Aris Ismanto
Program Studi Oseanografi Universitas Diponegoro

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

STUDI PENGARUH GELOMBANG TERHADAP TRANSPORT SEDIMEN DI PERAIRAN TIMBULSLOKO KABUPATEN DEMAK JAWA TENGAH Astuti, Elia Hendri; Ismanto, Aris; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.893 KB)

Abstract

Desa Timbulsloko adalah salah satu daerah yang terkena dampak erosi dan abrasi di Pesisir Utara Provinsi Jawa Tengah. Suatu pantai akan mengalami erosi atau sedimentasi tergantung pada kesetimbangan sedimen. Laju transportasi sedimen di daerah pantai di pengaruhi oleh ukuran butir sedimen, kemiringan pantai, gelombang dan arus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa gelombang di Perairan Timbulsloko dipengaruhi oleh angin sehingga menimbulkan arus sejajar pantai. Arus sejajar pantai tersebut menimbulkan transport sedimen dasar di lokasi penelitian.Materi yang digunakan pada penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data sedimen dan data gelombang. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah data angin tahun 2010-2014, Peta LPI DISHIDROS skala 1 : 500.000, dan data pasang surut tahun 2015. Metode penelitian yang digunakan untuk menentukan transport sedimen menggunakan rumus Qs=0,401xP1. Peramalan gelombang diperoleh dari data angin dengan menggunakan metode distribusi angin. Hasil penelitian dikelompokan setiap musim barat, peralihan I timur, dan peralihan II. Hasil penelitian tinggi gelombang berkisar antara  0 – 1,01 meter yang akan membangkitkan gelombang pecah sehingga terjadi arus sejajar pantai yang besarnya berkisar 0 – 1,83 m/detik. Nilai arus sejajar pantai selama 5 tahun lebih tinggi ke arah kanan. Potensi angkutan sedimen signifikan Perairan Timbulsloko berkisar 0 – 1051,34 m3/hari atau 0 – 383739 m3/tahun. Transport sedimen total selama 5 tahun bernilai 1109,11 (m3/hari) dan 404826,35 (m3/tahun). Transport sedimen tersebut lebih besar menuju ke kanan (negatif).
SEBARAN TUMPAHAN MINYAK DENGAN PENDEKATAN MODEL HIDRODINAMIKA DAN SPILL ANALYSIS DI PERAIRAN CILACAP, JAWA TENGAH Widhayanti, Arintika; Ismanto, Aris; Yulianto, Bambang
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.898 KB)

Abstract

Perairan Cilacap memiliki pelabuhan laut yang berfungsi sebagai pelabuhan ekspor-impor termasuk aktivitas bongkar muat minyak dari kapal-kapal tanker yang menyebabkan perairan Cilacap rentan terhadap tumpahan minyak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola sebaran dan proses pelapukan (weathering) yang meliputi waktu pemaparan, proses disolusi, proses dispersi vertikal, proses emulsifikasi, dan proses evaporasi pada tumpahan minyak mentah dan aspal di Perairan Cilacap yang dimodelkan menggunakan model hidrodinamika 2D dan Spill Analysis. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data arus laut, data pasang surut, data angin, data suhu air laut, data batimetri, data suhu udara, data cloudiness, data oil properties, dan data lalu lintas kapal. Hasil simulasi model sebaran tumpahan minyak mentah dan aspal memperlihatkan sebaran menuju ke arah barat laut saat pasang tertinggi, sebaliknya minyak menyebar ke arah tenggara saat surut terendah. Penyebaran tumpahan minyak berbentuk lintasan saat kondisi perbani dan partikel minyak berbentuk acak saat kondisi purnama. Waktu pemaparan aspal berlangsung lebih lama, yaitu berkisar 280 jam daripada waktu pemaparan minyak mentah, yaitu berkisar 259 jam. Proses pelapukan pada tumpahan minyak terhadap lamanya waktu tumpahan minyak menunjukkan bahwa perubahan laju emulsifikasi berlawanan dengan laju evaporasi dan sebanding dengan laju dispersi vertikal, sedangkan laju disolusi tidak mengalami perubahan signifikan. Tumpahan minyak setelah 24 jam memperlihatkan bahwa proses disolusi, dispersi vertikal, dan evaporasi pada minyak mentah lebih tinggi daripada aspal. Namun, proses emulsifikasi pada aspal lebih tinggi daripada minyak mentah.
PEMETAAN BATIMETRI UNTUK PENENTUAN ALUR PELAYARAN DI PERAIRAN PULAU BIAWAK, KABUPATEN INDRAMAYU Ramadhan, Muhamad Herdadi; Widada, Sugeng; Ismanto, Aris
Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.146 KB)

Abstract

Pulau Biawak merupakan pulau yang terletak di sebelah utara Kabupaten Indramayu. Pulau Biawak dijadikan sebagai wilayah konservasi oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu karena ekosistem yang bervariasi dan sebagian dari wilayahnya dijadikan wilayah pariwisata. Penentuan alur layar di Perairan Pulau Biawak sangat penting untuk keselamatan pelayaran karena kondisi perairan yang dangkal. Tujuan penelitian ini adalahmengetahui dan menganalisa batimetri di wilayah Perairan Pulau Biawakuntuk penentuan alur pelayaran yang aman. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif yang merupakan metode ilmiah karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik atau model.Penelitian dilaksanakan pada tanggal 29-30 Juli 2015. Hasil penelitian menunjukan Perairan Pulau Biawak termasuk dalam kategori perairan dalam yang memiliki nilai kedalaman -5 m sampai -65 m. Tipe pasang surut di Perairan Pulau Biawak adalah campuran dominan ganda dengan nilai Formzahl 0,57082. Peta batimetri memperlihatkan bahwa pada jarak sekitar 150 m dari pantai memiliki kondisi kontur yang rapat, hal ini menunjukan pada daerah tersebut dikategorikan curam. Kondisi tersebut sesuai dengan hasil perhitungan kelerengan dasar laut yang menunjukkan bahwa morfologi perairan termasuk dalam kategori curam dengan nilai 12,6 sampai 26,4 %. Alur pelayaran untuk masuk dan keluar dermaga Pulau Biawak hanya bisa digunakan untuk kapal ikan yang memiliki draft paling besar 1,05 m dengan menggunakan sisi kanan dermaga untuk menghindari terjadinya kapal karam akibat adanya gugusan karang yang memiliki kedalaman yang cukup dangkal.
KAJIAN POTENSI ENERGI ARUS LAUT DI PERAIRAN SELAT ANTARA PULAU KANDANG BALAK DAN PULAU KANDANG LUNIK, SELAT SUNDA Aryono, Majhic; Purwanto, Purwanto; Ismanto, Aris; Rina, Rina
Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.029 KB)

Abstract

Abstrak Energilistrikterbarukandari laut merupakan salah satu upaya dalam pencarian energi ditengah krisis bahan bakar minyak. Energi arus laut banyak terdapat di selat sebab pada selat tersebut terjadi penyempitan ruang gerak arus sehingga kecepatan arus menjadi lebih cepat. Salah satunya yaitu Selat Sunda di antara Pulau Kandang Balak dan Pulau Kandang Lunik. Tujuan penelitian adalah mengetahui potensi energi listrik yang berasal dari laut berdasarkan nilai kecepatannya di antara Pulau Kandang Balak dan Pulau Kandang Lunik, Selat Sunda.Pengukuran arus laut dengan metode Lagrangian di berbagai titik lokasi penelitian kemudian dilakukan analisa pendekatan model untukmeramalkankarakteristiknya. Hasilmenunjukkanbahwakecepatanarustertendah 0,008 m/s saatsurutdenganarah menuju Bakauheni sedangkan saat menuju surut memiliki kecepatan arus tertinggi yaitu 1,1 m/s dengan arah menuju Samudera Hindia. KecepatanarustertinggiberadapadajarakterdekatantaraPulauKandangBalakdanPulauKandangLunikyaitusekitar 100 meter.
Studi Pemetaan Batimetri untuk Perencanaan Pembuatan Sabuk Pantai di Perairan Semarang Utara Fahrian, Nur Azhar; Ismanto, Aris; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3586.432 KB)

Abstract

Perairan Semarang Utara merupakan wilayah bagian utara pulau Jawa yang terdapat kawasan industri serta pemukiman. Beberapa tahun sebelumnya telah mengalami bencana abrasi yang mengakibatkan beberapa kawasan hilang dan terjadinya bencana rob pada kawasan industri. Sehingga dibutuhkan data batimetri untuk penempatan sabuk pantai untuk menangani bencana abrasi yang berdampak pada perubahan garis pantai. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 – 28 Juni 2014 di perairan Semarang Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kedalaman hasil pemeruman dengan Echosounder Singlebeam Garmin 585, dan data pasang surut perairan Semarang Utara. Pengolahan data pasang surut menggunakan metode Admiralty, pengolahan data batimetri menggunakan Software Surfer 11, Global Mapper 14, dan ArcGIS 10. Hasil didapatkan informasi bahwa perairan Semarang Utara memiliki kedalaman perairan antara 0 m hingga – 5,147 m termasuk dalam perairan dangkal. Morfologi dasar perairan memiliki nilai kemiringan rata – rata 0,35% dan memiliki kategori dasar perairan hampir datar. Sabuk pantai ditempatkan pada daerah terkena abrasi dan bagian timur muara sungai merupakan daerah yang mengalami abrasi paling parah. Sabuk pantai tersebut ditempatkan pada kedalaman rata – rata - 0,6 m. 
STUDI KARAKTERISTIK POLA ARUS DI PERAIRAN SELAT LAMPA, KABUPATEN NATUNA, PROVINSI KEPULAUAN RIAU Putri, Tissa Permatasari; Rifai, Azis; Ismanto, Aris
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2886.777 KB)

Abstract

Perairan Selat Lampa di Kepulauan Natuna merupakan perairan yang cukup strategis sebagai alur lalu lintas pelayaran utama bagi warga Natuna dan bagi kapal-kapal asing. Dengan peran utama tersebut, kondisi hidro-oseanografi seperti arus dan pasang surut sangat dipertimbangkan dalam pengembangan dan perencanaan suatu wilayah pesisir dan laut. Data arus dan pasang surut sangat dibutuhkan dalam pengembangan daerah pelabuhan Selat Lampa sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pola arus di Perairan Selat Lampa, Kabupaten Natuna.                Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap yaitu pengambilan data lapangan dan tahap pemodelan numerik dengan menggunakan software MIKE 21 Flow Model Flexibel Mesh untuk pola arus. Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 20 Mei–4 Juni 2014 yang terdiri dari pengukuran arus selama 5 hari menggunakan ADCP, dan pengamatan pasang surut yang dilakukan selama 15 hari menggunakan palem pasut. Tahap pemodelan hidrodinamika dilakukan selama bulan Juli-Oktober dengan menggunakan input data batimetri dari DISHIDROS dan data pasang surut. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Sedangkan penentuan lokasi pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling method.                Berdasarkan hasil pengolahan data, karakteristik arus di Perairan Selat Lampa didominasi oleh arus pasang surut dengan dengan arah arus yang cenderung bolak balik. Tipe pasang surut di Perairan Selat Lampa adalah pasang surut campuran condong ke harian tunggal. Hasil model hidrodinamika arus menunjukkan dominan menuju ke arah barat laut pada saat fase surut terendah, dan arus dominan menuju ke arah tenggara pada fase pasang tertinggi. Kecepatan arus minimum 0,000006 m/det dan kecepatan arus maksimum 1,190000 m/det pada kedalaman rata-rata.
STUDI BATIMETRI DAN SEDIMEN DASAR LAUT UNTUK ALUR PELAYARAN PELABUHAN TANJUNG BONANG REMBANG Marom, Muhammad Chusnul; Widada, Sugeng; Ismanto, Aris
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.091 KB)

Abstract

Pelabuhan Tanjung Bonang merupakan pelabuhan niaga yang ada di Kabupaten Rembang. Pada saat ini Pelabuhan Tanjung Bonang masih dalam proses pembangunan Tahap Pertama. Informasi mengenai batimetri dan sedimen dasar laut perairan sangat dibutuhkan guna menunjang alur pelayaran pasca pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai gambaran batimetri dan menentukan kedalaman alur pelayaran sesuai dengan rencana peruntukanya. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 12-16 April 2014 di Perairan Tanjung Bendo kawasan Pelabuhan Tanjung Bonang. Data yang digunakan untuk penelitian adalah data pemeruman dengan Echosounder SinglebeamGarmin 585, data pasang surut, dan data sedimen dasar laut perairan Tanjung Bendo. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dan data diolah menggunakan software Surfer 12, Global Mapper 15, dan ArcGIS 10.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perairan Tanjung Bendo kawasan Pelabuhan Tanjung Bonang termasuk dalam kategori perairan dangkal dengan kedalaman pada lokasi survei berkisar antara 0,73 m – 11,31 m. Morfologi dasar perairan rata dengan rata-rata kemiringan dasar perairan 0,45% dan termasuk dalam kategori hampir datar (flat to almost flat). Sedimen dasar perairan didominasi oleh jenis sedimen lanau (silt). Alur pelayaran saat ini hanya digunakan untuk kapal tongkang (Barge) dan kapal tunda (Tugboat) dengan kedalaman minimum 5,4 m danlebar alur 130 m. Alur Pelayaran Rencana untuk jenis kapal kargo umum (General Cargo) dengan nilai DWT(Dead Weight Tonnage)maksimum 5000 membutuhkan kedalaman minimal 8,16 m. Untuk optimalisasi alur pelayaran rencana tersebut diperlukan adanya pengerukan awal (capital dredging) terhadap area alur yang memiliki kedalaman kurang dari 8,16 m. 
PEMODELAN SEBARAN TUMPAHAN MINYAK DI PERAIRAN TELUK BALIKPAPAN, KALIMANTAN TIMUR Siagian, Yanthi Sepriana; Rifai, Aziz; Ismanto, Aris
Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1247.912 KB)

Abstract

Perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur merupakan salah satu perairan Indonesia yang memiliki pelabuhan laut yang berfungsi sebagai jalur pelayaran /lalu lintas berbagai kapal pengangkut komoditi perdagangan yang rentan mengalami kejadian tumpahan minyak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola sebaran tumpahan minyak mentah(crude oil)dengan pendekatan model Hydrodynamic dan model Oil Spill Analysis di PerairanTeluk Balikpapan. Data primer penelitian adalah data aruslaut, pasangsurut, dansuhu air laut, sedangkan data sekunder adalah data angin,batimetri, data volume fraksi minyak dan data port information. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, sedangkan untuk penentuaan lokasi pengukuran menggunakan metode purposive sampling. Hasil analisa data pasut diperoleh bilangan Formzahl sebesar 0,26 sehingga dapat diketahui tipe pasang surut Perairan Balikpapan adalah tipe campuran condong ke harian ganda. Simulasi model sebaran tumpahan minyak mentah memperlihatkan sebaran tumpahan minyak menuju ke arah barat laut saat pasang, dan sebaliknya menyebar ke arah tenggara saat surut. Penyebaran tumpahan minyak berbentuk lintasan solid saat kondisi perbani dan berbentuk acak saat kondisi purnama.
ANALISIS SEBARAN SEDIMEN DASAR AKIBAT PENGARUH ARUS SEJAJAR PANTAI (LONGSHORE CURRENT) DI PERAIRAN MAKASSAR Sidauruk, Pinardo; Sugianto, Denny Nugroho; Ismanto, Aris
Journal of Oceanography Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Pulau Parang dan Pulau Kumbang Karimunjawa merupakan salah satu wilayah pesisir yang digunakan untuk berbagai kegiatan manusia. Segala aktivitas yang terjadi di Pulau Parang Kumbang membutuhkan adanya pemahaman pola arus guna menghindari atau meminimalisasi efek negatif yang bisa terjadi di Perairan Pulau Parang Kumbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan pola arus di Pulau Parang Kumbang dengan menggunakan software MIKE 21 HD. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap yaitu pengambilan data lapangan dan tahap pemodelan numerik dengan menggunakan software MIKE 21 untuk pola arus. Proses pengambilan data lapangan dalam penelitian ini dilakukan pada tanggal 18 September – 3 oktober 2012 yang terdiri dari pengambilan data batimetri menggunakan Echosounder dan pasang surut selama 15 hari menggunakan palem pasut. Tahap pemodelan hidrodinamika dilakukan selama bulan Januari-Februari. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Sedangkan penentuan lokasi pengambilan sampel menggunakan metode cluster sampling method. Hasil data lapangan dan hasil model menunjukan bahwa Perairan Pulau Parang dan Pulau Kumbang di dominasi arus pasang surut dengan arah arus cenderung bolak-balik. Tipe pasang surut perairan adalah campuran condong harian tunggal. Hasil pemodelan hidrodinamika menunjukan kecepatan arus berkisar antara 0.1 – 0.3 m/det saat perbani, sedangkan saat pasang purnama kecepatan arus berkisar antara 0.1 – 0.5 m/det dengan arah pola arus bolak balik dari arah utara timur laut ketika pasang dan sebaliknya dari arah baratdaya ketika surut. 
Variabilitas Suhu Permukaan Laut Di Pantai Utara Semarang Menggunakan Citra Satelit Aqua Modis Hidayat, Rahmat; Subardjo, Petrus; Ismanto, Aris
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.792 KB)

Abstract

Pantai Utara Semarang merupakan perairan yang menjadi bagian dari Laut Jawa yang dipengaruhi oleh angin muson. Selain itu, diketahui juga bahwa iklim di perairan Pantai Utara Semarang dipengaruhi oleh variabilitas musiman. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui variabilitas suhu permukaan laut di Pantai Utara Semarang dengan menggunakan bantuan citra satelit Aqua Modis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data primer berupa nilai suhu permukaan laut (SPL) yang diukur secara langsung di lapangan sebagai verifikasi data citra satelit Aqua Modis. Data sekunder berupa data arah dan kecepatan angin serta data arah dan kecepatan arus permukaan rata – rata bulanan dari bulan Desember 2013 sampai dengan September 2014 yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Maritim Semarang. Data tersebut selanjutnya diolah dengan citra Aqua Modis. Diketahui bahwa sebaran suhu permukaan laut di perairan Pantai Utara Semarang mencapai nilai derajat maksimum pada musim Timur yaitu 32,3 oC. Sebaran suhu permukaan laut di perairan Pantai Utara Semarang mencapai nilai derajat paling minimum ketika musim Barat  yaitu 24,6 oC.