Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisa Penggunaan WebRTC dan Websocket pada Real Time Multiplayer Online Game Tradisional Ceki Gede Humaswara Prathama; Ni Made Ary Esta Dewi Wirastuti; Yoga Divayana
Jurnal Teknologi Elektro Vol 18 No 1 (2019): (Januari - April) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3007.293 KB) | DOI: 10.24843/MITE.2019.v18i01.P07

Abstract

Ceki is one of the traditional card games that has been quite popular in Malaysia, Singapore and Indonesia. In Bali the game of ceki has become a tradition, where the game is played when there is community activity. Multiplayer online games are one way to introduce and develop traditional games to be more interesting to play. The problems that are often faced to develop multiplayer online games include the latency problems that are different from each player so that it can interfere with games from other players who have better latency. In this study, a real time multiplayer online game will be built to play traditional games. discussing how the rules of traditional games obtained from the rules of the Balinese game will be applied to the game engine from online multiplayer games, how to implement online game multiplayer architecture on client-server and peer to peer web-browsers. The focus of this research is on the performance of the use of websocket and webRTC on latency and bandwidth usage for data synchronization that supports real time multiplayer online games based on peer to peer. The results obtained from this study see the average latency needed to synchronize data between websocket compared to webRTC is very significant. The number of players has no effect on latency in both websocket and webRTC.
Sistem Pakar Diagnosa Awal Penyakit Mata (Penelusuran Gejala Dengan Metode Backward Chaining) Gama, Adie Wahyudi Oktavia; Sukadana, I Wayan; Prathama, Gede Humaswara
J-Eltrik Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Eltrik Vol 1, No. 2, November 2019
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/j-eltrik.v1i2.34

Abstract

Keinginan manusia membuat mesin yang memiliki kecerdasan layaknya manusia telah menciptakan suatu ilmu yang disebut artificial intelligence. Sistem pakar merupakan salah satu bidang ilmu artificial intelligence yang dapat mengambil suatu keputusan dimana masalah tersebut memerlukan ahli atau pakar dalam pemecahannya. Penelitian ini mengembangkan sistem pakar untuk melakukan diagnosa awal penyakit mata. Mata merupakan organ vital yang harus cepat mendapatkan penanganan pada saat mendapatkan gangguan. Sistem pakar ini menggunakan pengetahuan khusus tentang gejala dari bermacam-macam penyakit mata. Setiap penyakit mata dijabarkan detail gejalanya yang didapat dari buku serta wawancara dengan dokter spesialis mata. Sistem ini bekerja dengan cara konsultasi yaitu melakukan tanya jawab dimana setiap pertanyaan yang diberikan oleh sistem berasal dari aturan yang ditanamkan. Metode inferensi atau penulusuran yang digunakan adalah backward chaining. Hasil yang diberikan sistem ini adalah berupa diagnosa awal penyakit mata yang mungkin diderita pasien berdasarkan gejala yang dijawab.Keywords: Artificial Intelligence, Sistem Pakar, Backward Chaining, Penyakit Mata, Diagnosa Awal.
RANCANG BANGUN APPLICATION PROGRAMMING INTERFACE MENGGUNAKAN GRAPHQL PADA MULTIPLATFORM APPLICATION Gede Humaswara Prathama; I Gusti Ngurah Darma Paramartha
Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTDuring the last decade the use of APIs has become a mandatory service for web-based applicationdevelopment, in addition to using APIs for communication between applications and database servers,APIs are also used as communication between applications to share data with each other in the B2B(Business to Business) concept. In the current API development, RESTful and SOAP architectures stilldominate where RESTful produces JSON data format and SOAP produces XML data format. In thecurrent development of applications where the use of APIs is used by various platforms such as web,mobile, desktop, smartwatch, IoT devices and other platforms in the same application or data so thatAPI developers who utilize RESTful or SOAP architecture create many versions and API nodes to serveAPI requests from each of these platforms. Not a few developments with limited resources that do notcreate versions or API nodes for each platform at the expense of the performance of the API responseboth from latency, bandwidth and data provided. This research will apply GraphQL architecture indeveloping APIs that are able to serve applications from various platforms, GraphQL can overcomeproblems related to available data and application requirements, minimal use of latency and bandwidthaccording to the needs of each platform as well as documentation and version problems of the API byutilizing the features provided on the GraphQL architecture.Keywords: GraphQL, Multi-platform, API, RESTful, latency, bandwidth.ABSTRAKSelama dekade terakhir penggunaan API menjadi layanan yang wajib disediakan dalam pengembanganaplikasi berbasis web, selain pemanfaatan API untuk komunikasi antara aplikasi dengan database server,API juga dimanfaatkan sebagai komunikasi antar aplikasi untuk saling berbagi data dalam konsep B2B(Business to Business). Dalam pengembangan API saat ini arsitektur RESTful dan SOAP masihmendominasi dimana RESTful menghasilkan format data JSON dan SOAP menghasilkan format databerbentuk XML. Dalam perkembangan aplikasi saat ini dimana penggunaan API digunakan berbagaimacam platform seperti web, mobile, desktop, smartwatch, IoT devices dan platform lain dalam satuaplikasi atau data yang sama sehingga pengembang API yang memanfaatkan arsitektur RESTful atauSOAP membuat banyak versi dan node API untuk melayani permintaan API dari masing-masingplatform tersebut. Tidak sedikit pengembangan dengan keterbatasan resource yang tidakmengkhususkan versi atau node API untuk masing-masing platform dengan mengorbankan performadari response API tersebut baik dari latency, bandwidth maupun data yang disediakan. Penelitian iniakan menerapkan arsitektur GraphQL dalam mengembangkan API yang mampu melayani aplikasi dariberbagai platform, dimana GraphQL dapat mengatasi masalah terkait data yang tersedia dan dibutuhkanaplikasi, penggunaan latency dan bandwidth yang minimal sesuai kebutuhan masing-masing platformserta permasalahan dokumentasi dan versi dari API dengan memanfaatkan fitur-fitur yang disediakanpada arsitektur GraphQL.Kata Kunci: GraphQL, Multi-platform, API, RESTful, latency, bandwidth.
REVIEW ALGORITMA CROWD DETECTION DAN FACE RECOGNITION Gede Humaswara Prathama
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1166.328 KB)

Abstract

Saat ini marak terjadi tindakan kriminal di kota-kota, tindakan kriminal tidak hanya terjadi di daerah sepi namun juga di keramaian. Pihak keamanan tentu sudah disiapkan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di sudut-sudut kota. Pihak keamanan terus meningkatkan quick response terhadap tindakan kriminal di daerahnya. Namun hal tersebut belum cukup untuk menjaga kenyamanan terutama pada keramaian jika tidak dibantu dengan teknologi yang ada saat ini. Crowd detection dan face recognition merupakan teknologi yang sudah banyak digunakan dalam berbagai keperluan pada saat ini. Crowd detection merupakan teknologi untuk mendeteksi gerakan manusia dari sebuah kamera. Sedangkan Face recognition adalah teknologi untuk mendeteksi wajah manusia dari sebuah kamera. Dalam beberapa tahun terakhir, algoritma untuk crowd detection telah mendapatkan minat yang kuat, sehingga berbagai penelitian tentang crowd detection sudah banyak dilakukan dengan berbagai metode. Begitu juga dengan face recognition, telah banyak dilakukan penelitiannya dengan berbagai metode dan algoritma. Pihak keamanan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan dapat memanfaatkan kedua teknologi ini sebagai sarana pendukung untuk meningkatkan quick response dari pihak keamanan.
Instalasi Framework IoT Berbasis Platform Thingsboard di Ubuntu Server Gede Humaswara Prathama; Dhipa Andaresta; Kadek Darmaastawan
TIERS Information Technology Journal Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/tiers.v2i2.3329

Abstract

Teknologi dibuat untuk mempermudah manusia melakukan berbagai jenis pekerjaan. Salah satu teknologi yang sangat populer pada saat ini yaitu Internet of Things. Penerapan teknologi Internet of Things banyak digunakan di berbagai bidang pada saat ini. Salah satu contohnya yaitu di bidang pertanian dan kesehatan. Internet of Things di bidang tersebut biasanya digunakan untuk melakukan monitoring atau sistem kontrol. Untuk mempermudah melakukan kontrol khususnya dalam memperlihatkan hasil data yang dikontrol tersebut , menggunakan Thingsboard adalah salah satu caranya. Thingsboard memiliki dua fungsi utama yaitu sebagai broker di dalam terminologi IoT (core services) dan sebagai penyaji data (web User Interface). Thingsboard juga memberikan beberapa contoh project yang mungkin mendekati kebutuhan dan juga menyediakan installer yang bisa diinstal di komputer contohnya yaitu dengan OS Windows, Linux, atau di Raspberry Pi.
Arsitektur Moisture Meter dengan Capacitive Sensing dan Serverless IoT Untuk Hidroponik Fertigasi I Wayan Aditya Suranata; I Gede Humaswara Prathama
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 5 No 2 (2021): April 2021
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29207/resti.v5i2.2993

Abstract

The current agricultural systems generally uses chemical fertilizers as a growth booster in order to meet the global food needs of 7 billion people and all of their livestock. But unfortunately not all are aware of the great danger behind such an overuse, unmetered application of chemical fertilizers, freely in an open field for the survival of the planet and its population. Thanks to technological advances, especially in the field of instrumentation and communication technology, the problem of increasing efficiency and avoiding such overuse should be minimized properly. In this study, the researchers tried to apply capacitive moisture sensor technology and serverless Internet of Things to the moisture meter instrument in the hydroponic drip fertigation system with roasted husk planting media. Capactive sensor technology has the advantage of corrosion resistance when applied to planting media containing high humidity and low alkalinity. By using a serverless IoT architecture, it is possible to monitor from anywhere via the internet, without involving complicated and expensive infrastructure. Based on the results of the prototype testing, it is known that the instruments built can work properly. The results of monitoring system conditions such as temperature and free heap appear stable. The reading results of the two sensors also run steadily, without fluctuations and variations in the reading that exceed 5%. The process of remote monitoring and data logging to serverless IoT is monitored to be stable with a data recording success rate of 99.8%.