Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGUATAN FUNGSI PENGAWASAN DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA DALAM SISTEM BIKAMERAL PARLEMEN jumadi jumadi
Jurisprudentie: Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum uin alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurisprudentie.v6i1.7983

Abstract

Pada kenyataannya, kewenangan menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang mengandung kelemahan. Pertama, rumusan Pasal 22D ayat (3) UUD 1945, tidak meletakkan keharusan  kepada DPD untuk melakukan pengawasan terhadap  pelaksanaan undang-undang. Kedua, adanya kelemahan pengaturan DPD dalam UUD hasil perubahan, sehingga menjadi kendala, baik untuk pengaturan lebih lanjut dalam undang-undang dan pengaturan teknis, maupun dalam implementasi pengawasan dan hasil-hasilnya. Ketiga, timbul pula ketidakseimbangan hak, fungsi dan wewenang antara DPD dengan DPR. Untuk meminimalisir kelemahan saat ini, diperlukan konvensi ketatanegaraan. Selain itu UU. No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD dan Ketentuan mengenai Tata Tertib DPD perlu diubah dengan memberi peluang lebih berarti bagi kepentingan daerah.Kata Kunci : Kewenangan DPD RI, Pengawasan
PARADIGMA PENYELENGGARAAN NEGARA DAN PEMBANGUNAN NASIONAL BERWAWASAN HUKUM Jumadi Jumadi
El-Iqthisadi Volume 1 Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/el-iqthisadi.v1i2.11499

Abstract

Abstract               If the law is understood rigidly and narrowly in the sense of statutory regulations only, surely the definition of the rule of law that is developed is also narrow and limited and may not necessarily guarantee substantive justice, which has recently been expressly stated that Indonesia is not a regulatory state. Therefore, in addition to the term 'the rule of law' by Friedman also developed the term 'the rule of law' to ensure that the concept of 'the rule of law' encompasses an understanding of justice that is more essential than just the functioning of laws and regulations in narrow meaning. Even if the term used is 'the rule of law', it is the broad understanding that is expected to be included in the term 'the rule of law' which is used to refer to the conception of the rule of law in the reform era.Keywords: Law, National Development , State Administration. AbstrakApabila hukum dipahami secara kaku dan sempit dalam arti peraturan perundang-undangan semata, niscaya pengertian negara hukum yang dikembangkan juga bersifat sempit dan terbatas serta belum tentu dapat menjamin keadilan substantif, yang akhir-akhir ini tegas disampaikan bahwa Indonesia bukan negara peraturan. Karena itu, di samping istilah ‘the rule of law’ oleh Friedman juga mengembangkan istilah ‘the rule of just law’ untuk memastikan bahwa dalam konsep ‘the rule of law’ tercakup pengertian keadilan yang lebih esensiel dari pada sekedar memfungsikan peraturan perundang-undangan dalam arti sempit. Kalaupun istilah yang digunakan tetap ‘the rule of law’, pengertian yang bersifat luas itulah yang diharapkan dicakup dalam istilah ‘the rule of law’ yang digunakan untuk menyebut konsepsi negara hukum di era reformasi.Kata Kunci : Hukum, Pembangunan Nasional, Penyelenggaraan Negara.
Reaktualisasi Nilai Sosial Budaya Melalui Pendidikan Dan Pembentukan Karakter Bangsa Di Sekolah Jumadi Jumadi
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4 No 2 (2015): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 4 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2201.101 KB) | DOI: 10.21009/JPS.042.07

Abstract

Character education is one of the answers to the formation of national character. Character education has become a mission in an effort to realize the vision of national development. Design education and character formation in macro is done through the process of planning, implementation, and evaluation of outcomes involving all sectors of life, while the micro constructed and formed in the four pillars of teaching and learning activities in the classroom, activities of daily life in the form of cultural education unit, the activities co-curricular and extra-curricular and daily activities at home and in the community.
PENGEMBANGAN TERPADU ASPEK PENGETAHUAN-KETERAPILAN-SIKAP DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR FISlKA DI SMA Jumadi Jumadi
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1995,TH.XIX
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.773 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.9174

Abstract

Proses belajar-mengajar Fisika yang hanya m.:nckankan pada salahsatu aspek kemampuan siswa, Hdak cukup untuk mcngernbangkan seluruhpotensi siswa. Oleh karena itu diperlukan suatu pengernbangan aspek .pengetahuan-keterampilan-sikap secara terpadu. Kendala dalarn melaksanakanmodel., ini antara. lain terbatasnya waklll dalarn kailan denganbanyaknya maleri dalam kurikululU, serla lerfokusnya EBTANAS danUMP1N pada aspek pengetahuan saja.
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN MELALUI PROGRAM ASRAMA AL-MANAR DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO Budi Santoso; Ambo Tang; Jumadi Jumadi
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.129 KB) | DOI: 10.21137/jpp.v13i2.396

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan sarana untuk mencentak yang tidak hanya cerdas secara otaknya tetapi juga memiliki karakter atau budi pekerti yang baik. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Pendidikan Karakter disiplin di Rusunawa Al-Manar Universitas Muhammadiyah Ponorogo melalui program asrama Al-manar. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus. Pengambilan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi karakter dilakukan dengan cara perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil implementasui pendidikan karakter disiplin Rusunawa Al-Manar melalui: Disiplin ketika masuk Asrama di Rusunawa Al-Manar, Disiplin ketika mengambil makan malam dan Disiplin ketika bangun malam. Dampak Implementasi Pendidikan Karakter berbasis Asrama di Rusunawa Al-Manar di Universitas Muhammadiyah ponorogo dapat dilihat dari pengakuan alumni santri. Diantaranya; sisiplin dalam bangun pagi, membaca Al-Qur’an, shalat Tahajjud dan Dhuha bahkan ada yang dipercaya menjadi Khatib tetap dalam ibadah shalat Jum’at. Kata Kunci: Penguatan, karakter, disiplin, Asrama al-Manar Abstract Education is a means to print those who are not only intelligent in their brains but also have good character or character. This study aims to determine the implementation of disciplined character education in Al-Manar Rusunawa, Muhammadiyah University of Ponorogo through the Al-manar dormitory program. The research method uses a qualitative case study approach. Collecting data by means of observation, interviews and documentation. The results showed that the character implementation was carried out by planning, implementing and evaluating. The results of implementing disciplined character education in Rusunawa Al-Manar through: Discipline when entering the Dormitory at Rusunawa Al-Manar, Discipline when taking dinner and Discipline when getting up at night. The impact of the Implementation of Dormitory-based Character Education in Rusunawa Al-Manar at the University of Muhammadiyah Ponorogo can be seen from the recognition of the alumni of students. Among them; discipline in getting up in the morning, reading the Qur'an, praying Tahajjud and Duha and some are even believed to be regular preachers in Friday prayers. Keywords: Strengthening, character, discipline, Al-Manar Dormitory
Pengolahan produk pasca panen hasil perikanan di Aceh menggunakan teknologi tepat guna Faisal Amir; Jumadi Jumadi
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.992 KB) | DOI: 10.30811/jpl.v14i2.336

Abstract

Proses pengawetan ikan biasanya dilakukan dengan pengeringan. Proses pengeringan dilakukan dengan dua cara yaitu pengeringan alamiah dan pengeringan dengan menggunakan peralatan. Pengeringan alamiah atau dengan cara penjemuran langsung dari panas matahari masih mempunyai kelemahan-kelemahan, sehingga perlu kajian dan pengembangan terhadap sistem dan teknologi pengeringan. Pada kajian ini penulis melakukan penerapan teknologi dan peralatan pengeringan ikan dengan menggunakan bahan bahan bakar minyak tanah sebagai sumber energi panas. Peralatan pengering ini terdiri dari beberapa bagian utama yaitu ruang pembakaran, saluran udara panas, ruang pengering dan cerobong. Dari hasil penelitian distribusi tamperatur dalam ruang pengering sesudah memasukkan adalah 60-650 C dalam waktu pengeringan 360 menit. Berat ikan sebelum dikeringkan 100 kg dan sesudah dikeringkan menjadi 65,29 kg, bahan bakar yang di perlukan adalah 6.4 kg. Kadar air pengeringan ikan kayu dengan menggunakan bahan bakar gas mendapatkan kadar air akhir paling rendah yaitu sebesar 11,43 % sedangkan yang menggunakan bahan bakar minyak tanah 11,84% mendapat kadar air bahan bakar kayu mendapat kadar air paling tinggi yaitu sebesar 12,75 %.Kata kunci: peralatan, distribusi temperatur, proses pengeringan.
Revitalization of South Sulawesi socio-cultural values relating to democracy in the era of regional autonomy Jumadi Jumadi; Rifai Nur; Patahuddin Patahuddin
Journal of Social Studies (JSS) Vol 12, No 2 (2016): Journal of Social Studies (JSS)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jss.v12i2.11638

Abstract

This research aims to understand the principles of democracy enforcement in the implementation of regional autonomy, to promote and to revitalize the South Sulawesi socio-cultural values relating to the issue of democracy in the era of regional autonomy, the development of the region potency and the diversity of community to achieve regional and national progress. South Sulawesi since the empire era has posessed socio-cultural values that are closely related to the principles of democracy enforcement. The Socio-cultural values are potential for the regional development, especially in the era of regional autonomy. Social values, one of them are embedded in the democracy principles and foundations in South Sulawesi as the legal basis for organizing the kingdom in South Sulawesi: “rusa’ taro datu, ten rusa’ taro ade’, rusa’ taro ade’ ten rusa’ taro anang, rusa’ anang  ten rusa’ taro tomaegae”.means that the decision of datu / king can be canceled by ade ' (council) but the decision of  ade' can not be canceled by the king / datu, the decision of ade' can be canceled by public figures, but the willingness of public figures can not be canceled by public figures, the willingness of public figures can be canceled by the society, but the willingness of the society can not be canceled by public figures. This means the highest decision belongs to the society. Keywords: Socio-Cultural Values and Democracy in the era of regional Autonomy.
Implementation of Curriculum 2013 through Best Practice Jumadi Jumadi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.992 KB) | DOI: 10.35672/afeksi.v1i1.8

Abstract

The Curriculum 2013 will soon be implemented in all education units in the 2016/2017 school year, after going through a fairly tough process in the 2013/2014, 2014/2015 and 2015/2016 academic years so that it is only applied in a limited manner to a few educational units. Technical matters in the curriculum are indeed important for the successful implementation of education. However, there is one thing that should not be forgotten, namely how the teacher's creative process is in finding the best learning practices based on the experiences and practices that he has applied when teaching. The various ways and methods that have been applied by the teacher in teaching have made the teacher find new methods which are a Best Practice in teaching. The formulation of best practices in the context of implementing the Curriculum 2013 is carried out through various approaches, namely: 1) Building a learning culture in schools. 2) Using a scientific approach with various types of active learning activities. 3) Relying on the skills of teachers in carrying out active learning in schools. 4) Changing aspects of attitudes, interest in learning, thinking skills, and ways of mastering learning concepts according to the best practice matrix in the context of implementing the 2013 Curriculum that has been formulated in this paper. The steps to get best practice can be done by following the steps as follows: 1) Observing the situation; 2) Motivation; 3) Measurement of results and impacts; 4) Sustainable; 5) Experience that needs to be learned (lessons learned) and (action plan); 6) Potential for development; and 7) Comparative Study.
MENGNTENSIFKAN PERAN PENDIDIKAN SASTRA UNTUK MEMBAGUN KARAKTER SISWA Jumadi Jumadi
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3776.846 KB) | DOI: 10.17977/um007v1i22017p031

Abstract

Berbagai peristiwa yang mengindikasikan terjadinya kemerosotan moral seolah menjadi hal yang biasa. Kita bisa menyaksikan gejala itu hamper pada semua situs kehidupan kita. Gejala itu tentu tidak bisa dibiarkan terus berlangsung. Perlu  dilakukan reformasi pendidikan yang memberi perhatian lebih pada upaya memperbaiki karakter, terutama para siswa sehingga mereka tumbuh menjadi orang yang tahu kebenaran, mencintai kebenaran, dan melakukan kebenaran. Terkait dengan upaya itu, pendidikan sastra mempunyai peran sangat strategis. Di dalam sastra terungkap unsur-unsur moral yang dapat digunakan untuk membangun karakter siswa. Peran pendidikan sastra akan berhasil membangun karakter siswa bila pendidikan sastra dirancang dengan baik, baik menyangkut materi pendidikan, proses pendidikan, maupun system evaluasi yang digunakan. Materi pendidikan sastra hendaknya kontekstual; proses pendidikannya menggunakan model respon; dan sistem evaluasinya menekankan pada proses daripada hasil.
PERLINDUNGAN HUKUM KONTRAK KERJA TERHADAP HAK- HAK PEKERJA SPBU DI KABUPATEN MAROS Alif Sultan; Jumadi Jumadi; Andi Syafriani
Alauddin Law Development Journal (ALDEV) Vol 1 No 1 (2019): ALDEV
Publisher : Law Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.954 KB) | DOI: 10.24252/aldev.v1i1.10129

Abstract

Perlindungan hukum terhadap keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja/operator SPBU di Kabupaten Maros belum dilaksanakan dengan baik. Hal ini terlihat dengan kurangnya penerapan  aturan  tentang perlindungan  keselamatan  dan  kesehatan  kerja yang dilaksanakan oleh perusahaan terhadap para pekerja/operator SPBU di Kabupaten Maros. Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan karena kajian penelitian ini merupakan bagian dari wacana kajian tentang sosiologi hukum. Adapun sumber data pada penelitian ini adalah bersumber dari data primer dan data sekunder. Adapun metode yang digunakan adalah metode wawancara dan dokumentasi. Dalam pelaksanaan perlindungan hukum terhadap perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Maros telah di atur dalam Undang-Undang namun hal ini belum optimal dikarenakan faktor penghambat yang mengakibatkan hak-hak dari setiap pekerja tidak terpenuhi. Faktor tersebut terbagi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal.