Claim Missing Document
Check
Articles

Tindak Pidana Perusakan Fasilitas Perusahaan PT. Semen Indonesia dan PT. Samana Citra Agung Fadillah, Nanda Arif; Iqbal, M.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Pidana Vol 2, No 3: Agustus 2018
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.808 KB)

Abstract

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dalam Pasal 406 Ayat (1) menyebutkan bahwa barangsiapa dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan barang, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Kemudian dalam Pasal 412 KUHP dapat dimaknai bahwa kejahatan dalam Pasal 406 Ayat (1) KUHP jika dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu, maka ancaman pidana ditambah sepertiga, namun di wilayah Kepolisian Sektor Muara Tiga Kabupaten Pidie masih ada sekelompok orang yang melakukan tindak pidana perusakan fasilitas perusahaan.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor dan modus operandi tindak pidana perusakan fasilitas perusahaan serta menjelaskan proses hukum terhadap kasus perusakan fasilitas perusahaan di wilayah hukum Kepolisian Sektor Muara Tiga Kabupaten Pidie. Data dalam penulisan artikel ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder dengan cara membaca dan menelaah buku-buku, sedangkan penelitian lapangan dilakukan guna untuk memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden dan informan serta pengambilan data di Kepolisian Sektor Muara Tiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tindak pidana perusakan fasilitas perusahaan berupa faktor sosial, faktor ekonomi, faktor provokasi dan faktor solidarisitas masyarakat. Modus operandi tindak pidana perusakan fasilitas perusahaan adalah mengajak/memanaskan suasana, menyiapkan alat perlengkapan perusakan dan membakar fasilitas perusahaan. Proses hukum terhadap kasus perusakan fasilitas perusahaan dilakukan sesuai dengan hukum positif indonesia dan saat ini sedang dalam tahap penyidikan. Disarankan kepada perusahaan agar memberikan kompensasi terhadap lahan warga yang telah dibebaskan sesuai dengan musyawarah dan kesepakatan, kepada disarankan penengak hukum agar mensosialisasikan masalah hukum dan agar mempercepat penyelesaian kasus dengan segera melengkapkan berkas acara pemeriksaan penyidikan agar segera dilimpahkan ke kejaksaan.
Pelaksanaan Praperadilan Sebagai Bentuk Pengawasan Terhadap Penyidik Kepolisian Rosiwa, Ricky; Iqbal, M.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Pidana Vol 2, No 4: November 2018
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.461 KB)

Abstract

Dalam Pasal 82 ayat (1) huruf c KUHAP disebutkan pemeriksaan sidang Praperadilan dilakukan dengan cara cepat dan selambat-lambatnya tujuh hari hakim harus sudah menjatuhkan putusannya. Akan tetapi pada setiap kasus Praperadilan yang terjadi di wilayah hukum Kota Banda Aceh hakim tidak pernah sekalipun menjatuhkan putusan dalam waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor yang menjadi penyebab timbulnya Praperadilan, upaya yang dilakukan penyidik kepolisian dalam menghadapi Praperadilan dan untuk mengetahui apakah lembaga Praperadilan sudah berjalan sebagaimana mestinya. Data dalam penelitian artikel ini diperoleh dengan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder dengan cara mempelajari literatur dan perundang-undangan yang berlaku, sedangkan penelitian lapangan digunakan untuk memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden dan informan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa faktor-faktor yang menjadi penyebab timbulnya Praperadilan yaitu adanya prosedur-prosedur yang tidak dilalui penyidik atau penuntut umum dan adanya kesalahan-kesalahan yang dilakukan penyidik atau penuntut umum dalam melakukan tugas penyidikan maupun penuntutan, upaya yang dilakukan penyidik kepolisian dalam menghadapi Praperadilan yaitu mempersiapkan jawaban-jawaban dan alat bukti untuk dikemukakan di pemeriksaan sidang Praperadilan. Kemudian lembaga Praperadilan belum berjalan sebagaimana mestinya dikarenakan adanya hambatan dan kelambatan yang disebabkan faktor psikologis yang belum bisa disingkirkan oleh para pelaksana aparat penegak hukum, kurang kooperatifnya pejabat yang bersangkutan serta molornya waktu persidangan. Disarankan kepada penyidik agar lebih berhati-hati dan profesional dalam melaksanakan tugas-tugas penangkapan, penggeledahan, penetapan tersangka, penahanan dan penyitaan serta lebih kooperatif dalam penyelesaian pemeriksaan sidang Praperadilan demi kelancaran proses pemeriksaan sidang Praperadilan. Juga disarankan kepada hakim untuk lebih meningkatkan dan mempercepat kinerjanya dalam penyelesaian pemeriksaan sidang Praperadilan. Juga kepada Pengadilan Negeri Banda Aceh dan Polresta Banda Aceh agar saling menjaga hubungan baik antar sesama lembaga penegak hukum dan dapat terus bekerja sama dalam penyelesaian kasus-kasus Praperadilan yang terjadi di wilayah hukum Kota Banda Aceh.
PENGARUH PERUBAHAN KECEPATAN KAPAL TERHADAP TINGGI PERMUKAAN AIR DI SISTEM FLUIDA DI DALAM PALKA PADA KAPAL IKAN MUATAN HIDUP TIPE KATAMARAN DENGAN PENDEKATAN CFD Sasmito Hadi, Eko; Manik, Parlindungan; Iqbal, M.
TEKNIK Volume 32, Nomor 3, Tahun 2011
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.284 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v32i3.1736

Abstract

The existence and the use of live fish hold system, can help fishermen to reduce the operating costs in fishpreservation 11.8%. The live fish hold system, which fish hold were given circulation hole so the water insideand outside the hatch is connected, there should be researched about the changes and differences in pressurethat happened when the ship moves.Initial condition where the ship is not moving, surface of water in the fish hold will be the same height with adraught of ship. When the ship began to move out, the pressure of fish hold will decrease along with increasingthe speed of the ship. This will caused a decrease of water surface elevation in fish hold.According the calculation and analysis we found on the speed of 12 knots the water surface elevation in hold ispositive with a value 0,3947 m on to 0,20 m diameter of hole circulation (before variation), 0,4515 m on to 0,15m diameter of hole circulation, 0,4656 m onto 0,25 m diameter of hole circulation, 0,4718 m on to 0,20 mdiameter of two pieces of hole cilculation and -0,9410 m for manual calculation with all variations.The optimum hole circulation was chossen at two pieces of diameter of 0,20 m because on the speed 12 knots,the water elevation is 0,4718 m. This value is the higest among the other variations of the cilculation hole
IMPLEMENTATION OF SERIOUS GAMES INSPIRED BY BALURAN NATIONAL PARK TO IMPROVE STUDENTS’ CRITICAL THINKING ABILITY Putra, P. D. A.; Iqbal, M.
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v5i1.5798

Abstract

The purpose of this study is to implement Baluran National Park-based Serious Game to enhance the students creative thinking skill and motivation to learn. The subject of the study were 60 students of SMP Negeri 1 Asembagus, Situbondo regency. The sample was divided into three groups. Two groups were chosen as experimental classes and the other group as the control class. Both of the experimental groups were given treatment using serious game based on Baluran National Park. The instruments used were observation sheet, pre-test, and post-test. Baluran National Parks-based serious game was effective in improving the students creative thinking skill and motivation to learn science subjects.
Tingkat Vaksinasi Optimal dalam Model Epidemik Deterministik dengan Metode Algoritma Genetik Iqbal, M.; Supriatna, A. K.; Anggriani, N.
Jurnal Matematika Integratif Volume 10 No 2 (Oktober 2014)
Publisher : Jurnal Matematika Integratif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.912 KB)

Abstract

Epidemik merupakan proses yang menjangkiti suatu populasi pada periode tertentu. Epidemik akan mulai menyebar apabila telah melebihi ambang batas tertentu. Agar penyebaran suatu penyakit tidak sampai melebihi ambang batas tertentu, harus dilakukan intervensi, salah satunya adalah dengan vaksinasi. Pencarian vaksinasi optimal dalam model epidemik deterministik telah dilakukan oleh beberapa peneliti. Dalam makalah ini akan dicari tingkat vaksinasi optimal dengan biaya yang minimum menggunakan metode algoritma genetik. Dalam perluasannya, dilakukan penambahan faktor demografi dan host-vector pada model epidemik tersebut. Pencarian tingkat vaksinasi dengan algoritma genetik memiliki kemampuan untuk memperoleh hasil dengan waktu yang lebih cepat dan time horizon yang lebih panjang dibandingkan dengan metode lain pada penelitian sebelumnya. Namun pada metode algoritma genetik memiliki kelemahan yaitu diperlukannya rangkaian percobaan dalam memperoleh tingkat vaksinasi optimal. Kata Kunci: model epidemik, tingkat vaksinasi optimal, algoritma genetika
Discovering Learning Strategy to Increase Metacognitive Knowledge in Biology Learning in Secondary School Herlanti, Y.; Mardiati, Y.; Wahyuningtias, R.; Mahardini, E.; Iqbal, M.; Sofyan, A.
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v6i1.9605

Abstract

The study is aimed at finding an effective learning strategy that can increase metacognitive knowledge. Metacognitive knowledge is a standard that based on 2016-revised edition of 2013 curriculum needs to be achieved by every graduate in all level of education in Indonesia. The study is conducted in three different schools and engages 207 students, which then divided into six groups. The groups are students who study under mind mapping strategy, concept mapping, reciprocal teaching using summary notes, reciprocal teaching using mind mapping, problem-based learning, and investigation group. The results showed that those studying under problem-based learning strategy spent a significantly higher numbers in metacognitive knowledge in biology learning and followed by students who study under reciprocal teaching using mind mapping. According to the finding, it is expected that teachers of Biology will practice problem-based learning strategy in their classroom in order to increase the Metacognitive knowledge.
MAQASID SYARIAH SEBAGAI DASAR PARADIGMA EKONOMI ISLAM Iqbal, M.
Hikmah Vol. 16 No. 2 (2019): Juli-Desember 2019
Publisher : STAI Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maqāṣid ash-Shari'ah in language has the meaning ‘purpose of Shari'ah. Defines the maqasid of shari'ah with the meanings and objectives maintained by syara 'in all its laws or most of its laws, or the ultimate goal of the Shari'ah and the secrets laid by syara 'to every law. Maqāṣid syari'ah aims to guarantee the benefit of mankind in the world and the hereafter, including fulfilling the benefit of economic interests as well as the application of economics in sharia principles. Maqasid Syariah which is fundamental in the economic paradigm of Islam is: guarding religion, keeping lives, guarding offspring, maintaining property rights, and guarding reason.
Tindak Pidana Prostitusi Di Kalangan Pelajar Di Wilayah Hukum Polres Bireuen Devan, Alan Maha; Iqbal, M.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Pidana Vol 2, No 4: November 2018
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.717 KB)

Abstract

Jurnal ini bertujuan untuk menjelaskan modus operandi praktik prostitusi yang terjadi di kalangan pelajar, faktor yang menyebabkan terjadinya prostitusi di kalangan pelajar, dan upaya  penanggulangan tindak pidana prostitusi yang terjadi di kalangan pelajar). Data dalam penulisan artikel ini diperoleh melalui penelitian hukum empiris. Hasil pengumpulan dan penemuan data serta informasi melalui studi lapangan terhadap anggapan dasar yang dipergunakan dalam menjawab permasalahan pada penelitian artikel ini. Data tersebut kemudian di analisis dan disusun secara deskriptif untuk menjelaskan permasalahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modus operandi praktik prostitusi yaitu dengan cara pelaku melihat latarbelakang calon korban dalam merekrutnya sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Faktor yang menyebabkan terjadinya prostitusi di kalangan pelajar yaitu faktor ekonomi, keluarga, lingkungan, pergaulan, gaya hidup serta faktor dari diri yang menganggap dirinya yang sudah tidak suci atau hilangnya keperawanan. Upaya penanggulangannya tehadap tindak pidana tindak prostitusi yang terjadi di kalangan pelajar yaitu perlu adanya pengawasan dari orang tua terhadap anaknya khususnya terhadap pergaulan anak dan tidak terjerumus dalam praktek prostitusi, serta terhadap pelaku tindak pidana prostitusi diberikan hukuman yang tegas dan sesuai dengan ketentuan yang telah ada. Disarankan kepada aparat penegak hukum agar dapat mengungkap praktek-praktek prostitusi yang ada supaya tidak ada korban selanjutnya, dan mengusut tuntas pelaku tindak pidana prostitusi, kepada masyarakat untuk bereperan aktif bekerja sama dan membantu aparat penegak hukum dalam memberantas tindak pidana prostitusi, serta perlu adanya sanksi tegas terhadap pelaku tindak pidana prostitusi yaitu selain diberikan sanksi pidana juga di berikannya sanksi adat.
DESAIN FORMULASI PENILAIAN KINERJA KESEHATAN FISKAL DAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (STUDI KASUS PROVINSI JAWA BARAT) Iqbal, M.
Jurnal BPPK : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal BPPK
Publisher : Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan - Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48108/jurnalbppk.v10i2.46

Abstract

The background of this research was the presence of differences in calculating the local government fiscal condition between that based on the Finance Minister Regulation (FMR) No. 266/2015 that using growth ratio, and Brown (1993) formulation that based on static ratio. The objective of this research was to analyze the differences among those two calculation methods and determine the actual valuation formula based on case studies from 26 regencies/districts in West Java. Descriptive analysis and Wilcoxon signed rank test was used to compare both calculation. The result showed that calculation based on FMR did not show the real fiscal condition of local government and also did not meet sense of fairness for regencies/districts with better fiscal condition, than Brown's (1993) formulation. Based on Wilcoxon signed rank test 72,73% of those all variable in FY 2016 calculation showed significant differences. The designed formula used to determine the fiscal condition in managing local government financial in this research was the combination of growth ratio calculation and static ratio by using weighted methods and quadrant method.
IMPLEMENTATION OF SERIOUS GAMES INSPIRED BY BALURAN NATIONAL PARK TO IMPROVE STUDENTS’ CRITICAL THINKING ABILITY Putra, P. D. A.; Iqbal, M.
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v5i1.5798

Abstract

The purpose of this study is to implement Baluran National Park-based Serious Game to enhance the students' creative thinking skill and motivation to learn. The subject of the study were 60 students of SMP Negeri 1 Asembagus, Situbondo regency. The sample was divided into three groups. Two groups were chosen as experimental classes and the other group as the control class. Both of the experimental groups were given treatment using serious game based on Baluran National Park. The instruments used were observation sheet, pre-test, and post-test. Baluran National Parks-based serious game was effective in improving the students' creative thinking skill and motivation to learn science subjects.