Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ZOOPLANKTON KEANEKARAGAMAN ZOOPLANKTON SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS DANAU SIPIN KOTA JAMBI SEBAGAI PENGAYAAN PRAKTIKUM TAKSONOMI MONERA DAN PROTISTA Retno Pangestu; TEDJO SUKMONO; HARLIS
Biospecies Vol. 13 No. 2 (2020): Biospecies, July 2020
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v13i2.8374

Abstract

Abstract. This study aims to determine the diversity of zooplankton in Lake Sipin. This study uses a descriptive exploratory method by determining the location by purposive sampling. The results showed that found 6 zooplankton classes, namely: Tubulinea, Monogononta, Maxillopoda, Euglenophyceae, Imbricatea, and Eurotatoria consisting of 15 types, namely: Arcella sp., Difflugia globulosa, Difflugia limnetica, Difflugia pyriformis, Asplanchna sp., Brachionus sp., Cyclopoid sp., Macrocyclops varians, Trachelomonas rachiborskii, Euglypa cristata, Polyartha trigla, Trichocerca sp., Trichocerca birostris, Trichocerca bicristata. Abundance ranges from 0.0031 Ind / L - 0.0051 Ind / L; Evenness index ranges from 0.876 - 0.915; diversity index 1.41 - 2.164; and a dominance index of 0.128 - 0.292. Diversity is classified as moderate because the diversity index obtained is greater than 1 and smaller than 3 and no species dominates. It can be concluded that the highest diversity is found in the Tubulinea class. Lake water quality can be tolerated by zooplankton because it tends to have good value. Researchers are advised to conduct research at night to see the relationship between the distribution of zooplankton with the intensity of sunlight, as well as conducting research by determining the location of more diffuse points.
Peningkatan Pembelajaran Biologi Melalui Contoh-Contoh Kontekstual Bagi Guru-Guru MGMP di Kabupaten Tanjung Jabung Barat-Jambi-Indonesia Ali Sadikin; Asni Johari; Tedjo Sukmono; Muhammad Erick Sanjaya; Desfaur Natalia
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.266 KB)

Abstract

Berdasarkan survey di MGMP Biologi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat diperoleh data bahwa guru-guru biologi disana mengalami kesulitan dalam membuat perangkat pembelajaran biologi yang berbasis contoh-contoh kontekstual. Maka dari itu tim pengabdian FKIP Universitas Jambi merasa terpanggil untuk membantu guru-guru biologi tersebut. Metode pelatihan yang akan dilaksanakan di MGMP Tanjung jabung Barat adalah mengindentifikasi materi-materi biologi yang memerlukan contoh-contoh kontekstual. Kemudian mendesain pembelajaran biologi dengan memasukkan contoh-contoh kontekstual. Memberikan ketrampilan mengindentifikasi contoh-contoh kontekstual yang dapat dijadikan media yang ada dilingkungan sekitar. Mengevaluasi ketercapaian peningkatan pembelajaran biologi melalui contoh-contoh kontekstual. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 31 juli 2019 bertempat di SMA N 1 Tanjung jabung barat. Diikuti oleh 20 orang guru biologi yang tergabung dalam MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Biologi. Kegiatan PPM ini dibuka oleh Ketua MGMP Tanjung Jabung barat dan dihadiri oleh Kepala SMA N 1 Tanjung Jabung Barat. Dalam kegiatan ini diikuti secara antusias oleh guru-guru biologi. Materi disampaikan oleh bapak Ali sadikin, M.Pd tentang peningkatan pembelajaran biologi melalui contoh-contoh kontekstual. Diawali dengan materi pendekatan pembelajaran kontekstual secara umum kemudian lebih ditekankan pada learning comunity yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran kontekstual. Disini guru sangat antusias karena guru diajarkan bagaimana mencari literasi dengan sci-hub, dan pdf drive. Guru sangat mengikuti dan bertanya tentang bagaimana menggunakan sci-hub untuk mencari jurnal internasional dan nasional. Ditambah penggunaan pdf drive untuk mencari buku-buku elektronik secara gratis tanpa perlu membeli. Guru-guru mengikuti kegiatan pengabdian ini sampai selesai dan berharap tahun depan diadakan lagi. Kata kunci: Pendakatan Kontekstual, Guru, MGMP
Biodiversitas Ikan Di Refuge Area Sungai Kapas Tengah Hutan Harapan Jambi Sebagai Database Aplikasi Go Iwak TIA WULANDARI; Tedjo Sukmono; Wawan Kurniawan
Biospecies Vol. 13 No. 1 (2020): Biospecies Vol. 13 No. 1, January 2020
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.792 KB) | DOI: 10.22437/biospecies.v13i1.7945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biodivesitas ikan di Refuge area Sungai Kapas bagian Tengah Butan Harapan Jambi. Penelitian telah dilakukan pada Juli-Agustus 2019 di Sungai Kapas Hutan Harapan Jambi. Penentuan refuge area dilakukan dengan menyusuri Sungai Kapas bagian tengah untuk menemukan anak-anak sungai yang sudah terputus dengan Sungai kapas,, serta bagian sungai kapas serta areal lubuk di Sungai Kapas. Terdapat 4 Refufe area yang dijadikan stasiun yaitu Stasiun 1 Putusan Marihot, Stasin dua Muara Bato, Stasiun 3 Lubuk Kapas, dan Stasiun 4 Lubuk Bato. Pengambilan sampel menggunakan jala lempar , seruo, dan jaring insang, serta tray net. Hasil Penelitian didapatkan 375 ekor ikan, melputi 50 spesies, 29 genus, dan 14 famili, serta 6 ordo. Pada stasiun 2 (Putusan Marihot) ditemukan paling banyak jumlah ikan 151 ekor, diiukuti stasin 3 (Lubuk Kapas) 111 ekor, stasiun 3 (Muara Bato) 71 ekor dan Stasiun 4 ( Lubuk Bato ) 42 ekor. Jumlah spesies setiap stasiun 1 (8 spesies), Stasiun 2 (16 spesies), (29 spesies), stasiun 4( 18 spesies).
Iktiofauna di perairan hutan tropis dataran rendah, Hutan Harapan Jambi [Ichthyofauna of lowland rainforest waters, Harapan Rainforest, Jambi] Tedjo Sukmono; Dedy Duryadi Solihin; M. F. Rahardjo
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 13 No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v13i2.103

Abstract

Harapan Rainforest Jambi, the first restoration ecosystem area on lowland rainforest in Indonesia, has various types of aquatic ecosystem. Research was conducted in September 2012 to July 2013 aimed to assess the diversity of freshwater fish species that naturally exist in Harapan rainforest. Fish sampling conducted on eight water bodies in the area of Harapan Rainforest base on different habitat typology by using nets, gill nets, scoop net, traditional trap, and fishhook. The results showed the diversity of fish in the Harapan Rainforest consisting of 123 fish species, 25 families, and 52 genera. Cyprinidae has much species (59 species of fish). Based on the category of IUCN Red List conservation status of fish in the Harapan Rainforest are divided into 5 categories: not evaluated 74 species, data deficient 4 species, least concern 41 species, nearly threatened 3 species, and endangered 1species. Abstrak Hutan Harapan Jambi merupakan kawasan restorasi ekosistem pada areal hutan hujan tropis dataran rendah pertama di Indonesia, memiliki berbagai tipe ekosistem perairan. Penelitian dilakukan pada bulan September 2012 hingga Juli 2013 bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman spesies ikan air tawar alami yang ada di areal tersebut. Pengambilan contoh ikan dilakukan pada delapan badan air di areal Hutan Harapan berdasarkan tipologi habitat menggunakan jala, jaring insang, sudu, serok, seruau, bubu dan pancing. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman ikan di Hutan Harapan terdiri atas 123 spesies ikan, 25 famili, dan 52 genera. Famili Cyprinidae mempunyai spesies terbanyak (59 spesies). Berdasarkan kategori status konservasi IUCN Red List ikan di Hutan Harapan terbagi atas lima kategori yaitu: belum dievaluasi 74 spesies, informasi kurang 4 spesies, berisiko rendah 41 spesies, hampir terancam 3 spesies, dan genting 1 spesies.
STUDI PERILAKU KAWIN KUDA LAUT (Hippocampus kuda) DI BALAI BUDIDAYA LAUT LAMPUNG [Study on Mating Behaviour of Sea Horse {Hippocampus kuda) at Lampung Mariculture Center] Tedjo Sukmono
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 4 No 2 (2004): Desember 2004
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v4i2.246

Abstract

The study aims to observe mating behavior and copulation type of seahorse (Hippocampus kuda). Treatment is ratio between female and male. The treatments consist of three sex ratio levels, there were A (1:2), B (1:3), C (1:4), and one control (1:1). Each treatment was replicated six times. The research was done during 90 days. The result showed that a female seahorse able to mate with more than one male in the one spawning season and the copulation type is polyandry.
KEANEKARAGAMAN AMFIBI (ORDO ANURA) DI HUTAN LINDUNG GAMBUT LONDERANG TANJUNG JABUNG TIMUR Asri Azhari; Tedjo Sukmono; Anggit Prima Nugraha; Mahya Ihsan; Dawam Suprayogi
Biospecies Vol. 15 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v15i1.14833

Abstract

Hutan gambut merupakan hutan tropis dan menjadi sumber daya alam yang unik yang dapat mendukung keanekaragaman flora dan fauna termasuk amfibi. Hutan gambut sering mengalami kebakaran pada saat musim kemarau. Kebakaran dapat mengancam kelangsungan hidup sejumlah flora dan fauna tak terkecuali amfibi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan komposisi amfibi serta untuk mengetahui indeks keanekaragaman dan kemerataan amfibi di Hutan Lindung Gambut (HLG) Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini menggunakan metode Visual Encounter Survey (VES) yang dikombinasikan dengan transek. Transek merupakan transek akuatik yang dibuat sepanjang 500m. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan Indeks Shannon Wiener dan dengan menghitung kemerataan jenis. Hasil penelitian yaitu jenis amfibi yang didapat ada 4 jenis (Fejervarya limnocharis, Fejervarya cancrivora, Hylarana erythraea dan Pulchrana baramica). Nilai keanekaragaman tergolong sedang dengan nilai H’= 1, 03. Hal ini menunjukkan secara ekologis kondisi habitat di HLG Londerang mampu untuk mendukung keberadaan jenis amfibi. Nilai kemerataan jenis amfibi menunjukkan nilai E= 0,74 yang berarti pensebaran amfibi tergolong cukup merata.
Phylogenetic relationships of stress resistant fish in Harapan Rainforest Jambi based on DNA barcode Tedjo Sukmono; Winda Dwi Kartika
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 21 No 2 (2021): June 2021
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v21i2.572

Abstract

DNA barcode as an effective tool for identification and reveal phylogenetic relationships in fish. The purpose of this study was to analysis DNA sequence, genetic distance and reveal phylogenetic relationships of stress resistance fish (blackfish) in Harapan Rainforest Jambi base on DNA barcode. The research was conducted from April to August 2016 in Harapan Rainforest Jambi, Integrated Laboratory, Jambi University and Biotechnology Laboratory of the Primate Study Centre-IPB University. DNA extraction was done on five blackfish species from Harapan Rainforest Jambi, namely Nandus nebulosus, Pristolepis grootii, Trichopodus leerii, Channa striata and Channa micropeltes. As a comparison, we used stress intolerance fish (whitefish) from Harapan Rainforest Jambi, i.e., Balantiocheilos melanopterus and Hemibagrus nemurus from the gene-bank NCBI with acession number KT001040,1. DNA Extraction was performed according to Quick-Star Tissue Protocol from Qiagen. COI gene amplification with modification at denaturation and anneling temperatures. Visualization DNA band using a horizontal electrophoresis machine from Bio Rad. Sequencing DNA send to 1st Base Malaysia. DNA sequence used Biodit and MEGA X software. The alignment of the DNA bands in MEGA X produces DNA sequence along 588 bp, where 350 bp conserve and 238 bp variable sites. The composition of the base nucleotides were (T/U) =29%, C=28.6%, A=25%, and G=17.3%. The closest genetic distance was between Channa striata and Channa micropeltes (0.190) and the farthest was found on Nandus nebulosus and Hemibagrus nemurus (0.303). The phylogeny tree shows that the blackfishes are separated from whitefishes. The group of blackfish is divided into Channidae group (Channa striata, Channa micropeltes) and non-Channidae group (Nandus nebulosus, Trichopodus leerii, Pristolepis grootii). Abstrak DNA barcode sebagai alat efektif identifikasi dan mengungkap hubungan filogenetik pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis runutan DNA, jarak genetik dan hubungan filogenetik ikan tahan cekaman (blackfish) di Hutan Harapan Jambi berdasarkan DNA barcode. Penelitian dilakukan pada April-Agustus 2016 di Hutan Harapan Jambi, Laboratorium Terpadu Universitas Jambi dan Laboratorium Pusat Studi Satwa Primata IPB Bogor. Ektraksi DNA dilakukan pada lima spesies ikan tahan cekaman dari Hutan Harapan Jambi yaitu kerapu rawa (Nandus nebulosus), sepatung (Pristolepis grootii), sepat mutiara (Trichopodus leerii), gabus (Channa striata), dan toman (Channa micropeltes). Sebagai kelompok pembanding digunakan ikan yang tidak tahan cekaman (whitefish) dari Hutan Harapan Jambi yaitu ridiangus (Balantiocheilos melanopterus), dan dari gen-bank NCBI yaitu baung (Hemibagrus nemurus) nomor akses KT001040,1. Ektraksi DNA berdasarkan Quick-Star Protocol jaringan dari Qiagen. Amplifikasi gen COI dengan modifikasi pada suhu penguraian DNA dan penempelan primer. Visualisasi pita DNA menggunakan mesin elektroforesis horizontal dari Bio Rad. Sequencing DNA dikirim ke 1st Base Malaysia. Analisis DNA menggunakan perangkat lunak Bioedit dan MEGA X. Hasil pensejajaran pita DNA pada MEGA X menghasilkan runutan DNA sepanjang 588 bp, terdiri atas conserve 350 bp dan variable 238 bp. Komposisi basa nukleotida (T/U) =29%, C=28,6%, A=25%, dan G=17,3%. Jarak genetik terdekat pada Channa striata dan Channa micropeltes 0,190 dan terjauh pada Nandus nebulosus dan Hemibagrus nemurus 0,303. Berdasarkan pohon filogeni menunjukkan bahwa kelompok blackfish (ingroup) terpisah dengan kelompok whitefish (pembanding), pada blackfish terbagi atas Channidae (Channa striata, Channa micropeltes) dan non Channidae (Nandus nebulosus, Trichopodus leerii, Pristolepis grootii).
Pengembangan Modul IPA Terapan Berbasis Kontekstual untuk siswa SMK kelas XI Bidang Keahlian Nautika Kapal Penangkapan Ikan Heni Asmora Ritonga; Bambang Hariyadi; Tedjo Sukmono
Edu-Sains: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 6 No. 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.635 KB) | DOI: 10.22437/jmpmipa.v6i1.5271

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan modul IPA terapan berbasis kontekstual untuk siswa kelas XI bidang keahlian nautika kapal penangkapan ikan, (2) mengetahui kelayakan modul untuk siswa kelas XI bidang keahlian nautika kapal penangkapan ikan, (3) mengetahui respon guru terhadap kualitas modul, dan (4) mengetahui respon siswa terhadap kualitas modul IPA terapan berbasis kontekstual.Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R & D) yang mengacu pada model ADDIE yang dikembangkan oleh Lee & Owens. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data dari ahli materi, ahli desain media, data respon guru, dan data respon siswa. Hasil penelitian ini adalah (1) kualitas modul ditinjau dari aspek materi oleh ahli materi diperoleh persentase pencapaian 86,95 %. Menurut validator materi, modul IPA terapan berbasis kontekstual ini dikatakan sangat baik dan layak untuk diuji cobakan, (2) kualitas modul ditinjau dari aspek desain media oleh ahli desain media diperoleh persentase pencapaian 87,36%. Menurut validator desain media, modul IPA terapan berbasis kontekstual ini dikatakan baik dan layak untuk diuji coba, (3) Hasil ujicoba tanggapan guru dan siswa disimpulkan bahwa modul mendapat tanggapan sangat baik, menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Pengembangan Booklet Keanekaragaman Kupu-Kupu Di Kabupaten Kerinci dan Sekitarnya Sebagai Sumber Belajar Pada Materi Animalia Kelas X SMA: (Booklet Development of Butterfly Biodiversity in Kerinci Regency and its Surroundings as Learning Resource in Chapter Animalia Class X Senior High School) Bestia Dewi; Afreni Hamidah; Tedjo Sukmono
BIODIK Vol. 6 No. 4 (2020): December 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v6i4.9979

Abstract

Learning resources play an important role in the learning process. The benefits of learning resources are as a support for learning activities, adding and expanding the presentation of material that might not be summarized in the textbooks. Most of the learning resources used by students today are still in unattractive form. The available learning resources also do not explain examples of animals that can be found around (contextual). Also, the difficulty of getting learning resources for Animalia materials that are per the learning objectives is an obstacle that causes the unavailability of Animalia learning resources. Therefore, innovation is needed to develop a learning resource that is suitable for the learning objectives. This development was done due to a lack of learning resources with the elaboration of animals found in surrounding (Contextual). This development study aimed to design a booklet of butterfly biodiversity in Kerinci regency and its surroundings as a learning resource in Chapter Animalia Class X Senior High School, to determine teachers' and students' responses. The development model used in this study was the ADDIE model. ADDIE model consists of 5 steps: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The booklet was validated by media experts and material experts in the very appropriate category. The response from the teachers to the booklet was good. The response from the students to the booklet in a small group trial and large group trials was very good. Based on the results of the study it can be concluded that booklet of butterfly biodiversity in Kerinci regency and its surroundings is appropriate for use by high school grade X students as learning resources for Animalia chapter.  Abstrak. Sumber belajar berperan penting dalam kegiatan pembelajaran. Beberapa manfaat sumber belajar yaitu sebagai penunjang kegiatan pembelajaran, menambah dan memperluas sajian materi yang mungkin tidak terangkum didalam buku paket. Sebagian besar sumber belajar yang digunakan siswa saat ini masih dalam bentuk yang kurang menarik. Sumber belajar yang tersedia juga tidak menjelaskan contoh-contoh hewan yang dapat ditemui disekitar (kontekstual). Selain itu, sulitnya mendapatkan sumber belajar materi Animalia yang sesuai dengan tujuan pembelajaran menjadi kendala yang menyebabkan tidak tersedianya sumber belajar materi Animalia di sekolah. Sehingga, diperlukan suatu inovasi untuk mengembangkan suatu sumber belajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan  booklet keanekaragaman kupu-kupu di Kabupaten Kerinci dan sekitarnya sebagai sumber belajar pada materi Animalia kelas X SMA, mengetahui respon guru dan respon siswa terhadap booklet yang dikembangkan. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Model ADDIE terdiri dari 5 tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Booklet divalidasi oleh ahli media dan ahli materi dengan perolehan hasil sangat layak. Respon guru terhadap booklet pada kategori baik. Respon siswa terhadap booklet pada ujicoba kelompok kecil dan kelompok besar pada kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa booklet keanekaragaman kupu-kupu di Kabupaten Kerinci dan sekitarnya layak digunakan siswa kelas X SMA sebagai sumber belajar materi Animalia.    
Pengembangan Modul Berpendekatan Pembelajaran Science Technology Engineering And Mathematic Pada Materi Keanekaragaman Hayati Untuk Meningkatkan Kreativitas: (Module Development Approaching Science Technology Engineering And Mathematical Learning on Biodiversity Materials to Increase Creativity) Agung Laksono; M. Rusdi; Tedjo Sukmono
BIODIK Vol. 7 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v7i3.13246

Abstract

Module development is a process of developing procedural knowledge in creating meaningful learning. Learning is developed to obtain multidisciplinary learning, student-centered, active and critical, changes in interactive learning patterns. In the learning process with a STEM approach, information is formed through collaboration and creativity. Students use skills and learning processes in science, technology, engineering, and mathematics in their thinking processes to solve problems. This development aims to determine procedures, designs, student responses and teacher assessments in increasing creativity. Development of the biodiversity module with the STEM approach using the Project Based Learning model on biodiversity material in SMA Negeri 2 Jambi City by adapting the ADDIE model. The research instruments used were interview sheets, open and closed questionnaires, and a daily log. The product developed is a Biodiversity Module with a STEM approach. The module was validated by three teams of experts and declared feasible then the teacher's assessment had a kappa value of 0.74 in a good category. The results of one-on-one trials for project one have a percentage of 82.08% in the category of "Very feasible" and project two have a percentage of 89.05% with the category "Very feasible". The results of the small group trial had a kappa value for project one of 0.81 which was in the very good category and for project two had a kappa value of 0.42 in the medium category. Based on the results of the observations of two teachers on project one in increasing the creativity of students, it has a kappa value of 0.74 with a good category. Based on the results of the study, it was concluded that the module with the STEM approach was categorized as good so that it could increase the creativity of students, and the module with the STEM approach was suitable for use as a media for learning biology. Abstrak. Pengembangan modul merupakan proses pengembangan pengetahuan prosedural dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna. Pembelajaran dikembangkan guna memperoleh pembelajaran yang bersifat multidisiplin ilmu, berpusat kepada peserta didik, aktif dan kritis, perubahan pola pembelajaran interaktif. Pada proses pembelajaran berpendekatan STEM informasi dibentuk melalui kolaboratif dan kreativitas. Peserta didik menggunakan keterampilan dan proses belajar dalam ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika dalam proses berpikir untuk menyelesaikan permasalahan. Pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui prosedur, desain, respon peserta didik dan penilaian guru dalam meningkatkan kreativitas. Pengembangan modul kenakaragaman hayati dengan berpendekatan STEM menggunakan model Project Based Learning pada materi Keanekaragaman hayati di SMA Negeri 2 Kota Jambi dengan mengadaptasi model ADDIE. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar wawancara, angket terbuka dan tertutup, dan daily log. Produk hasil pengembangan berupa Modul Keanekaragaman hayati berpendekatan STEM. Modul divalidasi oleh tiga tim ahli dan dinyatakan layak kemudian penilaian guru mempunyai nilai kappa 0,74 dengan kategori baik. Hasil ujicoba satu-satu untuk proyek satu mempunyai persentase 82,08% dengan kategori “Sangat Layak” dan proyek dua mempunyai persentase 89,05% dengan kategori “Sangat Layak”. Hasil ujicoba kelompok kecil mempunyai nilai kappa untuk proyek satu 0,81 dengan kategori sangat baik dan untuk proyek dua mempunyai nilai kappa 0,42 dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil observasi dua guru terhadap proyek satu dalam meningkatkan kreativitas peserta didik mempunyai nilai kappa 0.74 dengan kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Modul berpendekatan STEM dengan kategorikan baik sehingga dapat meningkatkan kreativitas peserta didik, dan modul berpendekatan STEM layak digunakan sebagai media pembelajaran Biologi.