Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PEMANTAUAN STATUS GIZI BALITA DAN ANAK USIA SEKOLAH SERTA EDUKASI PHBS DI DESA NYOGAN KAB. MUARO JAMBI Ummi Kalsum; Hendra Dhermawan Sitanggang; Evy Wisudariani
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 2 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The nutritional problems of toddlers and children in the Anak Dalam Tribe are malnutrition and stunting. One of the factors is the lack of a sanitary and healthy living behavior in the community. The condition of environmental health and environmental sanitation that meets the requirements is only 50%, the decline in the behavior of mothers in monitoring the growth and development of children at the Posyandu and monitoring of nutritional status in schools tends not to be carried out. It is necessary to educate the public regarding sanitary and healthy living behavior and monitoring the nutritional status of toddlers and school-age children in Nyogan Village. Community service activities are carried out through counseling activities for school children at SDN 238 and training for toddlers and stunting cadres in Nyogan Village. The results of the activity showed a significant increase in students' knowledge with an average increase of 6.31 points. In the training of cadres, it was also found that there was an increase in cadre knowledge, the average knowledge during the pre-test was 15.63 and increased to 16.25 during the post-test. It is also seen that there is an increase in the skills of cadres in anthropometric measurements which is shown through practical activities in measurement simulations. All the participants of the activity looked enthusiastic and showed seriousness in participating until the end of the event. The results of monitoring nutritional status according to the Body Mass Index according to Age (BMI/U) of students who experience malnutrition are still high, reaching 35.8% and 9% being overweight and obese. This activity is expected so that students and families can apply sanitary and healthy living behaviors, both at school and at home, and the school can monitor the nutritional status on a regular basis for toddlers and school-age children both at Posyandu and in screening activities for school children through the program. UKS. Keywords: Nutritional Status, Sanitary living culture, Monitoring of Nutritional Status, Education, SAD, KAT    ABSTRAK Masalah gizi balita dan anak pada Suku Anak Dalam yaitu gizi kurang dan pendek. Salah satu faktornya adalah belum membudayanya perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat. Kondisi kesehatan lingkungan dan sanitasi lingkungan yang memenuhi syarat hanya 50%, menurunnya perilaku ibu dalam memantau tumbuh kembang anak di Posyandu serta pemantauan status gizi di sekolah cenderung tidak dilakukan. Perlu edukasi kepada masyarakat terkait perilaku hidup bersih dan sehat serta pemantauan status gizi balita dan anak usia sekolah di Desa Nyogan. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan melalui kegiatan penyuluhan kepada anak sekolah SDN 238 dan pelatihan kader posyandu balita dan kader stunting di Desa Nyogan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa secara signifikan dengan rata-rata peningkatan sebesar 6,31 poin. Pada pelatihan kader juga diperoleh adanya peningkatan pengetahuan kader, rata-rata pengetahuan saat pre-test 15,63 dan meningkat menjadi 16,25 saat post test. Juga terlihat ada peningkatan keterampilan kader dalam pengukuran antropometri yang ditunjukkan melalui kegiatan praktik pada simulasi pengukuran. Seluruh peserta kegiatan terlihat bersemangat dan memperlihatkan keseriusan dalam mengikuti hingga selesai acara. Hasil pemantauan status gizi menurut Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) siswa yang mengalami gizi kurang masih tinggi yaitu mencapai 35,8% dan 9% berstatus Gizi lebih dan obesitas. Kegiatan ini diharapkan agar siswa dan juga keluarga dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, baik di sekolah maupun di rumah, serta pihak Sekolah dapat melakukan pemantauan status gizi secara rutin pada balita dan anak usia sekolah baik di Posyandu maupun dalam kegiatan penjaringan anak sekolah melalui program UKS. Kata Kunci : Status Gizi, PHBS, Pemantauan Status Gizi, Edukasi, SAD, KAT
Analisis Variabel Cuaca Dengan Kejadian Campak Di Kota Jambi Tahun 2015-2017 Evy Wisudariani; Rd. Halim
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 2 No. 2 (2018): Vol. 2 - No. 2 - September 2018
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v2i2.6556

Abstract

Campak merupakan penyakit menular yang menjadi penyebab utama kematian anak di negara berkembang termasuk Indonesia. Data Riskesdas menunjukkan bahwa Provinsi Jambi memiliki angka insidens rate campak tertinggi di Indonesia yaitu 3,40 per 100.000 penduduk. Kota Jambi merupakan salah satu kota yang terkena dampak bencana kabut asap akibat kebakaran hutan sehingga berpengaruh terhadap perubahan cuaca. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat pola hubungan variabel cuaca (penyinaran matahari, curah hujan, suhu udara, kelembaban udara dan kecepatan angin) terhadap kejadian campak di Kota Jambi tahun 2015-2017. Desain penelitian ini merupakan studi ekologi dengan pendekatan spasial-temporal. Keseluruhan kasus campak diteliti dalam penelitian ini yang terjadi selama periode tahun 2015-2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian campak adalah kecepatan angin (p= 0,046). Kelembaban udara, penyinaran matahari, curah hujan dan suhu udara tidak berhubungan dengan kejadian campak di Kota Jambi Tahun 2015-2017. Kejadian campak biasanya terjadi dengan kecepatan angin dengan intensitas tinggi, virus campak menjadi mudah tersebar antar manusia. Diharapkan kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap penularan campak terutama pada saat musim penghujan dan angin kencang. Serta perlunya Dinas Kesehatan Kota Jambi melakukan sistem kewaspadaan dini penyakit campak melalui penguatan sistem surveilans penyakit.
Studi Kualitatif : Faktor Predisposisi Sebagai Upaya Pencarian Pengobatan Pada Komunitas Adat Terpencil Di Desa Bukit Suban, Air Hitam Sarolangun, Jambi, Indonesia Guspianto Guspianto; Asparian Asparian; Evy Wisudariani
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 4 No. 2 (2020): Vol. 4 - No. 2 - September 2020
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v4i2.10568

Abstract

Abstrak Perilaku individu atau kelompok dalam upaya pencarian pengobatan sangat bervariasi yang dipengaruhi oleh jumlah sarana, jenis, metode serta peralatan pelayanan kesehatan yang tersedia. Pada Komunitas Adat Terpencil (KAT) atau Suku Anak Dalam terlihat memiliki keunikan khusus dalam pencarian pengobatan, tentunya menjadi fokus tenaga kesehatan dalam mengupayakan kesehatan masyarakat yang optimal. Selain itu, dari segi pola hidup dan hukum, KAT sangat patuh terhadap aturan adat dan tabu-tabu yang mengatur perilaku mereka dengan begitu ketat termasuk perilaku pencarian pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor predisposisi KAT dalam upaya pencarian pengobatan. Studi Kualitatif dengan wawancara mendalam pada bulan April-September 2019. Informan dalam penelitian ini yaitu Tokoh Masyarakat "Tumenggung", dukun dan petugas kesehatan. Upaya pencarian pengobatan yang dilakukan masyarakat Desa Bukit Suban yaitu Mengobati sendiri (self treatment), Pengobatan tradisional (traditional remedy) dan mencari pengobatan ke unit fasilitas kesehatan. Masyarakat juga masih menganut kepercayaan terhadap penyembuhan penyakit melalui jampi-jampi dan benda-benda yang dianggap sebagai pelindung, serta dewa harimau sebagai roh nenek moyang. Perlunya mengoptimalkan program pelayanan kesehatan yang merata, meningkatkan koordinasi dengan tokoh masyarakat 'Tumenggung' dan rutin dalam mengedukasi masyarakat KAT guna meningkatkan pemahaman dalam meningkatkan derajat kesehatan. Kata Kunci : Pengobatan, Komunitas Adat Terpencil, Prediposisi
Evaluasi Pelaksanaan Layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) Dalam Program Pencegahan HIV/AIDS di Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi Hubaybah Hubaybah; Evy Wisudariani; Usi Lanita
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 5 No. 1 (2021): Vol. 5 - No. 1 - Maret 2021
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v5i1.12403

Abstract

Peningkatan kasus HIV/ AIDS ini diduga salah satunya disebabkan oleh ditutupnya kawasan lokalisasi Payo Sigadung. Pasca ditutupnya Payo Sigadung tahun 2014 lalu, tentunya menjadi salah satu “ancaman” dikarenakan sulitnya petugas kesehatan melakukan kontrol dan pengawasan terhadap pekerja seks komersial (PSK) tersebut. Hal ini dikarenakan kuat dugaan para pekerja seks komersial tersebut masih bekerja dengan sembunyi-sembunyi dan bahkan menyebar ke luar Payo Sigadung seperti di kawasan hiburan malam dan tempat-tempat lain seperti warung remang-remang dan tempat-tempat lainnya. Sehubungan dengan itu tentunya diperlukan inisiatif masyarakat yang memiliki kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Salah satu sarana yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat adalah layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang tersedia di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan Evaluasi Pelaksanaan Layanan VCT dalam Program Pencegahan HIV/AIDS di Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi. Studi Kualitatif dengan wawancara mendalam pada Maret-November 2020. Informan dalam penelitian ini yaitu konselor HIV/AIDS, petugas laboratorium/ farmasi, petugas administrasi dan pengunjung layanan VCT.Hasil penelitian yaitu Pelaksanaan layanan VCT, tingkat pengetahuan/ pemahaman informasi, sarana dan prasarana umumnya sudah cukup baik. Perlu adanya evaluasi berkala terhadap pelaksanaan layanan VCT, peningkatan ketrampilan petugas agar dapat menggali informasi lebih dalam dari pasien, perlu adanya peningkatan pengetahuan melalui pelatihan yang rutin. Kata Kunci: HIV/AIDS, VCT, Puskesmas
Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan dari Keluarga Petani di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Labu Kabupaten Kerinci Asparian Asparian; Enda Setiana; Evy Wisudariani
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol 9, No 2 (2020): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v9i2.274

Abstract

Background : Stunting is a state of height index according to age under -2 SD according to WHO standards.  Nutrition problems in farmers can occur due to poverty which is the root of nutrition problems.  The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of stunting in children aged 24-59 months from farming families in the Gunung Labu Primary Health Care in Kerinci Regency. Method :The design of this study was cross sectional.  The total population in this study was 1,422 toddlers, while the sample in this study was 98 toddlers from farming families.  Analysis used  the Chi-Square test and Multiple Logistic Regression.  Result :This study found the prevalence of stunting in infants 32.34%. Factors related to the incidence of stunting in infants were household level food security and mother's education level.  The most dominant factor related to the incidence of stunting in infants was household-level food security (OR = 4,722; 95% CI = 1,599-13,941).  Households ware encouraged to use home yards as a place to meet food needs and provide a variety of foods and balanced nutrition for infants so that nutritional needs can be met.
Kontribusi Pengetahuan Ibu dan Dukungan Petugas Kesehatan terhadap Praktik Pemberian ASI Eksklusif di Kota Batam Rd. Halim; Rizqa Ichlasul Akhir; Evy Wisudariani; Muhammad Syukri; Icha Dian Nurcahyani; Nurbaya Nurbaya
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i1.976

Abstract

Persentase ASI eksklusif di Puskesmas Botania selama 3 tahun terakhir masih belum mencapai target. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Botania, Kota Batam. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah ibu yang memiliki anak usia 6-12 bulan yang berjumlah 469 ibu. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 87 ibu. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square dilanjutkan dengan uji multivariat menggunakan regresi logistik berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS 16.0. Hasil studi menunjukkan proporsi anak dengan ASI eksklusif sebesar 46%. Variabel yang berhubungan dengan ASI  eksklusif adalah pengetahuan (AOR=3,89; 95%CI 1,50-10,02) dan dukungan petugas kesehatan (AOR=2,97; 95%CI 1,13-1,77). Analisis multivariat menunjukkan pengetahuan merupakan faktor dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu dan dukungan petugas kesehatan terhadap pemberian ASI eksklusif. Pengetahuan merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif pada anak sehingga diperlukan pelatihan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif. Selain itu, kunjungan petugas kesehatan kepada ibu penting dalam memotivasi ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada anaknya
Kinerja Petugas Kesehatan dalam Upaya Menurunkan Angka Kejadian Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Kota Jambi Rumita Ena Sari; Fransiska Sitepu; Arnild Augina Mekarische; Hubaybah Hubaybah; Rinaldi Daswito; Evy Wisudariani
Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) November 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkt.v12i2.153

Abstract

In Jambi Province, the morbidity rate of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) has increased for three consecutive years with a mortality rate of 0.74%. This study aimed to determine the performance of health workers to reduce the incidence of dengue fever at the Jambi City Health Center in 2020. This study used a cross-sectional design with several respondents 80 officers, the sampling technique used total sampling. The instrument in this study used a questionnaire. Data analysis using Chi-square test. The results showed that there was a significant relationship between the length of work (OR = 0.184), facilities and infrastructure (OR = 1.977), supervision (OR = 2.118), and superior support (OR = 2.029) with the performance of health workers, and there was no significant relationship between the last education (OR=1.152) and reward (OR=1.472) with the performance of health workers. Health officers DHF program are expected to maximize services such as environmental health inspections and PSN 3M counseling as well as increase supervision of the community so that they can participate in the prevention of DHF, namely by forming Jumantik cadres, maximizing outreach and outreach with the community, and fostering community self-hygiene.
Penyuluhan Dan Praktik Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Komunitas Adat Terpencil (KAT) Di Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun Rumita Ena Sari; Guspianto Guspianto; Evy Wisudariani
Jurnal Salam Sehat Masyarakat (JSSM) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Salam Sehat Masyarakat
Publisher : Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, FKIK Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.334 KB) | DOI: 10.22437/jssm.v1i1.8233

Abstract

Health problems in KAT are things that cannot be ignored by the government because their existence cannot be denied. As many as 1500 people of the Anak Dalam Tribe (SAD) / KAT inhabit the Bukit Duabelas National Park area and 450 inhabitants in the Bukit Tigapuluh Buffer area. Based on the needs of the community in KAT which are still low in knowledge and concern for health, it is necessary to provide counseling about PHBS, which is expected to be able to increase awareness so as to increase the degree of public health, especially in remote indigenous communities. Community service is carried out by stages of meeting with stakeholders and health workers, conducting PHBS counseling, conducting demonstrations on how to wash hands properly and brushing their teeth and conducting monitoring and evaluation of implementation. Increased understanding and awareness of the community at Bukit Suban Air Hitam on efforts to improve health status and be able to practice clean and healthy living behaviors in everyday life, especially in terms of washing hands with soap and how to brush teeth properly.  
EDUKASI MENGENAI RESPON TERHADAP PERMASALAHAN KRISIS KESEHATAN SAAT BENCANA KABUT ASAPBAGI SISWA DI SMP NEGERI 13 PELAYANGAN KOTA JAMBI Hubaybah Hubaybah; Evy Wisudariani; Helmi Suryani Nasution; Rizalia Wardiah
Jurnal Salam Sehat Masyarakat (JSSM) Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Salam Sehat Masyarakat
Publisher : Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, FKIK Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4993.55 KB) | DOI: 10.22437/jssm.v2i1.11159

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Indonesia tahun 2015 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.Jumlah kebakaran terbanyak terpantau pada 6 provinsi di Indonesia yaitu Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Dampak kesehatan yang paling signifikan adalah infeksi salur pernafasan akut (ISPA), asma bronkial, diare, iritasi mata, dan penyakit kulit. Untuk menghindari dampak negatif kebakaran hutan dan lahan terhadap kesehatan, perlu ada edukasi mengenai hal tersebut di wilayah yang terdampak. Upaya-upaya yang dapat dilakukan adalah menjaga agar udara dalam ruanganbersih, sedapat mungkin tidak keluar rumah, menggunakan masker yang tepat ketika keluar rumah, membersihkan tubuh. Serta untuk mendukung kegiatan peningkatan Upaya Kesehatan Sekolah, maka mitra yang tepat menjadi sasaran adalah siswa. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi mengenai respon terhadap permasalahan krisis kesehatan saat bencana kabut asap bagi siswa. Kegiatan ini bermitra dengan Camat Pelayangan dan SMP N 13 Pelayangan Kota Jambi sebanyak 60 siswa, dalam bentuk sosialisasi, pemberian masker dan praktek cuci tangan dansabun yang benar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa adanya peningkatan tingkatpengetahuan dan pemahaman peserta setelah diberikan edukasi. Hal ini dapat terbukti dari hasil analisis uji t-paired test nilai t=-4.0596, df= 61 dan P-value =0.0001. Publikasi di media massa melalui media digital dan jurnal merupakan luaran yang dihasilkan. Kesimpulan kegiatan ini yaitu telah terlaksana dengan baik dan efektif. Camat, Kepala Sekolah dan guru sangatmendukung, serta siswa sangat antusias dalam mengikuti dan melaksanakan kegiatan ini. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan mengingatsiswa di kelompok umur ini memiliki risiko terhadap berbagai penyakit, haruslah menjadi fokus dalam upaya peningkatan derajat kesehatan.
Senam ergonomis, pengendalian, dan pencegahan hipertensi Wilayah Kerja Puskesmas Rawasari Kota Jambi Willia Novita Eka Rini; Evy Wisudariani
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.39059

Abstract

Hipertensi merupakan silent killer (pembunuh diam-diam) artinya apabila tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi yang lebih fatal diantaranya stroke, jantung bahkan kematian. Untuk itu, perlu adanya pengontrolan tekanan darah dan diimbangi dengan berperilaku hidup sehat. Salah satunya yaitu dengan melakukan senam ergonomis. Tujuan:  Penelitian ini adalah mengetahui apakah ada pengaruh senam ergonomis terhadap upaya pengendalian dan pencegahan penyakit hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Rawasari Kota Jambi Tahun 2018. Diharapkan hasil penelitian ini menjadi data dan masukan yang berharga dalam upaya penurunan angka kesakitan hipertensi dan menambah informasi dalam pengembangan penelitian dengan topik yang serupa kedepannya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Pra-eksperimental One Group Pretest-postest. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Pemberian intervensi selama 2 minggu. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik Paired T-test wilcoxon. Penelitian ini dilakukan di dalam wilayah kerja Puskesmas Rawasari dikarenakan memiliki angka kejadian hipertensi tertinggi untuk wilayah Kota Jambi. Hasil: Hasil penelitian dengan menggunakan uji parametrik Paired T-test  Wilcoxon Sign Rank Test menunjukkan p=0,000 yang berarti senam ergonomic memiliki pengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Kesimpulan: Senam ergonomik berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Penelitian ini diharapkan bisa menjadi masukan bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat umum untuk menjadikan senam ergonomik sebagai program pengendalian hipertensi.