Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PERANAN KELUARGA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA (Studi di SD Negeri 22 Mengkudu Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas) karmawan, karmawan
JPMIS Sosiologi
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.363 KB)

Abstract

SD Negeri No. 22 Mengkudu termasuk sekolah yang diminati. Semuanya, tidak lepas dari usaha pihak sekolah serta kondisi masyarakat disekitarnya yang mendukung keberadaan sekolah tersebut. Keadaan yang menarik untuk diteliti adalah mayoritas orang tua siswa dan masyarakatnya bekerja sebagai petani, tetapi kenyataannya siswa diluar jam sekolah senang bermain dan menonton hiburan dari pada belajar. Adapun masalah penelitian ini terkait tentang hambatan orang tua dalam motivasi anaknya, solusi orang tua dalam motivasi anaknya dan kerjasama orang tua dengan pihak sekolah dalam memotivasi anaknya untuk belajar di lingkungan SDN 22 Mengkudu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan Kualitatif. Data utamanya Orang tua siswa dan data tambahan pihak sekolah dan siswa. Teknik pengambilan sampelnya dengan purposive sampling, berupa 50 responden Orangtua siswa dan seorang guru kelas dan kepala sekolah. Setting penelitian dimana peneliti mengungkapkan status sebagai peneliti agar responden dapat memberikan informasi yang objektif. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani sehingga mempengaruhi peranan orang tua dalam mendidik anaknya diluar jam sekolah. Waktu penelitian selama empat bulan. Teknik pengumpulan data meliputi (a) observasi, (b) wawancara, (c) dokumentasi. Analisa data berupa reduksi dan disply data. Pengecekan Keabsahan Data berupa triagulasi dan member check. Hasil dari penelitian ini ditemukan : (a) Hambatan orang tua dalam memotivasi anaknya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa berupa kesibukan kerja orang tua ke sawah. (b) Kurangnya pemahaman orang tua pentingnya dukungan belajar sehingga belum ada bentuk yang tepat dilakukan orang tua dalam motuvasi anaknya . (c) Kerjasama yang dilakukan pihak sekolah untuk menjalin kerjasama dengan orang tua dengan mewajibkan setiap siswa untuk melaksanakan jam wajib belajar dimalam hari ditempat masing-masing. Khusus, untuk menghadapi Ujian Nasional siswa juga diwajibkan mengikuti pelajaran tambahan / les private di Sekolah. Secara teknis dalam kegiatan ini setiap siswa dibekali buku kegiatan didalamnya siswa menuliskan setiap kegiatan les yang ia lakukan dengan ditandatangani guru les dan orang tuanya dengan tujuan untuk mengontrol siswa tersebut bahwa mereka keluar rumah benar-benar untuk mengikuti pelajaran tambahan/les private dan bukan untuk pergi bermain. Kata Kunci : Peranan Keluarga, Motivasi Belajar, Siswa
Pendekatan Keagamaan Mediator Terhadap Para Pihak Dalam Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Karmawan, Karmawan
Alim | Journal of Islamic Education Vol 1 No 1 (2019): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51275/alim.v1i1.134

Abstract

The religious knowledge possessed by the mediator becomes the basis for the case in the religious court, the religious court provides space for the mediator to improve his ability so that the mediated case is not in the form of a decision from a panel of judges but in the form of a peace deed. The mediator uses a religious approach to be understood by the parties considering separating. Because the religious approach is considered more rational in the family problem back to the teachings of Islam, not disagree with each other. The mediator of the religious court provides religious knowledge in the form of advice to the parties in the event of a divorce which is certainly sacrificed by the problems of the position of husband and wife, issues of property and status of children who are victims of the separation of their parents
HUKUM BERKEADILAN DINAMIKA NILAI-NILAI KEADILAN DALAM PERKARA PERDATA ISLAM DI PENGADILAN AGAMA Karmawan, Karmawan; Suhaeny, Suhaeny; Nurhalimah, Nurhalimah
Islamika : Jurnal Agama, Pendidikan dan Sosial Budaya Vol 13 No 2 (2019): Juli-Desember
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.338 KB) | DOI: 10.33592/islamika.v13i2.341

Abstract

AbstrakTujuan penulisan ini menganalisis keadilan setiap perkara yang masuk di pengadian agama karena masih banyaknya masyarakat kurangnya keadilan terhadap putusan pengadilan agama yang dirasakan, sudah seharusnya menjadi perhatian serius bagi seorang hakim di pengadilan agama memutus perkara peradata Islam secara adil dan bijak. Dengan adanya putusan yang adil dalam setiap perkara maka masyarakat berkeyakinan dan beranggapan bahwa yang dilakukan pengadilan agama sebatas memberikan pelayanan, penegakkan hukum, kepastian hukum serta menciptakan rasa keadilan bagi warga Negara Indonesia, khususnya umat Islam. Dan juga bertujuan agar Peradilan Agama memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana tertera dalam peraturan perundang undangan. Nilai-nilai keadilan tentu harus diutamakan oleh pengdilan agama agar tidak terjadi multi tafsir dikalangan masyarakat karena masyarakat mengharapkan setiap perkara yang diputuskan melalui hakim di lembaga peradilan menjadi oasis yang sangat diharapkan menuju peradilan yang professional dan berkeadilanAbstractThe purpose of this paper is to analyze the fairness of each case that enters religious prosecution because there are still many people lacking justice in the perceived religious court ruling, it should be a serious concern for a judge in a religious court to decide a case of Islamic justice in a fair and wise manner. With a fair decision in every case, the community believes and believes that what is done by the religious court is limited to providing services, law enforcement, legal certainty and creating a sense of justice for the citizens of Indonesia, especially Muslims. And also aims that the Religious Courts have the ability to carry out their duties and functions as stated in the legislation. The values of justice certainly must be prioritized by religious justice so that there will not be multiple interpretations among the community because the public expects that every case decided through a judge in a judicial institution becomes an oasis that is highly expected to lead to a professional and fair trial.
PROFESIONALISME HAKIM DALAM PENYELESAIAN PERKARA PERDATA ISLAM DI PENGADILAN AGAMA PROVINSI BANTEN Karmawan, Karmawan
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol 3, No 2 (2019): Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.82 KB) | DOI: 10.36671/mumtaz.v3i2.43

Abstract

This study aims to analyze the professionalism of judges in religious courts in Banten province. Then this study also examines judges' decisions in accordance with the 1945 constitution based on Pancasila to realize a prosperous, safe, peaceful and orderly life order in the life of the people. In order to realize such a way of life and guarantee equality of citizens' position in the law, efforts are needed to uphold justice, truth, and legal certainty that are able to protect the community. In the context of upholding the law and justice of Islamic civil cases in the Banten provincial court, professionalism of judges is needed as a condition for judges to implement decisions in accordance with the values of truth and responsibility as fair judges. Professional judges can provide guidance for many people depending on the professionalism of the judge. For this reason, Islamic Shari'ah has placed the position of judge as a very noble position, to which he is given the freedom to do jihad in enforcing law and justice.
DISKURSUS MEDIASI DAN UPAYA PENYELESAIAN PERDATA ISLAM DI INDONESIA Karmawan, Karmawan
Islamika : Jurnal Agama, Pendidikan dan Sosial Budaya Vol 12 No 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/islamika.v12i1.375

Abstract

AbstrakMediasi memberikan nilai-nilai budaya dalam masyarakat Indonesia dan menjunjung tinggi nilai-nilai ketimuran yang lebih medahulukan musyawarah mufakat dari pada melalui pengadilan yang akan memberikan kerugian kepada kedua belah pihak dan dapat diimplementasikan dalam mediasi di pengadilan Agama yang lebih efisien dan efektif.Terkait hukum Islam, upaya mendamaikan orang-orang yang bersengketa merupakan perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW kepada umat manusia. Hal ini bertujuan agar manusia selalu menghadapi permasalahan dengan kepala dingin dan bukan dengan kekerasan sehingga terciptanya ketentraman dalam kehidupan manusia, khususnya permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga. Bahkan prinsip dan nilai damai yang diderivasi dari tradisi ajaran Islam, akan mampu menyelesaikan konflik, baik dalam lapangan sosial maupun politik.
JIHAD PEREMPUAN DALAM TRADISI MAKNA Karmawan, Karmawan
Islamika : Jurnal Agama, Pendidikan dan Sosial Budaya Vol 12 No 2 (2018): Juli-Desember
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/islamika.v12i2.409

Abstract

AbstrakKeterlibatan kaum perempuan dalam jihad perang sebagaimana yang berlangsung pada masa Nabi SAW., menurut pandangan klasik dibatasi pada wilayah “pembantu” atau untuk kerja-kerja ringan, seperti merawat prajurit yang luka, memasak dan melayani kebutuhan tentara. Jihad perempuan dalam pandangan lain adalah dirumah, mengurus dan melayani suami serta rumah tangganya. Pandangan ini juga memperoleh legitimasi dari hadits Nabi SAW., yang artinya “sampaikan kepada kaum perempuan yang kamu jumpai, bahwa ketaatannya kepada suami dan pengakuan atas hak-haknya adalah sebanding dengan itu (jihad).Dalam Al-Qur’an, pria dan perempuan sederajat dalam iman dan martabat. Dalam hal ini dijelaskan bahwa wacana-wacana feminis yang ada lebih terpusat pada isu-isu dasar ketidaksetaraan dalam teks dan praktek fiqh Islam. Tujuannya adalah untuk mencapai hubungan yang seimbang, hak asasi manusia, dan hak-hak sipil dan politik.
MEDIASI PENYELESAIAN PERKARA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN Karmawan Karmawan
istinbath Vol 18 No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1684.738 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penyelesaiansengketa perdata Islam melalui mediasi dengan cara menganalis faktor-faktoryang menentukan keberhasilan dan kegagalan perkara yang diselesaikanmelalui mediasi di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama Banten.Faktor keberhasilan mediasi dikarenakan adanya itikad baik para pihak, Jenissengketanya mudah, dan hakim mediator membantu mencapai kesepakatan.Dan kegagalan mediasi disebabkan para pihak tidak mau berdamai, minimnyapengetahuan hakim terhadap teknik-teknik mediasi bahkan ada anggapanbahwa tugas pokok hakim adalah memutus perkara, dan peran advokat yangtidak mendukung terjadinya perdamaian. Kesimpulan dalam penelitian iniadalah bahwa semakin banyak penyelesaian perkara melalui mediasi makasemakin tinggi tingkat keadilan yang dirasakan, dan terpenuhinya asasperadilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan mengedepankan keadilandalam masyarakat.