Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENURUNAN KADAR AMONIAK DAN FOSFAT LIMBAH CAIR TAHU SECARA FOTO KATALITIK MENGGUNAKAN TiO2 DAN H2O2 Taufiqur Rohman; Azidi Irwan; Zakiyatir Rahmi
JURNAL SAINS NATURAL Vol 8, No 2 (2018): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.816 KB) | DOI: 10.31938/jsn.v8i2.156

Abstract

Decreasing of Amoniac and Phosphate Content of Tofu Wastewater by photocatalytic Using TiO2 And H2O2          The research reduction of ammonia and phosphate content of photocatalytic tofu wastewater by using TiO2 and H2O2 had been done. The aim of this research is to find out the optimum concentration of TiO2 and H2O2, reaction time to decrease ammonia and phosphate in tofu wastewater after treatment with photocatalytic reaction. The photocatalytic reaction was used to degradation of ammonia and phosphate with the radiation by UV lamp, photocatalyst and oxidant. The results are shown that of ammonia content in artificial waste was decreased, variation in the concentration of TiO2, H2O2, and time obtained the optimum concentration of 50 mg/L, 140 mg/L and the optimum time for 60 minutes with a percentage 72,18%, 86,00%, and 83.11%. The decrease of phosphate content, that found of variation in the concentration of TiO2, H2O2, and time obtained the optimum concentration of 100 mg/L, 160 mg/L and the optimum time for 300 minutes with a percentage 79,34%, 77,59% and 78,12% respectively. The photocatalytic treatment of the tofu waste water carried out the addition with aeration. Measurement level of ammonia in tofu wastewater without aeration and with aeration a percentage of decreased are 56.5% and 66.14%. Measurement of phosphate without aeration and with aeration a percentage of decrease are 47.03% and 53.30%. Concluded, ammonia and phosphate content in tofu wastewater can be decreased by photocatalytic with UV rays. Keywords: tofu wastewater, photocatalytic, ammonia, phosphate, TiO2, H2O2  ABSTRAK          Penelitian tentang penurunan kadar amoniak dan fosfat limbah cair tahu secara foto katalitik menggunakan TiO2 dan H2O2 telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi TiO2 dan H2O2 optimum, dan waktu reaksi terbaik untuk penurunan amoniak dan fosfat limbah cair tahu setelah pengolahan dengan reaksi foto katalitik. Reaksi foto katalitik digunakan untuk mendegradasi amoniak dan fosfat dengan bantuan sinar ultra violet, fotokatalis dan oksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan kadar amoniak pada limbah buatan dengan variasi konsentrasi TiO2 dan H2O2 didapatkan konsentrasi optimum sebesar 50 mg/L dan 140 mg/L dengan persentase penurunan sebesar 72,18% dan 86,00%. Penurunan kadar fosfat dengan variasi konsentrasi TiO2 dan H2O2 didapatkan konsentrasi optimum sebesar 100 mg/L dan 160 mg/L dengan persentase penurunan sebesar 79,34% dan 77,59%. Pada variasi waktu didapatkan waktu terbaik selama 60 menit pada amoniak dan 300 menit pada fosfat dengan persentase penurunan sebesar 83,11% dan 78,12%. Pada perlakuan foto katalitik terhadap limbah cair tahu dilakukan aerasi. Pengukuran kadar amoniak limbah cair tahu tanpa aerasi dan aerasi didapatkan persentase penurunannya sebesar 56,50% dan 66,14%. Pengukuran kadar fosfat limbah cair tahu tanpa aerasi dan aerasi didapatkan persentase penurunannya sebesar 47,03% dan 53,30%. Disimpulkan bahwa kadar amoniak dan fosfat limbah cair tahu terjadi penurunan secara foto katalitik dengan bantuan sinar UV. Kata Kunci: limbah cair tahu, foto katalitik, amoniak, fosfat, TiO2, H2O2
KAJIAN VALIDITAS ANALISIS LAS DENGAN CARA TIGA PANJANG GELOMBANG Azidi Irwan
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.846 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v3i2.2041

Abstract

Metode tiga panjang gelombang pada spektrofotometri UV-Vis dapat digunakan untuk mengeliminasi gangguan yang hadir sebagai absorpsi latar belakang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari metode penentuan LAS (Linear Alkyl Benzene Sulfonate) yang lebih baik dengan tingkat validasi yang tinggi, dan mampu untuk menekan atau mengurangi gangguan pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran pada 3 : 642-652-662 nm memberikan validasi yang lebih baik dibandingkan dengan pemilihan yang lain. Nilai rerata perolehan kembali dan koefisien keragaman (KK) berturut-turut adalah 83,10% dan 0,91%. Hasil ini digunakan untuk mengukur kadar LAS dalam contoh air minum, air sungai, dan contoh dengan zat penginterferensi ion tiosianat dan ion nitrat. Nilai rerata perolehan kembali dan KK dari contoh berturut-turut adalah 98,81% (KK 3,00%); 107,73% (KK 37,44%); 111,04% (7,98%), dan 94,13% (KK 9,07%). Disimpulkan semua pengukuran belum memberikan hasil yang baik karena ketelitian atau KK lebih besar daripada 2%. Kata Kunci : LAS, metode tiga panjang gelombang, ion tiosianat, ion nitrat, ketelitian, perolehan kembali 
UJI PENGARUH PENGIKAT-SILANG METILENBISAKRILAMIDA (MBA) TERHADAP KARAKTERISTIK POLIMER SUPERABSORBEN KITOSAN TERCANGKOK ASAM AKRILAT (AA) Umi Baroroh Lili Utami; Azidi Irwan; Ma’rifatul Mahmudah
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.328 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v8i1.2132

Abstract

Penelitian tentang uji pengaruh pengikat-silang metilenbisakrilamida (MBA) terhadap karakteristik polimer superabsorben kitosan tercangkok asam akrilat(AA) telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan jumlah agen pengikat-silang MBA terhadap kapasitas absorpsi dan rasio swelling dari polimer superabsorben yang dihasilkan.Pembuatan polimer superabsorben dilakukan dengan memvariasi berat agen pengikat-silang MBA terhadap asam akrilat (AA). Berat agen pengikat-silang yang digunakan adalah 1,00; 1,25; 1,50; 1,75, 2,00; 2,25 dan 2,50% (b/b) dari asam akrilat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polimer superabsorben yang dihasilkan dengan variasi jumlah agen pengikat-silang MBA memberikan kenaikan dan penurunan terhadap kapasitas absorpsi dan rasio swelling. Nilai optimum yang dihasilkan terjadi pada 1,75% dengan nilai kapasitas adsorpsi pada akuades, sebesar 140,22 g/g, dan rasio swelling sebesar 109,44 g/g. Kata Kunci: Kitosan,asam akrilat, metilenbisakrilamida, polimer superabsorbent 
KAJIAN PENYERAPAN LOGAM Cd, Ni, DAN Pb DENGAN VARIASI KONSENTRASI PADA AKAR, BATANG, DAN DAUN TANAMAN BAYAM (Amaranthus tricolor L.) Azidi Irwan; Noer Komari; Yenny Era Nova
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.587 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v2i2.2019

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari serapan Cd, Ni, dan Pb pada akar, batang, dan daun setelah pemberian logam-logam itu pada media tumbuhnya dan mengamati pengaruhnya terhadap komponen pertumbuhan bayam yang terdiri dari jumlah daun, tinggi tanaman, diameter batang, penampilan daun, dan bobot kering masing-masing bagian akar, batang, dan daun. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan acak lengkap dengan kombinasi variasi konsentrasi logam 75, 150, dan 300 ppm. Hasil penelitian menunjukkan komponen pertumbuhan jumlah daun, tinggi tanaman, diameter batang, bobot kering daun tidak berbeda secara signifikan setelah pemberian logam. Akan tetapi memberikan pengaruh nyata terhadap penurunan bobot kering akar dan batang bayam (α = 5%). Penyebaran konsentrasi rerata Cd, Ni, dan Pb masing-masing di akar berturut-turut adalah 22,27; 30,49; dan 137,18 ppm, di batang 12,03; 14,46; dan 88,61 ppm, di daun 11,49; 7,31; dan 35,52 ppm. Kata Kunci : Absorpsi logam, Cd, Ni, Pb, Bayam, variasi konsentrasi 
SINTESIS DAN KARAKTERISASI POLIMER SUPERABSORBEN BERBASIS SELULOSA DARI TANAMAN PURUN TIKUS (Eleocharis dulcis) TERCANGKOK AKRIL AMIDA(AAM) Aulia Azizah; Azidi Irwan; Sunardi Sunardi
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.112 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v6i1.2106

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis dan karakterisasi polimer superabsorben berbasis selulosa dari tanaman purun tikus (Eleocharis dulcis) tercangkok akril amida (AAM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan selulosa dari tanaman purun tikus (Eleocharis dulcis) terhadap karakteristikpolimer superabsorben yang dihasilkan serta kemampuan dalam menyerap air dan sifat mengembang (swelling ratio) dalam larutan urea 5% dan NaCl 0,15 M. Pembuatan polimer superabsorben dilakukan dengan memvariasi berat selulosa terhadap berat akrilamida (AAM). Berat selulosa yang digunakan adalah 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40% (b/b). Hasil penelitian menunjukkan polimer superabsorben yang dihasilkan dengan penambahan selulosa memiliki karaktersitik yang lebih baik dibandingkan poliakrilamida yang disintesis. Polimer superabsorben dengan rasio 15% berat selulosa terhadap berat akrilamida mempunyai nilai kapasitas absorpsi, rasio swelling pada larutan urea 5% dan NaCl 0,15 M yang paling besar berturut-turut yakni 18,49 g/g air, 22,77 dan 18,41. Kata kunci : selulosa, akrilamida, polimer superabsorben 
SKRINING FITOKIMIA DAUN TUMBUHAN KATIMAHA (Kleinhovia hospital L.) Yunita Yunita; Azidi Irwan; Radna Nurmasari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.316 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v3i2.2034

Abstract

Tumbuhan katimaha (Kleinhovia hospital L.) merupakan salah satu sumber daya alam hayati Indonesia yang perlu diberdayakan secara ilmiah. Tumbuhan ini mengandung senyawaan bahan alam yang dapat dimanfaatkan secara tradisional untuk keperluan hidup manusia. Katimaha di daerah Kalimantan Selatan secara empirik dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya untuk mencegah pertumbuhan uban pada rambut kepala. Namun untuk pemanfaatan daun tersebut belum ada kajian yang membuktikannya secara ilmiah. Pada penelitian ini telah dilakukan uji kualitatif secara fitokimia dan uji kuantitatif untuk mengetahui dan menentukan konsentrasi senyawaan bahan alam alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, triterpenoid, glikosida jantung, dan tannin yang terkandung dalam daun katimaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun katimaha (+) mengandung alkaloid, flavonoid, dan saponin. Besarnya kandungan senyawaan tersebut dalam ekstrak kasarnya adalah alkaloid 2,83%, flavonoid 19,78%, dan saponin 14,23%. Kata Kunci : katimaha, Kleinhovia hospital L., uji fitokimia, alkaloid, flavonoid, saponin 
PENGARUH DERAJAT NETRALISASI ASAM AKRILAT PADA SINTESIS POLIMER SUPERABSORBEN DARI SELULOSA TUMBUHAN ALANG-ALANG (Imperata cylindrica) Sunardi Sunardi; Azidi Irwan; Wiwin Tyas Istikowati; Aminonatalina Aminonatalina
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.201 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v7i2.2126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh derajat netralisasi asam akrilat menggunakan NaOH terhadap karakteristik polimer superabsorben selulosa batang alang-alang tercangkok asam akrilat yang meliputi analisis perubahan gugus fungsi menggunakan FTIR (Fourier Transform Infra Red), kemampuan mengembang (swelling) dalam air, urea, NaCl serta kemampuan menahan (retensi) air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polimer superabsorben yang dihasilkan dengan derajat netralisasi 85% memiliki karakteristik yang paling baik dengan nilai kemampuan mengembang (swelling) sebesar 755,07 g/g (water), 641,83 g/g (urea) dan 65,00 g/g (NaCl). Hasil uji retensi air menunjukkan bahwa kemampuan menahan air superabsorben tercangkok selulosa alang-alang masih lebih kecil dibanding polimer asam akrilat murni. Hasil spektra FTIR menunjukkan pencangkokan dan pengikatsilangan terjadi pada karbon rangkap dua monomer asam akrilat. Kata kunci: superabsorben, selulosa, derajat netralisasi, asam akrilat, Imperata cylindrical 
KONTROL SELEKTIFITAS KATALIS ALLOY DUA LOGAM Ni-Ag PADA HIDROGENASI FURFURAL MENJADI FURFURIL ALKOHOL DAN TETRAHIDROFURFURIL ALKOHOL Rodiansono Rodiansono; Maria Dewi Astuti; Uripto Trisno Santoso; Azidi Irwan; Dwi Rasy Mujiyanti; Risnu Aritofa; Karlini Karlini; Abdurahman Abdurahman; Adi Maulana
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.15 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v12i2.4822

Abstract

Kontrol selektifitas katalis alloy dua logam Ni-Ag ruah dan terembankan telah diselidiki secara sistematik dengan cara mengevaluasi pengaruh variasi rasio molar Ni/Ag, temperatur hidrotermal, waktu hidrotermal, dan pemilihan padatan pengemban yang sesuai dalam reaksi hidrogenasi selektif furfural. Rasio molar divariasi dari 0,75; 1,5; 2,0; dan 3;0, variasi temperatur hidrotermal dari 373 K, 423 K, dan 473 K selama 24 jam, sedangkan waktu hidrotermal divariasi dari 2-8 jam pada temperatur hidrotermal 523 K. Empat jenis padatan pengemban yang berbeda yaitu titanium oksida (TiO2), karbon aktif (C), gamma-alumina (g-Al2O3), dan aluminium hidroksida (AlOH) telah digunakan untuk katalis alloy Ni-Ag(3.0). Katalis Ni-Ag dengan rasio molar Ni/Ag = 1,5 dan 3,0 memiliki aktifitas dan selektifitas yang paling baik dalam reaksi hidrogenasi furfural menjadi furfuril alkoho dan tetrahidrofurfuril alkohol. Kenaikan temperatur hidrotermal dalam proses sintesis katalis Ni-Ag dan perubahan waktu hidrotermal untuk temperatur 523 K tidak secara signifikan meningkatkan kinerja katalis Ni-Ag(1,5) untuk reaksi yang sama. Katalis Ni-Ag(3.0) yang termbankan pada TiO2 memiliki aktifitas dan selektifitas yang superior dibandingkan dengan ruah dan pengemban yang lain.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK SAPONIN FRAKSI n-BUTANOL DARI KULIT BATANG KEMIRI (Aleurites moluccana WILLD) PADA LARVA NYAMUK Aedes aegypti Azidi Irwan; Noer Komari; Rusdiana Rusdiana
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.417 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v1i2.2011

Abstract

Kemiri (Aleurites moluccana WILLD) adalah salah satu tanaman yang menghasilkan metabolit sekunder. Percobaan skrining fitokimia menunjukkan bahwa kulit batang kemiri mengandung saponin dalam jumlah sedang. Saponin dapat digunakan sebagai larvasida karena dapat bersifat racun bagi hewan berdarah dingin. Oleh karena itu saponin dapat digunakan sebagai pemusnah serangga. Kulit batang kemiri diekstrak denganmenggunakan metanol dan kemudian dipartisi dengan menggunakan campuran air : butanol (1:1). Dalam penelitian ini, dilakukan eksperimen terhadap larva nyamuk Aedes aegypti melalui perlakuan dengan konsentrasi ekstrak kemiri yang berbeda-beda. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah o ppm (sebagai kontrol); 10; 100; dan 1000 ppm. Berdasarkan observasi selama 14 hari, ditemukan bahwa persentase mortalitas larva untuk masing-masing konsentrasi berturut-turut adalah sebesar 0%, 40,0%, 43,44% dan 50%. Karena persentase mortalitas LC50 terjadi pada konsentrasi 937,74 ppm dari ekstrak saponin fraksi n-butanol, dapat disimpulkan bahwa ekstrak saponin fraksi n-butanol mempunyai aktifitas dalam mengontrol perkembangbiakan larva nyamuk Aedes aegypti. Kata Kunci : kemiri, saponin, Aedes aegypti, fraksi n-butanol