Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ETNOMATEMATIKA HADRAH AL-BANJARI SEBAGAI BASIS MASALAH OPEN-ENDED Rido Dwi Setiyawan; Rachmaniah Mirza Hariastuti
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2021): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/indiktika.v3i2.5559

Abstract

Open-Ended merupakan suatu bentuk masalah yang diformulasikan dengan lebih dari satu penyelesaian. Pemberian masalah Open-Ended, khususnya pada mata pelajaran matematika di sekolah dipandang perlu dilakukan. Hal ini  dikarenakan masih terdapat siswa yang belum mampu mengkoneksikan konsep-konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari, salah satunya dengan budaya. Etnomatematika merupakan matematika yang dipraktikkan dalam kelompok budaya yang diidentifikasi sebagai masyarakat nasional, suku, kelompok buruh, anak-anak dari kelompok usia tertentu serta kelas profesional. Hadrah Al-Banjari adalah salah satu budaya yang berkembang di Banyuwangi. Budaya ini memuat beragam konsep matematika yang menarik untuk dijadikan basis penyusunan masalah Open-Ended. Keliling dan luas lingkaran merupakan konsep matematika dalam Hadrah Al-Banjari yang dapat diaplikasikan pada masalah Open-Ended. Masalah ini diujikan pada tiga orang siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Glagah Banyuwangi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan tes dan wawancara. Analisis data dilakukan secara kualitatif berdasarkan indikator yang telah ditetapkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga subyek mampu mengidentifikasi unsur-unsur yang diketahui dan ditanyakan dari soal, membuat dan menyusun model matematika dari masalah yang diberikan dengan satu ide atau gagasan, menyusun minimal tiga strategi atau pendekatan untuk menyelesaikan masalah, dan menjelaskan hasil penyelesaian masalah sesuai permasalahan awal dengan kalimat sendiri.
ETNOMATEMATIKA ANGKLUNG PAGLAK BANYUWANGI NUR HIDAYATULLOH; Rachmaniah Mirza Hariastuti
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.718 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v7i3.1534

Abstract

Angklung Paglak is a typical Banyuwangi angklung musical instrument that is heard from above using the tone of the Banyuwangian genre. Angklung Paglak has many things that can be explored to be used with mathematical concepts. The purpose of this study is to find out mathematics concept in angklung paglak Banyuwangi This research is exploratory-descriptive research. Data collection is done by literature review, observation, interviews and documentation. Data were analyzed by qualitative methods. The results of this study indicate that: (1) The characteristics of angklung paglak Banyuwangi in terms of shape and process are the same as the other Banyuwangi angklung types. Angklung paglak and other Banyuwangi angklung have differences in terms of many players. Paglak angklung players were 4 people, 2 angklung players and 2 drums players while the other Banyuwangi angklung players varied. (2) The mathematical concept in  angklung paglak  is about two or three-dimensional geometric shapes; traditional measurement units; concept of equating length to an object; and concept of equating length to an object.
Analisis Simulasi Solusi Numerik Model Lotka-Volterra dengan Metode Runge-Kutta-Fehlberg (Studi Kasus Populasi Musang Luwak (Paradoxurus hermaphroditus) dan Ayam Hutan Merah (Gallus gallus) di Taman Nasional Alas Purwo) Randhi Nanang Darmawan; Rachmaniah Mirza Hariastuti
KUBIK Vol 3, No 2 (2018): KUBIK : Jurnal Publikasi Ilmiah Matematika
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kubik.v3i2.4112

Abstract

Model mangsa-pemangsa, atau biasa disebut dengan model Lotka-Volterra adalah suatu model dalam bentuk sistem persamaan diferensial biasa non-linier yang menggambarkan interaksi antara dua makhluk hidup yang berhubungan dalam bentuk predasi. Sehingga untuk menyelesaikan model tersebut harus menggunakan metode numerik yaitu metode Runge-Kutta-Fehlberg (RKF45), dikarenakan model tersebut berupa sistem persamaan diferensial non-linier yang mana sulit untuk menentukan solusi analitik, solusi dari sistem persamaan diferensial tersebut adalah berupa profil interaksi antara antara kedua spesies yang saling memangsa dalam suatu ekosistem. Dalam artikel ini, peniliti mengambil studi kasus populasi Musang Luwak (Paradoxurus hermaphroditus) dan Ayam Hutan Merah (Gallus gallus) yang hidup di Taman Nasional Alas Purwo, yang mana keduanya memiliki hubungan predasi. Hasil dari artikel ini adalah profil simulasi model Lotka-Volterra antara kedua spesies dengan melakukan beberapa variasi parameter-parameter sehingga hasil akhirnya adalah suatu profil yang dapat menggambarakan kondisi yang memungkinkan kepunahan antara masing-masing spesies.
KONSEP DAN AKTIVITAS MATEMATIKA DALAM PERMAINAN PATHENG DUDU Rachmaniah Mirza Hariastuti; Mega Teguh Budiarto; Manuharawati Manuharawati; Novita Purnamasari Supahmi
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 4, No 1 (2022): ALGORITMA Journal Of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v4i1.25058

Abstract

Patheng dudu adalah salah satu permainan tradisional dari Banyuwangi yang memuat konsep dan aktivitas matematika. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi permainan patheng dudu dan mengidentifikasi konsep-konsep serta aktivitas matematika yang termuat dalam permainan tersebut. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi partisipatif. Informan penelitian adalah tiga orang yang memahami aturan dan dapat memainkan patheng dudu. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya konsep polihedron, poligon, membilang, perbandingan, pengukuran dengan satuan baku dan tidak baku, sudut dan jenisnya, hubungan antar garis, statistika, himpunan, jarak, waktu, serta fungsi dalam permainan patheng dudu. Sedangkan aktivitas matematika yang terdapat dalam permainan patheng dudu adalah perhitungan (counting), penempatan (locating), pengukuran (measuring), perancangan (designing), permainan (playing), dan penjelasan (explaining).
ETNOMATEMATIKA TRADISI ENDHOG-ENDHOGAN DI DESA MACANPUTIH KECAMATAN KABAT BANYUWANGI Siti Roudhotul Jannah; Rachmaniah Mirza Hariastuti; Barep Yohanes
EDUPEDIA Vol 6, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v6i1.1045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan etnomatematika yang ada pada tradisi endhog-endhogan  Desa Macanputih, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi. Objek dalam penelitian ini adalah tradisi endhog-endhogan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksploratif deskriptif untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan etnomatematika yang ada pada tradisi endhog-endhogan yang terdapat di Desa Macanputih, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data dapat diberikan kesimpulan data bahwa konsep-konsep matematika yang dapat ditemukan dari tradisi Endhog-Endhogan di Desa Macanputih Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi pada prosesi geridhoan diantaranya konsep modulo 12 pada bulan pelaksanaan tradisi endhog-endhogan; konsep garis pada lidi; konsep persegi panjang pada bentuk gedheg; konsep refleksi, translasi dan rotasi pada motif gedheg; konsep kekongruenan pada pola gedheg; konsep relasi pada prosesi tradisi geridhoan; dan konsep himpunan pada kumpulan orang yang terlibat dalam tradisi geridhoan. Pada prosesi selametan terdapat beberapa konsep, diantaranya konsep membilang pada saat membilang banyaknya jodhang; konsep persegi panjang pada daun pisang; konsep membilang pada saat membilang banyak daun pisang; konsep persegi pada tempat ancak; konsep relasi pada saat pulang membawa ancak; dan konsep himpunan pada orang yang terlibat dalam tradisi geridhoan. Pada prosesi karnaval endhog-endhogan terdapat beberapa konsep, diantaranya konsep membilang pada saat membilang banyaknya miniatur yang ditampilkan, membilang banyaknya kembang endhog; dan konsep segitiga siku-siku pada bagian jodhang yang paling bawah atau kaki jodhang.
Rectangular learning through video, is it effective during the Covid-19 pandemic? Lisa Fitriana; Rachmaniah Mirza Hariastuti; Novita Purnamasari Supahmi; Risa Farroh Maulida
Journal of Science and Education (JSE) Vol. 1 No. 2 (2021): Journal of Science and Education (JSE)
Publisher : CV Rezki Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56003/jse.v1i2.25

Abstract

The Covid-19 pandemic is a challenge for teachers and students in the learning process, especially to implement technology-based learning. Learning mathematics with the characteristics of abstract objects makes teachers have to innovate in the knowledge transfer process. However, not all teachers can make technology-based material innovations. For this reason, it is necessary to develop learning media in the form of videos on rectangular material so that they can become additional references for teachers in learning. The videos were created with the Microsoft PowerPoint application based on the ADDIE development model. The data was collected by using questionnaires, tests, and documentation. Data analysis was carried out qualitatively based on predetermined indicators. The development results show that the video is valid according to expert judgment and the results of the student response questionnaire after the implementation process. However, in terms of material, the video has not provided effectiveness in students’ mathematical understanding.
Analisis Simulasi Solusi Numerik Model Lotka-Volterra dengan Metode Runge-Kutta-Fehlberg (Studi Kasus Populasi Musang Luwak (Paradoxurus hermaphroditus) dan Ayam Hutan Merah (Gallus gallus) di Taman Nasional Alas Purwo) Randhi Nanang Darmawan; Rachmaniah Mirza Hariastuti
KUBIK Vol 3, No 2 (2018): KUBIK : Jurnal Publikasi Ilmiah Matematika
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kubik.v3i2.4112

Abstract

Model mangsa-pemangsa, atau biasa disebut dengan model Lotka-Volterra adalah suatu model dalam bentuk sistem persamaan diferensial biasa non-linier yang menggambarkan interaksi antara dua makhluk hidup yang berhubungan dalam bentuk predasi. Sehingga untuk menyelesaikan model tersebut harus menggunakan metode numerik yaitu metode Runge-Kutta-Fehlberg (RKF45), dikarenakan model tersebut berupa sistem persamaan diferensial non-linier yang mana sulit untuk menentukan solusi analitik, solusi dari sistem persamaan diferensial tersebut adalah berupa profil interaksi antara antara kedua spesies yang saling memangsa dalam suatu ekosistem. Dalam artikel ini, peniliti mengambil studi kasus populasi Musang Luwak (Paradoxurus hermaphroditus) dan Ayam Hutan Merah (Gallus gallus) yang hidup di Taman Nasional Alas Purwo, yang mana keduanya memiliki hubungan predasi. Hasil dari artikel ini adalah profil simulasi model Lotka-Volterra antara kedua spesies dengan melakukan beberapa variasi parameter-parameter sehingga hasil akhirnya adalah suatu profil yang dapat menggambarakan kondisi yang memungkinkan kepunahan antara masing-masing spesies.
KETUPAT DESA ALASMALANG BANYUWANGI: MENGGALI MATEMATIKA DALAM BUDAYA Husnul Hotima; Rachmaniah Mirza Hariastuti
JUMADIKA Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Magister Pendidikan Matematika (JUMADIKA)
Publisher : Prodi Magister Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Pattimura Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jumadikavol3iss1year2021page16-25

Abstract

Ketupat merupakan salah satu makanan tradisional yang dikenal oleh masyarakat Indonesia. Desa Alasmalang Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu daerah yang masih aktif melestarikan budaya Kupatan, yaitu perayaan hari ketujuh setelah hari raya Idul Fitri. Sayangnya, tradisi yang sarat dengan pembelajaran ini masih sekedar tradisi tanpa eksplorasi konsep-konsep pembelajaran di dalamnya. Untuk itu dilakukan eksplorasi etnomatematika dalam ketupat, khususnya ketupat bawang dan ketupat Jawa, yang biasa dibuat di Desa Alasmalang. Penelitian dilakukan dengan prinsip kualitatif berbasis etnografi dengan 3 orang informan yaitu Ibu-ibu di Desa Alasmalang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Analisis data ditentukan berdasarkan analisis domain dan analisis taksonomi untuk menemukan tema budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ketupat bawang dan ketupat Jawa termuat konsep hubungan antar garis, sudut, geometri dua dimensi, geometri tiga dimensi, pengubinan, volume bangun ruang dalam satuan tidak baku, serta pecahan