Pertumbuhan penduduk Indonesia menujukkan perkembangan yang pesat, hal ini ditunjukkan dengan dari hasil proyeksi bahwa selama dua puluh lima tahun mendatang terus meningkat yaitu dari 205,1 juta pada tahun 2000 menjadi 273,2 juta pada tahun 2025 (www.datastatistik-indonesia.com). Hal ini akan menimbulkan banyak sekali masalah misalnya masalah pengangguran, meningkatnya tingkat kemiskinan, kesehatan masyarakat yaitu penyebaran penyakit menular, gizi balita yang kurang baik, dll. Kondisi yang demikian memerlukan adanya suatu usaha dalam pemberdayaan masyarakat melalui Posdaya yaitu Pos Pemberdayaan Keluarga. Pembentukan keluarga yang berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak pemerintah saja melainkan juga diperlukan adanya partisipasi aktif dari masyarakat, jadi perlu adanya kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah untuk menciptakan masyarakat yang mandiri. Posdaya merupakan salah satu terobosan yang sangat baik dalam menciptakan masyarakat yang mandiri. Posdaya adalah forum kebersamaan yang anggotanya melakukan aktivitas nyata dalam gerakan pembangunan di lingkungan pemukiman yang paling bawah, yaitu tingkat RT, RW, dukuh atau dusun. Dengan adanya Posdaya yang memperdayakan masyarakat langsung sebagai subyeknya untuk mencapai kesejahteraan baik dalam bidang ekonomi, lingkungan, pendidikan, kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui gambaran atau deskripsi masyarakat tentang motivasi, persepsi, dan empati masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan Posdaya, (2) Untuk mengetahui hambatan-hambatan atau kendala dalam pelaksanaan kegiatan Posdaya. Hasil penelitian dari 267 responden menujukkan bahwa motivasi merencanakan yang menyatakan setuju 52,4%, motivasi melaksanakan yang menyatakan setuju 55,4%, motivasi evaluasi yang menyatakan setuju 63,3%. Sedangkan peubah persepsi positif terhadap program posdaya yang menyatakan setuju 62.5%, persepsi masyarakat terhadap peran aktif yang menyatakan setuju 60,7% dan fungsi keluarga yang menyatakan setuju 67,8. Selanjutnya peubah empati yaitu perhatian terhadap kegiatan Posdaya yang menyatakan setuju 68,9% dan empati kepedulian sikap untuk memberikan perhatian terhadap sesama maupun lingkungan sebanyak 62,5%.