Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Ansel Adams Easton (Kajian Karya, Kesenimanan, dan Aspek Sosialnya) Irwandi Irwandi
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 11, No 1 (2015): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v11i1.1289

Abstract

Ketenaran seorang seniman kadang-kadang diakui sebagai refleksi dari dirinya dan fitur karyanya saja. Seniman sering dianggap memiliki peran yang sangat sentral dalam upaya untuk mencapai reputasinya di masyarakat. Sering tidak disadari bahwa di balik popularitas seorang seniman, ada sejumlah faktor sosial budaya yang juga memengaruhi hal itu. Ansel Adams adalah contoh bagaimana posisi seorang seniman dalam konstelasi sosial budaya Amerika. Selain memiliki sebuah karya yang indah, kemampuan teknis dan konsep karya yang baik, ia juga mampu menempatkan dirinya dalam peta sosial pada zamannya. Diskusi tentang Ansel Adams akan dilakukan dengan mempertimbangkan pekerjaan sampingan, kapasitas, dan peran yang dianggap eksternal yang membantu mendorong popularitasnya. Dalam perspektif ini akan terlihat bagaimana pentingnya faktor sosial dalam mempertahankan eksistensi seorang seniman. Ansel Easton Adams (Assessment work, artistry, and its Social Aspects). The fame of an artist is sometimes recognized as a reflection of himself and his work features alone. The artist often regarded as a highly central role in efforts to achieve its reputation.The public do not  realize that behind the popularity of an artist, there are a number of socio-cultural factors that also affect it. Ansel Adams is an example of how the position of an artist in the  constellation of socio-cultural America. Besides having a beautiful work, technical ability and concept of good works, he is also able to put himself in a social map of his era. Discussion of Ansel Adams will be conducted  by considering the workside, the capacity and roles deemed external helped push his popularity. In this perspective will be seen how the importance of social factors in maintaining the existence of an artist.
Foto Dokumenter Bengkel Andong Mbah Musiran: Penerapan Dan Tinjauan Metode Edfat dalam Penciptaan Karya Fotografi Pamungkas Wahyu Setiyanto; Irwandi Irwandi
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 13, No 1 (2017): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v13i1.1580

Abstract

Metode EDFAT belum begitu dikenal dalam dunia akdemik fotografi. Namun, metode terebut sebenarnya sudah lazim di kalangan prktisi, khususnya fotografer jurnalistik. Untuk itu maka penelitian dan penerapan EDFAT menjadi penting dilakukan, mengingat dalam kenyataannya metode tersebut sangat efektif dan efisien.Peneletian ini merupakan upaya untuk memahami dan menerapkan metode EDFAT. Subjek penelitian ini ialah bengkel andong mBah Musiran yang berada di kawasan Jotawang, Yogyakarta.Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode EDFAT memang dapat diterapkan dalam penciptaan karya fotografi, terlebih jika sebelum pemotretan, fotografer terlebih dahulu menghimpun informasi yang berkaitan dengan subjek pemotretan.
Upaya Penanggulangan Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Desa Purwajaya Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kertanegara Kalimantan Timur Irwandi Irwandi; Jumani Jumani; Ismail Bakrie
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i2.2076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi  faktor  penyebab  kebakaran  lahan di  Desa Purwajaya Kecamatan Loa Janan Kalimantan Timur dan untuk memberi rekomendasi terhadap kegiatan pengendalian kebakaran hutan yang akan dilakukan. Penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran langsung dan tidak langsung mengenai faktor utama penyebab kebakaran hutan, yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak terkait seperti peneliti, akademisi kehutanan dan  akademisi  non  kehutanan.  Sehingga  dapat  menjadi  dasar  acuan  dalam kegiatan pengendalian kebakaran hutan di Desa Purwajaya Kecamatan Loa Janan Kalimantan TimurPengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan metode wawancara terhadap petugas, Satgasdamkar dan masyarakat sekitar hutan serta metode observasi langsung di lapangan. Sedangkan untuk pengumpulan data sekunder dilakukan dengan menggunakan metode penelusuran dokumen, agar didapatkan berbagai dokumen yang berkaitan dengan upaya pengendalian yang dilakukan dan kejadian kebakaran hutan di Wilayah Desa Purwajaya Kecamatan Loa Janan. Pengambilan responden wawancara dipilih secara sengaja (purposif) dan dalam jumlah yang kecil. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Sitorus (1998) bahwa dalam penelitian kualitatif, pemilihan sampel penelitian tidak mengutamakan patokan keterwakilan populasi, melainkan keterwakilan aspek permasalahan, sehingga sebagai implikasinya sampel harus dipilih secara sengaja (purposif) dan dalam jumlah yang kecil, sehingga jumlah responden adalah 1 orang Kepala Damkar dan 6 orang ketua regu pemadam kebakaran 10 orang masyarakat setempat.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor penyebab kebakaran lahan di  Desa Purwajaya Kecamatan Loa Janan Kalimantan Timur yang disebabkan oleh faktor Alam  (bahan bakar, topografi lahan, hidrologi, cuaca, iklim, dan rambu-rambu kebakaran) dan Faktor Manusia (kelalaian dan  ketidak pedulian masyarakat.Kegiatan pengendalian kebakaran hutan yang dilakukan oleh pihak yang terkait yakni Dinas Kehutanan harus mampu meningkatkan beberapa kegiatan, seperti pencegahan kebakaran, pada saat Kebakaran (Pemadaman Kebakaran) dan Pasca Kebakaran.
Reaktualisasi Teknologi Fotografi Abad Ke-19 dan 20 Studi Kasus pada Kelompok Kegiatan Mahasiswa KOPPI ISI Yogyakarta Irwandi Irwandi
Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 14, No 1 (2018): REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v14i1.2137

Abstract

Kecanggihan teknologi fotografi digital saat tidak memuaskan beberapa fotografer, terutama yang condong ke fotografi seni. Sebagai gantinya, mereka melihat kembali teknik fotografi lama, seperti yang dilakukan pada abad ke-19, antara lain cyanotype, salt print, vandyke, dan cetak gum bichromate. Sebagian besar teknik cetak diaktualisasikan ulang oleh sejumlah fotografer dengan orientasi yang berbeda. Artikel ini membahas bagaimana Kelompok Kegiatan Mahasiswa, Keluarga Old Photographic Processes ISI Yogyakarta (KOPPI) melakukan lebih dari sekadar rekonstruksi teknis. Mereka menggunakan media unik ini untuk menyampaikan pesan tentang masalah pribadi dan budaya. Teknik pengamatan partisipatif digunakan selama empat proses penciptaan: pengenalan, eksplorasi, eksperimen, dan presentasi. Ditemukan bahwa dalam menggunakan teknik pencetakan foto lama para peserta harus menegosiasikan tiga aspek, yaitu pemahaman teknis, material, dan konsep budaya. Setelah mereka mencapai pemahaman teknis dan material yang memadai, para peserta mulai mengeksplorasi isu-isu budaya. Isu budaya tentang penyimpangan perilaku, kesedihan, dan respons masyarakat terhadap kehidupan sehari-hari telah diangkat menjadi tema pekerjaan melalui teknik pencetakan foto lama. Anggota KOPPI memanfaatkan kesan kuno dan fleksibilitas media cetak untuk mewujudkan hal tersebut. AbstractRe-actualization of the 19th and 20th Century Photographic Printing Technology: The Case of KOPPI Student Activity Group. The sophistication of digital photography technology does not satisfy some photographers, especially those who tend towards art photography. Instead, they looked back at old techniques, such as those of the 19th-century based on chemical principles, including cyanotype, salt print, vandyke print, and gum bichromate print. Most of the printing techniques are re-actualized by a number of photographers with different orientations. This paper examines how Old Photographic Processes Student Activity Group of ISI Yogyakarta(KOPPI) did more than just technical reconstruction, They used these unique media for conveying messages of personal and cultural issue. Participatory observation techniques were used during the four processes of creation: introduction, exploration, experimentation, and presentation. The finding showed that in using the old photo printing technique the participants had to negotiate three aspects, namely the technical understanding, materials, and cultural concepts. After they reached a sufficient technical and material understanding, the participants began to explore cultural issues. Cultural issues about deviations of society’s behavior, sadness, and society’s response to every day life have been raised to be the themes of the work through the old photo printing technique. Members of KOPPI take advantage of the old-fashioned impressions and flexibility of print media to realize these things.
MADRASAH DINIYAH DALAM KONTEKS GLOBALISASI ( PROBLEMATIKA DAN SOLUSINYA) Irwandi Irwandi
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v6i1.3348

Abstract

Pendidikan adalah suatu tuntutan yang harus dilakoni semua individu manusia, mulai dari ayunan samapai liang lahat. Dewasa ini selain pendidikan formal khusus bagi anak-anak telah diterapkan pendidikan berbasis keagamaan dalam bentuk sekolah yang diberi nama Madrasah Diniyah. Madrasah Diniyah merupakan lembaga pendidikan yang memberikan pendidikan dan pengajaran secara klasikal yang bertujuan untuk memberi tambahan pengetahuan agama Islam kepada siswa-siswa yang merasa kurang menerima pelajaran agama Islam di sekolahnya. Keberadaan Madrasah Diniyah ini sangat menjamur di masyarakat karena Madrasah Diniyah merupakan sebuah kebutuhan pendidikan yang mengkhuskan dibidang keagamaan. Penyelenggaraan Madrasah Diniyah mempunyai ciri berbeda dan beragam. Perbedaan tersebut disebabkan oleh faktor yang mempengaruhinya, misalnya; latar belakang yayasan atau pendiri Madrasah Diniyah, budaya masyarakat setempat, tingkat kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan agama dan kondisi ekonomi masyarakat dan lain sebagainya. Perkembangan Madrasah Diniyah telah mengalami kemajuan pesat. Akan tetapi, dalam perjalanannya Madrasah Diniyah masih mengalami berbagai kendala, baik dalam sistem kurikulum, metode, pengelolaan, pendanaan, dan lain sebagainya. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka pembenahannya perlu dikaji secara mendalam seluruh faktor yang mempengaruhinya.
Continuing professional development for english language teachers in digital era Irwandi Irwandi; Albert Albert
International Conferences on Educational, Social Sciences and Technology
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/20181151

Abstract

English language teacher strives to raise standards of language teaching in the new global setting knowledge. Perhaps understandably, any efforts to improve language education quality cannot succeed without the continuous support and cooperation of a professional teacher. This fact is widely recognized in international attention mostly in term of promoting the continuing professional of teachers. The term of continuing refers to the need for ongoing development of teachers’ knowledge, professional skill, and their effectiveness in the classroom. This is a reaction to the professional development which is not satisfied yet in leading to an increase in teacher knowledge, skills, and commitment. This paper explores the concept of continuing professional development, the limitation of current approaches to professional development, and the reinvigoration strategy of professional development for English language teacher.
PROFESIONALISME DAN SERTIFIKASI GURU DI ERA REFORMASI PENDIDIKAN Irwandi Irwandi
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v5i2.3363

Abstract

Profesionalisme guru, tentu harus terkait dan dibangun melelui penguasaan kompetensi-kompetensi yang secara nyata dalam menjalankan dan menyelesaikan tugas-tugas dan pekerjaannya sebagai guru. Kompetensi-kompetensi penting jabatan guru tersebut adalah: Kompotensi profesional, yaitu kompetensi pada bidang substansi atau bidang studi, kompetensi bidang pembelajaran, metode pembelajaran, sistem penilaian, pendidikan nilai dan bimbingan. Kompetensi sosial, yaitu kompetensi pada bidang hubungan dan pelayanan, pengabdian masyarakat. Kompetensi personal, yaitu kompetensi nilai yang dibangun melalui perilaku yang dilakukan guru, memiliki pribadi dan penampilan yang menarik, mengesankan serta guru yang gaul dan ”funky” sehingga menjadi dambaan setiap orang, sosok guru yang menjadi tauladan bagi siswa dan panutan masyarakat. Penilaian terhadap profesi guru tidak hanya sekedar pada aspek kualitas, administrasi dan manajemen saja, tetapi masalah guru lebih luas dan kompleks, menyangkut kemampuan profesional, personal, sosial termasuk perilaku dan kurangnya penghargaan yang layak terhadap profesi guru. Penilaian harus dilakukan oleh mereka yang memiliki kemampuan dan kompetensi pada bidang kependidikan.
The Teachers’ Perception on the Use of Cooperative Learning Model for Improving Learners’ Reading Fluency Asih Sari Ningrum; irwandi irwandi
Journal of English Language and Education Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v6i2.159

Abstract

The learners’ reading fluency becomes one of the crucial problems in teaching reading. The preliminary research indicates that the students find the obstacles in understanding the structure of the sentence in reading text quickly. It is also difficult for them to understand the meaning of word in the text. To overcome these problems, the teachers have applied the use of cooperative learning model. The design of this research is descriptive qualitative. The questionnaire is used to collect the data. In addition, for the technique of data collection, the researcher used questionnaire which the researcher gave that questionnaire to the English teachers. The researcher analyzed the answers of the English teachers by using steps of qualitative data analysis. The results show that the teachers agree with the application of the cooperative learning model. The form of the teachers’ view is marked by their agreeing on the cooperative learning model.
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI RUKUN IMAN PADA SISWA KELAS I SD NEGERI 49 KOTA BANDA ACEH Irwandi Irwandi
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v9i1.7144

Abstract

Penggunaan media yang tepat dalam proses belajar mengajar akan menjadikan suasana belajar yang menyenangkan. Dalam proses belajar mengajar, seorang guru diharapkan dapat memberikan pengajaran yang mudah dipahami oleh siswa. Akan tetapi kenyataannya dilapangan, masih terdapat guru yang belum tepat dalam menggunakan media pembelajaran dan kurang memanfaatkan media yang ada di sekolah. Mengingat hal yang demikian, guru harus mampu menggunakan media yang tepat dan efisien dalam pembelajaran, khususnya pada pembelajaran. sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan tidak membuat siswa bosan saat belajar. Salah satu cara yang dapat ditempuh oleh guru adalah dengan menggunakan media audio visual dalam pembelajaran. Pertanyaan peneliti dalam skripsi ini adalah Bagaimanakah aktivitas guru dan siswa dengan penggunaan media audio visual materi rukun iman  pada siswa kelas I SDN 49 Kota Banda Aceh? Bagaimanakah hasil belajar siswa dengan menggunakan media audio visual materi rukun iman  pada siswa kelas I SDN 49 Kota Banda Aceh? penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data tentang kegiatan pembelajaran diperoleh dari pengamatan guru dalam mengelola pembelajaran, pengamatan siswa dalam proses belajar, hasil tes belajar siswa, angket respon siswa, dan wawancara. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan rumus yang sesuai dengan kriteria aktivitas yang telah ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dengan menggunakan media audio visual pada siklus I pertemuan 1 dengan nilai rata-rata 53,43. Pada pertemuan 2 dengan nilai 57,28. Pada siklus II pertemuan 1 memperoleh nilai rata-rata 62,18 dan pertemuan 2 dengan nilai 76,25. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio visual sangat cocok di gunakan pada pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas I SDN 49 Kota Banda Aceh.
PENGUASAAN TANAH NEGARA OLEH MASYARAKAT SEKITAR BANTARAN SUNGAI ACEH Irwandi Irwandi
deliberatif Vol 2 No II (2017): Deliberatif Jurnal Ilmiah Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Cut Nyak Dhien Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945. Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 menentukan bahwa “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. Tanah sebagai salah satu kebutuhan dalam penyelenggaraan hidup manusia memiliki peranan yang sangat vital. Masyarakat Indonesia yang bercorak hidup agraris menggantungkan hidup sepenuhnya pada tanah. Tanah sebagai objek utama yang harus dimiliki dalam penyelenggaraan kehidupan agraria baik yang berbentuk pengadaan lahan pertanian maupun perkebunan. Tanah juga menjadi landasan tolak ukur kesejahteraan dan kemapanaan bagi masyarakat yang berdomisili di daerah pedesaan. Tanah bantaran adalah tanah yang timbul di pinggiran atau di tengah sungai, danau atau laut akibat endapan lumpur, pasir yang di bawa oleh air, berlangsung terus-menerus. Tanah bantaran adalah tanah yang timbul secara alamiah yang disebabkan oleh endapan lumpur atau pasir yang di bawah oleh air, yang berlangsung secara terus-menerus dan biasanya di percepat oleh bantuan tangan manusia dan lingkungan. Penguasaan tanah negara di bantaran sungai aceh tidak dibenarkan secara hukum baik dalam pembangunan rumah atau pemanfaatan yang lainnya.karena akan mengakibatkan permasalahan yang berkelanjutan.seperti pengkamplingan harta warisan dari anak cucu.Tanah Negara dilarang Masuk dan Memanfaatkannya” secara jelas ini melawan hukum sebagaimana dalam Pasal 167 (1) KUHP dihukum 8 Bulan Penjara dan Pasal 389 KUHP dihukum 2 Tahun 8 Bulan Penjara dan Pasal 561 KUHP dihukum denda. Bagi yang sudah menguasai tanah Negara di sekitar bantaran sungai Aceh tanpa izin resiko tanggung jawab sendiri, dalam arti di saat Negara membutuhkan maka konsekuensinya siap untuk memindahkan sendiri atau akan perusakan paksa oleh Negara.