Subagiyo Subagiyo
Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Respon Bakteri Nitrifikasi Terhadap Penggunaan Jerami Dan Katul Sebagai Priming Agent Untuk Meningkatkan Laju Respirasi Tanah Tambak Udang Subagiyo Subagiyo; Wilis Ari Setyati
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 7, No 3 (2002): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.89 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.7.3.147-151

Abstract

Penelitian tentang respon bakteri nitrifikasi terhadap penggunaan jerami dan katul sebagai priming agent untuk meningkatkan laju respirasi tanah tambak udang telah dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap. Ada 2 perlakuan yang dibandingkan yaitu pemberian jerami dan pemberian katul, masing-masing dengan 4 sub perlakuan yaitu pemberian jerami atau katul dengan dosis masing-masing 0 kg/m2, 0,2 kg/m2, 0,3 kg/m2, dan 0,4 kg/m2. Penelitian dilakukan menggunakan bejana respirasi yang diisi dengan tanah dasar tambak udang pasca panen. Jumlah bakteri nitrifikasi dihitung dengan metode MPN menggunakan medium mineral untuk bakteri nitrifikasi. Hasil penelitian menunjukan adanya respon peningkatan pertumbuhan bakteri nitrifikasi tanah tambak udang akibat perlakuan penggunaan jerami dan katul sebagai agensia priming agent untuk meningkatkan laju respirasi tanah tambak udang. Respon ini ditunjukan dengan adanya kecenderungan jumlah bakteri nitrifikasi pada perlakuan pemberiaan jerami dan katul yang lebih tinggi dibandingkan tanah yang tidak mendapat perlakuan pemberian jerami dan katul. Pada kondisi penelitian ini respon bakteri nitrifikasi tertinggi terjadl pada perlakuan pemberian jerami atau katul pada dosis 0,2 kg/m2. Hal ini ditunjukan dengan kecenderungan jumlah bekteri nitritikasi yang paling tinggi pada perlakuan pemberian jerami atau katul.Kata kunci: bakteri nitrifikasi; tanah tambak; priming agent; katul; jerami  An experiment was done to assay nitrifier responses on straw and bran application as priming agent to increase pond soil respiration rate. The experiment was done by using complete randomized design. Straw and bran as treatment was applied on sample soil at 0,1 kg/m2, 0,2 kg/m2, 0,3 kg/m2. Soil were placed in respiration chambers (500 ml becker glass) was respended above soil surface, and 50 ml of 1.00 N NaOH was pipetted into the backer glass. Respiration chambers were sealed. Nitrifier enumeration was done by MPN method. The experiment showed that increased of number of nitrifier as responds on application of straw and bran. In experiment condition the highest number of nitrifier along time of experiment was happened in application of straw or bran on 0,2 kg/m2 in dosage.Keywords: Nitrifier; straw; bran; pond soil; priming agent
Effects Of pH, Temperature And Salinity In Growth And Organic Acid Production Of Lactic Acid Bacteria Isolated From Penaeid Shrimp Intestine Subagiyo Subagiyo; Sebastian Margino; Triyanto Triyanto; Wilis Ari Ari Setyati1,2
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 20, No 4 (2015): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.377 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.20.4.187-194

Abstract

Bakteri asam laktat telah lama dikembangkan sebagai probiotik. Penentuan kondisi lingkungan yang optimum untuk pertumbuhan sel serta asam organik memberikan gambaran aktivitas optimum untuk kinerja probiotik baik dalam sistem fisiologi inang maupun dalam sistem bioproses untuk produksi sel dan metabolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor lingkungan (pH, suhu dan salinitas) terhadap pertumbuhan dan produksi total asam organik tiga isolat bakteri asam laktat yang telah diseleksi dari intestinum udang penaeid. Eksperimen menggunakan  medium deMan, Rogosa and Sharpe (MRS) cair. Perlakuan pH awal meliputi  nilai pH 4, 5 dan 6. Perlakuan suhu meliputi suhu 25, 30 dan 35OC serta perlakuan salinitas  meliputi salinitas 0,75 %, 1,5 % dan 3 %.  Setiap interval 6 jam dilakukan pengambilan sampel kultur bakteri dan penghitungan pertumbuhan berdasarkan perubahan optical density (pada panjang gelombang 600 nm) sedangkan produksi asam laktat dianalisis dengan metode titrimetrik menggunakan NaOH 1 N sebagai larutan titrasinya. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa suhu, pH awal dan salinitas berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi asam organik. Nilai kondisi lingkungan terbaik untuk pertumbuhan dapat berbeda dengan nilai terbaik untuk produksi asam organic. Hal ini ditunjukan oleh nilai laju pertumbuhan dan produksi asam laktat tertinggi dari tiga isolat uji terjadi pada suhu, pH awal dan salinitas yang berbeda.  Isolat L12 tumbuh optimum pada suhu 30oC, pH awal 6 dan salinitas 0,75%. Isolat L14 tumbuh optimum pada suhu 30oC, pH awal 6 dan salinitas 1.5%. Isolat L 21 tumbuh optimum pada suhu 30 oC, pH awal 6 dan salinitas 1.5%. Kata kunci: bakteri asam laktat, suhu, pH, salinitas, asamorganik, pertumbuhan, Lactic acid bacteria are widely distributed in intestinal tracts of various animals where they live as normal flora.Strains of lactic acid bacteria are the most common microbes employed as probiotics, The optimum condition for growth are important to mass production and to determined parameters most suitable for growth. The effects of  temperature, pH and salinity on the growth and production of lactic acid from the three shrimp intestinal lactic acid bacteria isolates were conducted using bacth culture in a flask. These variables for growth were determined based on the growth curves and lactic acid production. Data from the flask batch experiment demonstrated that the best initial pH and temperature  for growth of isolat L12 ,L14 and L21 were found to be pH 6 and 30 OC.  Salinity (NaCl concentration) 0,75% were the best for growth of isolat L12. Salnity  1,5 % were best for growth of isolat L14 and L21. Key words : growth, temperature, pH, salinity, lactic aid bacteria