Agus Milu Susetyo
Universitas Muhammadiyah Jember

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Butir Soal Ujian Semester Kelas VIII Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Agus Milu Susetyo
Belajar Bahasa Vol 5, No 2 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v5i2.2789

Abstract

Butir soal yang diberikan kepada siswa sangat perlu untuk di analisis. Analisis ini mulai dari tingkat kesukaran, daya beda dan daya pengecoh khusus pada soal tipe pilihan ganda. Hal ini dilakukan untuk menjadikan instrumen asesmen menjadi berkualitas dan valid. Peneliti telah melakukan analisis tersebut dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang peneliti gunakan adalah lembar jawaban siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 1 Jember. Sementara itu, data yang dipakai dalam penelitian ini adalah dokumentasi angka atau skor dari jawaban siswa. Selanjutnya tahapan dari analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Usaha untuk memperoleh keabsahan data peneliti menggunakan teknik ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa hal sebagai berikut. Pertama, dilihat dari tingkat kesukaran butir soal terdapat 5 jenis tingkat kesukaran di 40 butir pilihan ganda yaitu sangat mudah (3 soal), mudah (9 soal), sedang (22 soal), sukar (3 soal), sangat sukar (3 soal). Sementara itu, untuk soal uraian semuanya (5 soal) berkategori sedang. Kedua, dilihat dari daya pembeda tiap butir terdapat empat jenis yaitu dapat digunakan (9 soal), digunakan dengan revisi (5 soal), revisi (2 soal) dan dibuang (24 soal) untuk tipe soal pilihan ganda. Sementara itu, untuk soal uraian yang terdiri dari 5 soal berkategori dapat digunakan tapi revisi. Ketiga, dilihat dari daya pengecoh butir soal pada pilihan ganda terdapat 16 butir soal dengan daya pengecoh baik dan 24 butir soal dengan daya pengecohnya tidak baik. Kegagalan butir soal ini dikarenakan tidak validnya soal yang disusun guru. Artinya soal yang disajikan saat ujian tidak bisa atau tidak tepat untuk mengukur atau tidak tepat untuk mengetes siswa sesuai kompetensi yang diujikan. Kevalidan soal bisa dilihat dari analisis daya beda, tingkat kesusakaran dan efektivitas pengecoh khususnya pada soal pilihan ganda. Soal yang tidak memenuhi tiga kriteria harus di revisi dan diganti dengan soal yang baru. Namun tetap bisa saja digunakan untuk kegiatan tes-tes yang sifatnya lebih ketat atau sangat longgar.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR UNTUK PEMBELAJAR PEMULA BIPA PADA KETERAMPILAN BERBICARA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER Agus Milu Susetyo
Belajar Bahasa Vol 2, No 1 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v2i1.683

Abstract

Salah satu kebutuhan pembelajaran adalah buku ajar. Buku ajar yang baik tentunya harus memenuhi kebutuhan siswa dan kompetensi yang hendak dicapai. Berdasarkan hasil pengamatan di Universitas Muhammadiyah diketahui bahwa terdapat mahasiwa asing dari Thailand yang menempuh kuliah dalam rangka pertukaran pelajaran/mahasiswa. Mahasiswa ini diketahui sebagai mahasiswa baru karena di negaranya baru lulus sekolah setingkat SMA. Selain itu diketahui juga bahwa kemampuan berbahasa Indonesia masih kurang lancar, dan dapat dikatakan mereka pada level pemula. Mahasiwa asing ini hanya bisa menggunakan bahasa Thai dan bahasa Melayu untuk percakapan saat di kampus. Berdasarkan keadaan seperti inilah yang melatarbelakangi peneliti untuk melakukan penelitian pengembangan buku ajar BIPA pada keterampilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Model yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari model penelitian ADDIE (Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery and Evaluations). Namun dalam penelitian ini hanya sampai tahap implementasi saja. Data yang diharapkan pada penelitian ini adalah data deskripsi tulis dan numerik. Hasil penelitian mendapatkan kesimpulan sebagai berikut. (a) buku ajar BIPA dinyatakan cocok dan sesuai. (b) Materi dan kompetensi sesuai dengan tingkat pemula BIPA. (c) Dimensi buku memudahkan pembelajar BIPA. (e) Ini merupakan produk yang sangat diharapkan oleh mahasiswa asing yang ada di Universitas Muhammadiyah Jember.
FONOTAKTIK BAHASA JAWA PADA LINGKUNGAN PERSAWAHAN Agus Milu Susetyo; Rohmad Tri Aditiawan; Siti Nurhaliza
Pena Literasi Vol 4, No 1 (2021): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.4.1.1-11

Abstract

Kedudukan bahasa Jawa sebagai bahasa daerah di Indonesia dijamin keberadaannya berdasarkan UUD 1945 Bab XV pasal 36. Dalam pasal ini dijelaskan bahwa bahasa-bahasa daerah yang masih dipakai sebagai alat perhubungan yang hidup dan dibina oleh masyarakat pemakaiannya dihargai dan dipelihara oleh Negara. Penelitian ini mengambil fokus pada fonotaktik Bahasa Jawa di Lingkungan Persawahan. Adapun tujuannya adalah (a) untuk mengetahui variasi fonologi bahasa Jawa lingkungan persawahan. (b) Untuk mengetahui penggunaan fonem vokal dan konsonan bahasa Jawa lingkungan Persawahan Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi. Data yang diambil adalah tuturan yang mengandung kosakata yang kerap digunakan dalam kontek atau lingkungan persawahan dari petani sekaligus penutur yang ada di lokasi penelitian. Data ini dikumpulkan dengan cara simak libat cakap. Proses analisis data memberikan beberapa hasil penelitian. (a) Terdapat variasi fonologi pada huruf vokal dari data yang diterima peneliti. Fonem /a/ memiliki satu alofon saja [a]. Fonem /e/ memiliki 3 jenis alofon yaitu /∂/, [ε], [e]. Fonem /i/ memiliki 2 alofon yaitu [i], [I]. Fonem /o/ memiliki 2 alofo yaitu [೧], [o]. Fonem /u/ memiliki 2 alofon yaitu [U], [u]. (b) Fonem huruf mati atau konsonan juga terdapat variasi. Fonem /b/ digunakan pada kosa kata /baw೧n/, /l೧mb೧?/, /ngobat/. Fonem /t/ terdapat variasinya yaitu [t’], [t] misalnya pada kata /ndaUt’/, /mbabat’/, /timun/, /timbaηan/. Fonem /η/ terdapat pada kata /gal∂η/, /kacaη/, /jagUη/. Fonem /d/ digunakan pada kata /dis∂l/, /kadal/, /d∂dak/. Fonem /k/ terdapat dua alofon yaitu [k], [k’]. Penggunaan pada dua alofon ini terdapat pada kata /kacaη/, /kadal/, /k೧l/, /kaηkUη/, /d∂dak’/, /gubUk’/. Fonem /l/ digunakan pada kata misalnya kadal/, /k೧l/, /walaη/. Fonem /g/ digunakan pada kata misalnya /gal∂η/ , /jaηg∂l/. Fonem /?/ digunakan pada kata /l೧mb೧?/. Fonem /c/ digunakan pada kata /ceboη/, /macol/. Fonem /j/ digunakan pada kata. /jaηg∂l/, /kinjeη/. Selain itu, terdapat juga beberapa fonem konsonan yang lain yang digunakan pada kosakata dilingkungan persawahan antara lain: /s/, /h/, /m/, /n/, /r/ dan /t/. Deret alofon ini digunakan pada kata misalnya /susukan/, /l∂mah/, /tampar/, /susukan/, /damen/, /aRit/, /tampaR/, /ngarIt/. Selain fonem vokal dan kosonan tersebut, terdapat juga fonem yang tersusun oleh gugus huruf yaitu /mb/, /nd/. Dua gugus huruf ini digunakan pada kata misalnya /mbabat/, /mbεdeεη/, dan /ndaUt/. 
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MATA KULIAH BAHASA INDONESIA BERBASIS ANDROID Agus Milu Susetyo
Pena Literasi Vol 3, No 1 (2020): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.3.1.1-9

Abstract

Penelitian ini di awali dari fenomena adanya smartphone Android di kalangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember. Sebagian besar mereka hanya menggunakan kecanggihan ponsel untuk kebutuhan komunikasi, bersosial media, dan hiburan. Padahal bisa digunakan untuk media pembelajaran. dimana media pembelajaran atau perkuliahan salah satu kebutuhan yang tidak terlepaskan dari proses pembelajaran. disisi lain, media pembelajaran atau kuliah dikelas membutuhkan suatu inovasi. Kebanyakan pendidik (dosen) menggunakan buku, ppt, internet, dan media proyeksi lainnya. Adaptasi media kuliah mutlak diperlukan agar suasana di kelas tidak monoton.Perangkat lunak berupa Adobe Flash CS6 sudah semakin canggih. Perangkat ini bisa menghasilkan animasi flash yang dapat di konvert ke dalam sistem Android (hp yang banyak dimilik mahasiswa). Dengan kemampuan inilah peneliti ingin mengembangkan media pembelajaran pada mata kuliah bahasa Indonesia yang diterapkan ke dalam smartphone milik mahasiswa. Dengan keinginan ini nantinya smartphone mahasiswa bisa menjadi media pembelajaran yang inovatif khususnya untuk mata kuliah bahasa Indonesia.Dengan metode pengembangan dan uji coba kepada mahasiswa, ahli materi dan ahli media mendapatkan hasil bahwa produk yang dikembangkan peneliti layak digunakan untuk mata kuliah Bahasa Indonesia. meskipun demikian ada kelemahan produk ini. (a) aplikasi Android ini belum tersedia di Googel Playstore sehingga dosenlah yang mendistribusikan kepada mahasiwa. (b) Cara pengerjaan tugas atau latihan masih terpisah dari produk. (c) pengguna harus menggunakan aplikasi pendukung lainnya berupa Adobe Air.Kata kunci: Pengembangan, Bahasa, Media, Android, Pembelajaran
Transisi Representasi Simbolik-Pictorial dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Fatqurhohman Fatqurhohman; Agus Milu Susetyo
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12 No 01 (2022): Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matemarika PMIPA FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.662 KB) | DOI: 10.22437/edumatica.v12i01.15291

Abstract

The purpose of this study is to describe the transition process of symbolic-pictorial representation in solving mathematical problems. Data collection is done by giving written questions which are then followed by structured interviews. The subjects in this study involved seventh grade students who were selected with the consideration that the answers could provide a representations transition process. The results of this study indicate two representations transition processes, namely pictorial to symbolic and symbolic to pictorial. The pictorial-symbolic representation, starting with translating the problem information into the form of an image illustration through the difference in size and number of cakes, integrating the illustrations made through calculations by partitioning them into several equal parts using cutting lines as a modification/simplification process. Symbolic-pictorial representation, shown by finding the key to the problem "cakes are given evenly to 20 people" and translating the information into the form of calculations, then transforms by simplifying the calculation results based on the problem key, the results are translated into an illustrated circle-shaped image which is modified by partitioning it into several parts. The representation relationship shown through the form of symbolic calculations with picture illustrations has the same solution or not. Thus, the difference in the transition process of this representation is in the integration and translation stages of transformation and modification through changing physical forms (illustration of images) and symbols (calculations).