Muhammad Thohawi Elziyad Purnama
Laboratorium Anatomi, Departemen Anatomi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga Kampus-C Unair Jln. Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60115

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Sediaan topikal ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan l.) terhadap kepadatan kolagen tikus albino dengan luka insisi Agus Purnomo; Muhammad Thohawi Elziyad Purnama; Faisal Fikri
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 9 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.9.3.195-200

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi khasiat sediaan topikalekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) padakepadatan kolagen tikus albino dengan luka insisi. Sebanyak 20 ekor tikus albino jantan dibagi secara acak menjadi lima kelompokdengan masing-masing empat ulangan,yakni(K-) diberi basis salep, (K+) diberi povidone iodine 10%, (P1, P2, P3) diberi salep ekstrak kayu secang konsentrasi 6,5%, 15%, dan 30%. Luka insisi dilakukan sepanjang 1 cm pada daerah dorsal. Terapidiberikan pada luka sekali dalam sehari selama 14hari. Jaringan kulit dipreservasi dan diperiksa dengan pewarnaan rutin Hematoksilin Eosin (HE). Data didapat dengan cara skoring laludianalisisdengan uji Kruskal-Wallisdilanjutkan dengan uji Mann-Whitney(p<0,05).Hasil kepadatan kolagen padaP1 menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) denganK-, K+, P2, dan P3.Sementara itu tidak ada perbedaan signifikan (p>0,05) antara K-, K+, P2 dan P3. Dapat disimpulkan bahwa konsentrasi ekstrak etanol kayu secang6,5% dapat meningkatkan rata-rata kepadatan kolagen tikus albino dengan luka insisi. Kata kunci: kayu secang, kolagen, luka insisi
Rekayasa Konsentrat Bekatul dengan Tepung Jantung Pisang Dapat Meningkatkan Berat Badan dan Menurunkan Kadar Kolesterol Kambing Dina Deviana; Nur Prabowo Dwi Cahyo; Dwi Retna Kumalaningrum; Widya Ayu Kusuma; Fahlevi Lailiyah; Muhammad Thohawi Elziyad Purnama
Jurnal Sain Veteriner Vol 36, No 1 (2018): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.43 KB) | DOI: 10.22146/jsv.26492

Abstract

Tujuan: tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan berat badan dan menurunkan kadar kolesterol pada kambing. Metode Penelitian: metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pemberian feed additive pakan konsentrat bekatul dengan tepung jantung pisang menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dengan 4 pengulangan, jumlah hewan coba yaitu kambing 20 ekor. Kambing yang kita gunakan berjenis kelamin jantan dengan umur 1,5 tahun. Pengumpulan data diambil dari peningkatan berat badan dan kadar kolesterol kambing. Hasil: pemberian feed additive konsentrat bekatul dengan tepung jantung pisang dapat meningkatkan berat badan dan menurunkan kadar kolesterol pada kambing. Nilai keberhasilan dengan skala P<0.05, menunjukan adanya perbedaan nyata pada tiap perlakuan yang dilakukan. Perlakuan terbaik yang dilakukan pada penelitian ini yaitu pada P2 dengan kenaikan berat badan 2,95 ons/hari dan kadar kolesterol dalam dua minggu turun sebanyak 87,75. Kesimpulan: pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada tiap perlakuan memiliki perbedaan nyata untuk kenaikan berat badan dan penurunan kadar kolesterol kambing. Dapat disimpulkan juga bahwa penambahan pakan konsentrat bekatul dan tepung jantung pisang dapat meningkatkan berat badan dan menurunkan kadar kolesterol pada kambing.
Identifikasi Escherichia coli dan Salmonella spp pada Karkas Sapi di Rumah Potong Hewan di Banyuwangi dan Resistensi Terhadap Antibiotika Faisal Fikri; Muhammad Thohawi Elziyad Purnama; Amung Logam Saputro; Iwan Sahrial Hamid
Jurnal Sain Veteriner Vol 36, No 1 (2018): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8447.455 KB) | DOI: 10.22146/jsv.38439

Abstract

Food borne disease can be transmitted through Escherichia coli and Salmonella spp contamination. The contamination of microorganisms with high pathogenic potentials on bovine carcasses results in food borne illness. The aim of this study was to identify multidrug-resistance of Escherichia coli and Salmonella spp on carcass samples that isolated from slaughter house in Banyuwangi. Samples were collected from district of Banyuwangi, Rogojampi, Genteng and Kalibaru. This study used cross sectional study with assumption of prevalence at 50% in each contaminant, confidence level 95% and standart of error at 10%. By the number of samples should reach 96 samples. The result showed that seven samples (7,3%) were positive Escherichia coli and none samples (0%) were positive Salmonella spp. The multidrug-resistance of Escherichia coli showed that Cephalotin (42,9%), Trimethoprim (14,3%) and Erythromycin (42,9%) whereas Ampicillin, Enrofloxacin, Chloramphenicol and Tetracycline were sensitive against Escherichia coli.
Electrical stunning sebelum penyembelihan dapat menurunkan Serum Superoxide Dismutase Babi Landrace Crossbred Shabrina Fauzia Prayoga; Faisal Fikri; Muhammad Thohawi Elziyad Purnama
Jurnal Sain Veteriner Vol 38, No 3 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.53464

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi enzim Superoxide Dismutase (SOD) pada serum babi Landrace Crossbred yang mendapat electrical stunning dan tanpa electrical stunning sebelum penyembelihan. Sebanyak 18 ekor babi Landrace Crossbred jantan dewasa kebiri dan bobot 115±20 kg dibagi menjadi dua perlakuan, yakni electrical stunning dan tanpa electrical stunning dengan pengujian serum pada pre dan post perlakuan. Sebanyak 3 ml sampel darah diambil dan diuji kadar SOD dengan StressXpress® kit. Pembacaan kadar SOD diuji normalitas dengan Shapiro-Wilk Test, diilanjutkan uji Univariate Linear Model untuk membandingkan kadar SOD antara electrical stunning dan tanpa electrical stunning pada fase pre dan post perlakuan. Hasil Shapiro-Wilk Test dengan diagram Q-Q plot menunjukkan pola distribusi normal pada semua perlakuan. Kelompok electrical stunning menunjukkan penurunan signifikan SOD. Kadar SOD yang rendah tampak signifikan juga pada pre perlakuan dibandingkan dengan post perlakuan. Dapat disimpulkan terdapat penurunan signifikan SOD pada serum babi Landrace Crossbred yang mendapat electrical stunning sebelum penyembelihan.
Aluminosilikat Berpotensi Menekan Gangguan Reproduksi Mikotoksin Zearalenon Berdasarkan Pengamatan Jumlah Folikel dan Ekspresi Caspase-9 Ovarium Muhammad Thohawi Elziyad Purnama; Imam Mustofa; Tri Wahyu Suprayogi; Abdul Samik; Ragil Angga Prastiya; Amung Logam Saputro
Jurnal Veteriner Vol 18 No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.997 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2017.18.2.175

Abstract

Zearalenone is a resorcylic acid lactone produced by fungal Fusarium graminearum in contaminated edible grains and can cause reproduction disorder in animals by binding to estrogen receptors on target cells. The aim of this study was to assess the potential use of aluminosilicates as mycotoxin binders to eliminate the adverse effect of zearalenone by examining the number of follicles and caspase-9 expression in the ovary of mice. The study adopted a completely randomized simple design using 20 mices which were randomly divided into five group each of which consisted of four mices. Five treatment groups consisted of K+ (without zearalenone and aluminosilicates); K- (treated with zearalenone 0.1 mg/mice/day); P1 (treated with zearalenone 0.1 mg/mice/day and aluminosilicates 0.5 mg/mice/day); P2 (treated with zearalenone 0.1 mg/mice/day and aluminosilicates 1 mg/mice/day); and P3 were treated with zearalenone 0,1 mg/mice/day and aluminosilicates 2 mg/mice/day) with gastric tube daily for 10 days. The data obtained from this study were analyzed by analysis of variance and proceeded with Duncan test. The result showed that the primary follicles, secondary follicles, tertiary follicles and de Graaf follicles increased significantly on P3 treatment group. Caspase-9 expressions decreased significantly in all of aluminosilicates groups as compared to positive control. The treatment of mice with zearalenone and aluminosilicates increases the number of follicles and decreased caspase-9 expression in the ovary of mice. ABSTRAK Zearalenon merupakan senyawa resorcylic acid lactone yang diproduksi oleh jamur Fusarium graminearum dan dapat mengakibatkan gangguan reproduksi pada ternak dengan membentuk ikatan pada reseptor estrogen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi aluminosilikat terhadap mencit yang telah dipapar zearalenon pada aspek jumlah folikel dan ekspresi caspase-9 organ ovarium. Penelitian ini menggunakan 20 ekor mencit yang dibagi menjadi lima kelompok perlakuan dengan masing-masing empat ulangan, yakni K+ tanpa dipapar zearalenon dan aluminosilikat; K- dosis zearalenon 0,1 mg/ekor/hari; P1 dosis zearalenon 0,1 mg/ekor/hari dan aluminosilikat 0,5 mg/ekor/hari; P2 dosis zearalenon 0,1 mg/ekor/hari dan aluminosilikat 1 mg/ekor/hari; P3 dosis zearalenon 0,1 mg/ekor/hari dan aluminosilikat 2 mg/ekor/hari dengan sonde lambung selama sepuluh hari. Data hasil skoring dan perhitungan dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah folikel primer, sekunder, tersier dan de Graaf pada P3 terjadi peningkatan yang signifikan. Ekspresi caspase-9 ovarium menunjukkan penurunan pada semua perlakuan aluminosilikat. Simpulan penelitian ini adalah mencit yang dipapar zearalenon dan kemudian diberi aluminosilikat mengalami peningkatan jumlah folikel dan penurunan ekspresi caspase-9 pada organ ovarium.
Potensi Toksin Binders untuk Mengurangi Efek Mikotoksin Zearalenon terhadap Panjang, Bobot, dan Jumlah Fetus Mencit (TOXIN BINDERS HAS THE POTENTIAL TO DECREASE ZEARALENONE MYCOTOXIN ON FETAL LENGTH, WEIGHT AND LITTER SIZE OF PREGNANT MICE) Muhammad Thohawi Elziyad Purnama; Amung Logam Saputro; Ragil Angga Prastiya
Jurnal Veteriner Vol 19 No 3 (2018)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.471 KB)

Abstract

Corn is a source of feed with protein content to increase livestock production. Zearalenone is a mycotoxin produced by Fusarium graminearum obligate in corn. The mycotoxins allegedly can cause pregnancy disorders to fetal malformations. Using toxin binders to inhibit zearalenone mycotoxins. The purpose of this study was to determine the potential of toxin binders in reducing the effect of zearalenon on the length, weight and fetal litter size of pregnant mice (Mus musculus). This study used 20 balb/c mice divided into control group (C-) without toxin binders and zearalenone; (C+) was given only zearalenone 0.1 mg / mice / day; and treatment groups T1; T2; T3 was given zearalenone 0.1 mg / mice / day and toxin binders 0.5; 1; 2 mg / mice / day. The toxin binders and zearalenone was done with orally for 14 days. The data were analyzed using Analysis of variance test and continued by Duncan test. The results showed that C-, C+, T1 were significantly different (p<0.05) with T2 and T3 on the fetal length. The fetal weight showed C-, T1, T2, T3 was significantly different (p<0.05) with C+. The result of fetal litter size showed that were not significantly different (p>0.05) between treatment groups. It was concluded that toxin binders could decrease the effect of zearalenon thus increasing the length and weight of the fetus but not affecting the fetal litter size of pregnant mice (M. musculus).
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Pseudomonas aeruginosa Secara In Vitro (ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF SOURSOP (ANNONA MURICATA) LEAF EXTRACT ON GROWTH OF BACTERIA PSEUDOMONAS AERUGINOSA IN VITRO) Faisal Fikri; Imas Hapsari Rahmaningtyas; Ragil Angga Prastiya; Muhammad Thohawi Elziyad Purnama
Jurnal Veteriner Vol 20 No 3 (2019)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.707 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2019.20.3.384

Abstract

The aim of this study was to measure antibacterial activity of soursop leaf extract (Annona muricata L.) on bacterial growth inhibition of Pseudomonas aeruginosa by diffuse disc method. The result of the inhibition zone was analyzed using Analysis of Variance and followed using Duncan test, to show highly significantly different (p<0.01). The inhibition number of negative control (C-) was 0.00e±0.00 and the positive control (C+) was 31.31a±0.57. The result of concentration 1 (T1) was 14.49b±4.96; concentration 2 (T2) 8.98c±1.29; concentration 3 (T3) 5.84cd±1.85; concentration 4 (T4) 5.56cd±1.58; concentration 5 (T5) 2.85de±0.28; concentration 6 (T6) 2.98de±0.53; concentration 7 (T7) 2.82de±1.59; concentration 8 (T8) 2.41de±1.10; concentration 9 (T9) 2.20de±0.34; concentration 10 (T10) 1.10e±0.19; and concentration 11 (T11) 0.00e±0.00. The increase of soursop leaf extract concentration showed high inhibition diameter of bacterial growth. It concluded that soursop leaf extract have an antibacterial activity to inhibit P. aeruginosa growth with Minimal Inhibitory Concentration (MIC) 125 ppm.
Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga Menurunkan Indikasi Neoplasia Mammae Tikus Putih Berdasarkan Histopatologi dan Inhibitor Siklooksigenase-2 Muhammad Thohawi Elziyad Purnama; Ragil Angga Prastiya; Faisal Fikri; Amung Logam Saputro; Bodhi Agustono
Jurnal Veteriner Vol 19 No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.173 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2018.19.1.23

Abstract

Cancer caused uncontrolled cell proliferation and triggered by changes on cell information that regulate growth function. Each cell has different potential so many cancer prevalence such as endometrial cancer, lymph node cancer, lung cancer, skin and mammary gland cancer. The aims of this study were to assess the potential of dragon fruit skin ethanolic extract on white rats (Rattus norvegicus) exposed 7,12- Dimethylbenz(á)antrasena (DMBA) on mammary gland based on histopathological features and cyclooxygenase-2 (Cox-2) intensity. This study were used 20 of rats randomly divided into five group and each groups consisted of four rats, i.e: K+ weren’t treated DMBA and extract; K- were treated with DMBA; P1 were treated with DMBA and extract 10 mg/kg BW; P2 were treated with DMBA and extract 15 mg/kg BW; P3 were treated with DMBA and extract 20 mg/kg BW. The DMBA was given by intra dermal injection during twice a week for five weeks and the extracts with gastric tube everyday till 14 days. The data was analyzed by Anova test and continued with Duncan test. The result showed that the histopathological features were decrease significantly on P3. The variables of Cox-2 intensity were decrease significantly on P1, P2 and P3. Conclusion of this study was ethanol extract of dragon fruit skin can decrease neoplastic indication of mammary gland on white rats (R. norvegicus) based on histopathological features and Cox-2 inhibitors.
Aktivitas Superoxide Dismutase pada Serum Darah Babi Landrace yang Disembelih dengan Metode Electrical Stunning Shabrina Fauzia Prayoga; Kuncoro Puguh Santoso; Nove Hidajati; Faisal Fikri; Maya Nurwartanti Yunita; Muhammad Thohawi Elziyad Purnama
Jurnal Veteriner Vol 22 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.263 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.2.168

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menentukan aktivitas Superoxide Dismutase (SOD) pada babi Landrace yang disembelih dengan metode stunning dan non-stunning. Sebanyak 18 ekor babi Landrace jantan dewasa yang telah dikebiri dengan masing-masing bobot 115±20 kg dibagi menjadi dua kelompok, yakni stunning dan non-stunning dengan pengujian serum pada pre dan post treatment. Electrical stunning dilakukan dengan aliran listrik pada dua elektroda sebesar 220 volt dan 1,3 ampere. Sampel darah diambil sebanyak 3 mL, kemudian diuji aktivitas SODnya.. Hasil aktivitas SOD dianalisis dengan uji T berpasangan untuk membandingkan aktivitas SOD serum antara stunning dan non-stunning pada fase pre dan post treatment. Hasil stunning menunjukkan penurunan signifikan (p<0,05) aktivitas SOD sebesar 56,12±54,47 dibandingkan non-stunning sebesar 137,84±66,63. Aktivitas SOD yang rendah tampak signifikan (p<0,05) juga pada pre-treatment dibandingkan dengan post-treatment. Dapat disimpulkan bahwa penyembelihan dengan metode electrical stunning menurunkan aktivitas SOD pada serum babi Landrace.
Efektivitas Kitosan dari Limbah Kulit Udang terhadap Angiogenesis dalam Penyembuhan Luka Eksisi pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Efin Windi Dayanti; Arimbi Arimbi; Maya Nurwartanti Yunita; Hani Plumeriastuti; Muhammad Thohawi Elziyad Purnama; Prima Ayu Wibawati
Media Kedokteran Hewan Vol. 32 No. 2 (2021): Media Kedokteran Hewan
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mkh.v32i2.2021.60-69

Abstract

Luka eksisi adalah luka yang disebabkan akibat terpotongnya jaringan oleh benda yang tajam (Partogi, 2008). Kitosan mampu sebagai zat dalam penyembuhan luka salah satunya dalam proses angiogenesis. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas salep kitosan dari limbah kulit udang terhadap angiogenesis dalam penyembuhan luka eksisi pada tikus putih jantan. Sebanyak dua puluh ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan dibagi ke dalam lima kelompok perlakuan yaitu K+ luka eksisi dengan pemberian povidone iodine, K- luka eksisi dengan pemberian salep tanpa kitosan, P1 luka eksisi dengan pemberian salep kitosan 1,5%, P2 luka eksisi dengan pemberian salep 2,5% dan P3 luka eksisi dengan pemberian salep kitosan. Terapi diberikan sehari sekali selama tujuh hari. Hasil data rata-rata jumlah pembuluh darah baru dianalisis dengan uji Anova yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p<0,05) dan dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Differences). Kelompok P1 dan P2 tidak memiliki perbedaan yang nyata, tetapi berbeda nyata dengan kelompok K+, K- dan P3. Kesimpulan dari penelitian ini kitosan efektif dalam meningkatkan jumlah pembuluh darah baru pada proses penyembuhan luka eksisi.