Hamdan Adib
UIN Prof KH Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Integrasi Islam, Sains dan Budaya: Tinjauan Teoritis Akhsan Akhsan; Hamdan Adib; Novan Ardy Wiyani
Intelektualita Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v10i2.9412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara teoritik mengenai integrasi Islam Sains dan Budaya secara teoritik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Library Research. Hasil penelitian ini yaitu Integrasi yang terjadi antara Islam Sains dan Budaya terbagi kedalam dua model, pertama yaitu konfirmasi di mana agama menjadi dasar keimanan dalam menjalankan sains dan budaya. Iman juga ada pada sains yang meyakini bahwa alam semesta memiliki hukum yang teratur dan rasional, dan budaya yang berlangsung dengan dasar kepercayaan akan entitas yang memiliki kekuatan yang maha dahsyar di belakang pelaksanaan merupakan iman. kedua adalah model integrasi. Pada model integrasi, Islam sebagai agama diposisikan sebagai dasar kajian sains dan juga terbentuknya budaya. Pada tataran sains dan budaya ayat kauliyyah merupakan objek kajian sains berupa alam semesta ini dan aktivitas masyarakat yang membentuk budaya juga ada dalam lingkup kajian ayat kauliyyah.
REKONSTRUKSI NILAI RELIGIUS PADA PROGRAM ADIWIYATA Hamdan Adib
JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian
Publisher : Yayasan Hurriah, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5806/jh.v2i4.43

Abstract

The purpose of this research is to find out the religious values ??contained in the adiwiyata program implemented by schools so that the adiwiyata program is not only understood as a program formed by the government but is also based on awareness in religion. This research method is qualitative with the type of research is library research. The results of this study indicate that the adiwiyata program is in accordance with the words of the Prophet which requires humans to protect the environment. Term ihasan in Islam also instructs humans to carry out their role as Caliph fil ard not only take advantage of the environment but at the same time protect the environment and nature.
Potret Integrasi Islam dan Budaya Era Walisongo Hamdan Adib
JASNA : Journal For Aswaja Studies Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : UPT Pusat Studi Aswaja UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.591 KB) | DOI: 10.34001/jasna.v1i2.2268

Abstract

AbstractUntil now, there are still many  cultural forms that are  at issue  because  they are not the original innate nature of Islam in Arabia. Likewise, the Indonesian people, where most of the community opposes Islamic-style culture because there is no naqli argument, but others want to state and admit that culture is a feature of Islam in Indonesia. So in this study, it will be explained about the study of integration in this archipelago which  began  in  the  Walisongo  era  and  has  existed  until  now.  The  method  used  in  this  study  is  library research where researchers will conduct a study into various literatures related to Islam and Culture in the  archipelago  from  various  documents.  The  results  found  are  Islam  in  Java,  Javanese  society  still maintains tahlilan, slametan and culture attachedto the community whose values have changed from what was originally a Hindu-Buddhist pattern to Islam, besides the pesantren education system also colors this integration, Islam in Sumatra is supported by three forces, namely pesantren, markets and palaces, and Islam in eastern Indonesia carried out by walisngo students on the island of Java. Through this research, it will be found both theoretically and practically what happened regarding the integration of Islam and Nusantara culture.Keywords: Integration, Archipelago Culture, WalisongoAbstrakSampai dengan saat ini masih banyakbentuk budaya yang dipermasalahankan karena bukan bawaan asli agama  Islam  yang  ada  di  Arab.  Begitu  juga  masyarakat  Indonesia,  dimana  sebagian  masyaratnya menentang budaya yang bercorak Islam karena tidak adan dalil naqlinya, namun sebagian lainnya mau menyatakan  dan  mengakui  bahwa  budaya  itu  menjadi  ciri  Islam  yang  ada  di  Indonesia.  Maka  dalam penelitian ini akan dijelaskan mengenai kajian integrasi yang ada di Nusantara ini yang dimulai sejak era walisongo dan eksis sampai dengan sekarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu library research dimana peneliti akan melakukan kajian ke dalam berbagai literatur yang berkaitan dengan Islam dan Budaya yang ada di Nusantara dari berbagai dokumen. Hasil yang ditemukan yaitu Islam di Jawa, masyarakat Jawa masih mempertahankan tahlilan, slametan dan budaya yang melekat pada masyarakat yang sudah berubah nilainya dari yang awalnya bercorak hindu budha berubah menjadi Islami, selain itu sistem  pendidikan  pesantren  juga  mewarnai  integrasi  ini,  Islam  di  sumatra  yang  didukung  oleh  tiga kekuatan, yaitu pesantren, pasar dan istana, serta Islam yang ada di Indonesia timur dilakukan oleh murid-murid walisngo yang ada di pulau Jawa. Melalui penelitian ini maka akan ditemukan baik secara teoritik serta praktik yang terjadi mengenai integrasi Islam dan budaya Nusantara.Kata Kunci: Integrasi, Budaya Nusantara, Walisongo
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI PENGEMBANGAN KURIKULUM MUATAN LOKAL ASWAJA Fatkhul Khamid; Hamdan Adib
Jurnal Bilqolam Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Prodi PAI Sekolah Tinggi Agama Islam Serdang Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.433 KB) | DOI: 10.51672/jbpi.v3i2.64

Abstract

Curriculum development is something that must be done by educational institutions, especially in relation to curriculum development in an effort to form the character of students who respect each other even though they have different understandings. This study aims to determine the implementation of the Aswaja religious local content curriculum in shaping the character, constraints and supporting factors faced by teachers in implementing the curriculum. The research method used is qualitative with the type of field research. The data sources are school principals, waka curriculum and local content teachers aswaja. Data were collected using interview, observation and documentation techniques. The results of this study are first, the implementation of the Aswaja religious mulok curriculum in an effort to build the character of students based on moral intelligence in MA Nurul Islam Kriyan Aswaja learning does not refer to theory only, but also through the application of habits in madrasas, this is a conscious and continuous effort in introduce and instill the basic values ​​of Aswaja in students. second, the obstacles faced are the limited availability of textbooks, inadequate facilities and infrastructure, limited time for teachers to teach, and lack of student interest. Third, the supporting factors are the teachers and the madrasa culture with the nuances of aswaja