Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IMPLEMENTASI KETENTUAN WAKTU KERJA BAGI KARYAWAN BANK RAKYAT INDONESIA UNIT SIMBARWARINGIN LAMPUNG TENGAH kartika, Dwi
JURNAL HIMA HAN Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Hukum Administrasi Negara FH UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenagakerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun kebutuhan untuk masyarakat. Pengusaha adalah orang perseorangan, persekutuan, atau badan hukum yang menjalankan suatu perusahaan milik sendiri, bukan milik sendiri atau berkedudukan di luar wilayah Indonesia.Tenaga kerja memiliki aturan waktu kerja yang telah diatur dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 yang dimuat dalam Pasal 77 dan 78. Karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) sering bekerja melewati batas waktu yang telah ditentukan pemerintah dan peraturan perusahaan, seharusnya jika melewati ketentuan waktu kerja, mereka mendapatkan upah lembur akan tetapi mereka tidak mendapatkan upah lembur. Hal ini dianggap tidak sesuai dengan peraturan yang ada dan ini merupakan masalah pokok.Penelitian ini menggunakan dua macam pendekatan, yang dilakukan secara yuridis normative dan pendekatan yuridis empiris. Penelitian ini menggunakan metode penentuan nara sumber, sedangkan data yang digunakan adalah data sekunder, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode deskriftif dan ditarik kesimpulan berdasarkan metode induktif.Berdasarkan hasil penelitian, implementasi ketentuan waktu kerjakaryawan Bank Rakyat Indonesia Unit Simbarwaringin Lampung Tengah baik karyawan tetap maupun karyawan kontrak mentaati peraturan kerja yang sama, yaitu sesuai dengan peraturan perusahaan yang berupa surat edaran direksi dan telah ditetapkan oleh pihak perusahaan. Surat Edaran Direksi  milik Bank Rakyat Indonesia ini tidak bertentangan dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 77. Akan tetapi masa berlaku surat edaran direksi tersebut perlu diperbaharui dan disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Faktor yang penghambat dan pendorong implementasi ketentuan waktu kerja karyawan Bank Rakyat Indonesia adalah kultur dari masyarakat serta kebiasaan masyarakat yang berada di wilayah kecamatan trimurjo yang masih sangat tradisional.
Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Usia Kawin Pertama Wanita di Kecamatan Bangli Kartika, Dwi; Wenagama, I Wayan
E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana Vol. 5, No. 3, Maret 2016 (pp.316 - 384)
Publisher : E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.796 KB)

Abstract

Uncontrolled population growth can lead to social problems in society such as poverty. One of the causes of the population growth is high birth rate, one of which was caused by decreasing age of first marriage. The research aims to determine the effect of education, work status and income on age at first marriage in the District Bangli. Data collected by observation, questionnaires and interviews unstructured. The sampling technique proportionate stratified random sampling with a sample of 99 respondents. The analysis technique used is multiple linear regression. The results showed that education, work status, and income simultaneously significant effect on age at first marriage of women in the District of Bangli. Then partially education, work status, and income positive and significant impact on the age at first marriage in the District Bangli.
Optimizing Conditions to Cholesterol Adsorbed with Carboxymethyl Chitosan Mardiyah Kurniasih; Dwi Kartika; Riyanti Riyanti
Molekul Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.921 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2016.11.1.200

Abstract

A research on optimizing conditions to cholesterol adsorbed have been performed. Optimization was performed by varying: contact time, adsorbent weight and temperature of the system's. A full factorial experimental design was used in this study. Characterization performed on the synthesized chitosan and carboxymethyl chitosan including FTIR, water content, ash content, solubility, porosity, and swelling effect. The results showed that carboxymethyl chitosan able to adsorb cholesterol under conditions optimal adsorbent with cholesterol ratio (1:200) with a contact time of 90 minutes at temperature of 40 °C. Meanwhile, at a temperature of 55 °C carboxymethyl chitosan capable of adsorb cholesterol under conditions optimal adsorbent with cholesterol ratio (1:300) with a contact time of 30 minutes. Chitosan and carboxymethyl chitosan synthesized has a water content of 7.4 and 10.2%, ash content of 0.14 and 2.29%, solubility in distilled water at 1.10-5and 1.98.10-3%, solubility in acetic acid 0.02 and 0.04%, porosity at 88.3% and 88.8%, and swelling at 163.13 and 182.98%.
Comparison Analysis on the Success Rate of NPF and NPL in Microfinancing: Study Case of Bank Rakyat Indonesia (BRI) and BRI syariah Atiqi Chollisni Nasution; Dwi Kartika
ISLAMINOMICS: JOURNAL OF ISLAMIC ECONOMICS, BUSINESS AND FINANCE Vol 4, No 2 (2013): ISLAMINOMICS: Journal of Islamic Economics, Business and Finance
Publisher : STES Islamic Village

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47903/ji.v4i2.18

Abstract

This study aims to investigate and demonstrate empirically on thesuccess rate ratio of non-performing loan (NPL) or non-performingfinancing (NPF) micro financing between PT. BRISyariah Bankand PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., During the periodDecember 2009 to 2012. This study is a comparative descriptivestudy. The data are secondary data in the form of financialstatements of earning assets by Bank Indonesia. Data analysis wasperformed using analysis of the ratio of Non Performing Financing(NPF) and NPL. Techniques analysis which used to compare thelevel of success NPF of microfinance BRI Shariah and BRI isMann-Whitney Test Method. The result shows that there aresignificant differences in the success rates of NPF micro financingbetween BRI Shariah and BRI. The study also concludes that thelevel of NPF/NPL of BRI Shariah is more eminent compare to BRI.However, refers to the provisions of Bank Indonesia that healthyor good NPF/NPL is ≤ 5%, BRI is still in ideal condition.
Adsorpsi Kolesterol Lemak Sapi dengan N-Metil Kitosan Mardiyah Kurniasih; Tien Setyaningtyas; Dwi Kartika; Ende Hopsah Badriyah; Kapti Riyani
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v12i2.9058

Abstract

N-metil kitosan merupakan derivat kitosan. Muatan polikationik N-metil kitosan dapat bereaksi dengan muatan negatif seperti kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk sintesis N-metil kitosan dan mempelajari adsorpsi kolesterol oleh N-metil kitosan. Dalam penelitian ini telah dilakukan sintesis N-metil kitosan dari kitosan yang memiliki derajat deasetilasi sebesar 95% melalui mekanisme reduktif aminasi. Berdasarkan hasil sintesis diperoleh N-metil kitosan dengan kadar air sebesar 5,17%, bobot molekul 130.106,8 g/mol, dan indeks swelling 495,039%. N-metil kitosan kemudian diuji kemampuan adsorpsinya terhadap kolesterol. Studi adsorpsi berupa kinetika dan isoterm adsorpsi juga telah dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian, adsorpsi kolesterol menggunakan N-metil kitosan mengikuti model adsorpsi isoterm Freundlich yang menunjukkan bahwa adsorpsi terjadi pada sistem yang heterogen dan lapisan adsorpsi yang terbentuk bersifat multilayer. N-metil kitosan memiliki kemampuan adsorpsi terhadap kolesterol dalam lemak sapi sebesar 11,61 mg/g pada kondisi adsorpsi terbaik yaitu panjang gelombang maksimum 565,3 nm dengan waktu kontak 40 menit dan perbandingan konsentrasi adsorben dengan adsorbat 1:300.