Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ASUHAN MANDIRI PEMANFAATAN TANAMAN OBAT TRADISIONAL DI DESA BUKIAN, BALI Pande Ayu Naya Kasih Permatananda
Dharmakarya Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i4.29615

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat tradisional dapat menjadi salah satu upaya pencegahan penyakit, termasuk COVID19. Kegiatan asuhan mandiri pemanfaatan tanaman obat tradisional ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam hal budidaya hingga pengolahan tanaman obat tradisional. Kegiatan diawali dengan wawancara terstruktur terhadap 100 warga desa Bukian untuk mengetahui gambaran penggunaan tanaman obat tradisional di Desa Bukian, dilanjutkan dengan penyampaian materi, diskusi, praktek, dan pendampingan keluarga. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara daring dan luring dengan memperhatikan protokol kesehatan. Evaluasi kegiatan berupa pretest dan postest yang dilakukan terhadap 16 peserta yang mengikuti kegiatan penyampaian materi dan didapatkan rata-rata nilai pretest 4,93 serta nilai postest 7,59. Peningkatan nilai postest dibandingkan pretest bermakna secara statistik (nilai p <0.05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan warga desa Bukian terhadap pemanfaatan tanaman obat tradisional.
Pelatihan PELATIHAN YOGA PADA KELOMPOK LANSIA KOMUNITAS SADAR SEHAT DALAM RANGKA MENURUNKAN KECEMASAN Pande Ayu Naya Kasih Permatananda
Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 3 (2020): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.771 KB)

Abstract

Yoga disebut sebagai penyatuan dari badan dan pikiran untuk menyeimbangkan dan mengharmonisasi fungsi fisik dan mental dari tubuh. Yoga dipercaya mampu untuk menjawab berbagai permasalahan kesehatan lansia, terutama kesehatan mental seperti kecemasan yang paling banyak dialami lansia. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan yoga kepada kelompok lansia di Komunitas Sadar Sehat Tabanan, yang terdiri dari dialog interaktif, pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan pengabdian ini berlangsung dengan baik yang ditunjukkan dengan antuasiasme lansia dalam mengikuti kegiatan dan menurunnya nilai kecemasan lansia yang diukur dengan menggunakan kuisioner S-Anxiety Scale. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi cikal bakal berdirinya kelas yoga rutin bagi kelompok lansia di Komunitas Sadar Sehat Tabanan.
Klippel Trenaunay Syndrome: A Brief Overview Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; I Gusti Agung Made Adnyana Putra
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 5 No. 5 (2021): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bsm.v5i5.231

Abstract

Klippel-Trenaunay syndrome is a rare congenital vascular disease. The pathogenesis of this syndrome is unclear, but it is thought that most cases are the result of somatic mutations that affect genes that play a role in vasculogenesis and angiogenesis. Some patients come with a triad of capillary malformation (hemangioma or port-wine stain), venous varicosities and bony or soft tissue hypertrophy. Clinical presentation of this syndrome can lead to significant morbidities and mortalities due to severe bleeding and emboli. Although the number of cases is low, a doctor must be able to distinguish Klippel-Trenaunay Syndrome from other rare vascular disorders. Parkes Weber syndrome is usually similar to Klippel-Trenaunay syndrome, except in the arterial malformations associated with capillary malformations and soft tissue to skeletal or bone hypertrophy. The diagnosis of Klippel-Trenaunay Syndrome is carried out clinically and is quite difficult to do even with experienced doctors because there is no precise pathognomonic test. There are several options in relation to the management of Klippel-Trenaunay Syndrome and non-invasive procedure is considered to be the most important of therapy modalities. Early diagnoses, progression monitoring, and proper intervention should be carried out for better prognosis and preventing complication.
PKM PENINGKATAN MUTU PENANGANAN IKAN SEGAR DI PASAR IKAN KEDONGANAN DALAM ERA NEW NORMAL I Gde Suranaya Pandit; Wesna Astara, I W2; Permatananda P. A. N. K3
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.944 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1110

Abstract

Desa Kedonganan Kabupaten Badung Bali merupakan salah satu tempat pendaratan dan pemasaran ikan segar, serta tempat kuliner berupa café-café berbasis ikan. Aktivitas masyarakat di Desa Kedonganan Bali berada dibawah Koperasi Unit Desa (KUD) Mina Segara yang dikelola oleh Desa Adat Kedonganan. Para nelayan lokal, maupun nelayan luar dari wilayah Banyuangi melakukan pendaratan ikan di pantai kedonganan Bali. Aktivitas tersebut di atas dinikmati oleh wisatawan lokal, maupun mancanegara sebagai daerah tujuan wisata. Tujuan Pkm adalah untuk meningkatkan kualitas ikan segar yang dipasarkan, agar para konsumen merasa aman untuk mengkonsumsi. Pelaksanaan PKm meliputi sosialisasi serta kesepakatan dengan mitra. Pemberian penyuluhan dengan simulasi penanganan ikan segar. Pemberian pelatihan peranan dan pemakaian APD di era new normal, yang diikuti penyerahan bantuan steroform, masker, serta apron. Monitoring dan evaluasi telah dilakukan, namun keterbatasan pendanaan untuk mengganti sarana masih menjadi kendala untuk memperoleh mutu ikan segar, sehingga diperlukan pemahaman secara kontiniu untuk dapat merubah mainset para pedagang ikan menuju daerah ekowisata, pendaratan ikan, pemasaran dan kuliner berbasis ikan .
SURGICAL CLOSURE PADA DEFEK SEKAT ATRIUM USIA DEWASA: SEBUAH LAPORAN KASUS Pande Ayu Naya Kasih Permatananda
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.921 KB)

Abstract

Defek Sekat Atrium merupakan penyakit jantung kongenital yang sering ditemukan pada usia dewasa, namun insidennya secara pasti sukar ditentukan karena penyakitini cenderung tidak bergejala dan sukar ditemukan dengan pemeriksaan fisik standar.Pada kasus ini dilaporkan seorang wanita berusia 27 tahun dengan diagnosis defeksekat atrium tipe II dengan ukuran defek sebesar 36,5 mm pada echocardiografi. Padapasien ini dilakukan surgical closure untuk menutup defek pada atrium danmencegah komplikasi jangka panjang. Tindakan ini diawali dengan sternotomy dandilakukan cardiopulmonary baypass di mana jantung diistirahatkan denganmenggunakan larutan cardioplegic dan defek kemudian ditutup secara langsungdengan penjahitan tipe continuos. Selama masa perawatan post operasi,hemodinamik pasien dinyatakan stabil, tidak ditemukan tanda aritmia maupunkebocoran, luka operasi pun terawat dengan baik.
MEMBANGUN KARAKTER MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS WARMADEWA MELALUI “SAPTA BAYU” SPIRIT SRI KESARI WARMADEWA Pande Ayu Naya Kasih Permatananda
Jurnal Education and Development Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v10i2.3480

Abstract

Mahasiswa kedokteran memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis sebagai cikal bakal dokter yang profesional. Mahasiswa kedokteran yang telah menyelesaikan pendidikan akademik dan profesi tidak serta merta memiliki karakter profesi dokter yang mulia. Karakter profesional seorang dokter tersebut dapat dikembangkan melalui proses pendidikan, yakni pendidikan karakter. Sebagai salah satu universitas dengan keunikan karakter , Universitas Warmadewa memiliki dan mengembangkan spirit Sri Kesari Warmadewa yang terilhami dari Raja-Raja Bali. Makalah ini akan memberikan gambaran pendidikan karakter dan implementasi Sapta Bayu dalam membangun karakter pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Warmadewa. Makalah ini dibuat menggunakan pendekatan kualitatif yang berfokus pada pendidikan karakter, etika, dan profesionalisme mahasiswa kedokteran. Melalui observasi dan analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan i Implementasi pendidikan karakter pada mahasiswa kedokteran di Universitas Warmadewa berjalan secara formal dan informal. Sapta Bayu yang merupakan abstrasi personifikasi Sri Ke nilai luhur Sri Kesari Warmadewa diharapkan dapat menjadi landasan dalam membentuk karakter mahasiswa Kedokteran yang berkarakter dan berintegritas seperti raja-raja Bali.
Pemberdayaan Kelompok Toga Paras Usadha Desa Bukian dalam Pemanfaatan Bahan Alam untuk Kesehatan Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Pradnyawati Luh Gede; Udiyani Desak Putu Citra; Pandit I Gde Suranaya
COMSERVA Indonesian Jurnal of Community Services and Development Vol. 1 No. 5 (2021): COMSERVA: Indonesian Journal of Community Services and Development
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.441 KB) | DOI: 10.36418/comserva.v1i5.22

Abstract

Desa Bukian merupakan salah satu desa unggul yang berada di Kecamatan Payangan, Bali yang didukung oleh iklim, suhu, dan luas wilayah yang cocok untuk pertanian dan perkebunan. Desa ini memiliki suatu kelompok masyarakat yang giat dalam mensosialisasikan dan mempraktikkan pengolahan tanaman obat tradisional, yaitu Kelompok TOGA Paras Usadha. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan kelompok tersebut dalam memanfaatkan bahan alam untuk kesehatan dengan penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan yang diberikan berupa focus group discussion, pemaparan materi, dan demonstrasi video mengenai jalur penemuan bahan alam di Indonesia, tahap pembuatan simplisia, hingga aspek hygiene dan sanitasi yang perlu diperhatikan dalam produksi herbal. Evaluasi dilakukan dalam melihat keberhasilan kegiatan berupa pemberian kuesioner untuk menilai pengetahuan dan sikap peserta kegiatan setelah diberikan materi. Kegiatan ini dihadiri oleh 15 peserta kegiatan yang terdiri dari perangkat desa dan anggota Kelompok TOGA Paras Usadha. Kegiatan tersebut berlangsung baik dan lancar dengan hasil evaluasi sesuai ekspektasi. Pembinaan kepada kelompok ini diharapkan untuk terus berlanjut kedepannya.
Gambaran Penggunaan Herbal Oleh Masyarakat Pedesaan Bali Pande Ayu Naya Kasih Permatananda
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i3.6483

Abstract

Masyarakat pedesaan merupakan masyarakat yang aktif dalam mengolah tanaman herbal, termasuk di Desa Bukian, Bali. Desa Bukian merupakan salah satu desa di Bali yang masih aktif dalam memanfaatkan tanaman obat tradisional untuk berbagai tujuan kesehatan. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan untuk mengetahui gambaran pemanfataan tanaman obat tradisional di Desa Bukian untuk selanjutnya dapat dikembangkan menjadi suatu produk sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Kegiatan ini berbasis survei menyasar 100 responden yang merupakan penduduk Desa Bukian dan mengakui pernah menggunakan tanaman obat tradisional untuk tujuan kesehatan. Data yang dikumpulkan meliputi data demografis seperti umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, keikutsertaan BPJS, riwayat penyakit 6 bulan terakhir, dan data pemanfaatan tanaman obat tradisional meliputi jenis tanaman, cara pemanfaatan, serta tujuan pemanfaatan. Melalui wawancara terstruktur, didapatkan 10 jenis tanaman yang paling banyak dimanfaatkan oleh penduduk Desa Bukian adalah jahe (59%), kunyit (55%), sirih (22%), kencur (12%), kumis kucing (7%), binahong (7%), lidah buaya (6%), beluntas (4%), temulawak (3%), dan papaya (3%). Sepuluh tanaman obat tradisional tersebut dapat menjadi salah satu bahan alam potensial untuk dibudidayakan dan diolah menjadi produk herbal komersial.
Klippel Trenaunay Syndrome: A Brief Overview Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; I Gusti Agung Made Adnyana Putra
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 5 No. 5 (2021): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bsm.v5i5.231

Abstract

Klippel-Trenaunay syndrome is a rare congenital vascular disease. The pathogenesis of this syndrome is unclear, but it is thought that most cases are the result of somatic mutations that affect genes that play a role in vasculogenesis and angiogenesis. Some patients come with a triad of capillary malformation (hemangioma or port-wine stain), venous varicosities and bony or soft tissue hypertrophy. Clinical presentation of this syndrome can lead to significant morbidities and mortalities due to severe bleeding and emboli. Although the number of cases is low, a doctor must be able to distinguish Klippel-Trenaunay Syndrome from other rare vascular disorders. Parkes Weber syndrome is usually similar to Klippel-Trenaunay syndrome, except in the arterial malformations associated with capillary malformations and soft tissue to skeletal or bone hypertrophy. The diagnosis of Klippel-Trenaunay Syndrome is carried out clinically and is quite difficult to do even with experienced doctors because there is no precise pathognomonic test. There are several options in relation to the management of Klippel-Trenaunay Syndrome and non-invasive procedure is considered to be the most important of therapy modalities. Early diagnoses, progression monitoring, and proper intervention should be carried out for better prognosis and preventing complication.
Online Based Community Empowerment in Bukian Village, Bali as an Effort to Prevent Covid19 Transmission Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Anak Agung Sri Agung Aryastuti; Putu Nita Cahyawati; Desak Putu Citra Udiyani
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 4 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i4.249

Abstract

Preventing COVID19 transmission in community is currently important. As one of villages located close to Bali’s tourism centre, Bukian village is expected to be more vigilant in preventing the spread of COVID19. However, the public knowledge about COVID19 was low, the people was careless with pandemic situation, and public socialization was limited, making the effort in preventing the transmission of the disease at that time had not run optimally. This community empowerment activities lasted for 1 month in the form of providing education with online methods and intensive mentoring of one student, one participant, targeting families and members of the COVID19 task force, with a sum of 10 students and 10 participants. All activities went well and enthusiasm of participants was quite good. Pre-test and post-test questionnaires were given to evaluate the increase in the knowledge and attitudes of the participants, then analyzed by wilcoxon test and there was a significant increase in knowledge and attitude of participants (p value <0,05).