines where the average leaf yield is 77.33% and the average stem yield is 22.67%. Keywords: characteristic of tea leaves, engineering, separation of tea leaves, withering of tea leaves
MODIFIKASI DAN UJI KINERJA MESIN PEMARUT SAGU TIPE SILINDER Ahmad Thoriq; Agus Sutejo
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 7, No 1 (2018): April
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.816 KB) | DOI: 10.23960/jtep-l.v7i1.35-40

Abstract

Pada penelitian sebelumnya terungkap bahwa pengguna mesin pemarut sagu tipe TPB 01 di Papua mengeluhkan kesulitan mengencangkan sabuk v-belt, adanya kontak mata parut dengan landasan pada bagian pemasukan batang sagu dan banyaknya bagian batang sagu yang tidak terparut sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kinerja mesin pemarut sagu tipe TPB 01 melalui modifikasi beberapa bagian mesin. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu melalui pendekatan rancangan teknik yang terdiri atas indentifikasi masalah, perumusan konsep modofikasi, gambar teknik, uji fungsional dan uji kinerja. Berdasarkan identifikasi masalah, bagian mesin yang dimodifikasi adalah memindahkan tenaga penggerak ke dudukan yang terletak di bagian samping mesin dan menambahkan lempengan nilon 5 mm pada landasan bagian pemasukan. Mata parut akan kontak dengan nilon namun karena karakteristik teknik dari nilon yang lebih lunak dibandingkan dengan mata parut menyebabkan nilon terkikis dan membentuk alur mata parut. Hasil pengujian mesin hasil modifikasi menunjukkan kapasitas pemarutan sebesar 571,15  kg/jam dengan efesiensi pemarutan sebesar 95,32%, tingkat kehilangan empulur sagu berupa parutan yang tertinggal pada mesin sebesar 4,68% dan tidak terdapat batang sagu yang tidak terparut. 
Kinerja Mesin Pemisah Potongan Tangkai dan Daun Teh Agus Sutejo; Sutrisno Suro Mardjan; Wawan Hermawan; Desrial Desrial
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 7, No 3 (2018): Desember
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.239 KB) | DOI: 10.23960/jtep-l.v7i3.160-167

Abstract

The quality of dried tea depends on the condition of raw materials and processing methods. The problem in the tea processing is the mixture of pieces of stalks and leaves. This research aims to examine the performance of stalks and leaves machine separator based on the difference of suction velocity and the terminal velocity of the material. The separator was designed according to the physical and aerodynamic properties of tea leaves. The performance of the separator was done by calculating the separating efficiency of five combined treatments (P, P1a, P1b, P0a, and P0b) and calculating the separating capacity with three feeding treatments (0.4 kg/sec, 0.5 kg/sec, and 0.6 kg/sec). Physical property observation of the tea leaves obtained an average mass 0.143 kg/m² which means the theoretical suction pressure needed is about 1.4 Pa. The actual terminal velocity measured as 7.5 m/sec for the stalk pieces and 3.0 m/sec for the leaf pieces. The optimum separating efficiency was obtained at P treatment, it was about 97.6 %, with average suction ir velocity 3.15 m/s. Optimum separating capacity was obtained about 354.29 kg/hour.
Evaluasi Kinerja Pemisahan Tangkai dan Daun Teh Layu Berdasarkan Prinsip Perontokan dan Penghisapan Agus Sutejo; Sutrisno Suro Mardjan; Wawan Hermawan; Desrial Desrial; Diang Sagita
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.14 No.2 Desember 2020
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v14i2.6431

Abstract

Salah satu kelemahan pada proses pengolahan teh adalah tercampurnya tangkai dan daun teh sehingga proses grading dan sorting dilakukan pada produk akhir teh. Pada penelitian ini, dikembangkan suatu pendekatan baru pemisahan tangkai dan daun teh yaitu pada awal proses. Prinsip yang digunakan adalah dengan merontokan daun dari tangkai teh dan memisahkannya dengan berdasarkan perbedaan kecepatan terminal. Sebuah paket teknologi diperlukan untuk memisahkan tangkai dan daun teh sehingga keduanya dapat diproses secara terpisah untuk menghasilkan teh dengan kualitas terbaik (kelas satu) dalam pengolahan sistem teh ortodoks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengevaluasi paket teknologi pemisah daun dan tangkai teh yang telah dilayukan. Metode penelitian terdiri dari pembuatan desain mesin, pembuatan prototipe, uji fungsional mesin dan uji kinerja mesin. Paket teknologi yang telah dibangun terdiri dari tiga unit mesin yaitu mesin perontok, mesin pengayak getar dan mesin penghisap daun teh. Hasil pengujian kinerja terbaik diperoleh pada kecepatan putar silinder perontok 480 rpm yang menghasilkan persentase daun terhisap tertinggi (91,43%) dan persentase tangkai tidak terhisap paling tinggi (86,05%). Rata-rata kecepatan udara hisap pada permukaan tray saat pengujian berada pada kecepatan terminal daun teh, yaitu 1,78-2,98 m s-1 dan kapasitas rata-rata perontokan adalah 156,71 kg jam-1. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dilihat bahwa pemisahan dengan metode perontok sangat cocok untuk proses pembuatan teh hijau karena dengan prinsip ini dapat meminimalisir kerusakan pada daun teh.