T. Kusmawati
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBERDAYAAN SUBAK DALAM APLIKASI TEKNOLOGI PEMUPUKAN SPESIFIK LOKASI DI DESA MEGATI KECAMATAN SELEMADEG TIMUR KABUPATEN TABANAN I.N. Sunarta; I.N. Dibia; N.M. Trigunasih; I.D.M. Arthagama; T. Kusmawati
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.095 KB)

Abstract

Increased development in all fields must be supported with food security is primarily rice. Production of rice in Bali is synonymous with productivity wetland managed by Subak. The purpose of this service is to introduce a site-specific nutrient fertilization program; transformation of knowledge in the management of wetland (Subak); Increased harmonious relationship among members and administrators Subak; Increasing farmers' understanding and skills in the application of site-specific nutrient fertilizer (SSNF) for rice research in Subak Blong Yang Kelod Megati Kaja village. Desirable specific targets in this devotion is to increase the ability and skills of farmers Subak members Blong Yang Kelod in implementing site-specific nutrient fertilization either time, types and doses of fertilizers applied to rice crops in accordance IRRI program. It is expected to impact on improving the livelihoods of farmers and the growing understanding and commitment to care for the preservation of Subak. Implementation of community service activities begins with Dissemination of paddy fertilizer technology specific location based IRRI program with http://webapps.irri.org/nm/id. devices. Implementation of dissemination held on October 28, 2016 in Subak Blong Yang Kelod, Megati village. Subak members are very enthusiastic about the explanation given SSNF through several questions, including requests for training members of Subak, about organic fertilizer production with raw materials from cow manure and others. Based on the result of recommendations by the IRRI fertilizer 200kg / ha of NPK Kujang given at 0- 10 days after planting (DAP) and 100kg / ha of urea at the age of 23-27 DAP, 100kg / ha of urea in the 40-44 age DAP, then the rice production be increased from 6 t / ha into 6.4 t / ha of grain moisture content of 14%.
PEMBUATAN DAN PENGUJIAN KUALITAS KOMPOS DI SUBAK TIBUBIYU KECAMATAN KERAMBITAN KABUPATEN TABANAN I.W. Narka; I.N. `Dibia; T. Kusmawati; I.W.D. Atmaja
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 1 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.788 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i01.p27

Abstract

Devotion in the form of training of composting with existing materials around the farmers using 3 starter thatis EM4, MOL and Nitrobacter TJ has been done in Subak Tibubiyu, Kerambitan Tabanan. After subsequentcomposting is testing the quality of the three types of compost produced. The topic of composting andcompost quality testing is selected based on the farmers' demand because it is pointed out by the organicfertilizer farmers that the packaging is obtained in the form of aid, the quality is not good. Is a problem alsoin terms of transport to the planting area? Therefore, it is necessary to make compost near the farmer'scultivation area. In improving the quality of compost has been tried to make compost with 3 types of starterand then done the quality of compost testing. Farmers welcomed this activity and were interested to find outwhich type of starter was best composted. After fermentation for 6 weeks the compost has matured, then thequality of the compost is tested. The results of compost testing in the laboratory show that the best compostquality is compost with EM4 starter. With the success of farmers to make their own good quality compostfertilizer, the acceleration of organic fertilizer will be done. The use of compost fertilizer can reduce the useof chemical fertilizers and maintain the sustainability of the soil.
PENANGGULANGAN PENYAKIT GETAH KUNING DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS DAN KUANTITAS PRODUKSI MANGGIS T.B. Kusmiyarti; N.G.K. Roni; T. Kusmawati
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.101 KB)

Abstract

Tujuan dari ini kegiatan pelayanan masyarakat adalah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi manggis sebagai komoditas ekspor utama melalui: (peningkatan budidaya manggis dan pencegahan penyakit buah manggis getah bening. Metode yang diadopsi untuk mencapai tujuan ini adalah melalui pendidikan, pelatihan, ilmu simulasi dan teknologi, mentoring, dan desain teknologi tepat guna diterapkan. Pendekatan yang digunakan meliputi: Transfer tenologi yang tepat kepada masyarakat dan pengembangan wawasan kewirausahaan. Ilmu pengetahuan dan diseminasi teknologi kegiatan melalui ini program pelayanan masyarakat berjalan dengan baik ditunjukkan oleh partisipasi aktif mereka dan adopsi ilmu pengetahuan dan teknologi. Partisipasi aktif dari mitra dalam semua kegiatan diseminasi teknologi yang cukup tinggi pada adopsi 73,0% dari ilmu pengetahuan dan kemampuan teknologi dan inisiatif mitra untuk menghasilkan produk secara mandiri cukup tinggi pada 80%.
PENERAPAN KOMBINASI PUPUK ORGANIK DAN PUPUK KIMIA UNTUK MEMPERBAIKI KUALITAS TANAH SAWAH DI SUBAK TIBUBIYU KECAMATAN KERAMBITAN KABUPATEN TABANAN I.W. Narka; T. Kusmawati; I.N. Merit; I.N. Dibia
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.338 KB)

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat dengan judul Penerapan Kombinasi Pupuk Organik dan Pupuk Kimia untuk Memperbaiki Kualitas Tanah Sawah di Subak Tibubiyu Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan telah dilakukan. Petani menggunakan pupuk anorganik secara berlebihan terus menerus tanpa adanya masukan bahan organik dapat menurunkan kualitas tanah. Sementara penggunaan pupuk organic saja tanpa menggunakan pupuk kimia dapat menurunkan hasil secara drastis. Untuk menjaga kualitas tanah dan produksi yang baik perlu diberikan kombinasi pupuk organic dan pupuk anorganik. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan cara mengumpulkan pemuka masyarakat dan anggota subak, selanjutnya diberikan penyuluhan tentang pemupukan dengan menggunakan kombinasi pupuk organik dan pupuk kimia. Selain penyuluhan juga dibuat demplot pemupukan dengan menggunakan kombinasi pupuk organic dan pupuk anorganik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani dan tokoh masyarakat menyambut baik kegiatan ini. Petani sangat antusias dengan materi penyuluhan. Petani tertarik menggunakan kombinasi pupuk ini dengan membuat pupuk organic yang berasal dari bahan yang ada di sekitar mereka seperti pupuk kandang, jerami dan sampah organic. Penggunaan kombinasi pupuk ini dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia sehingga dapat menurunkan biaya produksi.