Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Pola Arus Laut Dengan Pendekatan Model Hidrodinamika Dua Dimensi Untuk Pengembangan Pelabuhan Kota Tegal Amirullah, Argian Nisyar; Sugianto, Denny Nugroho; Indrayanti, Elis
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1218.509 KB)

Abstract

AbstrakRencana pengembangan pelabuhan Kota Tegal membutuhkan informasi mengenai arus laut. Penelitian pola arus laut tersebut dapat menjadi bahan dasar acuan untuk pengambilan kebijakan dalam rencana pengembangan pelabuhan Kota Tegal. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengkaji pola arus laut di perairan Kota Tegal terhadap pengembangan pelabuhan Kota Tegal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan penentuan lokasi dengan metode area sampling. Pendekatan model hidrodinamika menggunakan perangkat lunak MIKE 21 dengan modul MIKE 21 flow model untuk dua skenario yaitu sebelum dan sesudah pengembangan pelabuhan Berdasarkan hasil penelitian ini  didapatkan dominasi arus laut di perairan Kota Tegal adalah arus pasang surut dengan arah timur (25,95%) dan barat (29,76 %). Kecepatan arus laut terendah sebesar 0,009 m/det dan kecepatan arus laut tertinggi sebesar 0,118 m/det serta kecepatan rata-rata sebesar 0,054 m/det. Dari hasil simulasi model menggambarkan pola arus laut yang terjadi sebelum pengembangan pelabuhan tidak jauh berbeda dengan pola arus laut yang terjadi setelah pengembangan pelabuhan.Adanya Pengembangan pelabuhan Kota Tegal berupa reklamasi dan bangunan pemecah gelombang mengakibatkanpenurunan kecepatan arus laut yang tidak signifikan.
KAJIAN POLA ARUS DI PERAIRAN TELUK LAMPUNG MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL HIDRODINAMIKA 2-DIMENSI DELFT3D Widhi, Kidung Baskara; Indrayanti, Elis; Prasetyawan, Indra Budi
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2370.854 KB)

Abstract

Abstrak Perairan Teluk Lampung merupakan perairan yang sangat padat aktivitasnya. Aktivitas terkait dengan dinamika perairan. Arus merupakan salah satu faktor perairan yang membutuhkan pengamatan. Berdasarkan penulisan ini dihasilkan pola arus Perairan Teluk Lampung saat kondisi pasang masuk kedalam teluk menuju kearah utara dan keluar teluk menuju kearah selatan pada saat kondisi surut, massa air berasal dari Laut Jawa dan Samudera Hindia melewati Selat Sunda. Pasang surut Perairan Teluk Lampung bertipe campuran condong ke harian ganda yang dipengaruhi oleh gravitasi bulan dan equatorial orbit dengan gravitasi matahari. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari perekaman arus menggunakan ADCP pada tanggal 4 sampai 7 Agustus 2011 dan pengukuran pasang surut menggunakan palem pasut pada tanggal 5 sampai 20 Agustus 2011 dengan data sekunder berupa peta batimetri Teluk Lampung. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif, sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling method. Data arus yang diolah berupa kecepatan dan arah sedangkan data pasang surut berupa nilai elevasi, kemudian di verifikasi dengan hasil model hidrodinamika Delft3d dengan inputan file batimetri pengolahan data sekunder. Berdasarkan pengolahan data didapat dominasi arus perairan Teluk Lampung adalah arus pasut. Saat kondisi pasang massa air masuk dari Selat Sunda menuju ke perairan Teluk Lampung, saat kondisi surut massa air keluar dari perairan Teluk Lampung menuju ke Selat Sunda.
PERAMALAN PASANG SURUT DI PERAIRAN PELABUHAN KUALA STABAS, KRUI, LAMPUNG BARAT Pratama, Aditya Dendy; Indrayanti, Elis; Handoyo, Gentur
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.638 KB)

Abstract

Pasang surut adalah fluktuasi muka air laut karena adanya gaya tarik benda-benda di langit, terutama matahari dan bulan terhadap massa air laut di bumi. Kondisi pasang surut dapat diketahui atau diramalkan dengan cara perhitungan komponen pasang surut. Perhitungan komponen pasang surut dengan asumsi bahwa Bumi dalam keadaan setimbang.Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan pasang surut di Perairan Pelabuhan Kuala Stabas, Krui, Lampung Barat selama 3 tahun dengan menggunakan software World Tides, MIKE 21, dan Nao Tide.Penelitian dilaksanakan pada 9 – 23 Agustus 2014 di Perairan Pelabuhan Kuala Stabas, Krui, Lampung Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pasang surut dan koordinat lokasi penelitian. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dimana hasil penelitian dianalisa dan dimodelkan dengan software World Tides, MIKE 21, dan Nao Tide. Penggunaan 3 software ini bertujuan untuk mengetahui nilai MRE tiap – tiap model.Hasil penelitian dengan menggunakan metode admiralty menunjukkan tipe pasang surut Perairan Pelabuhan Kuala Stabas adalah campuran condong ke harian ganda dengan nilai formzahl 0,4957. Nilai elevasi pasang surut MSL sebesar 112 cm, HHWL sebesar 184 cm, dan LLWL sebesar 40 cm. Peramalan pasang surut menggunakan 3 software memiliki nilai MRE sebesar 3,42% untuk World Tides, 0,121% untuk NAO Tide, dan 12,588% untuk MIKE 21.
DINAMIKA PENJALARAN GELOMBANG MENGGUNAKAN MODEL CMS-Wave DI PULAU PARANG KEPULAUAN KARIMUNJAWA Hidayat, Jejen Jenhar; Yusuf, Muh.; Indrayanti, Elis
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1244.559 KB)

Abstract

AbstrakGelombang merupakan salah satu parameter oseanografi yang mempengaruhi kondisi pantai. Penjalaran gelombang menuju pantai akan mengalami transformasi diantaranya adalah refraksi yang berperan terhadap tinggi dan arah gelombang serta distribusi energi gelombang di sepanjang pantai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika penjalaran gelombang di Pulau Parang. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 19-22 September 2012 di Pulau Parang. Data primer yang digunakan adalah data gelombang sedangkan data sekunder yang digunakan adalah data angin dan data batimetri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Peramalan gelombang diperoleh dari data angin dengan menggunakan metode SMB, sedangkan model penjalaran gelombang disimulasikan menggunakan software CMS-Wave. Gelombang di Pulau Parang memiliki tipe gelombang laut transisi (menengah) dengan tinggi gelombang signifikan 0.231 meter dan periode gelombang signifikan 1.578 detik. Refraksi gelombang di Pulau Parang terjadi karena adanya pengaruh perubahan kedalaman laut, dimana gelombang yang menjalar dari laut dalam akan mengalami pembelokan ketika memasuki perairan dangkal.
DISTRIBUSI KONSENTRASI NITROGEN ANORGANIK TERLARUT PADA SAAT PASANG DAN SURUT DI MUARA SUNGAI PERANCAK DAN INDUSTRI PELABUHAN PERIKANAN PENGAMBENGAN BALI Mustiawan, Komang; Wulandari, Sri Yulina; Indrayanti, Elis
Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.485 KB)

Abstract

Abstrak Berbagai aktivitas anthropogenik atau kegiatan industri perikanan seperti pertambakan, pengalengan, penepungan dan perebusan ikan yang dilakukan di sekitar wilayah Muara Sungai Perancak dan Industri Pelabuhan Perikanan Pengambengan Bali memberikan masukan senyawa nitrogen anorganik terlarut . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi konsentrasi nitrogen anorganik pada saat pasang dan surut. Data yang digunakan mencakup data primer dan data sekunder. Data primer yaitu sampel air laut berupa nitrat, nitrit dan amonia dan data model arus. Adapun data sekunder yaitu data pengukuran parameter insitu lapangan meliputi DO,Suhu, Salinitas, pH dan Grafik Prediksi pasang sururt. Hasil yang diperoleh menunjukkan distribusi nitrogen anorganik terlarut berupa nitrat dan nitrit pada saat pasang mempunyai konsentrasi yang lebih tinggi menuju ke arah barat laut yaitu PPN Pengambengan dan pada saat surut mempunyai konsentrasi yang lebih tinggi ke arah  tenggara  yaitu muara sungai Perancak. Distribusi nitrogen anorganik terlarut berupa amoniak  mempunyai pola persebaran yang sama baik pasang maupun surut yaitu paling tinggi berada pada kolam pelabuhan PPN Pengambengan.
Studi Pola Arus di Perairan Benteng Portugis, Kabupaten Jepara Djati, Rahardjo; Atmodjo, Warsito; Indrayanti, Elis
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1667.935 KB)

Abstract

Maraknya perkembangan wisata daerah pesisir, khususnya di Perairan Benteng Portugis yang memiliki karakteristik dengan tanjung, teluk, serta adanya pulau Mandalika. Belum adanya penelitian tentang pola arus membuat kurangnya informasi kepada wisatawan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola arus yang berada di Peairan Benteng Portugis. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, purposive sample untuk penentuan lokasi, serta deskriptif kuantitatif dalam pengolahan data. Penelitian ini dibagi dalam dua tahap besar yaitu survey lapangan dan tahap pengolahan dengan pendekatan model numerik dengan modul ADCIRC. Hasil yang didapat bahwa arus di Perairan Benteng Portugis didominasi oleh arus pasut yang mengarah ke barat saat pasang dan timur saat surut, dengan kecepatan maksimal 0,475 m/det, dan kecepatan minimum sebesar 0,015 m/det. 
SEBARAN HORISONTAL ORTOFOSFAT PADA MUSIM PERALIHAN I DI PERAIRAN TUGU SEMARANG Prabowo, Endianto Arief; Wulandari, Sri Yulina; Indrayanti, Elis
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1573.974 KB)

Abstract

ABSTRAKKonsentrasi ortofosfat di Perairan Tugu Semarang pada musim peralihan I saat pasang berkisar antara 0,150 – 0,175 mg/L dan saat surut berkisar antara 0,162 – 0,200 mg/L. Konsentrasi ortofosfat tertinggi pada saat surut terdapat di stasiun 1, 2 dan stasiun 3 nilainya sebesar 0,200 mg/L. Konsentrasi ortofosfat tertinggi pada saat pasang terdapat di stasiun 1, 2, 3, 12 dan stasiun 13 yaitu sebesar 0,175 mg/L. Stasiun 6 adalah stasiun dengan nilai konsentrasi terendah pada kondisi pasang maupun surut yaitu dengan nilai konsentrasi 0,150 mg/L saat pasang dan 0,162 mg/L saat surut. Sebaran konsentrasi ortofosfat di Perairan Tugu Semarang diduga dipengaruhi oleh arus pasang surut yang terjadi di kawasan tersebut. Kata Kunci : Pasang Surut, Ortofosfat, Perairan Tugu Semarang, Musim Peralihan I  ABSTRACTOrthophosphate concentration in the waters of Tugu District Semarang at first transition season at high tide ranged between 0,150 – 0,175 mg/L while at low tide ranged between 0,162 – 0,200 mg/L. The highest orthophosphate concentration at low tide is 0,200 mg/L located in station 1, 2, and 3 while at high tide is 0,175 mg/L located in station 1, 2, 3, 12, and 13. Station 6 had the lowest orthophosphate concentration both on the high tide with 0,150 mg/L and low tide with 0,162 mg/L. The distribution of orthophosphate concentration in the waters of Tugu, Semarang was expected influenced by tidal current in these area. 
SIMULASI SEBARAN DEBU BATUBARA YANG JATUH DI PERAIRAN TELUK LAMPUNG BANDAR LAMPUNG Adhiatma, Yoga; Prasetyawan, Indra Budi; Indrayanti, Elis
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.136 KB)

Abstract

Abstrak                 Salah satu fungsi dari pelabuhan adalah sebagai tempat kegiatan bongkar muat material semisal batu bara. Selama  proses bongkar muat batubara dari darat ke kapal tongkang (proses Loading ) akan menyebabkan  debu batubara jatuh dipermukaan laut. Sehubungan dengan rencana PT. Tambang Batubara Bukit Asam untuk membangun pelabuhan bongkar muat batubara pada kawasan Teluk Lampung maka diperlukan simulasi sebaran debu  batubara dilaut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yaitu metode dimana data data penelitiannya berupa angka dan analisisnya menggunakan statistik atau model. Modelmatematikyangdigunakan adalahmodel2DdepthaverageyaituRMA2 untukpolaarusdanSED2Duntukpolasebarandebu batubara,yangmerupakan bagiandarimodel SMS(SurfaceWaterModelingSystem)versi8.1. Berdasarkan hasil penelitian ini terlihat bahwa pola pergerakan arus dipengaruhi oleh pasang surut.Saat pasang arus bergerak dari arah tenggara kearah barat laut, sedangkan saat surut arus bergerak dari arah barat laut menuju kearah tenggara. Hasil simulasi sebaran debu batubara menunjukan bahwa saat pasang debu batubara akan condong menyebar kearah barat dan pada saat surut debu batubara akan condong menyebar kearah tenggara. Hal ini menunjukan bahwa pola sebaran debu batubara dipengaruhi oleh pola arus.
KAJIAN ARUS DAN BATIMETRI DI PERAIRAN PESISIR BENGKULU Fahmi, Komaria; Indrayanti, Elis; Setyawan, Wahyu Budi
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergerakan arus di Samudra Hindia sangat dipengaruhi oleh angin muson, dan sirkulasi regional massa air, sehingga sangat mempengaruhi arus di perairan pesisir Bengkulu. Adanya sistem sirkulasi arus regional yang selalu tetap di Samudra Hindia dan angin musiman di Indonesia membuat perairan ini sangat unik untuk dikaji.  Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 - 16 Juni 2013 di perairan pesisir Bengkulu. Data yang digunakan yaitu kecepatan arus, arah arus, kedalaman, peta Dishidros dan peta RBI Bengkulu. Penelitian mengggunakan metode kuantitatif. Penampilan arus menggunakan current rose. Distribusi arus secara vertikal menggunakan perangkat lunak Surfer 11. Data batimetri hasil perekaman dibandingkan dengan data Dishidros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus di perairan pesisir Bengkulu pada musim timur (bulan Juni) dominan menuju arah selatan. Kecepatan rata-rata berkisar antara 0,2 - 0,5 m/det. Arus pada kedalaman 1 meter  arahnya 170°-180° dominan ke selatan dengan kecepatan 0,2 -0,5 m/det. Pada kedalaman 10 meter arahnya 130°-150° dominan ke tenggara dengan kecepatan 0,2 - 0,5 m/det dan pada kedalaman 20 meter arahnya 110°-120° dominan ke tenggara- timur dengan kecepatan 0,2 - 0,4 m/det. 
KAJIAN POLA ARUS DAN CO-RANGE PASANG SURUT DI TELUK BENETE SUMBAWA NUSA TENGGARA BARAT Rudy Pratama, Taufix; Indrayanti, Elis; Budi Prasetyawan, Indra
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2500.33 KB)

Abstract

Abstrak Pola Arus dan kondisi pasang surut merupakan dinamika perairan yang sangat berpengaruh terhadap proses oseanografi di perairan. Kajian pola arus dan pasang surut dapat digunakan dalam pengelolaan kawasan perairan seperti pengelolaan alur pelayaran maupun pembangunan bangunan pantai di sekitar perairan. Arus di Teluk Benete di dominasi oleh arus non pasut, dimana dominasi arus pasut sebesar 34,545%, sedangkan dominasi arus non pasut sebesar 65.546%..  Kecepatan maksimum arus Teluk Benete sebesar 0,2822 m/s di permukaan, kondisi arus ini dipengaruhi oleh bentuk morfologi perairan dan juga kondisi teluk yang terhubung oleh Selat Alas. Analisis pola arus dan co- range pasang surut mengunakan program Mike-21 dimana program ini dapat mensimulasikan penjalaran arus dan dapat menampilkan co-range pasang surut di perairan. Hasil simulasi model memperlihatkan pola arus dimana kondisi pasang arus bergerak menuju teluk dan kondisi surut aus bergerak keluar teluk. Co-range pasang surut Teluk Benete memperlihatkan kondisi sebaran amplitudo di kawasan teluk merupakan hasil residu dari penjalaran gelombang pasang surut dari selat alas.
Co-Authors Aditya Dendy Pratama Agus Anugroho DS Agus Anugroho Dwi Suryo Agus Anugroho Dwi Suryoputro Agus Trianto Agus Trianto Alfi Satriadi Ambariyanto Ambariyanto Andi Dwi Pramulya Anindya Wirasatriya Anugerah Cahyo Yudianto Argian Nisyar Amirullah Aris Ismanto Aris Ismanto Ayu Charismawaty Ayuk Milasari Azis Rifai Aziz Rifai Aziz Rifai Baskoro Rochaddi Baskoro Rochaddi Dayat Afrianto, Dayat Denny Nugroho Sugianto Denny Nugroho Sugianto Diah P Wijayanti Diah Permata W Diah Permata Wijayanti Diah Permata Wijayanti Diah Permata Wijayanti Dwi Haryo Ismunarti Dwi Haryo Ismunarti Dwi Haryo Ismunarti Endianto Arief Prabowo Fajar Purnomo Farid Muldiyatno Gentur Handoyo Gentur Handoyo Gerdha Muhamad Yogaswara, Gerdha Muhamad Haidar, Althaf Zhafran Hariadi Hariadi Hariyadi Hariyadi Hendry Syahputra Ropinus Siagian Hendry Syahputra Ropinus Siagian Herni Cahayani Sidabutar Heryoso Setiyono Indra Budi Prasetyawan Indra Budi Prasetyawan Indra Budi Prasetyawan Intan Meilistya R. R Irene Ulsadriatny Jarot Marwoto Jarot Marwoto Jejen Jenhar Hidayat Kidung Baskara Widhi Komang Mustiawan Komaria Fahmi Lilik Maslukah Lilik Maslukah Lilik Maslukah Ludy Cahya Permadi, Ludy Cahya Lusi Swastika Dewi Metrio Swandiko Mochamad Iqbal Herwata Putra, Mochamad Iqbal Muh Yusuf Muh. Yusuf Muhammad Zainuri Muslim Muslim Muslim Muslim Nico Tri Wibowo Nugroho Priyo Cahyanto Osen Faber Romario Tampubolon Petrus Subardjo Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Rachmawatie, Rifka Pramesti Asa Rahardjo Djati Rahmat Yolansyah Putra Restu Wardani Restu Wardani Restu Wardani Sagita Difa Wardhani Samudera Adi Bramastya Sri Sedjati Sri Yulina Wulandari Stephanus Budiono Subagiyo Subagiyo Sugeng Widada Tarhadi Tarhadi Taufix Rudy Pratama Wahyu Budi Setyawan Wandi Febrian Asri Warsito Atmodjo Warsito Atmodjo Widodo S Pranowo Widodo S Pranowo Widodo S. Pranowo Wita Melisa Yoga Adhiatma Yuyun Kurnia Sari