Mustikasari -
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan antara Lingkungan Kerja dan Karakteristik Individu dengan Kepuasan Kerja Perawat; Studi di Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo, Semarang Tahun 2010 Edy Wuryanto; Achir Yani S Hamid; Mustikasari -
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2011: PROSEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN PPNI JATENG
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.508 KB)

Abstract

Latar belakang-Penelitian dengan disain deskriptif korelasi dilatar belakangi ketidakpuasan perawat akibat lingkungan kerja.Tujuan-Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan lingkungan kerja, karakteristik individu dengan kepuasan kerja perawat RSUD Tugurejo Semarang.Metode--Populasi sebanyak 225, menggunakan total sampling, kriteria inklusi bekerja 6 bulan, tidak meninggalkan rumah sakit lebih I bulan, diuji dengan T Independen, chi-square, dan analisis regresi logistik model prediksi.Hasil-Hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya hubungan kualitas kepemimpinan, gaya manajemen, program dan kebijakan ketenagaan, otonorni, hubungan interdisiplin, dan pengembangan profesional dengan kepuasan kerja. Faktor paling dominan adalah program dan kebijakan ketenagaan setelah dikontrol kualitas kepemimpinan dan hubunganinterdisiplin.Kesimpulan-Manajemen yang baik dapat menciptakan lingkungan kerja positif, khususnya program dan kebijakaan ketenagaan.Kata Kunci-Karakteristik Individu, Kepuasan Kerja, Lingkungan Kerja
HUBUNGAN KOPING INDIVIDU DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PENYANDANG DIABETES MELLITUS SEBAGAI ANGGOTA PERSADIA CABANG RSMM BOGOR Firman Hidayat; Achir Yani S. Hamid; Mustikasari -
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.858 KB)

Abstract

Koping individu yang efektif diperlukan bagi penyandang DM untuk meningkatkan kepatuhan penyandang DM dalam  mengelola  penyakitnya.  Penelitian  ini  bertujuan  mengidentifikasi  hubungan  karakteristik,  tingkat kepatuhan dengan koping individu penyandang DM sebagai anggota Persadia RSMM Bogor. Desain penelitian ini adalah kwantitatif dengan rancangan cross sectional dengan jumlah responden 88 penyandang DM, dengan uji t independen. Hasil penelitian didapatkan bahwa karakteristik responden tidak ada hubungan dengan  tingkat kepatuhan kecuali usia (p value 0.043:@ 0.05) dan jenis kelamin (p value 0.044;@0.05), ada hubungan koping individu dengan tingkat kepatuhan (p value 0,037;@0,05). Karakteristik responden tidak ada hubungan dengan koping individu. Diharapkan perawat dapat meningkatkan kepatuhan dan koping individu penyandang DM menjadi efektif dengan memberikan pendidikan kesehatan terstruktur, memfasilitasi pemberian dukungan sosial dan memberikan intervensi seperti coping enhancement, teaching. self-awareness, dan   self-efficacy   enhancement. untuk   mencegah   terjadinya   koping   individu   yang   tidak   efektif   dan ketidakpatuhan.
OPTIMALISASI SOCIAL SUPPORT PADA PASIEN GANGGUAN JIWA MELALUI FAMILY INTERVENTION Dewi Wulandari; Mustikasari -
Jurnal Stethoscope Vol 1, No 2 (2020): STETHOSCOPE
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1767.404 KB) | DOI: 10.54877/stethoscope.v1i2.812

Abstract

AbstrakSebagian besar penderita skizofrenia tinggal dengan dan atau mempertahankan kontak dekat dengan keluarga dan kerabat lainnya. Akan tetapi keluarga jarang dilibatkan dalam perawatan klinis meskipun penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga memiliki efek positif pada individu dengan skizofrenia. Tujuan dari studi ini adalah mendeskripsikan family intervention sebagai upaya mengoptimalkan social support pada pasien gangguan jiwa. Metode yang digunakan adalah systematic review. Hasil telaah terhadap 11 artikel dari Proquest didapatkan bahwa family intervention dapat meningkatkan adaptasi pasien terhadap gejala skizofrenia, menurunkan skor pada BPRS, meningkatkan kesehatan dan keterampilan sosial, dan kohesi keluarga. Kata Kunci: family intervention, social support, skizofrenia Optimization of Social Support in Mentally Ill PatientsThrough Family Intervention AbstractMost schizophrenics live with and or maintain close contact with family and other relatives. However, families are rarely involved in clinical care, although studies have shown that family involvement has a positive effect on individuals with schizophrenia. The purpose of this study was to describe family intervention as an effort to optimize social support in patients with mental disorders. The method used was a systematic review. The results of a review of 11 articles from Proquest found that family intervention can improve patient adaptation to schizophrenia symptoms, reduce scores in BPRS, improve health and social skills, and family cohesion.Keywords: family intervention, social support, schizophrenia
Tingkat Kecemasan dan Stres Pada Mahasiswa yang Mengikuti OSCE Vina Rachmawati; Mustikasari -
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v3i3.141

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai tingkat kecemasan dan stres yang dialami oleh mahasiswa yang mengikuti OSCE. Tujuan: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkan tingkat kecemasan dan stres pada mahasiswa yang mengikuti OSCE. Metode: Penelitian ini melibatkan 109 responden dengan kriteria inklusi yaitu mahasiswa aktif dan sudah mengikuti ujian OSCE praktikum anak. Penelitian ini sudah berhasil melewati uji etik. Instrumen yang digunakan yaitu Hamilton Rating Scale Anxiety (HRS-A) dan Perceived Stress Scale (PSS). Uji reabilitas instrumen HRS-A memiliki nilai Cronbanch’s Alpa yaitu 0,752 dan uji reabilitas instrumen PSS memiliki nilai Cronbanch’s Alpa yaitu 0,706. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 109 responden didapatkan mahasiswa mengalami kecemasan ringan yaitu 71 (65,1%), kecemasan sedang 19 (17,4%) dan kecemasan berat 17 (15,6%) dan panik 2 (1,8%.  Hasil penelitian menunjukkan dari 109 responden didapatkan mahasiswa yang mengalami stres ringan 1 (0,9%), stres sedang 78 (71,6%) dan stres berat 30 (27,5%). Kesimpulan: Hasil penelitian ini diharapkan bisa memberikan informasi bagi institusi pendidikan mengenai gambaran tingkat kecemasan dan stres pada mahasiswa yang mengikuti OSCE. Peneliti lain dapat mengembangkan penelitian dengan meneliti faktor faktor yang mempengaruhi tingkat stres dan kecemasan serta strategi koping yang digunakan dalam mengatasi kondisi stres yang muncul saat melaksanakan OSCE.Kata kunci: Kecemasan, stres, mahasiswa keperawatan dan OSCE