Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN PINELENG Dien, Raymond Apolinaris; Warouw, Fella; Karongkong, Hendriek H.
SPASIAL Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besarnya perubahan lahan ke permukiman mengindikasikan perkembangan permukiman di wilayah Pinggiran Kota. Pertambahan penduduk yang tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan menyebabkan banyak penduduk yang akan memanfaatkan lahan untuk permukiman yang tidak sesuai dengan karakteristik lahan permukiman. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu arahan pengembangan penggunaan lahan permukiman, dalam pengembangan lahan permukiman yang baru dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk Mengevaluasi kesesuaian lahan kawasan permukiman dan Menganalisis kesesuaian lahan untuk pengembangan permukiman di Kecamatan Pineleng. Metode analisis yang digunakan adalah dengan cara deskriptif dan superimpose (overlay) data-data fisik dasar yang berkaitan dengan kesesuaian lahan untuk permukiman, kemudian dioverlay lagi dengan kawasan lindung dan arahan rencana pola ruang kawasan budidaya sehingga dapat menetapkan arahan pengembangan penggunaan lahan permukiman berdasarkan karakteristik lahan yang sesuai untuk di kembangkan. Hasil studi, berdasarkan penjumlahan parameter kesesuaian lahan didapatkan tiga fungsi lahan yaitu lahan yang sesuai untuk permukiman, lahan sesuai bersyarat untuk permukiman dan tidak sesuai untuk permukiman. Berdasarkan (overlay) kesesuaian  lahan, kawasan lindung dan arahan rencana kawasan budidaya pengembangan penggunaan lahan permukiman di Kecamatan Pineleng dapat diarahkan pada bagian wilayah Warembungan, Pineleng Satu karena memiliki daya dukung lahan yang sesuai.Kata Kunci : Permukiman, Lahan, Kesesuaian Lahan, Pengembangan Lahan
ANALISIS SPASIAL TINGKAT KERENTANAN BENCANA GUNUNG API LOKON DI KOTA TOMOHON Gosal, Lisa Christie; Tarore, Raymond Ch.; Karongkong, Hendriek H.
SPASIAL Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Lokon merupakan gunung api aktif yang terletak di Kota Tomohon dengan tipe gunung A atau stratovolcano. Bahaya primer letusan Gunung api Lokon (bahaya langsung akibat letusan) adalah luncuran awan panas, lontaran piroklastik (bom vulkanik, lapilli, pasir dan abu) dan mungkin aliran lava. Sedangkan bahaya sekunder (bahaya tidak langsung akibat letusan) adalah lahar hujan yang terjadi setelah letusan dan apabila turun hujan lebat di sekitar puncak. Oleh karena itu, untuk meminimalisir dampak dari bencana tersebut diperlukan analisis mengenai tingkat kerentanan yang sangat berkaitan dengan penilaian resiko sebagai upaya penanggulangan bencana untuk perencanaan dan pengembangan daerah Kota Tomohon. Tujuan dari penelitian ini adalah teridentifikasinya tingkatan kerentanan bencana letusan gunung api dan diperolehnya rekomendasi – rekomendasi tentang penanganan di kawasan terdampak Gunung api Lokon. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan kuantitatif dengan melakukan analisis spasial. Sesuai dengan analisis tersebut, maka dalam menganalisis tingkat kerentanan menggunakan metode pembobotan nilai terhadap aspek fisik bangunan, sosial kependudukan, ekonomi dan lingkungan yang parameter pembentuknya berdasarkan PERKA BNPB No. 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana, sehingga diperolehnya indeks penduduk terpapar dan indeks kerugian dari dampak bencana. Analisis kerentanan diolah dalam SIG (Sistem Informasi Geografis) untuk mengklasifikasikan nilai kerentanan yang paling tinggi hingga paling rendah. Berdasarkan hasil studi, didapat 2 hal yaitu; persebaran tingkat kerentanan di Kota Tomohon terbagi atas 3 kelas dan yang menjadi pembahasan adalah kelurahan dengan kelas kerentanan tinggi (8 kelurahan) dan rekomendasi – rekomendasi penanganan di wilayah rentan bencana letusan Gunung api Lokon. Kata Kunci : Gunung api, Spasial, Tingkat Kerentanan Bencana, Mitigasi
REGENERASI MUSEUM NEGERI PROVINSI SULAWESI UTARA (PENERAPAN KONSEP REKAM JEJAK J. MAYER H. SEBAGAI STRATEGI DESAIN ) Rantung, Septian K.; Erdiono, Deddy; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manado adalah kota ekowisata dan merupakan salah satu kota berkembang di dunia dimana terdapat peninggalan-peninggalan sejarah maupun budaya daerah dalam jumlah yang besar berada di dalam Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara, namun seiring dengan perkembangan zaman, nilai-nilai sejarah dan budaya yang masih dilestarikan dan dipamerkan di museum mulai dilupakan oleh penduduk setempat sehingga kebudayaan daerahpun mulai ditinggalkan oleh generasi-generasi dewasa ini. Oleh sebab itu guna meningkatkan minat dan kepedulian masyarakat akan pelestarian kesenian dan kebudayaan di Sulawesi Utara, dalam rangka menghadirkan dan menghidupkan kembali kegiatan pemeliharaan dan rekreasi museum ini, maka perlu adanya upaya regenerasi sepenuhnya baik itu lingkungan, bangunan, maupun fungsi yang ada serta mewadahi kebutuhan masyarakat saat ini dengan fasilitas penunjang yang baru dan bekerjasama dengan pihak swasta untuk menghadirkan museum dengan konsep baru dan berdasarkan pada strategi rekam jejak dari arsitek asal jerman yaitu Jurgen Mayer H. yang berupa duplikasi, rotasi dan mutasi sehingga bisa menciptakan museum dengan suasana rekreatif sekaligus edukatif dalam pembangunan museum ini. Kata kunci : Regenerasi, Museum, Provinsi Sulawesi Utara, Rekam Jejak, J. Mayer H
PLANETARIUM DAN OBSERVATORIUM DI MANADO. “ KONSEPSI TATA SURYA DALAM GUBAHAN BENTUK DAN RUANG ARSITEKTURAL ” Estherlita, Kawinda T.; Gosal, Pierre H.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Planetarium dan Observatorium berperan penting dalam tingkat kemajuan ilmu pengetahuan di bidang astronomi. Planetarium merupakan tempat memperagakan simulasi pergerakan susunan bintang dan benda-benda langit. Sementara itu Observatorium adalah  tempat yang dilengkapi perlengkapan untuk melihat dan mengamati langit. Kedua objek ini dapat menjadi suatu tujuan wisata rekreasi dan bersifat edukatif. Dalam penerapannya pada desain, suatu konsep tata surya memperhatikan teori pembentukan yang ada pada tata surya, konsep sirkulasi, massa bangunan, tekstur, warna, simpangan dan ukuran dari bentuk yang mengilhami suatu konsep. Minat akan astronomi di kota Manado semakin pesat dan berkembang tapi tidak diimbangi pengatahuan dan fasilitas yang mendukung perkembangan astronomi di daerah ini. Dengan hadirnya Planetarium dan observatorium ini dapat menjadi ikon yang berperan besar dalam merangsang peningkatan sektor pariwisata daerah Manado dan sekitarnya serta menjadi daya tarik masyarakat dalam melepas kepenatan terhadap aktivitas sehari-hari. Kata Kunci : Planetarium, Observatorium, Tata Surya
PENTECOSTAL CENTER DI MANADO ‘SACRED SPACE IN ARCHITECTURE’ Bela, Elisabet; Tungka, Aristotulus E.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan orang kristen akan fasilitas kerohanian  merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan vital. Kebutuhan rohani dapat ditunjang melalui sarana dan prasarana peribadatan dan kegiatan-kegiatan keagamaan yang bukan hanya terbatas pada gedung gereja saja. Bangunan religius mewadahi kegiatan Jemaat dan Tuhan serta antar sesama Jemaat.Manado merupakan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara yang menjadi salah satu daerah dengan jemaat GPdI terbanyak di Indonesia. Banyaknya jumlah Jemaat ini memberi gambaran bahwa pertumbuhan Jemaat terus meningkat. Bertumbuh dan berkembangnyanya Jemaat GPdI di Sulawesi Utara menggambarkan bahwa pelayanan yang dilakukan dalam kesehariannya  tertuang dalam kegiatan-kegiatan kerohanian yang kreatif dan inovatif. Dalam menunjang kegiatan-kegiatan tersebut dibutuhkan sebuah bangunan bahkan kompleks yang dapat mejadi pusat dari kegiatan kerohanian tersebut. Oleh sebab itu Pentecostal Center menjadi karya arsitektur religi yang dapat memberi kesan sakral yang mampu  meningkatkan hubungan baik antar sesama jemaat GPdI se-Sulawesi Utara maupun hubungan jemaat GPdI Sulut dengan Tuhan menjadi lebih maksimal.Perancangan  Pentecostal Center di Manado ini menggunakan pendekatan tema perancangan “Sacred  Space in Architecture”. Konsep utama perancangan ini adalah diterapkannya Ruang Sakral dengan nilai atau filosofi simbol-simbol Kristiani yang didalamnya mengenai Pentecostal khususnya yang ada dalam cerita-alkitab ke dalam bentuk fisik bangunan, sehingga menciptakan suasana yang religius. Dengan itu pesan keagamaan dapat lebih dipahami dan menyatu dengan penggunanya. Kata kunci: Sacred Space, Kristiani, Pentecostal
ORTHOPAEDIC DAN TRAUMATOLOGY CENTER DI MANADO “Sustainable Healthcare Architecture” Gontung, Anatasya T.; Egam, Pingkan P.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki angka kejadian fraktur terbesar di Asia Tenggara sebanyak 1,3 juta setiap tahunnya dengan jumlah penduduk 238 juta jiwadi Indonesia. Tingginya morbiditas fraktur tulang dan trauma di Indonesia, khususnya Sulawesi Utara secara umum disebabkan beberapa faktor seperti :kelalaian manusia itu sendiri, kendaraan, jalan, maupun lingkungan, serta minimnya jumlah fasilitas khusus kesehatan tulang dan trauma di tengah lingkungan urban kota.Melihat kompleksnya permasalahan di atas dan semakin kuatnya dengan isu global warming, dimana pemakaian listrik di gedung rumah sakit menyumbang 37% total emisi CO2, maka perlu dipertimbangkan perancangan “sustainable”. Transformasi tema pada rancangan objek Orthopaedic dan Traumatology Center di Manado ini bertujuan untuk mewujudkan bangunan pusat sarana rujukan pelayanan kesehatan khusus, lengkap dan terpadu untuk penderita fraktur tulang dan trauma di Kota Manado yang menghadirkan rancangan lingkungan ekologi yang memberikan kesan alami, nyaman dan berkelanjutan secara holistik.Keberlanjutan bukan hanya kewajiban moral untuk penghematan energi, tapi dalam pendekatan desain itu sendiri bermanfaat untuk pasien yang mendorong penyembuhan secara holistik melalui pengelolaan ruang luar yang hijau dan asri, penataan taman untuk terapi physically dan rehabilitasi, penggunaan green roof, daylighting view, double skin facade, penanaman vegetasi alami dan memanfaatkan energi matahari melalui penggunaan solar panel sebagai cadangan energi.   Kata Kunci: Morbiditas, Fraktur, Trauma, Global Warming, Sustainable Heatlhcare.
REDESAIN PASAR TRADISIONAL AMURANG “Optimalisasi Penerapan Konsep Pengelolaan Pasar” Wungow, Tesalonika M.; Mononimbar, Windy; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kota Amurang merupakan ibukota Kabupaten Minahasa Selatan yang memiliki sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan perekonomian kabupaten. Salah satunya kawasan perdagangan yaitu pasar tradisional Amurang. Setelah dievaluasi dari tahun ke tahun kondisi pasar tradisional Amurang saat ini semakin menurun oleh karena berbagai masalah yang muncul berkaitan dengan pengelolaan pasar. Diantaranya, ketidakefektifan gedung pasar, pengolahan utilitas serta masalah kebersihan. Berdasarkan pertimbangan kondisi tersebut, maka pembangunan kembali (redesain) bangunan pasar tradisional Amurang sangatlah dibutuhkan apalagi mengingat pasar ini adalah satu-satunya pasar terbesar yang mewadahi masyarakat kota Amurang dan sekitarnya. Perancangan objek ini menggunakan pendekatan kajian tipologi objek, kajian tematik, dan kajian tapak dan lingkungan. Proses desain objek ini menggunakan proses desain generasi II yang dikembangkan oleh John Zeizel (1981), dimana proses desain merupakan suatu perulangan secara terus menerus dari siklus “imajinasi-presentasi-test”. Untuk mewujudkan gagasan ini, digunakan tema perancangan “Optimalisasi Penerapan Konsep Pengelolaan Pasar” dengan pengaplikasian strategi perancangan berdasarkan ketentuan pengelolaan pasar tradisional yang baik, sehingga menghasilkan sebuah desain yang memberikan kenyamanan bagi penjual dan pembeli sesuai dengan kegiatan yang berlangsung di dalam pasar.   Kata Kunci :   Pasar Tradisional, Pengelolaan Pasar, Redesain
Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Utara di Manado “Ekspresi Arsitektur Minahasa pada Bangunan Perkantoran” Pandeirot, Capriati C.; Poli, Hanny; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sebagai gerbang laut kota tahuna, Pelabuhan Umum Tahuna memiliki andil yang cukup besar, dari survey yang dilakukan didapati luasan terminal sudah tidak mampu menampung jumlah penumpang yang terus meningkat serta sirkulasi ruang dalam dan luar bangunan yang tidak efektif membuat kenyamanan penumpang terganggu, sehingga untuk mengantisipasi terhadap kecenderungan peningkatan kebutuhan pelayanan terminal penumpang pelabuhan tersebut dilakukan upaya penyempurnaan yang diarahkan kepada kualitas system pelayanan. Salah satu upaya pengoptimalan yang ditempuh dari masalah tersebut ialah dengan meredesain dan mengembangkan Terminal Penumpang Pelabuhan Umum Di Tahuna sebagai wadah yang mengakomodasikan kegiatan sirkulasi intermodal kedalam sebuah lokasi. Dari tuntutan fungsional bahwa terminal penumpang pelabuhan merupakan tempat berawal dan berakhirnya suatu perjalanan, sehingga sebagai pintu gerbang dari arah laut hendaknya memperlihatkan bahwa terminal penumpang tersebut bersifat terbuka dan menerima, serta menghadirkan suatu pengalaman dan kesan tersendiri bagi setiap pengguna maupun pengunjung terminal. Berdasarkan aspek tersebut maka perancangan Terminal Penumpang Pelabuhan Umum Di Tahuna dirancang dengan merepresentasikan bentuk-bentuk sebagai suatu tanda, ikon, symbol. Penerapan tematik Sinsign (Semiotika) Oleh Charles Sander Pierce dalam arsitektur memiliki kesesuaian fungsi yang ada pada bangunan terminal penumpang pelabuhan tersebut. Sinsign yang berarti tanda, penanda  berperan sebagai tema perancangan bersadarkan pertimbangan dari beberapa aspek yang akan di transformasikan kedalam bentuk arsitektur modern, sehingga diharapkan bangunan terminal yang dirancang dengan pendekatan Sinsign serta  merepresentasikan komunikasi dan transportasi dalam bentuk, rupa, dan kejadian sekitar nantinya dapat menghasilkan rancangan dengan kriteria kualitas perancangan yang baik. Kata kunci: terminal penumpang pelabuhan umum di tahuna, redesain , sinsign
PENYULUHAN UNTUK PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN PADA BANGUNAN GEDUNG DAN PERMUKIMAN DI KELURAHAN WINANGUN II, LINGKUNGAN 2, MANADO Waani, Judy O.; Karongkong, Hendriek H.
MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 3 (2016)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan IPTEKS bagi Masyarakat (IbM) ini berjudul Penyuluhan untuk Penanggulangan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Permukiman Kelurahan Winangun Dua Lingkungan 2 Kota Manado Sulawesi Utara. Tujuan IbM yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kebakaran yang bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Tujuan lain yaitu untuk melibatkan masyarakat bagaimana mengantisipasi atau menanggulang bahaya kebakaran yang bisa terjadi pada bangunan gedung dan permukiman mereka. Produk lain dari kegiatan ini yaitu menghasikan tulisan ilmiah terkait dengan Sistem Penanggulangan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Permukiman baik dari aspek fisiknya juga pada aspek manusianya. Kegiatan IbM ini dilakukan dengan tiga cara yaitu pendampingan, penyuluhan dan praktek lapangan. Kegiatan ini juga menggunakan nara sumber yang ahli pada bidangnya selain secara teori diberikan oleh dosen yang berasal dari Arsitektur sendiri.  Pertumbuhan bangunan berlantai banyak semakin marak di kota-kota besar maupun kota menengah. Kondisi ini bisa dipahami karena bertambahnya penduduk tapi jumlah luasan lahan/tanah tetap. Fenomena tentang pertumbuhan bangunan berlantai banyak, juga terlihat di Kota Manado. Salah satu bahaya yang perlu diantisipasi pada bangunan vertikal dan horizontal adalah kebakaran bangunan. Proteksi kebakaran terhadap bangunan memang dimulai dari perencanaan sampai pada perancangan bangunan. Tujuan perencanaan dan perancangan, terkait dengan keselamatan bangunan untuk 1) protection of life, 2) protection of building, 3) protection of contents, 4) continuity of operation
MASJID AGUNG KABUPATEN MINAHASA TENGGARA, KECAMATAN BELANG (Langgam Gothic Pada Bangunan Masjid) Rahman, R.; Supardjo, Surjadi; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam penyusunan seminar ini akan membahas tentang gaya Gothic,dimana gaya gothic merupakan suatu bentuk yang simetris dan memiliki ukiran-ukiran/garis yang sangat indah dan memiliki seni yang tinggi, sehingga terfikir untuk mengangkat suatu desain langgam Gothic yang di mana disain tersebut merupakan disain yang umum bagi bangunan-bangunan Gothic cathedral atau identik terhadap bangunan ibadah umat kristiani. Perancangan pada Tugas Akhir ini merupakan sebuah upaya untuk mendisain suatu rancangan atau konsep bangunan masjid, namun dengan menggunakan langgam bangunan Gothic yang akan di aplikasikan terhadap desain bangunan masjid Agung Kabupaten Minahasa Tenggara, Kecamatan Belang. Kata kunci : Langgam GothicTerhadap Bangunan Masjid
Co-Authors . Suryono Adrian A. Tandjung, Adrian A. Afrilia G. Karundeng Agus I. Laoli, Agus I. Almiritia Dalip, Almiritia Alvin J. Tinangon Alvin J. Tinangon Andika E. Bawontea Andy A. M. Malik Angelina E. S. Sihotang Arifin Kamil Aristotulus E. Tungka Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Batara, Chandrika O. Candle D. P. Lang Capriati C. Pandeirot, Capriati C. Chandrika O. Batara Chotijah M. Kusumawati Christine I. Mesakh, Christine I. Claudia S. Punuh Claudio A. A. Laatung Cynthia E. V. Wuisang Danisa W. M. Bataha Deddy Erdiono Dien, Raymond Apolinaris Elisabet Bela, Elisabet Esli D. Takumansang Estherlita, Kawinda T. Fela Warouw Fella Warouw Frits O. P. Siregar Frits O. P. Siregar Gabriel Mawu Gloria M. Poluakan Gontung, Anatasya T. Gosal, Lisa Christie Gratia S. Punuh Hanny Poli Hanny Poli Haribulan, Renhard Ingerid L. Moniaga Ingerid L. Moniaga Ira Pabunnak Johannes Van Rate John C. Jitmau Joseph Rengkung Josias D. Sumangkut, Josias D. Judy O. Waani Judy O. Waani Juita Rerung Julianus A. R. Sondakh Juneyver Lemeng Karouw, Claryta Jeanette V. Kowal, Rolando Rischi Kristania M. Lahu Kyoto M. Bella Leonard J. Ngadiman Leonardo A. Kumayas Lintang, Ridho A. Mailoor, Felicia M. Michael M. Rengkung Micky Kapoh Missela E. Paseki Octavianus Hendrik Alexander Rogi Peggy Egam Pierre H. Gosal Pingkan P. Egam Priscilia R. Lalenoh Putri N. Watulingas R. Rahman Rachel M. Solang Rachmat Prijadi Rachmat Prijadi Rahmat D. Abdullah Raymond Ch. Tarore Raymond D. Ch. Taroreh Rocky B. Wongkar Septian K. Rantung Shelany Suselo Sidadu, Febrianto Surijadi Supardjo Surjadi Supardjo Suryono Tesalonika M. Wungow Triah D. Sarihi Vero A. Lamia, Vero A. Veronika A. Kumurur Verry Lahamendu Vicky H. Makarau Windy M. Nangoy Windy Mononimbar