Rini Iswari
Jurusan Sosiologi dan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Published : 38 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

TOLERANSI ANTAR PENGANUT NAHDHATUL ULAMA, MUHAMMADIYAH, DAN KRISTEN JAWA DI BATANG Irfani,, Adistya Iqbal; Alimi, Moh. Yasir; Iswari, Rini
Jurnal Komunitas Vol 5, No 1 (2013): Tema Edisi: Multikulturalisme dan Interaksi Sosial
Publisher : Jurnal Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bentuk toleransi dan faktor pendorong dan faktor penghambat toleransi masyarakat Jawa dengan studi kasus di Dukuh Medono Kabupaten Batang. Di dukuh tersebut, penganut organisasi agama seperti NU, Muhammadiyah dan Kristen Jawa di Dukuh Medono saling hidup rukun. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa toleransi antar penganut NU, Muhammadiyah, Kristen Jawa tampak berbagai bentuk. Antara NU dan Kristen Jawa dalam bentuk partisipasi dalam ritual tahlilan, sedangkan antar ketiganya tampak dalam bentuk kerja bakti, saling membantu dalam acara hajatan, perkawinan campur dan saling berkunjung bila ada yang sakit. Faktor pendorong toleransi antara lain budaya toleransi yang sudah lama, pernikahan antar penganut yang berbeda, sosialisasi toleransi dalam keluarga, dan kepemimpinan desa yang menekankan pentingnya toleransi. Sedangkan faktor penghambat toleransi yaitu perbedaan pandangan antar penganut NU dan Muhammadiyah dalam pelaksanaan ibadah, pernikahan beda keyakinan, dan sikap menyinggung keyakinan diantara penganut yang ada. The objective of this study is to explore forms of tolerance and the driving factor of religious tolerance in Dukuh Medono, Batang. In that village, the followers of NU, Muhammadiyah, and Kristen Jawa live peacefully and united in tolerance. The research method used here is a qualitative method with phenomenology approach. The result of the research shows that the tolerance between NU followers and Javanese Christians take the form of participation in tahlilan ritual. The tolerance between NU, Muhammadiyah followers, and Kristen Jawa followers are expressed through kerja bakti, mutual support in hajatan rituals, mixed marriage, visits to the sick, and social activities together. The factors which help to create tolerance include the culture of tolerance which exist in the village, marriages between religious followers, the socialization of tolerance within family, the socialization of tolerance within the society and the role of village administrative leaders. On the other hand, the factors which distract tolerance are different point of view between NU dan Muhammadiyah followers in some religious aspects, marriage between different religious followers, and the attitude of insulting others beliefs.
HUBUNGAN KERJA PEMILIK SAPI DAN PENGGADOH DI DUSUN PILANGSARI POTRONAYAN KABUPATEN BOYOLALI Sawitri, Netik; Iswari, Rini
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 4 No 2 (2015): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penelitian meliputi (1) bagaimana hubungan kerja pemilik sapi dan penggadoh di Dusun Pilangsari Potronayan Kabupaten Boyolali; (2) faktor-faktor apa saja yang mendorong dan menghambat hubungan kerja antara pemilik sapi dan penggadoh di Dusun Pilangsari Potronayan Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Hasil penelitian ini adalah: (1) hubungan kerja antara pemilik sapi dan penggadoh terjadi tanpa adanya perjanjian tertulis, perjanjian dilakukan secara lisan antara pihak pemilik sapi dan penggadoh (2) faktor pendorong dalam hubungan kerja antara pemilik sapi dan penggadoh (a) kontinyuitas pekerjaan (b) jaminan sosial, faktor penghambat (a) klien mampu mandiri (b) klien menemukan patron yang baru yang memberikan jaminan yang lebih dari patron sebelumnya.
FUNGSI RUMAH TILAWAH IKHWAH RASUL DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI KEISLAMAN (Studi Pada Mahasiswa Universitas Negeri Semarang) Untomo, Ibnu Eko Budi; Iswari, Rini; Luthfi, Asma
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 4 No 2 (2015): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui fungsi Rumah Tilawah Ikhwah Rasul dalam penanaman nilai-nilai keislaman pada mahasiswa Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder yang penulis dapatkan dari teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai yang ditanamkan oleh Rumah Tilawah Ikhwah Rasul kepada santrinya lebih terfokus pada pembentukan sikap dan perilaku sebagai seorang muslim dalam kehidupan kesehariannya. Pola pembinaan yang diterapkan oleh Rumah Tilawah Ikhwah Rasul bukan hanya melalui pembinaan santri dalam tiap kos binaan saja, tetapi juga pembinaan secara menyeluruh kepada santri kos binaan dalam kajian khusus. Rumah Tilawah Ikhwah Rasul tidak hanya sebagai lembaga yang membina melalui pendidikan Islam, tetapi juga sebagai lembaga yang dapat memberikan perlindungan dari pergaulan bebas melalui pembentukan lingkungan yang kondusif bagi santri kos binaannya.
IMPLIKASI PENDIDIKAN TINGGI TERHADAP PELAKSANAAN PERAN DOMESTIK (Studi Kasus Perempuan Berpendidikan Tinggi menjadi Ibu Rumah Tangga di Perumahan Mangunsari Asri Kecamatan Gunungpati Kota Semarang) Krisnawati, Ida; Iswari, Rini; Arsi, Antari Ayuning
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 5 No 1 (2016): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang ibu rumah tangga berpendidikan tinggi, implikasi pendidikan tinggi terhadap pelaksanaan peran domestik,dan redefinisi terhadap peran domestik perempuan di Perumahan Mangunsari AsriKecamatan Gunungpati Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakanyaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwaada lima alasan ibu rumah tangga berpendidikan tinggi tidak bekerja yaitu: tidaksanggup menjalankan peran ganda, penilaian terhadap penghasilan perempuan,penghasilan suami sudah mencukupi, tidak diperbolehkan suami untuk bekerja,dan fokus pada anak. Pendidikan tinggi ternyata meningkatkan kualitas pekerjaandomestik, ibu rumah tangga dengan pendidikannnya tersebut berusaha memaksimalkan perannya untuk memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Masyarakatdan perempuan masih mengonstruksikan bahwa pekerjaan domestik rumah tanggamerupakan pekerjaan yang rendah, sedangkan pasangan (suami) memberikan redefinisi bahkan penghargaan kepada istri yang menjadi ibu rumah tangga
PEMANFAATAN JAMINAN SOSIAL KESEHATAN BPJS DI KALANGAN WANITA PEKERJA SEKS (STUDI PADA WANITA PEKERJA SEKS DI SUNAN KUNING SEMARANG) Rahmah, Hilda; Iswari, Rini; Prasetyo, Kuncoro Bayu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 5 No 2 (2016): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang mengkategorikan aspek kesehatan kedalam program jaminan sosial yang dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), dengan konsep kepesertaan berdasarkan asas universal coverage. Asas tersebut mengharuskan kesehatan dinikmati oleh seluruh masyarakat tanpa pengecualian kelas sosial. Wanita Pekerja Seks (WPS) di Sunan Kuning Semarang merupakan komponen dalam masyarakat yang belum sepenuhnya memanfaatkan akses kesehatan berbasis program BPJS, meskipun secara umum WPS sudah mengenal dan memahami fungsi BPJS. Penelitian ini berusaha mengungkap bagaimana pemanfaatan BPJS di kalangan WPS di Sunan Kuning Semarang, dengan melibatkan pandangan WPS terhadap BPJS serta faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan BPJS di kalangan WPS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan berlokasi di tempat lokalisasi resmi yang kini dikenal dengan nama Resosialisasi dan Rehabilitasi Sunan Kuning Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan BPJS di kalangan WPS belum merata, dikarenakan kesadaran akan kesehatan yang berbeda serta terdapat stereotip yang melekat terhadap BPJS. Pemanfaatan BPJS di kalangan WPS dipengaruhi oleh faktor pendorong (penggunaan layanan BPJS dalam keluarga dan kesadaran untuk mendapatkan fasilitas kesehatan BPJS) dan faktor penghambat (tidak tersedianya akses layanan BPJS di Resos/Sunan Kuning, persepsi negatif terhadap BPJS dan minimnya sosialisasi tetang BPJS).
PERAN KOMUNITAS WARIA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL DI MASYARAKAT (STUDI KASUS PADA KOMUNITAS GAY DAN WARIA “GEWWOS DI WONOSOBO) Apriliyanto, Eri; Iswari, Rini; Rini, Hartati Sulistyo
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 5 No 2 (2016): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran Komunitas Waria Gewwos dalam Kehidupan Sosial di Masyarakat Wonosobo.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberadaan waria dapat diterima masyarakat Wonosobo melalui kegiatan-kegiatan Gewwos yang berfungsi bagi masyarakat. Komunitas Waria Gewwos mempunyai beberapa peran dalam kehidupan sosial di masyarakat Wonosobo. Peran yang dilakukan oleh waria anggota Gewwos antara lain adalah peran dalam membuka lapangan pekerjaan, peran dalam kegiatan gotong royong di desa dan perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia, peran dalam kegiatan bakti sosial ke panti asuhan bersama dengan Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo, peran dalam pengembangan kesenian kota melalui Wonosobo Costume Carnival, serta peran dalam mengurangi tindakan kriminal.
PEMANFAATAN DAN PEMAKNAAN RUANG PUBLIK BAGI MASYARAKAT DI KAWASAN JALAN PAHLAWAN KOTA SEMARANG Ardani, Krisna Sandy; Rini, Hartati Sulistyo; Iswari, Rini
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 5 No 1 (2016): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas pemanfaatan dan pemaknaan ruang publik bagi masyarakat di kawasan Jalan Pahlawan Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data penelitian ini diperoleh melalui triangulasi data. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jalan Pahlawan dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Semarang lebih ramai pada malam hari, terkecuali pada hari Minggu pagi yang dimanfatkan untuk kegiatan Car Free Day (CFD). Malam hari Jalan Pahlawan dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas sosial seperti nongkrong, foto-foto, kumpul komunitas sampai aktivitas ekonomi seperti perdagangan. Masyarakat Kota Semarang memaknai Jalan Pahlawan bukan hanya sebagai akses mobilitas akan tetapi lebih sebagai area atau ruang publik yang dapat digunakan untuk aktivitas masyarakat, terutama sebagai wadah interaksi antar anggota masyarakat itu sendiri.
EKSPRESI IDENTITAS KEACEHAN DALAM INTERAKSI SOSIAL DI TENGAH LINGKUNGAN NON-SYARIAT ISLAM (Studi Kasus pada Komunitas Ikatan Pelajar Aceh Semarang) Buwaizhi, Buwaizhi; Iswari, Rini; Luthfi, Asma
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 1 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikatan Pelajar Aceh Semarang (IPAS) salah suatu organisasi kepemudaan daerah pemerintahan Provinsi Aceh yang berada di Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang. Komunitas IPAS sebagai wadah bagi mahasiswa Aceh yang ada di Semarang untuk mengekspresikan identitas keacehannya di lingkungan Non-Syariat Islam. Penelitian ini menggunakan Teori Identitas Anthony Giddens. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Identitas yang melekat pada anggota komunitas IPAS sebagai identitas hasil konstruksi dari daerah asalnya, setiap individu mempunyai cara pandang atau pengertian yang berbeda-beda mengenai identitas. Anggota komunitas IPAS secara individu melakukan penyesuaian dengan lingkungan yang baru. Lingkungan yang baru tentunya menjadi sebuah tantangan bagi setiap anggota komunitas IPAS untuk melakukan penyesuaian. (2) Komunitas IPAS melakukan beberapa cara untuk mengekpresikan identitas keacehannya di lingkungan Non-Syariat Islam, diantaranya melalui aspek sosial,budaya dana agama. (3) Ada tiga faktor yang mempengaruhi komunitas IPAS dalam mengepresikan identitas keacehannya di lingkungan Non-Syariat Islam yaitu minoritas, perbedaan budaya dan lingkungan sosial. Faktor-faktor inilah yang memicu komunitas IPAS untuk menunjukan identitas keacehannya di lingkungan yang baru.
CITRA PEREMPUAN DALAM BERITA KEKERASAN SEKSUAL Hidayat, Mohamad Taufiq; Iswari, Rini; Akhiroh, Ninuk Sholikhah
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 2 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) citra perempuan, (2) ketidakadilan gender, dan (3) kepekaan gender dalam berita kekerasan seksual yang dimuat dalam surat kabar Wawasan periode Mei 2016. Sasaran penelitian teks berita surat kabar Wawasan periode Mei 2016 berjumlah lima buah teks berita kekerasan seksual terhadap perempuan. Metode pengumpulan data menggunakan teknik analisis isi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan Teori Semiotika Ferdinand de Saussure, Konsep Citra Perempuan dalam Media, Ketidakadilan Gender, dan Kepekaan Gender dalam Jurnalisme. Hasil penelitian menunjukkan (1) dalam teks berita terdapat tiga jenis citra perempuan yaitu; citra pigura, peraduan, dan pergaulan. (2) Teks berita terdapat tiga bentuk ketidakadilan gender yaitu; marginalisasi gender, stereotipe gender dan kekerasan. (3) Teks berita mengandung beberapa permasalahan gender seperti bias gender, permasalahan kode etik, dan penggunaan bahasa yang seksis. Tanda terbanyak adalah yang menunjukkan citra peraduan dan kekerasan, berita tersebut juga belum memiliki kepekaan gender dengan ditempatkan posisi perempuan korban sebagai objek dominan pemberitaan disertai dengan kata-kata seksis dan identitas korban yang belum sepenuhnya disamarkan.   Abstract This research aims to find out (1) the image of women, (2) gender inequality, and (3) gender sensitivity in the news of sexual violence in Wawasan newspapers period of May 2016. Sample of texts are five news texts in May 2016 period on sexual violence against women. Methods of data collection using content analysis techniques and documentation. This research uses Ferdinand de Saussure Semiotics Theory, Concept of Womens Image in Media, Gender Injustice, and Gender Sensitivity in Journalism. The results showed (1) in the news text there are three types of images of women namely; Image of frame, fusion, and association. (2) In the news text, there are three forms of gender inequality namely; gender marginalization, gender stereotypes and violence. (3) The news texts contain several gender issues such as gender bias, ethical code issues, and the use of sexist language. The most marks are those that show the image of fusion and violence, the news also does not have gender sensitivity with placed the position of women victim as the dominant object coverage accompanied by sexist words and identity of the victim which is has not fully disguised.
TOLERANSI ANTAR PENGANUT NAHDHATUL ULAMA, MUHAMMADIYAH, DAN KRISTEN JAWA DI BATANG Irfani,, Adistya Iqbal; Alimi, Moh. Yasir; Iswari, Rini
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 5, No 1 (2013): Tema Edisi: Multikulturalisme dan Interaksi Sosial
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v5i1.2366

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bentuk toleransi dan faktor pendorong dan faktor penghambat toleransi masyarakat Jawa dengan studi kasus di Dukuh Medono Kabupaten Batang. Di dukuh tersebut, penganut organisasi agama seperti NU, Muhammadiyah dan Kristen Jawa di Dukuh Medono saling hidup rukun. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa toleransi antar penganut NU, Muhammadiyah, Kristen Jawa tampak berbagai bentuk. Antara NU dan Kristen Jawa dalam bentuk partisipasi dalam ritual tahlilan, sedangkan antar ketiganya tampak dalam bentuk kerja bakti, saling membantu dalam acara hajatan, perkawinan campur dan saling berkunjung bila ada yang sakit. Faktor pendorong toleransi antara lain budaya toleransi yang sudah lama, pernikahan antar penganut yang berbeda, sosialisasi toleransi dalam keluarga, dan kepemimpinan desa yang menekankan pentingnya toleransi. Sedangkan faktor penghambat toleransi yaitu perbedaan pandangan antar penganut NU dan Muhammadiyah dalam pelaksanaan ibadah, pernikahan beda keyakinan, dan sikap menyinggung keyakinan diantara penganut yang ada. The objective of this study is to explore forms of tolerance and the driving factor of religious tolerance in Dukuh Medono, Batang. In that village, the followers of NU, Muhammadiyah, and Kristen Jawa live peacefully and united in tolerance. The research method used here is a qualitative method with phenomenology approach. The result of the research shows that the tolerance between NU followers and Javanese Christians take the form of participation in tahlilan ritual. The tolerance between NU, Muhammadiyah followers, and Kristen Jawa followers are expressed through kerja bakti, mutual support in hajatan rituals, mixed marriage, visits to the sick, and social activities together. The factors which help to create tolerance include the culture of tolerance which exist in the village, marriages between religious followers, the socialization of tolerance within family, the socialization of tolerance within the society and the role of village administrative leaders. On the other hand, the factors which distract tolerance are different point of view between NU dan Muhammadiyah followers in some religious aspects, marriage between different religious followers, and the attitude of insulting others beliefs.