Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN PENGGUNAAN PUPUK HAYATI UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT AKAR GADA (Plasmodiophora brassicae) PADA TANAMAN SAWI DAGING Diding Rachmawati; Eli Korlina
Agrovigor Vol 9, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.217 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v9i1.1527

Abstract

Pada budidaya tanaman sawi daging (pakcoi)  dijumpai berbagai masalah  serius  yang menghambat upaya peningkatan produksi dan kualitas hasil. Salah satu kendala utama adalah penyakit tular tanah yang disebabkan oleh cendawan Plasmopara brassicae Wor . Serangan patogen tular tanah dapat menekan produksi tanaman hortikultura secara significan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan patogen tular tanah antara lain dengan menggunakan bekterisida sistemik . Salah satu alternatif pengendalian yang paling prospektif adalah dengan menggunakan pupuk hayati yang telah diperkaya dengan mikroorganisme. antara lain bakteri selulotik, Azotobacter sp., Azospirillium sp., Rhizobium sp., Pseudomonas sp., Lactobacillus sp., dan  bakteri pelarut fosfat yang bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah dan mengendalikan penyakit tular tanah. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Karangploso BPTP Jatim,  pada bulan Januari sampai dengan April 2014, menggunakan rancangan acak kelompok, 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan  terdiri dari  : A = Pupuk hayati dosis 15 kg/ha,   B = Pupuk hayati dosis 30 kg/ha,  C = Pupuk hayati dosis 45 kg/ha, D = Cara petani. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas pupuk hayati dalam mengendalikan penyakit akar gada  P.brassicae  pada tanaman sawi daging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati dosis 45 kg/ha dapat memberikan pertumbuhan yang baik terhadap tinggi tanaman ( 26,50 cm), jumlah daun (21 helai), lebar tajuk (33,25 cm), panjang akar (14,38 cm) dan bobot/tanaman (380 g/tanaman). Persentase serangan penyakit akar gada terendah juga ditunjukkan oleh pemberian pupuk hayati dosis 45 kg/ha, yaitu sebesar 1,75 % dan penekanan penyakit sebesar 70,83 %.Kata Kunci : Brassica juncea, pupuk hayati, penyakit bengkak akar
APLIKASI PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI DI LAHAN SAWAH Eli Korlina; Diding Rachmawati; Sri Zunaini Saadah
Bioplantae Vol. 2 No. 4 (2013): BIOPLANTAE
Publisher : Bioplantae

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the optimal dose effect of the use of biofertilizers on growth and rice production in the field. The study was conducted from October 2013 to February 2014, in Kepung district, Kediri. The design used was a randomized block design (RBD) was repeated 3 times, with treatment as much as 13, which is a combination of biofertilizer (0, 30, 60, 90 kg/ ha), organic matter (0, 1000, 2000, 3000 kg/ha) and fertilizer (NPK 60%: 50%: 100%). For comparison (farmers) are no biofertilizer, of 300 kg urea+48 kg SP 36+50 kg KCl/ha. The results showed that the biofertilizer application had no significant effect on plant height, but the real impact on the number of tillers. The combination of biofertilizer 30 kg/ha and organic materials 3 tons/ha gives the highest number of tillers, with weights GKP production of 7.04 t/ha. While the production of GKP highest weight (7.38 t/ha), resulting in a biolfertilizer dose combination treatment of 60 kg/ ha+organic material 3 t/ha, followed by treatment of the combination of biofertilizer dose of 90 kg/ha+organic material 3 t/ha of 6.9 t/ha, as well as a combination of biofertilizer dose of 90 kg / ha+organic material 1 t/ha of 7.05 t/ha. Pest appears that rice stem borer and blast disease with relatively low attack. Keywords: rice, biofertilizer, the optimal dose, growth, yields
EFEKTIFITAS FUNGSIDA BERBAHAN AKTIF PYRACLOSTROBIN 50 G/KG + METIRAM G/KG UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT EMBUN TEPUNG (Podosphaera leucotrica) PADA TANAMAN APEL Eli Korlina
Agrovigor Vol 9, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.917 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v9i1.1521

Abstract

Pengujian efektifitas fungisida berbahan aktif pyraclostrobin 50 g/kg+metiram 550g/kg) untuk mengendalian  penyakit embun tepung (Podosphaera leucotricha) pada tanaman apel telah dilaksanakan di kebun apel milik petani Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang yang beriklim tinggi kering dengan ketinggian tempat ±  850 diatas permukaan laut (dpl), mulai bulan Pebruari sampai dengan April 2011, menggunakan kultivar apel  Manalagi yang telah berumur 8-10 tahun.  Perlakuan terdiri atas Fungisida berbahan aktif pyraclostrobin 50 g/kg+metiram 550g/kg dengan 4 (empat) tingkat konsentrasi yaitu 0,5; 1,0; 1,5; dan 2,0 g/l air, dan kontrol (tanpa perlakuan), disusun dalam rancangan acak kelompok  (RAK) dan diulang 4 kali. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Fungisida berbahan aktif pyraclostrobin 50 g/kg+metiram 550g/kg konsentrasi 0,5-2 g/l air telah efektif mengendalikan penyakit embun tepung P. leucotricha pada tanaman apel dengan penekanan  serangan sebesar 44,42-54,73%.  Rata-rata produksi buah apel berkisar antara 8,49 – 10,38 kg/pohon. Tanaman apel yang diaplikasi dengan fungisida tersebut tidak mengalami fitotoksisitas.Kata Kunci: Apel, penyakit embun tepung (Podosphaera leucotricha).