Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PRODUKSI DAN KUALITAS HIJAUAN KACANG KUPU (Clitoria ternatea) YANG DIPANEN PADA UMUR 60, 75 DAN 90 HARI I G. N. Jelantik; T. T. Nikolaus; C. Leu Penu; Gemini E. M. Malelak; Imanuel Benu
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 8 No 2 (2019): Pastura Vol. 8 No. 2 Tahun 2019
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.024 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2019.v08.i02.p03

Abstract

The purpose of this experiment was to investigate herbage production and nutritive value of C. ternatea harvested at 60, 75 and 90 days after planting. The legume was planted in eighteen of 3 × 3 m2 plots a t 40 × 20 cm2. Forage was harvested at 60, 75 and 90 days after planting as treatmens. Variables measured included forage production, nutrient content and in vitro dry matter and organic matter digestibility. Herbage production was not significantly different (P>0.05) when harvested at different stages of growth. Leaf : stem ratio, however, declined (P<0.05) with advancing growth stage. Forage quality in terms of crude protein content was comparable (P>0.05) among different harvest time. Meanwhile the energetic value as shown by in vitro organic matter digestibility (IVOMD) was significantly higher (P<0.05) when C. ternatea was harvested 60 days compared to 75 and 90 days after planting. It can be concluded that for calf supplement, C. ternatea is preferably harvested at 60 d after planting. Key words : Clitoria ternatea, IVOMD, energy, calf supplement
EVALUASI KANDUNGAN NEUTRAL DETERGEN FIBER DAN ACID DETERGEN FIBER STANDING HAY RUMPUT KUME AMONIASI DENGAN LEVEL AIR BERBEDA YANG DIFERMENTASI JAMUR TIRAM ABU-ABU (Pleurotus sajor caju) Edelnia Kristina Bere; Tara Tiba Nikolaus; Jalaludin .
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i2.762

Abstract

Objectievs of this research was to know NDF and ADF content of Kume grass standinghay ammoniated with t Pleurotus sajor caju in different water levekl. Experimental design used was bcompletely randomized design 4 X 4 with factorial pattern. The first factor was four substrate water level (KAI): KA1 = 62,5% , KA2 = 70,0 % KA3 = 77,5% dan KA4 = 85,0 % . The second level was inoculum dose of Pleurotus sajor-cajur yeast (D): DI1 = 10g, DI2 = 15g, DI3 = 20g dan DI4 = 25g kg-1 substrat. Anaklysis result showed that treatment interaction reduced NDF and ADF Standinghay of kume grass (P< 0,01) It can be concluded that the interaction of Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan adanya interak water level and inoculums dose (water level 77,5% and inoculum dose of the yeast 20g kg-1 (KA3DI3) is the best combination, since reduces NDF and ADF. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan NDF dan ADF standinghay rumput kume amoniasi yang difermentasi jamur tiram abu-abu (Pleurotus sajor caju). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4 x 4 dengan ulangan 3 kali. Sebagai faktor pertama adalah kadar air substrat (KA) terdiri atas 4 level yaitu KA1 = 62,5% , KA2 = 70,0 % KA3 = 77,5% dan KA4 = 85,0 % dari total berat substrat dan faktor kedua adalah dosis inokulum jamur Pleurotus sajor-cajur (D), yang terdiri atas 4 level yaitu DI1 = 10g, DI2 = 15g, DI3 = 20g dan DI4 = 25g kg-1 substrat. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) dapat menurunkan kandungan NDF dan ADF Standinghay rumput kume amoniasi dengan level air berbeda yang difermentasi jamur tiram abu-abu (Pleurotus sajor caju). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan adanya interaksi antara kadar air dan dosis inokulum, perlakuan pada level kadar air 77,5% dan dosis inokulum jamur 20g kg-1 (KA3DI3) merupakan kombinasi terbaik, karena dapat menurunkan komponen serat NDF dan ADF terendah.
PEMBERIAN PAKAN KOMPLIT DENGAN RASIO JERAMI PADI DAN KONSENTRAT YANG BERBEDA TERHADAP RETENSI NITROGEN DAN ENERGI KAMBING KACANG BETINA Ishak Amtiran; Tara T. Nikolaus; M. S. Abdulah
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 3 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v3i2.799

Abstract

This research has been conducted in the experimental stable of the great hall extention farm in Noelbaki, Kupang Regency, for 10 weeks from March 19th - May 28th 2015. The objectives of this research were to know the effect of offering complete feed with different ratio of rice straw and concentrate on nitrogen and energy retention of female local goat. The used animal of this research was 12 famale local goats with age range of 8-10 months, the initial average body weight ± 12.2 kg and the variation coefficient of 22.5%. Randomized block design (RAK) with 3 treatments and 4 groups was used in this research. The treatments were R1 = 80% rice straw : 20% concentrate; R2 = 70% rice straw : 30 % concentrate; R3 = 60% rice straw : 40% concentrate. The result of analysis of variance (ANOVA) indicated that the treatments did not significantly influence (P>0.05) on nitrogen and energy retention. Nitrogen and energy retention of each treatments were 4.03 g/head/day (R1); 4.23 g/head/day (R2); dan 4.60 g/head/day (R3) and 1,661.11 Kkal/head/day (R1); 1,689.54 Kkal/head/day (R2) dan 1,720.08 Kkal/head/day (R3) respectively. ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan di kandang percobaan Balai Besar Penyuluhan Peternakan Noelbaki, Kabupaten Kupang selama 10 minggu sejak tanggal 19 Maret - 28 Mei 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan komplit dengan rasio jerami padi dan konsentrat yang berbeda terhadap retensi nitrogen dan energi kambing kacang betina. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah kambing kacang betina sebanyak 12 ekor dengan kisaran umur 8 – 10 bulan, rata-rata berat badan awal ternak ± 12,2 kg dengan koefisien variasi sebesar 22,5 %. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 4 kelompok. Perlakuannya adalah R1 = jerami padi 80% : konsentrat 20% ; R2 = jerami padi 70% : konsentrat 30% ; R3 = jerami padi 60% : konsentrat 40%. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap retensi nitrogen dan energi. Retensi nitrogen untuk masing-masing perlakuan adalah 4,03 g/ekor/hari (R1); 4,23 g/ekor/hari (R2); dan 4,60 g/ekor/hari (R3) sedangkan retensi energi untuk masing-masing perlakuan adalah 1.661,11 Kkal/ekor/hari (R1); 1.689,54 Kkal/ekor/hari (R2) dan 1.720,08 Kkal/ekor/hari (R3).
SUBSTITUSI KONSENTRAT DENGAN DAUN KABESAK TERHADAP KECERNAAN, RETENSI NITROGEN DAN TOTAL DIGESTIBLE NUTRIENT TERNAK KAMBING Daniel Yosef Faotlo; Tara Tiba Nikolaus; Jalaludin .
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 5 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v5i2.844

Abstract

The purpose of this study was to assess the digestibility of nutrients, nitrogent retention and total digestible nutrient of the substitution of concentrate with kabesak leaves (Acacia leucophloea Roxb). Twenty five local male goats were used in this study (average body weight ± 10-30kg; SD 5,859). The animals were randomly allotted to the treatments following randomized completely block design with 5 treatments and 5 groups. The feed treatments were: R0 = grass 60%: concentrate 40% + kabesak leaves 0%; R1 = grass 60% : concentrate 30% + kabesak leaves 10%; R2= grass 60%: concentrate 20%+ kabesak leaves 20%; R3 = grass 60%: concentrate 10% + kabesak leaves 30%; R4 = grass 60%: concentrate 0% + kabesak leaves 40%. Data were analyzed with ANOVA procedure and continued by using Duncan's Multiple Range Test. The results showed that substitution of concentrate with kabesak leaves (Acacia leucophloea Roxb) significantly affect (P<0,01) the digestibility of nutrients, nitrogent retention and total digestible nutrients. Replacing 50% concentrate with white kabesak leaves (Acacia leucophloea Roxb) did not influence digestibility of crude protein, crude fat, free nitrogent extract and total digestible nutrient even increase digestibility of crude fiber and nitrogen retention. Substitution of 75% concentrate by white kabesak leaves did not influence digestibility of crude fiber and free nitrogent extract, nitrogent retention and total digestible nutrients however decrease digestibility of crude protein and crude fat. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecernaan zat-zat makanan, retensi nitrogen dan total digestible nutrient ransum akibat subtitusi pakan konsentrat dengan daun kabesak putih (Acacia leucophloea Roxb) pada kambing lokal jantan. Sebanyak 25 ekor kambing jantan lokal (berat badan ± 10-30kg dan SD 5,859) ditempatkan secara acak mengikuti pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 kelompok. Perlakuan pakan yang dicobakan adalah: R0 = Rumput Alam 60%: Konsentrat 40% + daun kabesak putih 0%; R1 = Rumput Alam 60%: Konsentrat 30% + daun kabesak putih 10%; R2=Rumput Alam 60%: Konsentrat 20%+ daun kabesak putih 20%; R3 = Rumput Alam 60%: Konsentrat 10% + daun kabesak putih 30%; R4 = Rumput Alam 60%: Konsentrat 0% + daun kabesak putih 40%. Data dianalisis menurut prosedur sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa subtitusi konsentrat dengan daun kabesak putih (Acacia leucophloea Roxb) berpengaruh yang sangat nyata (P<0,01) pada kecernaan zat-zat makanan, retensi nitrogen dan total digestible nutrient. Substitusi 50% konsentrat dengan daun kabesak putih tidak mempengaruhi kecernaan protein kasar, lemak kasar dan BETN serta TDN bahkan meningkatkan kecernaan serat kasar dan retensi nitrogen, namun substitusi pada level 75% menurunkan kecernaan protein kasar dan lemak kasar.
SUBSTITUSI PAKAN KONSENTRAT DENGAN DAUN KABESAK PUTIH (Acacia leucophloea Roxb) TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN RANSUM PADA KAMBING LOKAL JANTAN Juventus Silvester Boymau; Tara Tiba Nikolaus; Muhammad Syalahuddin Abdullah
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i2.772

Abstract

The objective of this research is to know the consumption and digestibility of the matter and organic matter of ration at male local goat caused by substitution of concentrate with leaf of white kabesak (Acacia leucophloea Roxb). The design used was randomized block design with 5 treatments and 5 blocks. Data analysed used analysis of variance (ANOVA) and Duncan multiple range test. The result showed substitution of concentrate with leaf of white kabesak (Acacia leucophloea Roxb) increased the consumption and digested of dry matter and organic matter of ration at male local goat. Substitution of concentrate with leaf of white kabesak (Acacia leucophloea Roxb) at 50% increased the consumption and digested of dry matter and organic matter of ration at male local goat. Substitution of concentrate with leaf of white kabesak until 100% did not affect significantly the consumption and digestion of dry matter and organic matter of ration at male local goat. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat konsumsi dan kecernaan bahan kering serta bahan organik ransum akibat subtitusi pakan konsentrat dengan daun kabesak putih (Acacia leucophloea Roxb) pada kambing lokal jantan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 kelompok. Data dianalisis menurut prosedur sidik ragam, dan dilanjutkan dengan menggunakan Uji Jarak berganda Duncan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa penggunaan daun kabesak putih (Acacia leucophloea Roxb) sebagai subtitusi pakan konsentrat dapat meningkatkan konsumsi dan kecernaan bahan kering serta bahan organik. Substitusi pakan konsentrat dengan daun kabesak putih sebesar 50% meningkatkan konsumsi dan kecernaan bahan kering (BK) serta bahan organik (BO) kambing lokal jantan. Sedangkan substitusi konsentrat dengan daun kabesak putih hingga 100% tidak mempengaruhi konsumsi dan kecernaan BK dan BO pada kambing lokal jantan.
PENGARUH PEMBERIAN SILASE CAMPURAN RUMPUT DAN DAUN MARKISA HUTAN DENGAN PROPORSI YANG BERBEDA TERHADAP TINGKAH LAKU KAMBING KACANG (Effect of feeding silage made of different ratio of kume grass and wild markisa leaves on feeding beahavior of male kacan L R Kari; I Gusti Ngurah Jelantik; T T Nikolaus
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 8 No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v8i1.4148

Abstract

This research aimed to study the effect of feeding silage of kume grass and Pasiflora foetida leaves differing in their ratio on fiber intake and digestibility, rumen VFA and blood glucose concentration of male kacang goats. This study used four male kacang goats with the average body wight of 10,5 kg. This experiment followed a 4x4 Latin Square design with four treatments in four 21-day periods as replications. The treatments were M0 : silage made of 100 % kume grass, M20 : silage made of 80% kume grass + 20% Passiflora foetida, M40 : 60% kume grass + passiflora foetida 40%, M60 : 40% kume grass + 60% Passiflora foetida. Result showed that feeding silage made of different ratio of kume grass and Passiflora foetida leaves did not significantly (P>0,05) affect the length and frequency of eating, the length of rumination period as well as the length and frequency of resting period. Therefore, it can be concluded that inclusion of P. foetida in the silage mix with kume grass up to 60% is considered save as it did not affect the feeding behaviour of Kacang goats.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN Clitoria Ternatea SEBAGAI PAKAN SUPLEMEN PEDET SAPI BALI Liliana Regina Deze; I.G.N. Jelantik; T.T. Nikolaus
Jurnal Agriovet Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v3i2.475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan C. ternatea yang dioptimalisasikan dengan tepung ubi kayu yang dapat menurunkan angka kematian serta meningkatkan pertambahan berat badan pedet sapi Bali. Penelitian ini dibagi dalam dua tahap penelitian. Pada penelitian tahap I dilakukan pengujian in vitro untuk mengetahui level ideal kombinasi antara C. ternatea dan tepung umbi ubi kayu dengan perlakuan R0 = 100% C. ternatea; R1 = 90% C. ternatea + 10% Ubikayu; R2 = 80% C. ternatea + 20% Ubikayu; R3 = 70 % C. ternatea + 30% Ubikayu; R4 = 60% C. ternatea + 40% Ubikayu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa level kombinasi terbaik diperoleh pada kombinasi 60% C. ternatea + 40% ubikayu dengan nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik sebesar 68,07% dan 68,59%. Berdasarkan hasil penitian I ini maka dilakukan penelitian tahap II untuk mengetahui respon biologis dari pedet sapi Bali. Sebanyak 80 ekor pedet sapi Bali digunakan dalam penelitian tahap II ini. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah pertambahan berat badan, ukuran linier tubuh dan angka kematian pedet sapi Bali. Hasil penelitian tahap II ini menunjukan bahwa suplementasi C. ternatea yang dikombinasikan dengan ubi kayu secara nyata meningkatkan pertambahan berat badan, perubahan ukuran linier tubuh dan menekan mortalitas pedet sapi Bali sama nilainya untuk anak sapi yang mengkonsumsi pakan konsentrat. Kata Kunci : C. ternatea, in vitro, pertambahan berat badan, angka kematian, ukuran linear tubuh, pedet sapi Bali