Priyo Tri Iswanto
Jurusan Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

APLIKASI SPUTTERING TUNGSTEN DAN IMPLANTASI NITROGEN PADA BAJA AISI 410 SEBAGAI CUTTING INSTRUMENT PERALATAN MEDIS Jatisukamto, Gaguk; Malau, Viktor; Ilman, M. Noer; Iswanto, Priyo Tri
ROTASI VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2012
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.58 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.14.2.17-22

Abstract

Baja tahan karat martensitik AISI 410 digunakan secara luas untuk berbagai peralatan industri maupun peralatan medis.Sifat tahan karat baja AISI 410 dapat ditingkatkan dengan memberikan perlakuan permukaan, salah satunya dengan sputtering dan implantasi ion. Sputtering dan implantasi ion pada permukaan memiliki keunggulan, yaitu proses dapat dilakukan pada temperatur rendah, kedalaman penetrasi dapat diatur dan tidak menyebabkan distorsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sputtering tungsten dan implantasi ion nitrogen terhadap keausan baja tahan karat AISI 410.Proses perlakuan sputtering tungsten menggunakan teknik d.c magnetron sputtering, dan implantasi ion nitrogen menggunakan implantor ion milik BATAN Yogyakarta. Material target sputtering adalah tungsten dengan tingkat kemurnian 99,95% dalam bentuk padat, sedangkan nitrogen dalam bentuk gas diimplantasikan dengan energi 100 keV dan arus 10 μA. Bahan substrat baja tahan karat AISI 410 dibubut sehingga memiliki diameter 14 mm dan tebal 3 mm. Material diampelas, dipoles, dan dibersihkan dengan ultrasonic cleaner, dan selanjutnya substrat disputtering dengan tungsten dengan variasi waktu 20, 30, 40, 50 dan 60 menit, untuk memperoleh kekerasan yang optimum. Substrat hasil sputtering maksimum selanjutnya diimplantasi dengan menggunakan gas nitrogen dengan variasi waktu 20, 30, 40,dan 50 menit dan selanjutnya diuji kekerasan dan uji aus.Dari pengujian mikrohardness diperoleh hasil bahwa kekerasan maksimum diperoleh pada saat sputtering tungsten 50 menit sebesar 225 HVN.Sedangkan kekerasan maksimum implantasi nitrogen diperoleh pada waktu implantasi 30 menit sebesar 320 HVN. Hasil uji keausan maksimum diperoleh waktu implantasi 30 menit sebesar 30,138 x 10-5mm2/kg
PENGARUH DURASI SHOT PEENING TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PERMUKAAN PADA AISI 316L Yaqin, Rizqi Ilmal; Iswanto, Priyo Tri; Priyambodo, Bambang Hari; M, Erich Umbu Kondi
SENATIK STT Adisutjipto Vol 3 (2017): Dukungan Teknologi Untuk Pengembangan Industri Dirgantara Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.257 KB) | DOI: 10.28989/senatik.v3i0.120

Abstract

Stainless steel 316L is widely used in medical applications. AISI 316L has good mechanical properties, good corrosion resistance and easy fabrication. On the other hand, 316L should be upgraded its surface mechanical properties for implantable materials. One of the treatment used is shot peening. shot peening can increase surface hardness in the presence of micro structure changes. These changes are due to plastic deformation and residual stress. This study discusses the effect of shooting time duration of 2, 4, 10, 20, and 30 against the micro structure and surface hardness. The steel balls used are 0.6mm in diameter and 40-50 HRC hardness with 8 bar pressure during shooting. the results of surface hardness on the duration of 2, 4, 10, 20, and 30 minutes obtained respectively are 296.7 HV, 380.8 HV, 425.8 HV, 445.0 HV, 504.9 HV and 523.1 HV. The surface hardness is increased due to structural changes on the surface and sub-surface of the shot peening material. The result of micro structure obtained is that with increasing duration of shot peening and the increasing of hardness value of surface hence grain size at sub surface that is smaller after treatment. Shot peening caused hardness of material 316L stainless steel and made grain of microstructure sub layer.
KARAKTERISASI SAMBUNGAN SMAW BAJA KARBON RENDAH MENGGUNAKAN 3 JENIS ELEKTRODA Iswanto, Priyo Tri; Mudjijana, Mudjijana; Himarosa, Rela Adi
JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Vol 1, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmpm.v1i2.3612

Abstract

Shield Metal Arc Welding (SMAW) merupakan salah satu cara yang biasa digunakan untuk pengelasan baja karbon rendah. Kualitas sambungan las dapat dikarakterisasi dengan pengujian tarik, fatik, kekerasan Vickers, dan strukturmikro. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi sambungan SMAW baja karbon rendah menggunakan 3 jenis elektroda.Penelitian ini menggunakan baja karbon rendah 0,113 %C berdiameter 19,05 mm, dilas menggunakan elektroda E7018, E7016, dan E 6013. Karakterisasi hasil lasan menggunakan  alat Universal Testing Machine, Vickers hardness test, rotary bending fatigue,  dan optical microscope.Hasil penelitian menunjukkan lasan menggunakan elektroda tipe E7018 menghasilkan kekuatan tarik maksimum, UTS : 453,73 MPa,  nilai kekerasan Vickers, HVN : 148,23 kg/mm2 , sedangkan hasil lasan menggunakan tipe E7016 dan E6013 berturut-turut UTS : 442,11 dan 406,27 MPa, HVN : 142,30 dan 119,63 kg/mm2. Kekuatan sambungan las lebih rendah dari material baja karbon rendah as received yaitu 489,47 MPa. Hasil pengujian fatik berturut-turut mempunyai nilai ketahanan fatik (Se) : 204,18; 198,95; 182,82, dan lebih rendah dari Se baja S10C yaitu 292,59 MPa. Pengamatan strukturmikro logam las untuk 3 tipe elektroda didominasi struktur ferit batas butir (GF) dan perlit.