Fajar Awang Irawan
Semarang State University, Indonesia

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Kasbols untuk Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Irawan, Fajar Awang
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan permainan kasbols merupakan model pembelajaran penjasorkes yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang menarik bagi siswa. Model permainan ini merupakan variasi pembelajaran agar siswa tidak merasa bosan dengan permainan yang sudah ada. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Analisis menggunakan ANOVA satu faktor. Aspek kognitif, afektif dan psikomotor dalam kategori sedang, sedangkan untuk ketertarikan terhadap permainan kasbols sebagian besar siswa mempunyai ketertarikan yang positif dan dapat menerima permainan ini.Kata Kunci: pengembangan; permainan kasbols; penjasorkesKasbols game development is penjasorkes learning model that can be used as a learning medium that appeals to students. This game is a variation model of learning that students do not feel bored with the games that already exist. This study is a research development. Analysis using ANOVA single factor. Aspects of cognitive, affective and psychomotor the category of being, while for the interest in the game kasbols most students have a positive interest and can accept this game.Keywords: development; kasbols game; penjasorkes
EVALUATION OF THE DEVELOPMENT OF THE SUKOWATI EMAS PROGRAM ACHIEVEMENT AT THE INDONESIAN NATIONAL SPORTS COMMITTEE, SRAGEN REGENCY Umayah, Vensa Lukita; Nasuka, Nasuka; Irawan, Fajar Awang
Journal of Physical Education and Sports Vol 9 No 1 (2020): January 2020
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.691 KB)

Abstract

PROSUKMA is a special program created by KONI Sragen Regency. This study aims to evaluate the antecedent which includes the background, and planning of coaching programs, evaluating transactions which include recruitment of trainers, athlete recruitment, training programs, supporting facilities and infrastructure, funding, coordination, and welfare of KONI PROSUKMA Sragen development, and evaluating outcomes which include the successful implementation of coaching in the achievement of fostering KONI PROSUKMA Sragen. This study uses a descriptive qualitative approach with the Countenance evaluation model from Robert E. Stake. The subjects in this study were administrators, trainers, and athletes KONI PROSUKMA Sragen Regency. The results of this study are the antecedent evaluation consisting of the background and planning of the KONI PROSUKMA development program, Sragen Regency is clear and well organized, transaction evaluation consisting of recruiting coaches and athletes has been going well, the implementation of the training program is quite proper following the training program the schedule, facilities, and infrastructure are not good enough, some have not been of a national standard, funding is going well enough not enough to meet the needs of coaching, coordination is going well, the welfare provided for trainers, and athletes is quite good, but not yet optimal, and evaluating outcomes in the form of athlete achievement in some sports it is quite good but not stable. There are still sports that have not yet achieved accomplishments.
The Effectiveness of Sidearm Throw in Softball Players Irawan, Fajar Awang
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: The good throws need acceleration, and acceleration starts from maximum lateral rotation with the ball come quickly to the target. The aim of this study was to investigate the comparison between sidearm and overhand throws. Method: 60 players participate in this study (age 20.9±0.4, Height 168.9±5.3, Weight 58.8±5.3 and BMI 20.6±1.8). All participants are beginner and they are right handed. Throw test in this study were sidearm and overhand throws technique with ten meters in one minute. Stopwatch is used to calculate the time for sidearm throw and overhand throw, and Dartfish software version 4.5.2.0 is used to analyze throwing motion. The paired t-test in this study was p < 0.05 to analyze the data. Result: The sidearm and overhand throws had significant differences with the average in one minute was 18.08 times and overhand throw was 15.55 times. Base on the motion analysis view in Dartfish, sidearm throw is simpler and faster, which meant side arm throw was more easy to use than overhand throw by the players. Conclusion: sidearm throw more effective than overhand throw, because the movement is shorter and simpler.
Kasbols untuk Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Irawan, Fajar Awang
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1135

Abstract

Pengembangan permainan kasbols merupakan model pembelajaran penjasorkes yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang menarik bagi siswa. Model permainan ini merupakan variasi pembelajaran agar siswa tidak merasa bosan dengan permainan yang sudah ada. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Analisis menggunakan ANOVA satu faktor. Aspek kognitif, afektif dan psikomotor dalam kategori sedang, sedangkan untuk ketertarikan terhadap permainan kasbols sebagian besar siswa mempunyai ketertarikan yang positif dan dapat menerima permainan ini.Kata Kunci: pengembangan; permainan kasbols; penjasorkesKasbols game development is penjasorkes learning model that can be used as a learning medium that appeals to students. This game is a variation model of learning that students do not feel bored with the games that already exist. This study is a research development. Analysis using ANOVA single factor. Aspects of cognitive, affective and psychomotor the category of being, while for the interest in the game kasbols most students have a positive interest and can accept this game.Keywords: development; kasbols game; penjasorkes
Persepsi Mahasiswa Ilmu Keolahragaan terhadap Permainan Tradisional dalam Menjaga Warisan Budaya Indonesia Permana, Dhias Fajar Widya; Irawan, Fajar Awang
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i2.23645

Abstract

Permainan tradisional yang ada di indonesia sebagai aset budaya yang harus dilestarikan dan di budidayakan, sehingga tidak begitu saja hilang karena hal hal yang dapat menyingkirkan permainan tradisional. Permainan tradisionarangl berkolaborasi dengan olahraga untuk menambah bentuk kegiatan diluar yang dapat memberikan segala bentuk permainan yang bermanfaat untuk berolahraga. Olahraga melalui permainan-permainan tradisional mampu memberikan efek kepada penggiat olahraga. Bentuk saling memberikan interaksi positif antara olahraga dan permainan tradisional tercipta saat permainan ini dimainkan dan memiliki menfaat bagi semua. Data yang menampilkan persepsi mahasiswa terhadap permainan tradisional untuk menambah unsur aktivitas kegiatan dilapangan dengan hasil pengetahuan tentang presepsi pengetahuan permainan  tradisional 87,79% menunjukan angka yang signifikan dalam pengetahuan tentang permainan tradisional, presepsi tentang peraturan permainan tradisioanl menunjukan prosentase 85,61 % menunjukan prosentase yang baik dalam pengetahuan peraturan permainan tradisional dan 89,23% menunjukan presentase implementasi permainan dilapangan yang amsih di lakukan di daerah masing masing, dengan hasil yang telah di tujukan bahwa presepsi mahasiswa ilmu keolahragaan terhadap presepsi permainan tradisional baik secara pengetahuan permaianan, peraturan permainan dan implementasi permainan tradisional memiliki presepsi baik yang dapat dikembangkan serta dibudidayakan serta dilestarikan. Traditional games that exist in Indonesia as a cultural asset that must be preserved and cultivated, so it does not simply disappear because of things that can get rid of traditional games. Traditional games collaborate with sports to increase the form of activities outside which can provide all forms of games that are useful for sports. Sports through traditional games can give effect to sports activists. The forms of mutual interaction between sports and traditional games are created when these games are played and have benefits for all. Data showing students' perceptions of traditional games to add elements of field activities with the results of knowledge about the perception of traditional game knowledge 87.79% shows a significant number in the knowledge of traditional games, the perception of traditional game rules shows the percentage of 85.61% shows the percentage both in the knowledge of traditional game rules and 89.23% shows the percentage of game implementation in the field that is still done in their respective regions, with the results that have been addressed that the perception of sports science students to traditional game perception both in game knowledge, game rules and game implementation traditional has a good perception that can be developed and cultivated and preserved.
Pengembangan Alat Bantu Push-Up (Push-Up Counting) Sebagai Alternatif Perangkat Kebugaran Jasmani Irawan, Fajar Awang; Sandiyudha, Tegar Bhakti
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 8, No 1 (2018): July 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v8i1.17183

Abstract

Push-up merupakan salah satu bagian dari komponen kondisi fisik yang sering digunakan dalam tes keterampilan fisik dan merupakan salah satu syarat untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan model alat push-up yang dapat digunakan secara efektif dan efisien serta lebih praktis dan akurat penggunaanya dalam membantu seseorang melakukan gerakan push-up. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan komponen utama produk diantaranya adalah HC-Sr04, Adruino nano, dan Buzzer. Percobaan pemakaian dilakukan setelah dilakukan uji coba produk berhasil. Total partisipan yang digunakan sejumlah 20 orang dan melakukannya selama 30 detik. Hasil rata rata push-up manual yang dilakukan sebesar 28.7, sedangkan rata rata push-up dengan menggunakan alat bantu sebesar 30.75. Hasil t-hitung yang diperoleh sebesar -7.698 dengan signifikansi .000, maka terdapat perbedaan yang signifikan antara push-up manual dan push-up dengan alat bantu. Kesimpulannya bahwa alat bantu push-up memiliki pengaruh yang signifikan bila dibandingkan dengan push-up manual yang dilakukan. Alat bantu push-up ini juga lebih praktis digunakan dalam aktivitas fisik baik mandiri maupun dalam tes keterampilan fisik. Harapannya alat bantu push-up ini dapat dikembangkan menjadi alat bantu multifungsi yang dapat digunakan untuk segala macam tes keterampilan
Pengaruh Metode Latihan dan Koordinasi Mata-Kaki terhadap Ketepatan Tendangan Jarak Jauh Anam, Khoiril; Irawan, Fajar Awang; Nurrachmad, Limpad
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 8, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v8i2.17184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara metode latihan sasaran tetap dan sasaran berubah arah terhadap ketepatan tendangan jarak jauh, untuk mengetahui perbedaan hasil ketepatan tendangan jarak jauh bagi mereka yang memiliki koordinasi mata-kaki tinggi dan rendah, serta untuk mengetahui pengaruh interaksi antara metode latihan dan koordinasi mata-kaki terhadap ketepatan tendangan jarak jauh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2, dengan menggunakan tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test). Populasi dalam penelitian ini adalah berjumlah 132 orang, sedangkan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling yang berjumlah 40 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis varian (anava) dua jalur pada α = 5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: terdapat perbedaan pengaruh antara metode latihan sasaran tetap dan sasaran berubah arah terhadap ketepatan tendangan jarak jauh, ada perbedaan hasil ketepatan tendangan jarak jauh bagi mereka yang memiliki koordinasi mata-kaki tinggi dan rendah, dan  ada pengaruh interaksi antara metode latihan dan koordinasi mata-kaki terhadap ketepatan tendangan jarak jauh.
PENINGKATAN SOFTSKILL DIBIDANG SPORT RECREATION MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN FOTOGRAFI Irawan, Fajar Awang
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): Juni 2019 (ASAP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada remaja Karang Taruna Desa Lerep melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan fotografi guna peningkatan kualitas keahlian masyarakat. Sosialisasi dan pelatihan ini menggunakan metode ceramah, modelling, dan simulasi. Kegiatan ini dihadiri oleh delapan belas peserta yang kesemuanya merupakan Remaja Karang Taruna Desa Lerep Ungaran Barat. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan fotografi dan tips memotret, kemudian dilanjutkan dengan materi peningkatan skill memotret dibidang sport recreation, dan materi ke tiga diisi dengan permainan dan olahraga tradisional dengan didampingi oleh tim pengabdi. Lembar pertanyaan yang berjumlah dua puluh lima item pertanyaan diajukan untuk memberikan informasi tentang pengetahuan dan kebiasaan dalam menggunakan kamera smartphone. Materi yang terdapat dalam pertanyaan terebut meliputi kemampuan dasar fotografi, teknik fotografi, kamera smartphone sebagai alternatif, dan sudut pengambilan gambar. Tiga belas peserta menunjukkan hasil yang Baik dalam pengetahuan fotografi. Lima peserta lainya menunjukkan bahwa mereka memiliki informasi yang Sangat Baik dalam pengetahuan dan pengalaman. Berdasarkan hasil yang didapat pada kemampuan dasar fotografi didapat nilai 4,23 dalam kategori Baik dimana peserta sudah memiliki dasar fotografi meskipun hanya pada pengetahuan dan informasi tentang cara mengoperasikan kamera dan cara mengambil gambar. Data pada teknik fotografi menunjukkan 4,24, data ini memiliki hasil yang sama dengan data pada sudut pengambilan gambar yaitu rata rata nilainya pada 4,24. Ketiga rata rata hasil data pada kategori Baik dan peserta sudah mengetahui dasar, teknik, dan bagaimana cara menggunakan kamera secara umum. Satu hasil lain yang berbeda yaitu pada materi kamera smartphone sebagai alternatif kamera memiliki hasil yang Sangat Baik. Kesimpulan pada kegiatan pengabdian didapat bahwa peningkatan keterampilan dibidang sport recreation melalui pelatihan dan pendampingan fotorgafi di Desa Wisata Lerep Ungaran Barat memberikan informasi yang bermanfaat dan pengetahuan baru yang berhubungan dengan peningkatan kemampuan fotografi. 
Physical Fitness of Adolescent Smoker Irawan, Fajar Awang; Putra, Ariawan Achmad; Chuang, Long-Ren
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v14i3.17222

Abstract

Adolescent smoking behavior has a bad influence on health and fitness. The purpose of this study was to determine vital capacity and hemoglobin level in smoker and non-smoker adolescent towards physical fitness. The study was quantitative research with surveys and measurement tests. The sample size was 40 adolescents which in the neighborhood of Gunungpati. We used t-test, MANOVA and post hoc test to determine the differences in smoker and non-smoker adolescent. This study showed smoker adolescents had lower vital capacity compared than non-smoker adolescents. The value of hemoglobin levels in smoker adolescents were higher than non-smoker adolescents so that it affect the low levels of physical fitness. For adolescents, it is expected to maintain physical fitness through physical activity and reduce the number of cigarettes consumed and even try to stop smoking for smoker adolescents..
Peningkatan Softskill Dibidang Sport Recreation melalui Pelatihan dan Pendampingan Fotografi Irawan, Fajar Awang
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada remaja Karang Taruna Desa Lerep melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan fotografi guna peningkatan kualitas keahlian masyarakat. Sosialisasi dan pelatihan ini menggunakan metode ceramah, modelling, dan simulasi. Kegiatan ini dihadiri oleh delapan belas peserta yang kesemuanya merupakan Remaja Karang Taruna Desa Lerep Ungaran Barat. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan fotografi dan tips memotret, kemudian dilanjutkan dengan materi peningkatan skill memotret dibidang sport recreation, dan materi ke tiga diisi dengan permainan dan olahraga tradisional dengan didampingi oleh tim pengabdi. Lembar pertanyaan yang berjumlah dua puluh lima item pertanyaan diajukan untuk memberikan informasi tentang pengetahuan dan kebiasaan dalam menggunakan kamera smartphone. Materi yang terdapat dalam pertanyaan terebut meliputi kemampuan dasar fotografi, teknik fotografi, kamera smartphone sebagai alternatif, dan sudut pengambilan gambar. Tiga belas peserta menunjukkan hasil yang Baik dalam pengetahuan fotografi. Lima peserta lainya menunjukkan bahwa mereka memiliki informasi yang Sangat Baik dalam pengetahuan dan pengalaman. Berdasarkan hasil yang didapat pada kemampuan dasar fotografi didapat nilai 4,23 dalam kategori Baik dimana peserta sudah memiliki dasar fotografi meskipun hanya pada pengetahuan dan informasi tentang cara mengoperasikan kamera dan cara mengambil gambar. Data pada teknik fotografi menunjukkan 4,24, data ini memiliki hasil yang sama dengan data pada sudut pengambilan gambar yaitu rata rata nilainya pada 4,24. Ketiga rata rata hasil data pada kategori Baik dan peserta sudah mengetahui dasar, teknik, dan bagaimana cara menggunakan kamera secara umum. Satu hasil lain yang berbeda yaitu pada materi kamera smartphone sebagai alternatif kamera memiliki hasil yang Sangat Baik. Kesimpulan pada kegiatan pengabdian didapat bahwa peningkatan keterampilan dibidang sport recreation melalui pelatihan dan pendampingan fotorgafi di Desa Wisata Lerep Ungaran Barat memberikan informasi yang bermanfaat dan pengetahuan baru yang berhubungan dengan peningkatan kemampuan fotografi